Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » SUARA-SUARA PEREMPUAN YANG TERBELENGGU

SUARA-SUARA PEREMPUAN YANG TERBELENGGU

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
  • visibility 1.118
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Peringatan hari Kartini adalah sebuah moment rutinitas yang di selenggarakan setiap tahunnya. Ketika masa itu tiba sudah menjadi kebiasaan pula simbol kebaya, sanggul dan keanggunan seorang wanita di pertontonkan. Sedang para elite akademisi sibuk dengan akun media sosial-nya berlomba-lomba mengucapkan “Happy Kartini Day”. Sedang organisasi-organisasi ternama sibuk membuat seminar meski hanya pembicara yang khusyu’ bercerita sedang yang lain entah kemana.

Dari Lentera Dipantara aku menemukan sebuah bacaan tentang perjuangan Kartini melawan kesepian karena pingitan, melawan arus kekuasaan besar penjajahan dari dinding tebal kotak penjara Kabupaten yang menyekapnya bertahun-tahun. Sedikit dijelaskan Kartini tidak punya massa apalagi uang. Uang tak pernah bersahabat dengan perempuan hamba seperti Kartini. Yang dimilikinya hanyalah kepekaan dan keprihatinan yang tertuang dalam tulisan-tulisan. Menulis adalah tugas sosial yang merupakan kesadaran batinnya tentang kewajiban-kewajibannya terhadap sesama manusia,  bangsa dan negara. Jadilah sastra sebagai alat dalam pembentukan kekuatan, persatuan dan perikatan.

Dalam balutan kisah yang teramat menarik pada 21 April orang-orang akan mengubah dirinya menjadi sosok Kartini. Bercerita seenaknya saja layaknya pendekar wanita yang telah melakukan banyak hal dalam kehidupan ini. Ketika pergantian hari semua kembali pada posisi dan perannya masing-masing, menghamba pada kuasa, tidak merdeka dan menutup telinga untuk permasalahan yang ada. Berusaha memperpanjang garis penderitaan dan tanpa sadar premis yang keliru bisa menjadi senjata paling ampuh untuk menjatuhkan sesama perempuan.

Kartini memang sosok perempuan tangguh yang kekuatan guratan tinta nya tak perlu diragukan lagi. “habis gelap terbitlah terang” menjadi karya yang membekas di benak para generasi penerus sebagai suatu perjalanan juang yang ditempuh oleh sosok kartini dan patut menjadi spion untuk berbangga pada perempuan Indonesia yang terlahir menjadi panutan.

Sedikit studi komparasi dengan kejadian-kejadian yang di alami oleh perempuan masa kini, “Patriarki tak pernah mati, pemikiran-pemikiran nya kian tajam dan beranak pinak, sehingga kesadaran harus terus di galakkan”. Diskriminasi, eksploitasi terhadap tubuh perempuan dan pembungkaman suara-suara perempuan hari ini terus terjadi. Mirisnya kita tidak pernah belajar dari sejarah dan terus saja melakukan pengulangan-pengulangan atas kesalahan.

Sekitar tahun 1986, dari Maman Suherman seorang mahasiswa semester akhir jurusan kriminologi Universitas Indonesia membeberkan kisah nyata seorang perempuan yang bernama RE yang merupakan seorang pelacur lesbi-an secara paksa . Telah terjadi kekerasan dan eksploitasi terhadap tubuh perempuan, dipaksa dan tak memiliki hak bicara dan berakhir tragis dengan cara dibunuh oleh mucikari nya sendiri. Tetap saja tidak ada kejelasan hukum pada tahun tersebut, bahkan pelaku kejahatan nya pun hingga hari ini masih menjadi misteri dan belum di ketahui.

