Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » ‘Melawan Korupsi Untuk Pembangunan’

‘Melawan Korupsi Untuk Pembangunan’

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 9 Des 2018
  • visibility 1.320
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KORUPSI telah banyak menimbulkan kerugian di berbagai sektor. PerserikatanBangsa-bangsa (PBB) mencatat, korupsi adalah kejahatan serius yang dapat melemahkan pembangunan sosial dan ekonomi di semua lapisan masyarakat. Baik negara, wilayah, maupun masyarakat dirasa tidak kebal terhadap kejahatan ini.

Setiap tahunnya, PBB mencatat sekitar $2,6 triliun lenyap akibat korupsi. Angka tersebut setara dengan 5 persen PDB (Pendapatan Domestik Bruto) global.

Hari Anti-Korupsi Internasional muncul semenjak berlakunya Konvensi Anti-Korupsi PBB pada 31 Oktober 2003. Majelis Umum lewat Resolusi 58/4 menetapkan tanggal 9 Desember sebagai Hari Anti-Korupsi Internasional. Keputusan itu diambil untuk meningkatkan kesadaran betapa bahayanya korupsi serta menunjukkan peran PBB—yang diwakili UNDP dan UNODC—dalam memberantasnya.

Konvensi tersebut menyatakan bahwa PBB prihatin tentang keseriusan masalah dan ancaman yang ditimbulkan oleh korupsi terhadap stabilitas keamanan masyarakat, institusi ataupun nilai demokrasi, pembangunan berkelanjutan, sampai supremasi hukum. Dengan konvensi anti-korupsi itu pula, PBB bermaksud mempromosikan dan memperkuat langkah-langkah pencegahan dalam pemberantasan korupsi secara lebih efisien maupun memfasilitasi pelbagai kerjasama internasional.

Untuk tahun ini, Hari Anti-Korupsi Internasional mengambil tema “melawan korupsi untuk pembangunan, perdamaian, dan keamanan.” Tujuan kampanye ini ialah menegaskan bahwa bagaimana korupsi telah mempengaruhi pendidikan, kesehatan, keadilan, demokrasi, kemakmuran, serta pembangunan. Guna memeranginya, diperlukan kerja sama maupun partisipasi antara pemerintah, sektor swasta, organisasi non-pemerintah, media, dan warga seluruh dunia.

Afrika: Wilayah Paling Korup di Dunia?

Tidak ada negara yang kebal dari korupsi. Hanya kadar korupsinya yang berbeda di masing-masing negara. Transparency International mengeluarkan Corruption Perception Index yang mendata tingkat korupsi pada negara-negara di penjuru dunia. Ada beberapa hal yang dicatat Transparency International melalui laporannya. Pertama, faktor yang menyebabkan negara memiliki indeks korupsi rendah ialah buruknya institusi publik macam polisi dan pengadilan, masifnyapenyuapan, pemerasan, sampai penyalahgunaan anggaran oleh pejabat pemerintah.

Kondisi demikian dapat menyebabkan korupsi tumbuh subur, sistemik, melanggar HAM, hingga menghambat pembangunan berkelanjutan. Contoh nyata bisa dilihat di kasus korupsi Petrobas, perusahaan minyak nasional asal Brazil.

Kedua, negara dengan indeks korupsi tinggi (dalam artian tingkat korupsinya rendah) cenderung memiliki kebebasan pers, keleluasaan akses terhadap informasi, standar integritas yang kuat, dan sistem peradilan independen. Ketiga, korupsi dan ketidaksetaraan berandil dalam berkembangnya populisme.

Sepuluh besar negara dengan indeks korupsi tinggi mayoritas diduduki negara dari Eropa seperti Denmark, Swedia, Swiss, Norwegia, Belanda, dan Jerman. Tetangga Indonesia, Singapura menjadi satu-satunya wakil Asia yang masuk ke dalam kategori tersebut. Sedangkan pada sepuluh besar terbawah, tujuh di antaranya adalah negara-negara Afrika seperti Somalia, Sudan Selatan, Suriah, Yaman, Sudan, Libya, dan Guinea-Bissau.

