Tembus Akses Sulit, BNPB Salurkan Bantuan untuk 1.108 Pengungsi Gempa NTT
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 23 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk masyarakat yang berada di wilayah dengan akses cukup sulit.
Penyisiran dilakukan Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari di Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, pada Rabu (19/8). Dua lokasi yang didatangi yakni Dusun Coal, Desa Coal, dan Dusun Dahang, Desa Pangga.
Dari Labuan Bajo, perjalanan menuju wilayah tersebut membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam. Kondisi akses jalan yang cukup sulit menjadi salah satu tantangan dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Di Desa Coal, sebanyak 1.108 warga tercatat mengungsi. Sementara di Desa Pangga, lebih dari 20 keluarga memilih mengungsi secara mandiri setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.
Saat berada di lokasi pengungsian, BNPB juga menyerahkan bantuan, termasuk bantuan Presiden. Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang masih berada di pengungsian.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan pihaknya mendapat informasi mengenai kondisi warga di lokasi tersebut saat melakukan penyisiran. BNPB kemudian datang langsung untuk melihat keadaan masyarakat sekaligus memastikan penanganan kebutuhan mereka terus ditindaklanjuti.
Menurut Abdul Muhari, tantangan dalam penanganan bencana tidak hanya berada pada akses menuju lokasi, tetapi juga dalam menjangkau warga yang mengungsi secara mandiri.
Sebagian masyarakat memilih tidak kembali ke rumah karena masih mengalami trauma dan khawatir terhadap gempa susulan yang masih terjadi. Kondisi tersebut membuat sejumlah warga tetap bertahan di tempat pengungsian meski tidak seluruhnya berada dalam satu lokasi terpusat.
BNPB juga mencatat dampak kerusakan bangunan di wilayah tersebut. Sebanyak 148 rumah warga mengalami kerusakan, terdiri dari 101 rumah rusak berat, 12 rumah rusak sedang, dan 35 rumah rusak ringan. Selain kerusakan bangunan, satu warga dilaporkan meninggal dunia.
Keberadaan anak-anak, ibu-ibu, dan lanjut usia di antara warga yang masih mengungsi menjadi perhatian BNPB. Selama pengungsian masih berlangsung, pemenuhan kebutuhan makanan dan kebutuhan dasar lainnya akan terus didukung bersama pos komando yang dipimpin pemerintah daerah.
BNPB bersama BPBD di kabupaten terdampak juga terus mendistribusikan bantuan logistik kepada masyarakat. Untuk mendukung penyaluran tersebut, pos pendukung logistik di wilayah NTT dipusatkan di Labuan Bajo dan Maumere.
Selain pendataan kerusakan bangunan, BNPB memastikan kondisi warga yang masih mengungsi tetap menjadi perhatian, terutama mereka yang memilih mengungsi secara mandiri. Penyaluran bantuan dilakukan untuk memastikan kebutuhan pangan, sandang, serta kebutuhan permakanan dan non-permakanan masyarakat terdampak tetap terpenuhi. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
