Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » SI-ALAM Diluncurkan, Tapi Hutan Masih Bisa Ngambek

SI-ALAM Diluncurkan, Tapi Hutan Masih Bisa Ngambek

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
  • visibility 1.847
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan resmi meluncurkan SI-ALAM (Sistem Informasi Lahan untuk Masyarakat) dalam sebuah acara di Grand Atyasa Palembang, dipimpin langsung oleh Gubernur H. Herman Deru, selasa, 9 Desember 2025.

Acara itu sekaligus menjadi momen penyerahan penghargaan Kelompok Tani Hutan Terbaik Sumsel 2025, yang diumumkan Kepala Dinas Kehutanan Sumsel, Koimuddin.

Turut hadir Direktur Ikraf Indonesia Andre Ekadinata, perwakilan perusahaan kehutanan, kelompok tani hutan, dan berbagai pemangku kepentingan lingkungan.

Secara seremoni, semuanya tampak rapi, sambutan mengalir, optimisme disampaikan, dan aplikasi baru diperkenalkan sebagai terobosan transparansi. Tetapi setelah acara selesai, pertanyaan penting tetap menggantung di udara apakah teknologi ini akan benar-benar bekerja di lapangan, atau hanya menjadi simbol canggih yang cepat dilupakan?

Gubernur Herman Deru dalam pidatonya menyebut Sumsel berada dalam kondisi lingkungan yang relatif terkendali. Ia menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga hutan dan memperbaiki tata kelola lahan, semua pesan itu benar 100 persen dan perlu.

Namun masyarakat di lapangan hidup dalam realita yang jauh lebih rumit daripada kalimat-kalimat optimistis di panggung.
Karena itu, peluncuran SI-ALAM memancing satu reaksi yang sama dari banyak warga yaitu, skeptis yang sopan.

Mereka tidak menolak teknologi……., mereka tidak anti modernisasi.
Yang mereka ragukan adalah konsistensi pemerintah dalam menjalankan apa yang diumumkan.

Sebab mereka tahu betul bahwa informasi lahan bukan urusan klik-klik digital. Ia menyangkut kehidupan sehari-hari, seperti batas kebun, status kawasan, izin usaha, hingga potensi konflik antarwarga.

Di banyak desa sekitar hutan, persoalan paling mendasar bukanlah kurangnya aplikasi, melainkan ketidakselarasan data antar instansi.
Satu kantor bilang batasnya di sini sementara kantor yang lain bilang geser sedikit.
Sehingga petani harus menebak, perangkat desa harus mencoba menjembatani, lalu lapangan berubah jadi teka-teki legalitas.

Dalam konteks seperti itu, aplikasi secanggih apa pun berpotensi menjadi hiasan etalase, terlihat modern, tapi tidak menyentuh akar persoalan.

Karena itu, pertanyaan paling menggigit kini melebur dalam satu kalimat panjang apa gunanya aplikasi canggih kalau bumi tetap panas?
Apa gunanya peta digital kalau kebijakan di lapangan masih abu-abu?, apa gunanya komitmen kalau hanya kuat saat kamera menyala?
Dan apa gunanya sistem informasi kalau informasi penting tak pernah dibuka?

Pertanyaan -pertanyaan itu semestinya menjadi  ajakan untuk kita merefleksi diri. Oleh sebab itu, peluncuran SI-ALAM seharusnya menjadi kesempatan untuk menjawab isu lama yang selama ini membelit Sumsel, seperti tumpang tindih lahan, konflik batas kawasan, akses informasi yang terbatas, dan lemahnya pengawasan hutan.

Sebab yang mati bukan hanya pohon, tetapi pada akhirnya soal kepercayaan publik, kalau tata kelola lahan tak kunjung membaik.

Untuk melihat gambaran lebih luas, mari bandingkan dengan beberapa wilayah lain di dunia yang menghadapi persoalan serupa.

