Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji & Umroh » Sujud Terakhir di Tanah Haram, Peluk Pertama di Tanah Air

Sujud Terakhir di Tanah Haram, Peluk Pertama di Tanah Air

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
  • visibility 715
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Suasana di Asrama Haji Palembang pagi kemarin seperti pasar kaget yang disiram air zam-zam, tangis haru, tawa riang, peluk cium, dan sandal jepit yang entah milik siapa berserakan jadi satu dalam adukan rindu yang tak bisa ditakar pakai timbangan digital.

Sebanyak 368 jamaah haji dari Kabupaten OKU Timur, yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 1 Debarkasi Palembang, akhirnya menginjak tanah air, tanah gatal karena sejak tadi mereka duduk sempit di pesawat setelah menunaikan ibadah haji yang bukan cuma ibadah, tapi juga perjalanan batin, logistik, dan kadang perjuangan rebutan lift di hotel.

Yang menyambut mereka bukan siapa-siapa, tapi orang yang cukup siapa untuk berdiri di podium Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Edward Candra, ia datang mewakili Gubernur Herman Deru, yang katanya sedang dinas ke luar kota, entah kota nyata atau kota yang hanya muncul saat ditanya wartawan.

Dengan mikrofon di tangan dan peci miring penuh wibawa, Edward menyambut para tamu Allah seperti menyambut pahlawan dari perang spiritual. “Selamat datang kembali ke Tanah Air. Selamat kembali ke rumah masing-masing. Insya Allah bapak/ibu pulang membawa predikat haji mabrur,” ujarnya, sambil melirik kiri-kanan memastikan tidak ada jamaah yang masih jet lag dan mengira dia pemandu tur.

Di tengah barisan koper-koper besar bertuliskan nama-nama desa, ada Ibu Rasimah (61), jamaah asal Belitang. Wajahnya cerah meski sempat “nyasar” di bandara Jeddah karena mengikuti rombongan negara lain gara-gara tasnya mirip. “Saya kira itu rombongan dari OKU juga, lha kok pas azan mereka sujud ke arah lain,” tuturnya sambil tertawa, memperlihatkan gigi palsu yang baru dipasang sebelum berangkat.

Ada pula Pak Darlan (68), pensiunan guru yang bercerita bagaimana ia sempat menjadi “imam dadakan” di Mekkah karena suaranya lantang. “Padahal niatnya cuma ngingetin kawan wudu, eh malah dikira ustaz,” ujarnya dengan tawa yang khas, seperti suara saringan teh bergetar.

Haji bukan sekadar ibadah, ia adalah pertemuan antara niat, logistik, stamina, dan kadang kebetulan. Ada yang bawa lima pasang kaus kaki tapi lupa bawa obat masuk angin. Ada yang sibuk ngitung pahala, tapi lupa bawa celana dalam cadangan.

Namun begitulah, “hidup itu seperti naik haji banyak tantangan, tapi kalau niat lurus, Insya Allah sampai”.

Sekda Edward dalam sambutannya tak hanya menyampaikan ucapan selamat datang, tapi juga menaruh harapan bahwa para jamaah haji ini akan menjadi agen kebaikan di lingkungannya. “Pulang bukan cuma bawa air zam-zam dan sajadah dari toko dekat Masjidil Haram, tapi juga bawa akhlak yang harum dan amal yang terus mengalir,” ucapnya.

Di belakang panggung sambutan, panitia sibuk membagikan konsumsi, mengangkat koper, dan mencari sandal yang tiba-tiba tidak berjodoh lagi dengan pasangannya. Memang benar kata pepatah.”Pergi haji itu membawa keberkahan, tapi pulang dari haji harus siap kehilangan sandal”.

Fenomena menarik lainnya adalah banyaknya jamaah yang pulang membawa kenangan dan niat baru. Ada yang ingin bangun musala, ada yang ingin jadi lebih sabar menghadapi menantu, dan ada juga yang berniat tidak marah-marah lagi di pasar.

Bagi masyarakat OKU Timur, ini bukan sekadar kepulangan. Ini adalah momen syahdu seperti sawah yang baru panen  hasilnya tak hanya padi, tapi juga harapan baru, begitulah haji ibadah yang berat di awal, ringan di hati, dan selalu bikin rindu datang lagi.

Sambutan Sekda Sumsel ini bukan cuma formalitas, namun  pengakuan bahwa jamaah haji bukan hanya kembali dengan koper dan kurma, tapi dengan hati yang lebih lapang dan kepala yang (setidaknya sementara) lebih dingin.

Dan kalaupun nanti ada yang lupa niatnya di bandara atau salat subuhnya bolong karena jet lag, ya itu urusan pribadi. Yang penting, semangat dan berkahnya menyebar, seperti aroma rendang di pagi lebaran. Selamat datang, para tamu Allah. Tanah air menyambutmu, dengan segala kerinduan dan sandal jepit cadangan.

Dari balik senyum yang merekah, dari sandal yang hilang sebelah, dan dari air zam-zam yang kini dimasukkan ke dalam teko di meja tamu, kita belajar bahwa haji bukan hanya perjalanan fisik, tapi perjalanan hati.

Orang-orang biasa dari desa, dari pelosok sawah dan lorong gang, kini pulang dengan gelar yang mulia haji dan hajjah. Tapi lebih dari itu, mereka pulang membawa perubahan kecil lebih sabar, lebih ramah, lebih ringan tangan bantu tetangga, meski tetap ngopi pagi sambil ngerumpi.

