Uncategorized

BRIN Dorong Masyarakat Pembudi Daya Ikan agar Mandiri dalam Produksi Pakan

Brin/foto : brin

Pemenuhan kebutuhan pakan ikan secara efisien dan berkualitas, namun tetap terjangkau menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pembudi daya ikan di Indonesia. Apalagi, harga pakan yang terus meningkat, di tengah tren global yang melanda masyarakat Indonesia tentang kenaikan BBM. Hal ini akan menyebabkan turunnya efisiensi budi daya ikan.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong masyarakat pembudi daya ikan di Indonesia agar mandiri dalam produksi pakan, dengan memanfaatkan bahan lokal. Peneliti Pusat Riset Perikanan BRIN, Mas Tri Joko Sunarno, selaku Instruktur dalam kegiatan Berbakti untuk Negeri, membekali materi teori tentang teknologi pakan ikan air tawar, yang berorientasi pada nutrisi dan teknologi pakan.

“Karena misi ketersediaan lokal, maka bahan baku yang digunakan adalah memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di pasaran sekitar wilayah pembudi daya. Maka, lakukanlah survei terlebih dahulu, baru buat formula untuk mengatur komposisi bahan agar diperoleh pakan yang berkualitas,” kata Joko, di Wonosobo, Senin (05/09).

Di antara bahan-bahan lokal tersebut, lanjut Joko, yaitu tepung bungkil kedelai dan kelapa, singkong, batang pohon talas, gedebog pisang, dan lain sebagainya. Namun sebelum dicampur, bahan-bahan ini tentu memerlukan proses pengolahan terlebih dahulu agar bisa bercampur dengan sempurna dengan bahan lainnya.

“Maka, pilihlah bahan yang lembut untuk mencapai hasil pengadonan maksimal,” tegasnya. Joko juga menambahkan, peserta bisa mempertimbangkan pengolahan magot yang saat ini sedang tren karena nilai gizinya.

Di akhir pelatihan, peserta diajak berinteraksi untuk membuat formula pakan dengan menghitung komposisi masing-masing bahan baku yang telah disediakan. Pada saat demo pembuatan pakan ini, hampir seluruh peserta aktif bekerja sama menghasilkan pakan sesuai arahan instruktur. Cara kinerja seperti ini yang diharapkan Joko untuk membangkitkan kehidupan para pembudi daya ikan di Indonesia agar lebih maju dan menghasilkan produksi yang melimpah.

Kegiatan yang diselenggarakan BRIN bekerja sama dengan Komisi VII DPR RI ini mengangkat tema Pelatihan Pembuatan Pakan Budi Daya Ikan Air Tawar. Pakan merupakan penyusun terbesar dalam struktur usaha produksi budi daya ikan. Menurut beberapa literatur, lebih dari 70 persen dari ongkos produksi disumbang dari pakan.

Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah BRIN, Dadan Nugraha, mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk komitmen BRIN agar terus mendorong pemanfaatan hasil riset untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang tengah dihadapi masyarakat.[***]

 

Comments

Terpopuler

To Top
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com