Kisah astuti seorang korban kekerasan seksual yang di bungkam suara keadilannya, di renggut kehormatannya, di berikan sanksi sosial, di kucilkan atas kelangsungan hidupnya merupakan luka mendalam yang dihadapi oleh para korban kekerasan seksual. Tingginya resiko kekerasan seksual telah mengahambat, membatasi serta merampas kebebasan dan hak-hak fundamental warga negara. Tidak main-main para korban terhambat untuk mendapatkan pekerjaan, pendidikan, serta hak-hak lain dalam rangka kelangsungan hidup yang layak. Sebagai warga negara, korban juga terhambat untuk berpartisipasi dalam pembangunan sehingga tidak dapat berkontribusi sebagai sumber daya manusia yang berkualitas sebagaimana cita-cita bangsa Indonesia.

Dua kisah tadi memang tidak cukup menggambarkan betapa rumit nya posisi perempuan hari ini, “Dunia memaksa perempuan menjadi miskin”. Adalah ketakutan yang harus diterima perempuan setiap kali mereka bersuara atas ketidakadilan. Nyatanya memang hingga hari ini konsensus yang dibuat oleh masyarakat benar-benar mendeskriditkan perempuan. Kasus-kasus pelecehan seksual, kekerasan seksual marak terjadi di berbagai ruang. Bahkan kampus yang notabene nya adalah dapur intelektual pun dengan manusia-manusia terpelajar tidak sedikit dijumpai kasus pelecehan seksual.

Mirisnya lagi ketika perempuan menjadi korban pelecehan , yang menjadi sorotan dan disalahkan adalah si perempuan. Dengan asumsi yang beragam, seperti tidak bisa menjaga aurat, berpakaian terlalu minim, perempuan adalah sumber fitnah, dan masih banyak yang lainnya. Pelimpahan kesalahan-kesalahan kepada perempuan ini menjadikan mereka mendapatkan kesakitan yang double. Bahkan asumsi ini bukan hanya datang dari mereka laki-laki tetapi juga sesama perempuan. Waspada !!!

Pelaku kejahatan seksual tidak pernah memandang siapa yang akan menjadi mangsanya. Tidak dapat di pungkiri pengalaman kekerasan seksual yang dialami oleh korban akan berdampak pada gangguan psikis. Untuk itu kita harus berjuang untuk pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) ini agar kasus-kasus kekerasan itu dapat dicegah, korban secara psikis bisa dipulihkan, hak-hak korban harus dipenuhi dan keadilan secara hukum bagi perempuan tidak lagi di bungkam. Sebab “Perempuan bukan  pelengkap dan pemuas laki-laki yang hanya manut dan tak merdeka”. Perempuan memiliki hak dan wewenang yang sama di dalam kehidupan ini, pemikiran-pemikiran kuno yang menyatakan bahwa perempuan tunduk pada laki-laki harusnya sudah dikubur bersama para penindas perempuan.

“My Body is My Choice”. Harus di sadari bahwa tubuh perempuan milik perempuan itu sendiri, baik dari segi pemikiran, tindakan maupun keputusan. Kita memang akan bersepakat, tentu. Namun kesadaran bahwa intervensi siapapun tidak akan melemahkan perempuan harus tetap berkembang biak dan beranak pinak dalam semangat perjuangan ini. Hadirnya paham-paham feminis bukan untuk menghancurkan laki-laki, melainkan mencoba untuk merumuskan ulang pemikiran yang sudah seharusnya di tinggalkan. Bahwa kita akan hidup berdampingan dan bersama mencapai tujuan tanpa dominasi, diskriminasi dll. “Aku sungguh ingin melihat hilangnya perbedaan antara laki-laki dan perempuan kecuali urusan cinta” brutal bermoral***

 

Penulis  : Yui Zahana

Mahasiswa Pendidikan, Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya [UNSRI]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Virtual Bareng Presiden Jokowi

    Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Virtual Bareng Presiden Jokowi

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 925
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H.Herman Deru mengikuti Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2020 secara virtual bersama Presiden Joko Widodo dari Command Center Pemprov Sumsel. Menurutnya alokasi dana yang disiapkan pemerintah pusat untuk percepatan penanganan Covid-19 sebesar Rp677 triliun merupakan akumulasi dari APBD seluruh kab/kota provinsi di Indonesia. Hal itu nilainya membutuhkan pengelolaan yang akuntabel. Oleh karena itu […]

