Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » ‘Umpak-umpakan,’ Sebuah Tradisi Disaat Idul Fitri Yang Nyaris Lenyap Terdampak COVID-19

‘Umpak-umpakan,’ Sebuah Tradisi Disaat Idul Fitri Yang Nyaris Lenyap Terdampak COVID-19

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 27 Mei 2020
  • visibility 3.173
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MERAYAKAN hari kemanangan pada Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah yang jatuh pada minggu [24/5/2020] di perkampungan sangat terasa meriah.

Namun, Lebaran Idul Fitri kali ini, sangat berbeda dari lebaran tahun-tahun sebelumnya. Dampak Covid-19 memang sangat dasyat. Selain menganggu sektor perekonomian, dan lainnya.  Wabah COVID-19 juga telah merusak tatanan dan tradisi masyarakat, terutama dalam berintraksi sosial dengan sesamanya.

Bahkan, akibat meningkatnya kasus COVID-19 secara signifikan dalam setiap harinya, Pemerintah Kota Palembang mengajukan penerapan pembatasan sosial berskala besar [PSBB] kepada pemerintah pusat.

Hasilnya menjelang Idul Fitri, Palembang  mulai diterapkan PSBB,  semua aktivitas masyarakat pun mulai resmi dibatasi, sehingga dampaknya, suasana  Lebaran Idul Fitri tak seramai, seperti lebaran tahun –tahun sebelumnya.

Hal itu bisa dirasakan saat Sholat Ied, Banyak Masjid, Mushola yang hanya diisi segelintir manusia,b ada juga yang tutup sama sekali, mereka pada umumnya mengikuti anjuran dari Pemerintah yang bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia [MUI].

Tradisi –tradisi turun menurun yang telah ada di Palembang, seperti ‘Umpak-umpakan’ nyaris tenggelam saat pandemi COVID-19.

‘Umpak-umpakan sendiri tak lain adalah silahturahmi atau ‘sanjo’ [berkunjung] mengunjungi satu persatu rumah warga di perkampungan.

Biasanya dilakukan bapak-bapaknya setelah menjalankan sholat Ied dengan diiringi selawat, mendoakan rumah dikunjungi, bahkan ada juga diiringi dengan alunan musik hadroh.

Dikediaman saya, sendiri, tepatnya di Perumahan Pesona Harapan Jaya, Jalan KH Azhari, Kecamatan Kalidoni, Palembang, terutama warga tahap I.

Tradisi ‘umpak-umpakan’ kerap dilakukan bersama-sama setiap Idul Fitri dilakukan pada Lebaran hari ke dua. Dilaksanakan mulai start pukul 08.00 dan biasanya selesai menjelang waktu dzuhur.

Banyak yang bisa diambil hikmahnya dari tradisi ini, salah satunya dapat menyatukan warga,  karena dalam mengunjungi rumah warga, penuh canda, tawa, dan keakraban. Warga yang tadinya sulit untuk diajak berintraksi, akhirnya menyatu.

‘Umpak-umpakan merupakan tradisi masyarakat keturunan Arab yang terletak di Kampung  Muaro, 10 Ilir, Kecamatan IT II, Palembang.

Bahkan masyarakat keturunan Arab yang berada di daerah Ulu pun rela menyeberang menggunakan perahu ketek untuk bergabung dengan sanak saudaranya yang berada di seberang Ilir untuk mengikuti tradisi ‘umpak-umpakan’.

Meski masih dilaksanakan di Perum saya, tradisi ‘umpak-umpakan’ ini,  suasananya tak semeriah lagi,  karena hanya diikuti  segelintir warga, lantaran warga banyak mengikuti anjuran pemerintah terkait protokol kesehatan wabah Covid-19.

Hanya saja, memang,  mereka menggantinya dengan mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri via media sosial [medsos], seperti pesan di Whatapps [WA], guna mengantisipasi penularan Covid-19.

Intraksi sosial antara warga di Perum saya, hingga hari ke tiga Lebaran Idul Fitri tak jauh berbeda dengan kondisi lebaran pertama. Wabah Covid- 19 yang membuat warga menjadi ragu untuk ber-silaturahmi.

Meski demikian warga pun, sadar dan memakluminya, karena Covid-19 bukan virus sembarang virus, Covid-19 ada disekeliling kita, dan tak mengenal derajat manusia, siapa saja bisa terpapar.

