Kamis, 13 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Antara Penanggulangan & Pencitraan, COVID-19… COVID-19, Kapan Akan Berakhir !

Antara Penanggulangan & Pencitraan, COVID-19… COVID-19, Kapan Akan Berakhir !

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2020
  • visibility 1.215
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LEBARAN Idul Fitri 1141 Hijriah jatuh pada Ahad, 24 April 2020,  jarum jam menunjuk angka 13.00 WIB, saya pulang ke rumah usai mengunjungi dan sungkem kepada orang tua dan mertua.

Mondar-mandir dan Ilir mudik kendaraan [roda dua dan empat] saat melintas di Jalan Mayor Zen, Sei-Selayur, Palembang  terlihat begitu ramai, mungkin mereka pun  sama dengan saya mengkuti tradisi mengunjungi sanak -saudara dan orang tua saat berlebaran dihari pertama.

Tapi, sayangnya saat Pemerintah Kota Palembang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), masih banyak juga masyarakat tak menggunakan masker.

Apakah mereka sudah menganggap sepele dengan penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China itu, atau mereka memang tidak tahu sama sekali..?

Padahal seluruh media [cetak, elektroni dan online], baik Intenasional, Lokal [Nasional] maupun lokal [daerah] dengan masifnya setiap hari menginformasikan  terkait perkembangan Virus Corona, dari orang yang dipantau, bergejala, positif hingga meninggal.

Dalam perjalanan pulang kemarin- pun,  saya sempat menemukan iringan kendaraan ambulance yang dikawal kendaraan roda empat aparat Polisi, tepatnya di depan Komplek Pusri Palembang, Jalan M.Zen Palembang.

Saat berlintasan, dengan ambulance tersebut, sepintas saya melihat,  dua orang [sopir- medis] menggunakan baju hazmat lengkap, bak seperti Astronot.

Akhirnya, saya berkesimpulan bahwa mayat di mobil ambulance itu merupakan  korban dari positif Covid-19. Ntah mau dikebumikan di TPU atau ditempat khusus korban covid-19 di Gandus Palembang, saya sendiri tidak tahu pasti.Yang jelas saya sempat merunung, kapan  cobaan Allah SWT ini akan berakhir ..?

Karena saat lebaran Idul Fitri tahun ini suasananya sangat berbeda, lantaran banyak masjid yang biasa ramai dikunjungi umat muslim untuk melaksanakan sholat ied, kini sepi…,termasuk saya yang hanya melaksanakan sholat Ied di rumah mengikuti anjuran pemerintah.

‘Bersanjo ‘ yang merupakan tradisi, silahturahmi dengan tetangga, tak terlihat begitu ramai lagi. Meski demikian, kita semua harus  mengambil hikmahnya, agar selalu mendekatkan diri kepada -NYA, dengan berdoa dan  berdzikir, sebab semakin besar cobaan yang diturunkan Allah SWT, semakin dekat pula kita  kepada-NYA.

[Maaf], saya menulis bukan karena saya berprofesi sebagai jurnalis, saya menulis ini sebagai Warga Palembang, yang ingin agar kita sama-sama mengingatkan, untuk tidak saling ego, dan selalu intropeksi diri. Sebagai masyarakat, kita seharusnya juga sadar dan patuh terhadap himbauan –himbuan sesuai protokol kesehatan, dan para pemimpin juga sudah sepatutnya bekerja dengan niat yang tulus tanpa dibarengi dengan pencitraan.

Tengok saja, perkembangan terkait covid -19 ini,  yang positif kian hari semakin  meningkat signifikan dibanding dengan yang sembuh.

Kita harus menghargai juga  mereka yang berada garda terdepan, seperti juru rawat, dokter, Polisi, Babinsa. Mereka bekerja siang dan malam terkadang tak mengenal waktu. Bahkan ada juga yang terpaksa  meninggalkan sementara keluarganya guna menanggulangi penyebaran  covid-19.