  • PPKM Level 3, Ganjil Genap Tetap Berlaku

    PPKM Level 3, Ganjil Genap Tetap Berlaku

    • calendar_month Rabu, 1 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 644
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Pusat resmi memperpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Jabodetabek, hingga 6 September 2021. Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo menegaskan bahwa masa penerapan ganjil genap tetap berlaku. Walaupun PPKM level 3 tetapi ganjil genap tetap berlaku, ujar dia. “PPKM level 3 resmi diperpanjang lagi sampai dengan tanggal 6 […]

  • Mahasiswa KAMPB-SS Desak Transparansi Anggaran Sekolah Palembang

    Mahasiswa KAMPB-SS Desak Transparansi Anggaran Sekolah Palembang

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    PULUHAN mahasiswa dari Koalisi Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi dan Birokrasi Sumatera Selatan (KAMPB-SS) mendatangi Kantor Wali Kota Palembang, Rabu (25/2/2026), menuntut evaluasi kinerja Kepala Dinas Pendidikan dan transparansi anggaran pendidikan. Koordinator aksi, M. Rahman, menekankan  dunia pendidikan di kota ini masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari ketimpangan kualitas antar satuan pendidikan hingga keterbatasan sarana dan […]

  • Pemkab Muba Lepas Puluhan Putra-putri Daerah Timba Ilmu di Universitas Telkom Bandung 

    Pemkab Muba Lepas Puluhan Putra-putri Daerah Timba Ilmu di Universitas Telkom Bandung 

    • calendar_month Rabu, 21 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 814
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kembali bekerjasama dengan Universitas Telkom Bandung untuk melaksanakan program kuliah gratis. Tercatat 24 putra-putri asli Musi Banyuasin yang telah terseleksi terpilih menjadi mahasiswa di Universitas Telkom Bandung ini. Hal ini terungkap dalam acara Pelepasan Mahasiswa Beasiswa Kerjasama Universitas Telkom Angkatan ke-2 Tahun Akademik 2024/2025 […]

  • 50 Sopir Bus Trans Musi Ikut Simulator, Walkot : Keselamatan Penumpang Paling Utama

    50 Sopir Bus Trans Musi Ikut Simulator, Walkot : Keselamatan Penumpang Paling Utama

    • calendar_month Rabu, 6 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.193
    • 0Komentar

    SEBANYAK 50 sopir Bus Trans Musi, PT Trans Musi Palembang [TMPJ] ikut simulator mengemudi kendaraan bus di Ballroom Hoten Santika Premier Palembang. “Yang pasti dalam bertugas harus tetap mengutamakan keselamatan penumpang. Karena disini semua ada standar kecepatannya. Jadi tidak boleh ngebut,”kata Walikota Palembang, Harnojoyo, Rabu [6/1/2021]. Harnojoyo mengharapkan, dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi […]

  • 2020, ‘PDIP Mau Menang Semua di Pilkada Serentak Sumsel’, Bisakah ?

    2020, ‘PDIP Mau Menang Semua di Pilkada Serentak Sumsel’, Bisakah ?

    • calendar_month Minggu, 14 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.211
    • 0Komentar

    DEWAN Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, menargetkan bisa menyapu bersih Pilkada serentak 2020 yang ada di 7 Kabupaten se- Sumsel. Hal ini diungkapkan Ketua DPP PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning disela- sela Konfercab serentak & konferda PDI Perjuangan Sumsel, di Dinning Hall Wisma Atlet Jakabaring Palembang, Minggu (15/7/2019). “Pilkada di Sumsel diharapkan menang semua, dan […]

expand_less
WordPress Archive Envira Gallery | Proofing Addon Envira Gallery | Protection Addon Envira Gallery | Schedule Addon Envira Gallery | Social Addon Envira Gallery – Tags Addon Envira Gallery | Videos Addon Envira Gallery | Watermarking Addon Envira Gallery WordPress Plugin Envira Gallery | ZIP Importer Addon Envira Gallery | Zoom Addon