Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Covid Belum Berakhir, Prokes Tetap Diutamakan

Covid Belum Berakhir, Prokes Tetap Diutamakan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 15 Jun 2022
  • visibility 545
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURU Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyatakan, telah terjadi kenaikan kasus mingguan dari sebelumnya 1.800 kasus di akhir Mei 2022, menjadi 3.600 kasus pada minggu lalu sehingga Prokes tetap diutamakan.

“Bukan hanya kasus mingguan, kasus aktif juga mengalami peningkatan di akhir Mei 2022, kasus aktif berkisar diangka 2900. Sedangkan per 13 Juni 2022 berkisar di angka 4.900,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (14/6/2022).

Kenaikan kasus itu, perlu untuk menjadi perhatian bersama. Dikarenakan, apabila tidak dimitigasi dengan baik, kasus dapat terus mengalami kenaikan.

Meski mengalami kenaikan, terang Wiku, kenaikan kasus di Indonesia terbilang masih rendah jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga.

Sebagai perbandingan, per 11 Juni 2022, jumlah kasus harian di Indonesia sebesar 574 kasus, sedangkan di Malaysia sebesar 1.709 kasus.

Sementara di Thailand 2.474 kasus, Singapura 3128 kasus, India 8.582 kasus, dan di Australia sebesar 16.393 kasus.

“Tentunya dengan jumlah penduduk Indonesia yang besar dibandingkan dengan negara lainnya, jumlah kasus harian saat ini masih dapat dikatakan rendah,” terang Wiku.

Menurut Wiku, kenaikan kasus yang saat ini terjadi perlu upaya bersama untuk menekan semaksimal mungkin. Mengingat Indonesia telah berhasil mempertahankan penurunan kasus. Sehingga kasus harian dan mingguan tetap rendah selama dua bulan berturut- turut.

Sampai dengan saat ini, jelas Wiku, belum dapat disimpulkan penyebab pasti terjadinya kenaikan kasus positif dan kasus aktif di Indonesia.

Namun beberapa potensi penyebab dapat diidentifikasi seperti mobilitas penduduk yang terus mengalami kenaikan, jika dibandingkan sepanjang 2021.

Seiring dengan melandainya kasus COVID-19 juga dapat berpotensi meningkatkan interaksi antar masyarakat dari satu tempat ke tempat lainnya.

Kemudian, aktifitas masyarakat yang sudah kembali normal di tempat publik dan juga kegiatan- kegiatan berskala besar yang dihadiri oleh banyak orang berpotensi meningkatkan interaksi antar masyarakat yang juga dapat meningkatkan potensi penularan.

Selanjutnya, kedisiplinan protokol kesehatan yang mulai terlihat longgar di tengah masyarakat, seiring dengan melandainya kasus.

“Dapat kita lihat di tempat- tempat umum dan juga di lingkungan pemukiman bahwa penggunaan masker sudah mulai longgar dan tidak sedisiplin saat kasus mengalami peningkatan yang lalu,” terang Wiku.

Penyebab kenaikan kasus penting untuk diperhatikan setidaknya 2 sampai 4 minggu kedepan. Mengingat perlu waktu untuk melihat dampak dari suatu kejadian atau faktor penyebab terhadap kenaikan kasus.

Selain itu, secara bersamaan penting juga untuk mulai dilakukan surveilans molekular epidemiologi. Tentunya dengan metode yang benar dan sistematis agar penyebab dari kenaikan kasus dan asal kasus yang beredar di masyarakat dapat terdeteksi dengan baik.

Terlepas dari apapun penyebab kenaikan kasus saat ini, yang penting untuk dilakukan adalah gotong-royong untuk kembali menekan kasus positif. Hal ini harus dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah, mulai tingkat nasional hingga daerah.

Cara termurah dan termudah adalah dengan kembali menerapkan disiplin protokol kesehatan.

Pada dasarnya mobilitas yang tinggi dan kembali normal aktivitas masyarakat tidak akan menyebabkan kenaikan kasus apabila setiap orang yang terlibat bertanggung jawab untuk menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar. Termasuk masker wajib bagi semua orang dan rajin mencuci tangan.

Prinsip kewaspadaan dan kehati-hatian harus tetap diterapkan dalam kegiatan sehari-hari, karena pandemi ini belum selesai.

Wiku pun menghimbau pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Diharapkan himbauan ini dapat menguatkan upaya mobilisasi masyarakat yang lebih sehat walau nanti pandemi COVID-19 dinyatakan berakhir,” jelas dia.

Selain itu, tegas Wiku, penting juga untuk mewaspadi ancaman mutasi virus baru varian BA4 dan BA5 yang sudah masuk ke Indonesia.

Menurut Wiku, varian itu pertama kali dilaporkan di Indonesia pada 6 Juni 2022. Sampai saat ini sebanyak 8 kasus telah teridentifikasi.

Secara epidemiologi, kata Wiku, varian BA4 sudah diidentifikasi di 61 negara melalui 7.524 sekuens yang telah dilaporkan melalui GISAID. Paling banyak diidentifikasi di Afrika Selatan, Amerika Serikat, Inggris, Denmark dan Israel.