Mereka [para medis] pun terkadang was-was untuk pulang ke rumah setelah jam kerjanya usai, karena takut menularkan virus asal Wuhan China kepada seluruh keluarganya.

Beberapa hari lalu, mereka sempat lega saat membaca di media, saat Gubernur Sumsel mengeluarkan statement, yang menyebutkan bahwa akan memberi tempat istirahat bagi para mereka,  di salah satu Hotel BUMD milik Prov. Sumsel. Tujuannya  untuk menghindari terjangkitnya keluarga para medis dari covid-19.

Sayangnya, kebijakan itu belum jelas, karena masih digodok dan menunggu Peraturan Gubernur [pergub],  seharusnya saat kondisi darurat seperti ini, kebijakan tersebut harus diberlakukan, karena gebernur sebagai kepada daerah memiliki hak untuk itu,  sehingga tidak membuat para medis kebingungan.

Tengok saja, sudah berapa banyak petugas medis di rumah sakit  yang tadinya merawat pasien,  sebaliknya, kini menjadi pasien covid, bahkan nyawa mereka juga menjadi taruhannya.

Ntah berapa banyak lagi yang akan terjangkit, jika semua yang terjangkit itu semuanya para medis, siapa lagi yang bakal merawat pasien yang terjangkit ? Mungkin tak ada lagi masyarakat yang bisa dirawat  para medis disaat penularan covid-19 meningkat secara signifikan.

Hargai Pejuang COVID-19

Sudah sepatutnya kita menghargai para pejuang covid-19 yang selama ini berjibaku merawat pasien covid-19 di sejumlah rumah sakit, apalagi saat ini Sumsel dan Kota Palembang tercatatat terbanyak terpapar positif covid-19, [sebelumnya predikat pertama ditempatkan Sumatera Barat [Sumbar] dari 10 Provinsi yang ada di Pulau Andalas.

Bahkan Palembang sebagai ibukotanya Provinsi Sumsel, juga telah ditetapkan sebagai zona merah setelah Kota Prabumulih, memutuskan untuk  menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar [PSBB].

Sayangnya, PSBB masih jauh dari harapan, karena dinilai belum menunjukkan perubahan yang signifikan, mall dan pusat belanja serta pasat tetap ramai dikunjungi, mundar-mandir masyarakat tanpa mengenakan masker masih banyak terlihat.

Artinya dengan kondisi ini kesadaran masyarakat dan keseriusan pemerintah masih belum maksimal. Aktivitas masyarakat di daerah marjinal [pinggiran] masih tetap seperti biasa, meski memang sudah banyak spanduk disebar terkait bahaya covid-19. Apakah memang mereka tahu tahu memang masa bodoh ? mereka sendiri yang bisa menjawabnya.

Sia-sia Para medis, Banbinsa dan Polisi saling bahu membahu bekerja siang dan malam,  jika tidak didukung kesadaran masyarakatnya. Sebenarnya pencegahan itu ada pada dalam diri dan niat kita sendiri.

Kita yang menggunakan masker berlama-lama saja terkadang sesak dan tidak tahan, apalagi petugas medis yang bekerja berhari-hari menutup tubuhnya dengan APD  lengkap [Baju Hazmat].

“Stop dan sadar lah semua..!! tak ada gunanya juga kita mengekpos anggaran penanggulangan  covid-19 ratusan miliar, jika tidak semua rakyat yang terdampak itu mendapat bantuan,…. “stop juga mengekspos dan menggembor-gemborkan menyalurkan sembako, jika tidak semua masyarakat yang terdampak itu, mendapatkan bantuan.

Stop… dan stop lah…juga !! pencitraan seolah-olah kita peduli dengan rakyat….jangan akhirnya membuat Allah SWT semakin murkah, dan rakyat pun semakin muak.. Karena hingga kini, saya juga masih banyak mendengar kuluhan –keluhan masyarakat yang tak memperoleh bantuan.