Seperti di Seoul, Korea Selatan sudah menggunakan sensor udara dan aplikasi kualitas langit mereka termasuk yang tercanggih di Asia.
Tetapi setiap musim semi, debu kuning tetap datang, dan warga tetap membeli masker cadangan.
Teknologinya keren, polusinya tetap membandel.

Jakarta, Indonesia sendiri sudah ada sensor banjir dan notifikasi genangan tersebar di banyak titik. Tetapi tiap hujan deras, warga masih bergantung pada info paling valid yaitu  grup WhatsApp RT bahkan teknologi ada, tetapi implementasi kalah oleh realita kampung.

Venice, Italia, yaitu sistem penahan banjir bernilai miliaran euro sudah berdiri. Namun kota itu tetap tenggelam hampir setiap tahun.
Canggih tidak otomatis efektif.

Di California, Amerika Serikat ada pula  satelit dan drone pemantau hutan, namun kebakaran tetap terjadi masif disetiap musim panas.
Teknologi menang di konferensi, kalah di lapangan.

Oleh sebab itu, empat contoh tersebut menunjukkan bahwa teknologi tanpa tata kelola yang kuat hanyalah aksesoris.

Lalu bagaimana dengan Sumatera Selatan?

Nah, SI-ALAM sendiri jelas punya potensi besar, tetapi ia akan gagal bila hanya diperlakukan sebagai proyek digital yang menghiasi slide presentasi.

Ada tiga prasyarat agar aplikasi ini benar-benar menjadi alat perubahan misalnya transparansi tanpa syarat, jika data dibuka, publik bisa mengawal. Jika publik mengawal, masalah lebih cepat selesai, menahan data hanya akan memelihara konflik dan ketidakpercayaan.

Kebijakan yang konsisten, bukan abu-abu, misalnya jangan sampai peta digital rapi, tapi praktik lapangan penuh revisi mendadak.
Jangan sampai aplikasi memberi kepastian, tapi birokrasi memberikan jawaban berbeda.

Dan penguatan masyarakat sekitar hutan, maksudnya merekalah pengawas paling dekat, namun jika mereka tak dilibatkan, aplikasi hanya akan menjadi arsip digital, bukan alat perubahan.

Pada akhirnya, teknologi tidak menjaga hutan,  manusia yang melakukannya.
Aplikasi hanya alat, kebijakan adalah arahnya, dan komitmen adalah bahan bakarnya.

,Peluncuran SI-ALAM adalah langkah maju, tapi langkah maju tidak berarti apa-apa, jika setelah lampu panggung dimatikan, kita tetap berjalan di tempat.

Seperti pepatah lama bilang “Jangan sibuk memoles kaca jendela kalau atap rumah masih bocor”

Jadi apakah  SI-ALAM akan menjadi terobosan nyata, atau sekadar aplikasi yang lebih pintar dari buminya sendiri?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gandeng Mitra Ritel Online, BUMN Klaster Pangan Ini Luncurkan Produk di Aplikasi Warung Pangan

    Gandeng Mitra Ritel Online, BUMN Klaster Pangan Ini Luncurkan Produk di Aplikasi Warung Pangan

    • calendar_month Minggu, 19 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 792
    • 0Komentar

    BUMN Klaster Pangan menghadirkan kemudahan kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok, diantaranya kerja sama distribusi pangan melalui mitra ritel online, yang salah satunya adalah aplikasi Warung Pangan. Aplikasi ini diluncurkan pada Kamis, 16 September 2021 di Jakarta sebagai inovasi kemudahan berbelanja masyarakat di tengah pandemi ini. Acara peluncuran aplikasi Warung Pangan tersebut dihadiri oleh […]

  • Batik Bukan Kaleng-Kaleng, Kain Simbol Cinta Jadi Rebutan Bule & Presiden Dunia