Sedangkan untuk varian BA5 sudah diidentifikasi di 65 negara melalui 10442 sekuens yang telah dilaporkan melalui GISAID. Paling banyak diidentifikasi di Amerika Serikat, Portugal, Jerman, Inggris dan Afrika Selatan.

Transmisi atau kemampuan transmisi dari varian ini memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat, denga n tidak ada indikasi menyebabkan kesakitan lebih parah dibanding varian Omicron lainnya.InfoPublik (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Toilet Sedunia, Muba Bongkar ‘Bong’

    Hari Toilet Sedunia, Muba Bongkar ‘Bong’

    • calendar_month Jumat, 20 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.352
    • 0Komentar

    KABUPATEN membuat kebijakan membongkar ‘Bong’ diseluruh Kab. Muba bersamaan dengan memperingati Hari Toilet Sedunia Bongkar ‘Bong ini guna mewujudkan daerah dan warga yang sehat juga menjadi prioritas yang utama Kab Muba. Bupati Muba Dodi Reza mengatakan membentuk kabupaten/kota sehat memerlukan dukungan berbagai pihak, juga harus diperhatikan sanitasi berbasis masyarakat. Termasuk kebiasaan buang air besar di […]

  • Revolusi Kesehatan: Implementasi Teknologi AI di Sektor Medis

    Revolusi Kesehatan: Implementasi Teknologi AI di Sektor Medis

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.518
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,/vritimes.com – Fajar teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah terbit. Di berbagai tempat, orang membicarakan kemampuan dan potensi teknologi ini. Jika sebelumnya revolusi teknologi menggantikan tenaga manusia, maka AI mampu menggantikan kemampuan kognitif manusia. Hampir semua aspek kehidupan dapat memanfaatkan teknologi AI, mulai dari membersihkan rumah, kendaraan otonom, hingga analisis cuaca. Sektor kesehatan, yang […]

  • Indonesia sebagai Barometer Keagamaan Dunia, Harap Menag

    Indonesia sebagai Barometer Keagamaan Dunia, Harap Menag

    • calendar_month Rabu, 14 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 949
    • 0Komentar

    MENTERI Agama Yaqut Cholil Qoumas Saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama 2021 di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta, belum lama ini, menyampaikan keinginan menjadikan Indonesia sebagai barometer keagamaan dunia. Hal ini sudah saya tegaskan sejak awal menjabat sebagai Menteri Agama, saya telah menyatakan bahwa agama harus menjadi inspirasi. Karenanya Kementerian Agama harus menjadi kementerian yang […]

  • Ayo… Sumsel Dukung  Bella di Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2019

    Ayo… Sumsel Dukung  Bella di Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2019

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.105
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumatera Selatan H. Mawardi Yahya mengajak warga Sumsel di 17 Kabupaten/kota untuk mendukung Bella Syafitri pada ajang Kontes Dangdut Indonesia (KDI) Perwakilan Sumatera Selatan dalam kontestan 20 besar. Harapan tersebut diungkapkan  Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya ketika menerima audensi Bella Syafitri Hidayati didampingi kedua orang tuanya untuk meminta support dan doa restu dari […]

  • Satgas Himbau Daerah Untuk Mengoptimalisasi Posko Demi Mencegah Lonjakan Kasus, Berdasarkan Evaluasi Masih Banyak Daerah Terjadi Lonjakan Kasus

    Satgas Himbau Daerah Untuk Mengoptimalisasi Posko Demi Mencegah Lonjakan Kasus, Berdasarkan Evaluasi Masih Banyak Daerah Terjadi Lonjakan Kasus

    • calendar_month Rabu, 16 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 892
    • 0Komentar

    SATGAS telah mengevaluasi pembentukan Pos komando (posko), kenaikan kasus dan keterisian tempat tidur rumah sakit atau bed of ratio (BOR) pada 15 kabupaten/kota dengan kenaikan kasus tertinggi minggu ini. Hasil evaluasi, terdapat 11 dari 15 kabupaten/kota dengan pembentukan poskos masih rendah yaitu dibawah 50 persen. Sementara 4 lainnya, pembentukan posko sudah diatas 60 persen. “Hal […]

  • Terkait New Normal, Begini Kata Gubernur

    Terkait New Normal, Begini Kata Gubernur

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 754
    • 0Komentar

    RENCANA pemerintah pusat menerapkan new normal di beberapa daerah di Indonesia agar tetap produktif dalam aktivitas ditanggapi bijak Gubernur Sumsel H.Herman Deru. Herman Deru mengapresiasi terobosan yang sudah didengungkan Presiden Jokowi sejak beberapa waktu terakhir. Gubernur Sumsel H.Herman Deru bahkan mengatakan, upaya penerapan kebijakan oleh pemerintah tersebut menjadi berita gembira baginya sebagai kepala daerah. Pasalnya […]

expand_less
WordPress Archive Zephys – Architecture WordPress Theme Zeplin | Creative Gutenberg One Page WordPress Theme Zest: Multi-Concept React Admin Template Zeus – Gym & Fitness Elementor Template Kit Zeve – Tailor Service Elementor Template Kit ZF WordPress Accordion Zfolio – Responsive Portfolio WordPress Theme Zgen – Digital Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Ziga – Healer & Life Coach Elementor Template Kit Zigaform – PHP Form Builder – Contact & Survey