Dari sini lantas muncul pertanyaan: benarkah Afrika bisa dikatakan wilayah paling korup? Dan apabila betul, mengapa korupsi bergerak begitu masif di Afrika? Pimpinan Transparency International Jose Ugaz mengatakan: “Korupsi [telah] menciptakan dan meningkatkan kemiskinan di samping melahirkan pengucilan. Di saat para pemegang kekuatan politik menikmati kehidupan yang mewah, jutaan orang Afrika menghadapi kekurangan kebutuhan dasar: makanan, minuman,pendidikan, kesehatan, perumahan, serta akses air bersih maupun sanitasi.”

Ucapan Ugaz bukannya tanpa dasar. Korupsi telah menyebabkan sekitar $50 miliar raib tiap tahunnya di Afrika. Sebagian besar kasus korupsi di Afrika merupakan penyuapan. Di Ghana, misalnya, korupsi terjadi dalam bentuk “penjarahan saham.”

Politisi, pejabat publik, serta pelaku bisnis saling berkolusi untuk memperoleh keuntungan dari perjanjian kontrak usaha antara pemerintah dan swasta. Lalu di Nigeria, para pejabat disuap oleh kontraktor asing dari Inggris dan Italia sebesar $1,1 miliar agar bersedia melepas akses ke ladang minyak yang disinyalir bernilai$500 miliar. Perusahaan ban Amerika, Goodyear bahkan menyuap pejabat Kenya dan Angola sekitar $3,2 juta untuk memenangkan kontrak.

Data dari Bank Dunia menjelaskan, 71 persen perusahaan di Sierra Leone, 66,2 persen perusahaan di Tanzania, 64 persen perusahaan di Angola, 75,2 persen perusahaan di Kongo, dan 63 persen perusahaan di Mali berharap dapat memberikan “hadiah” agar memperoleh kontrak dari pemerintah.

Suap nyatanya tidak sebatas dilakukan para elit pemerintah melainkan juga oleh masyarakat di Afrika. Hasil survei berikut memperlihatkan satu dari lima orang Afrika dinyatakan membayar suap untuk mendapatkan dokumen resmi maupun akses terhadap kesehatan. Survei tersebut dilakukan dengan 43.000 koresponden di 28 negara Afrika.

“Ini [suap] terjadi mungkin karena orang miskin merasa tidak berdaya untuk melawan pejabat korup,” ujar koordinator penelitian dan survei Transparency International, Coralie Pring. “Ketika menghubungi polisi, lebih dari seperempat orang mengatakan pada kami bahwa mereka perlu menyuap untuk mendapatkan bantuan atau menghindari masalah.”

Stephanie Hanson dari Council Foreign Relations menjelaskan ada beberapa langkah yang bisa ditempuh untuk memutus mata rantai korupsi di Afrika, di antaranya menciptakan badan anti-korupsi. Sejauh ini hanya dua negara saja dengan keberadaan badan pengawas korupsi yang dianggap efektif yakni Namibia dan Malawi.

Selanjutnya, memperkuat institusi yang ada. Menurut para ahli, institusi pemerintahan di Afrika cenderung memfasilitasi lahirnya korupsi sebab terdapat ketidakseimbangan antara eksekutif, legislatif, serta pengadilan. Yang terakhir, Hanson menyarankan agar negara-negara Afrika mengurangi ketergantungan terhadap bantuan luar negeri.

Bagi sebagian pengamat ekonomi, hadirnya donor asing justru menjadi celah untuk korupsi serta menghancurkan hubungan antara negara dan rakyat mengingat anggaran ini rawan disalahgunakan karena proses pencairannya tak seketat anggaran belanja pemerintahan.

Dengan kondisi Indonesia hari ini maka seharusnya kita melakukan reformasi hukum secara terus menerus sehingga tidak memberi ruang munculnya niat dan tindakan korupsi. Di Indonesia, peringkat pertama korupsi justru terjadi di kalangan birokrasi, DPRD dan kepala daerah. Bentuk korupsi yang dilakukan bukan lagi sekedar manipulasi uang transportasi, hotel dan uang saku, tetapi tender proyek fiktif, pemerasan, mark-up pengadaan barang hingga pengelakan pajak.[**]

Penulis : Budina Sofiyan

Politisi  Muda Partai Demokrat

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PASCA LIBUR LEBARAN IDUL FITRI – Dari hasil sidak Pj Bupati OKI, berapa kehadiran ASN/non ASN !

