Selasa, 15 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » SI-ALAM Diluncurkan, Tapi Hutan Masih Bisa Ngambek

SI-ALAM Diluncurkan, Tapi Hutan Masih Bisa Ngambek

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
  • visibility 1.839
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan resmi meluncurkan SI-ALAM (Sistem Informasi Lahan untuk Masyarakat) dalam sebuah acara di Grand Atyasa Palembang, dipimpin langsung oleh Gubernur H. Herman Deru, selasa, 9 Desember 2025.

Acara itu sekaligus menjadi momen penyerahan penghargaan Kelompok Tani Hutan Terbaik Sumsel 2025, yang diumumkan Kepala Dinas Kehutanan Sumsel, Koimuddin.

Turut hadir Direktur Ikraf Indonesia Andre Ekadinata, perwakilan perusahaan kehutanan, kelompok tani hutan, dan berbagai pemangku kepentingan lingkungan.

Secara seremoni, semuanya tampak rapi, sambutan mengalir, optimisme disampaikan, dan aplikasi baru diperkenalkan sebagai terobosan transparansi. Tetapi setelah acara selesai, pertanyaan penting tetap menggantung di udara apakah teknologi ini akan benar-benar bekerja di lapangan, atau hanya menjadi simbol canggih yang cepat dilupakan?

Gubernur Herman Deru dalam pidatonya menyebut Sumsel berada dalam kondisi lingkungan yang relatif terkendali. Ia menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga hutan dan memperbaiki tata kelola lahan, semua pesan itu benar 100 persen dan perlu.

Namun masyarakat di lapangan hidup dalam realita yang jauh lebih rumit daripada kalimat-kalimat optimistis di panggung.
Karena itu, peluncuran SI-ALAM memancing satu reaksi yang sama dari banyak warga yaitu, skeptis yang sopan.

Mereka tidak menolak teknologi……., mereka tidak anti modernisasi.
Yang mereka ragukan adalah konsistensi pemerintah dalam menjalankan apa yang diumumkan.

Sebab mereka tahu betul bahwa informasi lahan bukan urusan klik-klik digital. Ia menyangkut kehidupan sehari-hari, seperti batas kebun, status kawasan, izin usaha, hingga potensi konflik antarwarga.

Di banyak desa sekitar hutan, persoalan paling mendasar bukanlah kurangnya aplikasi, melainkan ketidakselarasan data antar instansi.
Satu kantor bilang batasnya di sini sementara kantor yang lain bilang geser sedikit.
Sehingga petani harus menebak, perangkat desa harus mencoba menjembatani, lalu lapangan berubah jadi teka-teki legalitas.

Dalam konteks seperti itu, aplikasi secanggih apa pun berpotensi menjadi hiasan etalase, terlihat modern, tapi tidak menyentuh akar persoalan.

Karena itu, pertanyaan paling menggigit kini melebur dalam satu kalimat panjang apa gunanya aplikasi canggih kalau bumi tetap panas?
Apa gunanya peta digital kalau kebijakan di lapangan masih abu-abu?, apa gunanya komitmen kalau hanya kuat saat kamera menyala?
Dan apa gunanya sistem informasi kalau informasi penting tak pernah dibuka?

Pertanyaan -pertanyaan itu semestinya menjadi  ajakan untuk kita merefleksi diri. Oleh sebab itu, peluncuran SI-ALAM seharusnya menjadi kesempatan untuk menjawab isu lama yang selama ini membelit Sumsel, seperti tumpang tindih lahan, konflik batas kawasan, akses informasi yang terbatas, dan lemahnya pengawasan hutan.

Sebab yang mati bukan hanya pohon, tetapi pada akhirnya soal kepercayaan publik, kalau tata kelola lahan tak kunjung membaik.

Untuk melihat gambaran lebih luas, mari bandingkan dengan beberapa wilayah lain di dunia yang menghadapi persoalan serupa.

Seperti di Seoul, Korea Selatan sudah menggunakan sensor udara dan aplikasi kualitas langit mereka termasuk yang tercanggih di Asia.
Tetapi setiap musim semi, debu kuning tetap datang, dan warga tetap membeli masker cadangan.
Teknologinya keren, polusinya tetap membandel.

Jakarta, Indonesia sendiri sudah ada sensor banjir dan notifikasi genangan tersebar di banyak titik. Tetapi tiap hujan deras, warga masih bergantung pada info paling valid yaitu  grup WhatsApp RT bahkan teknologi ada, tetapi implementasi kalah oleh realita kampung.

Venice, Italia, yaitu sistem penahan banjir bernilai miliaran euro sudah berdiri. Namun kota itu tetap tenggelam hampir setiap tahun.
Canggih tidak otomatis efektif.

Di California, Amerika Serikat ada pula  satelit dan drone pemantau hutan, namun kebakaran tetap terjadi masif disetiap musim panas.
Teknologi menang di konferensi, kalah di lapangan.

Oleh sebab itu, empat contoh tersebut menunjukkan bahwa teknologi tanpa tata kelola yang kuat hanyalah aksesoris.

Lalu bagaimana dengan Sumatera Selatan?

Nah, SI-ALAM sendiri jelas punya potensi besar, tetapi ia akan gagal bila hanya diperlakukan sebagai proyek digital yang menghiasi slide presentasi.

Ada tiga prasyarat agar aplikasi ini benar-benar menjadi alat perubahan misalnya transparansi tanpa syarat, jika data dibuka, publik bisa mengawal. Jika publik mengawal, masalah lebih cepat selesai, menahan data hanya akan memelihara konflik dan ketidakpercayaan.