Di tengah gegap gempita penyambutan, peluk-peluk haru, dan aroma rendang bekal dari rumah, kita melihat wajah Sumsel yang penuh berkah, karena ketika yang pulang dari haji bukan cuma membawa sajadah, tapi juga semangat memperbaiki diri dan lingkungan, maka sesungguhnya kampung pun ikut naik haji secara spiritual.

Kata orang bijak, “Kalau tak sanggup ke Tanah Suci, cukup sambut yang pulang dengan hati suci karena doa haji mabrur itu, kadang mampir lewat senyum dan salam yang tulus”. Jadi, sambutlah mereka. Jangan cuma tanya, Oleh-olehnya mana? tapi tanya juga, doanya udah sampai ke kita, belum?”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ASN Bukan Hanya Absensi, Tapi Aksi & Aplikasi

    ASN Bukan Hanya Absensi, Tapi Aksi & Aplikasi

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 817
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di tengah derasnya arus digitalisasi yang kenceng kayak air cucian piring bocor di rumah mertua, Sekda Muba Dr Apriyadi MSi melenggang ke Jakarta bukan buat nonton konser, tapi menghadiri Rakernas Forsesdasi 2025 di Hotel Grand Mercure Kemayoran bareng Kabag Organisasi Setda Muba, Bu Nuzahrawati SPd MT, tujuannya katanya ahli di urusan tata kelola […]

  • Di UIN RF, Ratu Dewa Bongkar Kunci Pemimpin, Bukan Hanya Bicara

    Di UIN RF, Ratu Dewa Bongkar Kunci Pemimpin, Bukan Hanya Bicara

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Ratu Dewa mengingatkan calon pemimpin agar tidak terjebak pada anggapan bahwa kepemimpinan cukup dibangun dengan kemampuan berbicara. Ada hal yang jauh lebih penting, yakni bagaimana sebuah pesan disampaikan dengan tepat, jujur, akurat dan benar-benar mengenai sasaran. Pesan itu disampaikan Wali Kota Palembang saat berbicara di hadapan mahasiswa baru Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden […]

  • Infobip luncurkan AI Hub untuk pengalaman pelanggan percakapan berbasis AI

    Infobip luncurkan AI Hub untuk pengalaman pelanggan percakapan berbasis AI

    • calendar_month Senin, 18 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.463
    • 0Komentar

    AI Hub memungkinkan bisnis membangun pengalaman percakapan pelanggan yang memecahkan masalah bisnis dan memberikan hasil Infobip kini mengintegrasikan analitik canggih dan AI generatif dalam portofolio SaaS yang kaya untuk menyediakan platform komprehensif untuk transformasi digital dan pengalaman percakapan Sumselterkini.co.id, KUALA LUMPUR, MALAYSIA – Media OutReach Newswire – 18 Desember 2023 – Platform komunikasi cloud global […]

  • Tegakkan Hukum Secara Maksimal,  Polda Bengkulu Kerjasama Dengan Ikatan Notaris

    Tegakkan Hukum Secara Maksimal, Polda Bengkulu Kerjasama Dengan Ikatan Notaris

    • calendar_month Minggu, 13 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 627
    • 0Komentar

    UNTUK memperkuat penegakkan hukum, Polda Bengkulu jalin kerjasama dengan Ikatan Notaris Indonesia wilayah Bengkulu yang dilaksanakan di salah satu hotel berbintang di Kota Bengkulu, belum lama ini. Penandatanganan nota kesepahaman antara Polri dan Ikatan Notaris Indonesia wilayah Bengkulu ini disaksikan langsung oleh perwakilan asisten operasi Polri dan ketua umum Ikatan Notaris Indonesia. Kapolda Bengkulu Irjen […]

  • Laga Pertama Liga MCF Muba Mulai Besok, Bayung Lencir Hadapi Lalan

    Laga Pertama Liga MCF Muba Mulai Besok, Bayung Lencir Hadapi Lalan

    • calendar_month Senin, 7 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 774
    • 0Komentar

    JADWAL pertandingan Liga MCF 2022 yang mulai bergulir Senin (7/2/2022) besok, bakal mempertemukan tim Bayung Lencir versus Lalan, di lapangan bola C3 Desa Bukit Jaya, Kecamatan Sungai Lilin mulai pukul 13.30 WIB. Berikutnya pada partai kedua pukul 16.10WIB, dilanjutkan bertemunya tuan rumah Sungai Lilin kontra Batang Hari Leko.Manajer Bayung Lencir, Novriadi Sjamsuri menyatakan, pihaknya sudah […]

  • Gandeng IKJK, Muba Tanam 10 Ribu Pohon

    Gandeng IKJK, Muba Tanam 10 Ribu Pohon

    • calendar_month Jumat, 23 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 979
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terus berupaya mewujudkan Visi Kabupaten Lestari, dalam inplementasinya kali ini Pemkab Muba bersama Ikatan Keluarga Jeme Kita (IKJK) yang berada di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), melakukan Gerakan Penanaman 10 ribu Pohon di Sekayu, Jumat (23/11/18). Ketua IKJK Muba Firmansyah dalam laporannya menyebutkan ada 10 ribu pohon dengan 10 jenis […]

expand_less
WordPress Archive EDD Donation & Tip EDD for AMP EDD Variable License Expiration Dates Edel – Luxury Jewelry Elementor Template Kit Edelweiss – Yoga & Meditation Elementor Template Kit Edema | Wellness & Spa WordPress Theme Edge Decor | A Modern Gardening & Landscaping WordPress Theme Edge Decor | Gardening & Landscaping WordPress Theme Edia – Blog & Magazine Elementor Template Kit eDigit WP – Multi-purpose Elementor WooCommerce Theme