Semoga COVID-19 menjadi pembelajaran bagi kita semua, COVID-19 menjadi guru kita untuk mengajak kita disiplin dan mengintropeksi diri, serta selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

PSBB yang diterapkan oleh Pemkot Palembang bukan  sekedar untuk memenuhi syarat, namun harus diterapkan serius, semoga masyarakat juga dapat patuh, sehingga kedepannya, dalam menyongsong kehidupan normal (‘Era New Normal Life’). Kegiatan ekonomi dan intraksi dalam kehidupan sosial dapat pulih kembali, ‘Umpak-umpakan sebagai sebuah tradisi masyarakat saat Idul Fitri pun dapat berjalan normal.[***]

 

Penulis : Irwan Wahyudi

Pemimpin Redaksi Sumselterkini.co.id

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Isu Corona Berujung Kepanikan

    Isu Corona Berujung Kepanikan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.430
    • 0Komentar

    SEJAK pertama kalinya ditemukan virus corona atau 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) di Wuhan, salah satu kota di Provinsi Hubei, China. Simpang siur kabar asal mula munculnya virus ini diketahui pertama kali muncul di pasar hewan dan makanan laut di kota wuhan. Hal ini dikarenakan belum adanya kejelasan tentang informasi darimana sebenarnya virus ini datang. Dokter […]

  • Rekor Muri, Kado Muba di Usia ke-63 Tahun

    Rekor Muri, Kado Muba di Usia ke-63 Tahun

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 957
    • 0Komentar

    Rekor MURI menjadi momentum penyemangat untuk terus bergerak cepat dan gencar melengkapi pembangunan di Bumi Serasan Sekate. 

  • Harnojoyo : Tolong Awasi Program Strategis Palembang

    Harnojoyo : Tolong Awasi Program Strategis Palembang

    • calendar_month Jumat, 14 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.540
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG –  Walikota Palembang Harnojoyo meminta dukungan kepada DPRD Kota Palembang dalam menjalankan program kerja Kota Palembang terutama untuk mengatasi masalah banjir. Untuk mengatasi masalah banjir di Palembang, dia meminta agar program di dinas-dinas jangan ada tumpang tindih. “Program kerja dan penganggaran harus tepat sasaran dan efisien. Beberapa program strategis pemkot, antara lain pompanisasi […]

  • Ini Kesimpulan Hasil Pembahasan Raperda Antara Wagub Sumsel dengan DPRD, Pingin Tahu ?

    Ini Kesimpulan Hasil Pembahasan Raperda Antara Wagub Sumsel dengan DPRD, Pingin Tahu ?

    • calendar_month Jumat, 22 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 943
    • 0Komentar

    Ketiga Raperda tersebut belum dapat dilanjutkan pembahasannya

  • Dosen Rawa & Daun Kalakai Penyelamat Stunting

    Dosen Rawa & Daun Kalakai Penyelamat Stunting

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.843
    • 0Komentar

    BIASANYA dosen riset di laboratorium dingin ber-AC, lengkap dengan jas putih dan bau alkohol 70%, namun dosen yang satu ini tampil beda, ia malah risetnya di rawa, berkaos oblong, ditemani nyamuk, dan kadang diseruduk kodok.Siap lagi kalau bukan Helmina Wati, Dosen Jurusan Farmakologi dan Farmasi Klinis di Universitas Borneo Lestari (UNBL), Kalimantan Selatan. Daripada sibuk […]

  • Potensi Pangan Biru siap dioptimalkan

    Potensi Pangan Biru siap dioptimalkan

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.524
    • 0Komentar

    Semselterkini.co.id, – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan potensi pangan biru akan dioptimalkan melalui pelaksanaan lima program ekonomi biru. Lewat program tersebut, produk perikanan di hulu yang ditopang oleh kegiatan budidaya dan penangkapan ditransformasi pengelolaalnya melalui kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota dan pembangunan modeling budidaya berkelanjutan.     Dua program tersebut sudah […]

expand_less
WordPress Archive Luxria – Modern Jewelry Store WordPress Theme Luxrio – eCommerce Jewellery & Fashion WordPress Theme LUXSA – Fashion WooCommerce Theme Luxury Spa – Wellness and Beauty WordPress Theme Luxury Villa – Property Showcase WordPress Theme Luxwine – Wine WordPress Theme Lyfes – Feminine Life Coach & Speaker Elementor Template Kit Lykke – Creative Agency Elementor Template Kit Lyndon – Portfolio WordPress Theme Lyngva – Translation Agency WordPress