    Batik Bukan Kaleng-Kaleng, Kain Simbol Cinta Jadi Rebutan Bule & Presiden Dunia

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.040
    • 0Komentar

    CINTA itu seandainya bisa dibordir, barangkali wujudnya adalah batik, kain satu ini bukan cuma jadi pembungkus tubuh, tapi juga bungkus sejarah, cinta, dan kadang… bungkusan kado nikahan, bahkan dulu, nenek kita masih nulis surat cinta pakai kertas minyak dan dikasih bunga kamboja kering di lipatan, batik sudah lebih dulu jadi kode etik estetika yang menempel […]

  • Kata Ratu Dewa langkah konsisten Pemkot Palembang menuju pengguna layanan KIS 100 %

    Kata Ratu Dewa langkah konsisten Pemkot Palembang menuju pengguna layanan KIS 100 %

    • calendar_month Selasa, 26 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.279
    • 0Komentar

     Sumselterkini.co.id, – Pj Walikota Palembang mengungkapkan langkah konsisten Pemkot Palembang menuju pengguna layanan KIS 100 persen, dan juga dengan dokumen kependudukan lainya. Tak hanya itu, dalam rangka pengendalian inflasi dan mengurangi angka kemiskinan ekstrem ini, Pemkot Palembang juga menyerahkan bantuan sebanyak 300 paket Sembako untuk warga penerima manfaat di Kecamatan Seberang Ulu II. Ratu Dewa […]

  • Tidak Perlu Khawatir,  Pertamina Jamin Kelancaran Distribusi BBM Pascabanjir Jayapura

    Tidak Perlu Khawatir, Pertamina Jamin Kelancaran Distribusi BBM Pascabanjir Jayapura

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 783
    • 0Komentar

    PT PERTAMINA (Persero) Regional Papua-Maluku memastikan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji pascabanjir di Jayapura, Provinsi Papua, dan sekitarnya telah berjalan normal sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Hal itu disampaikan Unit Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Regional Papua-Maluku, Edi Mangun, melalui keterangan tertulisnya, kemaren. Menurut dia, distribusi BBM dan elpiji untuk Kota dan […]

  • Kuota Ditambah Jadi 4.000, Samsung Perbesar Akses Pelatihan Teknologi untuk Siswa SMK dan MA

    Kuota Ditambah Jadi 4.000, Samsung Perbesar Akses Pelatihan Teknologi untuk Siswa SMK dan MA

    • calendar_month Senin, 27 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 699
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang besar, bahkan diproyeksikan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dengan nilai sekitar USD130 miliar pada 2025.1 Untuk mendorong hal itu, berdasarkan riset Bank Dunia2, Indonesia membutuhkan sekitar sembilan juta talenta digital selama 2015 hingga 2030. Ini artinya, ada kebutuhan 600 ribu tenaga ahli di bidang siber per tahun. Samsung […]

  • Yuk! memahami apa itu puisi, ragam, simak juga 3 puisi di bawah ini

    Yuk! memahami apa itu puisi, ragam, simak juga 3 puisi di bawah ini

    • calendar_month Kamis, 6 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 790
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Puisi adalah seni tertulis yang memadukan keindahan bahasa, ritme, dan imajinasi untuk mengungkapkan perasaan, pemikiran, atau pengalaman. Puisi sering kali menggunakan gaya bahasa yang kreatif dan metaforis untuk menciptakan gambaran yang kuat dan mendalam. Dalam puisi, kata-kata dipilih dengan hati-hati untuk menciptakan efek emosional dan estetika yang unik. Puisi bisa berupa pengungkapan perasaan […]

expand_less
WordPress Archive Marco Good – Fast Food Restaurant WordPress Theme Margin | Elementor Marketing SEO RTL WordPress Theme Marinio – Surfing & Scuba Diving WordPress Theme Marion – Cannabis WordPress Theme Marker Clusterer Add-on for WordPress Marketa – Digital Agency Business Services Elementor Template Kit Marketica | eCommerce and Marketplace | WooCommerce WordPress Theme Marketin – Business Startup & Agency Elementor Template Kit Marketing Pro – SEO WordPress Theme for SEO, Agency MarketKing – Ultimate Multi Vendor Marketplace Plugin for WooCommerce