Kebijakan yang konsisten, bukan abu-abu, misalnya jangan sampai peta digital rapi, tapi praktik lapangan penuh revisi mendadak.
Jangan sampai aplikasi memberi kepastian, tapi birokrasi memberikan jawaban berbeda.

Dan penguatan masyarakat sekitar hutan, maksudnya merekalah pengawas paling dekat, namun jika mereka tak dilibatkan, aplikasi hanya akan menjadi arsip digital, bukan alat perubahan.

Pada akhirnya, teknologi tidak menjaga hutan,  manusia yang melakukannya.
Aplikasi hanya alat, kebijakan adalah arahnya, dan komitmen adalah bahan bakarnya.

,Peluncuran SI-ALAM adalah langkah maju, tapi langkah maju tidak berarti apa-apa, jika setelah lampu panggung dimatikan, kita tetap berjalan di tempat.

Seperti pepatah lama bilang “Jangan sibuk memoles kaca jendela kalau atap rumah masih bocor”

Jadi apakah  SI-ALAM akan menjadi terobosan nyata, atau sekadar aplikasi yang lebih pintar dari buminya sendiri?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sawah Sudah Dibuka, Kenapa Masih Kejar Deadline?

    Sawah Sudah Dibuka, Kenapa Masih Kejar Deadline?

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 104
    • 0Komentar

    PROGRAM cetak sawah di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan memasuki fase krusial. Lahan sudah dibuka dan sebagian besar area dinilai siap tanam, namun, prosesnya masih berpacu dengan tenggat waktu 31 Maret 2026. Situasi ini memunculkan pertanyaan mendasar, jika lahan sudah tersedia, apa yang membuat penanaman belum sepenuhnya berjalan? Kondisi tersebut berkaitan dengan status program yang sebenarnya […]

  • Selamat Datang Pak God, Terima Kasih Pak Listiyono

    Selamat Datang Pak God, Terima Kasih Pak Listiyono

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 857
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Kalau ada yang bilang hidup ini ibarat stasiun kereta, maka para pejabat itu seperti rangkaian kereta api datang dan pergi, berganti lokomotif, tapi rel-nya tetap harus lurus dan kokoh. Begitulah yang tergambar dalam acara kenal pamit Kapolres Musi Banyuasin baru-baru ini. Di satu sisi, kita melepas AKBP Listiyono Dwi Nugroho dengan rasa haru dan […]

  • politeknik-olahraga-indonesia

    Curhat untuk Jokowi, Nasib Sebagai Mahasiswa Politeknik Olahraga Indonesia (POI) di Palembang

    • calendar_month Senin, 23 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.204
    • 0Komentar

    SURAT ini terpaksa ananda layangkan dengan hati gundah. Bapak Presidenku, sudah beberapa bulan ini Saya dan teman-teman yang tercatat sebagai mahasiswa Politeknik Olahraga Indonesia (POI) yang katanya milik Kemenpora tak kunjung kuliah. Kawan-kawan dari perguruan tinggi lain di negeri tercinta ini, sudah memasuki semester genap.

  • Inflasi Sumsel Terkendali

    Inflasi Sumsel Terkendali

    • calendar_month Jumat, 10 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 598
    • 0Komentar

    SELAIN inflasi yang masih terkendali, pertumbuhan ekonomi Sumsel pada triwulan I 2022 tercatat tumbuh sebesar 5,15% (yoy).  BI bahkan memprediksi pertumbuhan ekonomi Sumsel triwukan II 2022 dapat lebih tinggi.   Hal ini berdasarkan Laporan Perkembangan Ekonomi Provinsi Sumsel yang dilaporkan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumsel kepada Gubernur Sumsel H. Herman Deru pada 31 Mei 2022.  […]

  • Bagi Rapor, He..he.., Pemkab Muba Umumkan Nilai Kinerja OPD, Simak !!

    Bagi Rapor, He..he.., Pemkab Muba Umumkan Nilai Kinerja OPD, Simak !!

    • calendar_month Jumat, 1 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.011
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu- Ternyata bukan pelajar di sekolah saja  yang menerima hasil rapor sebagai cara untuk pengukuran kinerja dibelajar, namun di instansi pemerintah juga wajib mendapat rapor dari kepala daerahnya, guna memacu semangat kerja serta mengukur tingkat kerja dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah [OPD]. Salah satunya pemberian rapor tersebut dilakukan oleh Pemkab Musi Banyuasin [Muba]. Masuk […]

  • Jelang Pileg dan Pilpres 2019, Muba Tingkatkan Sinergi dengan TNI-Polri

    Jelang Pileg dan Pilpres 2019, Muba Tingkatkan Sinergi dengan TNI-Polri

    • calendar_month Sabtu, 12 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 812
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu- Menjelang pelaksanaan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden pada 17 April 2019 nanti pihak Pemkab Muba diwakili Kesbangpol terus meningkatkan sinergi bersama aparat TNI dan Polri untuk meminimalisir terjadinya gesekan dan potensi gejolak. “Hasil koordinasi dengan stakeholder juga menunjukkan kondisi Muba sangat kondusif, Alhamdulillah warga Muba sangat komitmen dan konsisten untuk terus mewujudkan Muba […]

expand_less
WordPress Archive Marco Good – Fast Food Restaurant WordPress Theme Margin | Elementor Marketing SEO RTL WordPress Theme Marinio – Surfing & Scuba Diving WordPress Theme Marion – Cannabis WordPress Theme Marker Clusterer Add-on for WordPress Marketa – Digital Agency Business Services Elementor Template Kit Marketica | eCommerce and Marketplace | WooCommerce WordPress Theme Marketin – Business Startup & Agency Elementor Template Kit Marketing Pro – SEO WordPress Theme for SEO, Agency MarketKing – Ultimate Multi Vendor Marketplace Plugin for WooCommerce