Kamis, 15 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Kartini’s Day, Covid 19 dan Gerakan Perempuan untuk  Kemanusiaan

Kartini’s Day, Covid 19 dan Gerakan Perempuan untuk  Kemanusiaan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 21 Apr 2020
  • visibility 1.506
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TULISAN ini, adalah bentuk ikhtiar saya, dalam memperingati Kartini’s day tanggal 21 April ini ditengah-tengah  situasi massifnya epidemi Covid 19 di Indonesia. Biasanya pada tahun-tahun sebelumnya, perayaan  Kartini’s Day sebagai bentuk kritik politik,  selalu dilakukan oleh kaum perempuan Indonesia dengan berbagai cara, dari Fashion show kebaya warna-warni, perlombaan merias dan memasak, bahkan pembacaan puisi dan seminar akademis bertemakan perempuan atau kegiatan-kegiatan lainnya.

Untuk tahun ini kegiatan-kegiatan tersebut  ditunda dulu. Mengikuti aturan pemerintah, sebagai warganegara yang baik dan taat hukum,  anjuran untuk melakukan social  distancing adalah sebuah keharusan, tidak ada perkumpulan, tidak ada kegiatan bertemakan perempuan apalagi arisan.

Tentu alih-alih bersedih tidak bisa merayakan Kartini’s day,  sebagian besar kaum perempuan Indonesia memperlihatkan kedewasaan politik untuk  “move on”, mereka memaknai tidak selamanya tragedi adalah keterpurukan, sudah saatnya perempuan harus bangkit dan  maju dalam usaha memutus mata rantai epidemi Covid 19.

Mengusung kesadaran politik sebagai warga Negara, kaum perempuan sadar, bahwa mereka punya peran penting untuk menjaga ketahanan kesehatan keluarga dan masyarakat, khususnya pada edukasi  serta perlindungan bagi anak-anak dan Lansia selama epidemi Covid 19 berlangsung.

Tidak mau berpangku tangan, kaum perempuan Indonesia dari berbagai lintas batas wilayah, identitas dan agama  kemudian bahkan menginisasi diri dalam berbagai gerakan perempuan yang muncul secara spontan sebagai  wujud dari manifestasi perjuangan kemanusiaan tanggap bencana untuk  melawan penyebaran epidemi Covid 19.

Tidak perlu manifesto politik, apalagi politik pencitraan, beberapa gerakan perempuan bahkan mampu melampaui sekat-sekat ekslusifitas diantara mereka. Gerakan-gerakan perempuan dibeberapa Kota besar, seperti  Gerakan Perempuan Tangguh di Jakarta, Gerakan Perempuan Kota Jambi Peduli serta Gerakan Perempuan Aisyiyah  intens  melakukan aksi donasi bantuan pada pengadaan alat-alat kesehatan  seperti baju APD dan masker  untuk tenaga medis yang didistribusikan diberbagai rumah sakit besar di Indonesia.

Bentuk perjuangan yang berbeda ditunjukkan oleh beberapa Gerakan Perempuan lainnya, Seperti Gerakan Perempuan Kader Partai PDIP Surabaya, dan Gerakan Perempuan Tanah Gambut di Kalimantan yang konsen melakukan aksi pada produksi dan pendistribusian jamu gratis pada masyarakat dibeberapa tempat guna membantu menjaga kesehatan masyarakat dalam  mempertahankan imunitas untuk melawan virus Covid 19.

Di tempat terpisah  Gerakan Perempuan Golkar Peduli di Jakarta dan Cianjur, juga melakukan kegiatan  kemanusiaan, khususnya pada distribusi makanan  siap saji untuk para  tenaga medis dan pendistribusian sembako pada masyarakat kurang mampu yang terpapar dampak Covid 19. Aksi lainnya yang patut di apresiasi, dilakukan oleh Gerakan PKK Kota Bogor  serta Gerakan Perempuan Desa Menang Raya Oki, yang melakukan inisiatif pada pengadaan masker dengan meproduksi  masker handmade secara massal,  serta mendistribusikan  masker-masker tersebut kepada masyarakat.

Tentu banyak aksi-aksi serupa yang  dilakukan oleh berbagai gerakan perempuan lainnya, yang tidak bisa disebutkan satu-persatu disini, telah menandakan bahwa telah terjalin kesatuan pada misi dan visi dari berbagai gerakan perempuan di Indonesia untuk  saling membantu dalam usaha melengkapi needs  dan kebutuhan sosial masyarakat  selama epidemi  Covid 19. Munculnya gerakan-gerakan perempuan tersebut, menjadi spesial pada peringatan Kartini’s Day tahun ini, apabila tahun sebelumnya, perayaan Kartini’s Day selalu dikemas dengan isu-isu emansipasi dan kritik politik yang hanya merepresentasi keberadaan kaum perempuan secara fomal dan simbolis, maka tidak untuk tahun ini, kaum perempuan Indonesia jauh lebih berani, mengeser isu emansipasi, kaum perempuan justru bertransfomasi  secara massif melakukan aksi nyata dalam berbagai gerakan populis yang tanggap perjuangan kemanusiaan guna melawan Covid 19. [***]