    PASCA LIBUR LEBARAN IDUL FITRI – Dari hasil sidak Pj Bupati OKI, berapa kehadiran ASN/non ASN !

    • calendar_month Selasa, 16 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.361
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Libur lebaran usai, dan ASN/non ASN Pemerintah Kabupaten OKI selasa ini mulai beraktivitas kembali di kantor masing-masing, Pj. Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Ir. Asmar Wijaya M.Si dan Pj. Sekda Muhammad Refly MS S.Sos MM secara terpisah memimpin rombongan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi pelayanan publik dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI […]

  • Keindahan Pesona Kain Tradisional Sumsel  

    Keindahan Pesona Kain Tradisional Sumsel  

    • calendar_month Selasa, 5 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.296
    • 0Komentar

    KEINDAHAN corak dan motif kain tradisional dari berbagai daerah di Sumatera Selatan (Sumsel) menyedot perhatian para pengunjung pada pameran pesona kain tadisional Sumsel. Dalam pameran yang digelar dalam rangka memeriahkan Ulang Tahun Museum Negeri Sumsel  tersebut, menampilan perkembangan motif dan corak pakaian yang digunakan pada masa prasejarah nenek moyong, masa revolusi  hingga saat ini. Sebagai […]

  • Ikrar di Atas Tanah Minyak

    Ikrar di Atas Tanah Minyak

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Dari Sumur “Kucing-Kucingan” ke Regulasi Resmi: 22 Ribu Sumur Minyak Rakyat Muba Kini Masuk Meja Negara ADA satu hal yang sulit dipisahkan dari Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan (Sumsel), yaitu bau minyak, pasalnya bukan hanya aromanya saja, ibarat sudah seperti parfum tak resmi sebagian kampung di sana. Bahkan menempel di baju, di jalan tanah, dan […]

  • Api Dapat Dipadamkan, Pertamina EP Limau Beroperasi Kembali

    Api Dapat Dipadamkan, Pertamina EP Limau Beroperasi Kembali

    • calendar_month Rabu, 11 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.573
    • 0Komentar

    STASIUNS Kompresor Gas I (SKG I) Pertamina EP Limau Field (PEP Limau) di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, sudah beroperasi normal sebagai penyuplai kebutuhan gas sendiri atau own use gas di Limau Field setelah api dapat dipadamkan. Hal itu disampaikan Senior Manager Limau Field, Zulfikar Akbar, melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (10/5/2022). Zulfikar […]

  • Wujudkan Smart City, Wapres Dukung Riset Inovatif Perguruan Tinggi

    Wujudkan Smart City, Wapres Dukung Riset Inovatif Perguruan Tinggi

    • calendar_month Senin, 2 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 909
    • 0Komentar

    SEBAGAIMANA tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024, transformasi digital menjadi program prioritas pemerintah yang diharapkan dapat mendukung pembangunan kota cerdas (smart city) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang berkelanjutan. Untuk itu, peran serta para akademisi atau peneliti di perguruan tinggi sangat dibutuhkan dalam merumuskan langkah strategis pengembangan smart city. “Saat ini smart city […]

  • Harnojoyo Dihukum 2,4 Tahun Penjara atas Skandal Pasar Cinde

    Harnojoyo Dihukum 2,4 Tahun Penjara atas Skandal Pasar Cinde

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 146
    • 0Komentar

    MANTAN Wali Kota Palembang, Harnojoyo, resmi dijatuhi hukuman 2,4 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Palembang terkait kasus korupsi revitalisasi Pasar Cinde yang tidak selesai sesuai rencana. Majelis hakim yang diketuai Fauzi Isra SH MH, didampingi dua hakim anggota, menyatakan perbuatan Harnojoyo terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) junto Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 […]

expand_less
WordPress Archive SiteCrest | Web Hosting WordPress & WHMCS Theme SiteWarden - Web Hosting Elementor Template Kit Sixten - Minimalist Portfolio WordPress Theme Sixx – Barbershop & Hairdresser Elementor Template Kit Siyap – Corporate & Business Elementor Template Kit SK Store – Responsive WP theme for Sport and Athletes Skans – Learning & Online Education Elementor Template Kit Skape – Creative Digital Agency Business Elementor Template Kit Skape – Creative & Modern Agency WordPress Theme Skatehouse – Skateboard & Extreme Sport Shop Elementor Template Kit