Biarlah BUMN/BUMD, swasta bekerja sendiri menyalurkan bantuan melalui divisi CSR-nya, tanpa turut campur pemerintah, agar mereka dapat bekerja kreatif, apalagi mereka [perusahaan ] memiliki wadah dan kebijakan untuk kegiatan sosial.

Hanya saja, pemerintah perlu mengawasi dan memberi himbauan kepada perusahaan tersebut, dengan sendiri, pasti  mereka akan patuh, dan menyalurkan bantuan tepat sasaran.

Saya juga sempat menerima curhat dari para Ketua Rukun Tetangga [RT], dimana saya tinggal, karena yang diajukan dan direalisasikan tidak sesuai harapan. Pasalnya dari 10 orang, misalnya hanya satu yang memperolah bantuan.

Miris, mendengarnya, padahal bantuan-bantuan tersebut selalu setiap harinya mewarnai pemberitaan di media, tetapi masih ada saja warga yang mengeluh,  saya juga bingung, siapa yang salah ?

Saya juga sempat iseng –iseng bertanya [maaf bukan membandingkan] dengan keponakan yang tengah menuntut ilmu di Semarang, Jateng. Kebetulan memang ia tak pulang kampung, karena  kondisi Palembang-Semarang  menjadi zona merah.

Ia pun menceritakan bahwa kasus covid- 19 dak jauh beda, [masih belum stabil] [kadang bertambah dan berkurang], tetapi penanganan dan pencegahan terus diupayakan.

Contoh yang paling kecil saja, katanya di Tembalang, dimana ia tinggal, warga dan Ketua RT berjibaku mengamankan daerahnya masing-masing, saling mengingatkan, dan mengedukasi  warganya terkait bahaya COVID-19.

Mahasiswa perantau pun dilibatkan untuk menjadi relawan, guna menjaga setiap lorong, terutama  di jalan masuk, tengah dan belakang. Mereka juga, kata keponakan saya  hampir setiap hari mengontrol kampung, dengan meronda. Ronda tersebut dilakukan dengan cara bergantian, ada tugas pagi sampai siang, ada siang sampai sore, ada sore sampai malam dan ada tengah malam sampai pagi.

Hasilnya cukup lumayan, dengan mengedukasi, kesadaran masyarakat meningkat, masyarakat selalu patuh dengan  protokol kesehatan. Mereka keluar selalu menggunakan masker, jaga jarak, selalu mencuci tangan, serta tak berkerumun di tempat yang ramai, seperti mall dan pasar. Lalu sebaliknya, pengurus masjid pun demikian selalu mengingatkan jamaahnya.

Apa yang dilakukan masyarakat Semarang ternyata lebih baik, dan efektif, karena kita tidak bisa memprediksi kapan Covid-19 berakhir, karena virus tersebut bisa ada dimana-mana, dan tidak terlihat kasat mata. Semoga menjadi bahan renungan kita semua, sehingga kita selalu patuh dan serius untuk mencegah covid-19, bukan sekedar pencitraan belaka. [***]

 

Penulis : Irwan Wahyudi

Warga Perum Pesona Harapan, Kalidoni Palembang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelayanan Publik Harus Dimulai Dengan Niat Yang Baik, itu harus diterapkan

    Pelayanan Publik Harus Dimulai Dengan Niat Yang Baik, itu harus diterapkan

    • calendar_month Kamis, 29 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 878
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru membuka Workshop Kepatuhan Komponen Standar Pelayanan Publik diselenggarakan Ombudsman RI Perwakilan Sumsel terhadap standar pelayanan publik sesuai Amanat Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik bertempat di Hotel Novotel Palembang, Kamis (29/4). Menurut Herman Deru, workshop yang digelar  ini sangat penting, karena tentang pelayanan publik yang merupakan  […]