Oleh : Amaliatulwalidain, MA

Dosen Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Pemerintahan & Budaya

Universitas Indo Global Mandiri

 

 

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • E = mc²: Rumus Sederhana Mengubah Cara Manusia Memahami Alam Semesta

    E = mc²: Rumus Sederhana Mengubah Cara Manusia Memahami Alam Semesta

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – “Aku hanya terdiri dari lima karakter E, tanda sama dengan, m, c, dan angka dua kecil di atas. Banyak orang menganggapku rumit. Padahal, aku hanyalah cara alam semesta menjelaskan massa dan energi ternyata saling berkaitan.” Jauh sebelum aku dikenal di seluruh dunia, para ilmuwan memandang massa dan energi sebagai dua hal yang berbeda. […]

  • Ridwan Kamil Dianggap Tepat jadi Pendamping Ganjar

    Ridwan Kamil Dianggap Tepat jadi Pendamping Ganjar

    • calendar_month Kamis, 7 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 733
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pengamat politik Ade Reza Hariyadi menganggap wajar jika nama mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil alias Kang Emil kembali mengemuka dalam bursa bakal calon wakil presiden (cawapres) sebagai pendamping Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. Reza menyebut Ridwan Kamil bisa menutupi kelemahan Ganjar di Jawa Barat (Jabar). “Karena bagaimanapun juga basis politik suara […]

  • “Karhutbunlah Muba, Api Tak Pernah Kapok, Komitmen Jangan Sekadar Seremonial”

    “Karhutbunlah Muba, Api Tak Pernah Kapok, Komitmen Jangan Sekadar Seremonial”

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.005
    • 0Komentar

    DI Musi Banyuasin [Muba], asap itu seperti tamu tak diundang yang bandel, tiap tahun, ia datang seenaknya, bikin hidung pedih, mata perih, dan nama daerah tercoreng. Kebakaran hutan, kebun, dan lahan (Karhutbunlah) ibarat drama sinetron Ramadan sudah tahu alurnya, tetap saja tayang tiap tahun, bedanya, kalau sinetron bisa bikin baper, kalau Karhutbunlah bikin sesak nafas. […]

  • Lebih Besar Dari Kehidupan: TV Ultra-Besar Samsung Tawarkan Pengalaman Menonton yang Lebih Baik untuk Pengguna

    Lebih Besar Dari Kehidupan: TV Ultra-Besar Samsung Tawarkan Pengalaman Menonton yang Lebih Baik untuk Pengguna

    • calendar_month Kamis, 11 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 554
    • 0Komentar

    Untuk menikmati konten favorit mereka sepenuhnya, semakin banyak konsumen yang mencari untuk membeli TV yang lebih besar untuk rumah mereka. Menurut firma riset pasar Omdia, ukuran pasar global layar 85 inci tumbuh drastis dari 180.000 unit terjual pada 2019 menjadi 1,87 juta unit terjual pada 2022. Demikian pula, untuk layar 98 inci, pasar global meningkat […]

  • Berantas Pandemi Covid, Mendagri Terbitkan Tiga Instruksi Perpanjangan PPKM

    Berantas Pandemi Covid, Mendagri Terbitkan Tiga Instruksi Perpanjangan PPKM

    • calendar_month Selasa, 10 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 718
    • 0Komentar

    MENTERI Dalam Negeri (Mendagri), M. Tito Karnavian, menerbitkan tiga Instruksi Mendagri (Inmendagri) terkait perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Dalam keterangan tertulis pada Selasa (10/8/2021), Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Syafrizal, menyatakan tiga Inmendagri itu yakni, Inmendagri Nomor 30 Tahun 2021, Inmendagri 31/2021, dan Inmendagri 32/2021. Inmendagri 30/2021 tentang PPKM level 4, 3, dan […]

  • 4 Lingkungan Peradilan di Sumsel  

    4 Lingkungan Peradilan di Sumsel  

    • calendar_month Jumat, 21 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 805
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H. Herman Deru memberikan apresiasi pada lembaga peradilan  masing-masing  Pengadilan Agama, Pengadilan Tinggi, Pengadilan Militer dan Pengadilan PTUN yang dinilainya telah mampu menciptkan rasa adil. Sehingga berimbas pada kenyamanan bagi masyarakat Sumsel. Hal tersebut diungkapkannya ketika menyampaikan sambutan dalam acara halal bihalal empat lingkungan peradilan Se- Sumsel yang digelar di Griya Agung […]

expand_less
WordPress Archive GeoDirectory Re-Captcha GeoDirectory Review Rating Manager GeoDirectory Social Importer GeoDirectory WP All Import Geolite – Land Surveying & Digital Mapping Elementor Template Kit Geoport – Transport & Logistics WordPress Theme Gerlong – Responsive One & Multi Page Portfolio Theme Gerow – Business Consulting WordPress Theme Gesso – Art & Print Shop WordPress Theme Gesto – Digital Marketing Agency WordPress Theme