  • Didukung Bupati Askolani, PA Banyuasin Juara II Nasional

    Didukung Bupati Askolani, PA Banyuasin Juara II Nasional

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.189
    • 0Komentar

    PENGADILAN Agama Pangkalan Balai Kabupaten Banyuasin terbilang masih berusia sangat muda dibentuk tahun 2018, kendati masih usia balita tersebut, namun PA Pangkalan Balai telah menoreh prestasi membanggakan menjadi PA terbaik ke 2 Nasional. Bisa dicapainya prestasi tersebut, selain kerja keras serta inovasi yang dilaksanakan oleh jajaran PA Pangkalan Balai, juga tidak lepas dukungan besar Bupati […]

  • Ini Rencana Kerja BSB 2018, Pingin Tahu ?

    Ini Rencana Kerja BSB 2018, Pingin Tahu ?

    • calendar_month Jumat, 26 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.097
    • 0Komentar

    Bank Sumsel Babel terus berinovasi

  • Artis Hong Kong Shiga Lin dan DJ Ah Jeng Berbagi Pernikahan Impian dan Cincin Berlian; Keduanya Bersinar dalam Perhiasan Berlian dari De Beers Forevermark

    Artis Hong Kong Shiga Lin dan DJ Ah Jeng Berbagi Pernikahan Impian dan Cincin Berlian; Keduanya Bersinar dalam Perhiasan Berlian dari De Beers Forevermark

    • calendar_month Senin, 25 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 527
    • 0Komentar

    HONG KONG SAR  – Dengan pemikiran bahwa setiap gadis memimpikan pernikahan yang berkesan seumur hidup, De Beers Group baru-baru ini meluncurkan survei pra-pengantin online untuk memahami lebih lanjut tentang perencanaan pernikahan di kalangan generasi muda. . Merayakan inisiatif baru ini, sebuah video pendek berjudul Flash Your Happiness as You Like diposting di media sosial. Diproduksi […]

  • Percaya, Banyak Jalan yang Kondisinya Gelam & Serem, Ternyata 2.800 Titik Lampu Jalan di Palembang Rusak

    Percaya, Banyak Jalan yang Kondisinya Gelam & Serem, Ternyata 2.800 Titik Lampu Jalan di Palembang Rusak

    • calendar_month Selasa, 4 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.505
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – Banyak jalan -jalan di Kota Palembang yang kondisinya gelap dan menyeramkan lantaran lampunya jalannya pada padam. Banyak Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang Ratu Dewa mengakui sendiri karena 2.800 titik lampu jalan di Palembang rusak. Hal itu akan dilakukan pemantauan secara langsung olehnya. “Diantaranya berdasarkan hasil pantauan ada sekitar 2.800-an lampu jalan yang rusak. […]

  • Anthony Ginting CS Di Vaksinasi Tahap ke-II

    Anthony Ginting CS Di Vaksinasi Tahap ke-II

    • calendar_month Sabtu, 13 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 949
    • 0Komentar

    PERSATUAN Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengirimkan atletnya untuk menjalani vaksinasi tahap kedua di RSON, Cibubur, Jakarta, kemarin. Vaksinasi tahap kedua ini dilakukan sebelum Anthony Sinisuka Ginting dkk bertolak menuju Inggris untuk mengikuti All England 2021. Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto menyebut, PBSI merupakan salah satu cabang olahraga yang beruntung untuk menjalani vaksinasi tahap kedua ini. Sebab, […]

expand_less
WordPress Archive Everly – Blog & Magazine Elementor Template Kit Evernet – Broadband & Internet Service Provider Elementor Template Kit Evior – Modern Magazine WordPress Theme Evisa – Immigration and Visa Consulting WordPress Theme Evne – Creative Portfolio WordPress Theme Evomind – Home Healthcare Services Elementor Template Kit Evont – Event And Conference WordPress Theme Ewa – Beauty & Spa Salon Elementor Template Kit Ewebot – Marketing SEO Digital Agency Ewed – Wedding WordPress Theme