Rabu, 28 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » SI-ALAM Diluncurkan, Tapi Hutan Masih Bisa Ngambek

SI-ALAM Diluncurkan, Tapi Hutan Masih Bisa Ngambek

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
  • visibility 1.859
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan resmi meluncurkan SI-ALAM (Sistem Informasi Lahan untuk Masyarakat) dalam sebuah acara di Grand Atyasa Palembang, dipimpin langsung oleh Gubernur H. Herman Deru, selasa, 9 Desember 2025.

Acara itu sekaligus menjadi momen penyerahan penghargaan Kelompok Tani Hutan Terbaik Sumsel 2025, yang diumumkan Kepala Dinas Kehutanan Sumsel, Koimuddin.

Turut hadir Direktur Ikraf Indonesia Andre Ekadinata, perwakilan perusahaan kehutanan, kelompok tani hutan, dan berbagai pemangku kepentingan lingkungan.

Secara seremoni, semuanya tampak rapi, sambutan mengalir, optimisme disampaikan, dan aplikasi baru diperkenalkan sebagai terobosan transparansi. Tetapi setelah acara selesai, pertanyaan penting tetap menggantung di udara apakah teknologi ini akan benar-benar bekerja di lapangan, atau hanya menjadi simbol canggih yang cepat dilupakan?

Gubernur Herman Deru dalam pidatonya menyebut Sumsel berada dalam kondisi lingkungan yang relatif terkendali. Ia menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga hutan dan memperbaiki tata kelola lahan, semua pesan itu benar 100 persen dan perlu.

Namun masyarakat di lapangan hidup dalam realita yang jauh lebih rumit daripada kalimat-kalimat optimistis di panggung.
Karena itu, peluncuran SI-ALAM memancing satu reaksi yang sama dari banyak warga yaitu, skeptis yang sopan.

Mereka tidak menolak teknologi……., mereka tidak anti modernisasi.
Yang mereka ragukan adalah konsistensi pemerintah dalam menjalankan apa yang diumumkan.

Sebab mereka tahu betul bahwa informasi lahan bukan urusan klik-klik digital. Ia menyangkut kehidupan sehari-hari, seperti batas kebun, status kawasan, izin usaha, hingga potensi konflik antarwarga.

Di banyak desa sekitar hutan, persoalan paling mendasar bukanlah kurangnya aplikasi, melainkan ketidakselarasan data antar instansi.
Satu kantor bilang batasnya di sini sementara kantor yang lain bilang geser sedikit.
Sehingga petani harus menebak, perangkat desa harus mencoba menjembatani, lalu lapangan berubah jadi teka-teki legalitas.

Dalam konteks seperti itu, aplikasi secanggih apa pun berpotensi menjadi hiasan etalase, terlihat modern, tapi tidak menyentuh akar persoalan.

Karena itu, pertanyaan paling menggigit kini melebur dalam satu kalimat panjang apa gunanya aplikasi canggih kalau bumi tetap panas?
Apa gunanya peta digital kalau kebijakan di lapangan masih abu-abu?, apa gunanya komitmen kalau hanya kuat saat kamera menyala?
Dan apa gunanya sistem informasi kalau informasi penting tak pernah dibuka?

Pertanyaan -pertanyaan itu semestinya menjadi  ajakan untuk kita merefleksi diri. Oleh sebab itu, peluncuran SI-ALAM seharusnya menjadi kesempatan untuk menjawab isu lama yang selama ini membelit Sumsel, seperti tumpang tindih lahan, konflik batas kawasan, akses informasi yang terbatas, dan lemahnya pengawasan hutan.

Sebab yang mati bukan hanya pohon, tetapi pada akhirnya soal kepercayaan publik, kalau tata kelola lahan tak kunjung membaik.

Untuk melihat gambaran lebih luas, mari bandingkan dengan beberapa wilayah lain di dunia yang menghadapi persoalan serupa.

Seperti di Seoul, Korea Selatan sudah menggunakan sensor udara dan aplikasi kualitas langit mereka termasuk yang tercanggih di Asia.
Tetapi setiap musim semi, debu kuning tetap datang, dan warga tetap membeli masker cadangan.
Teknologinya keren, polusinya tetap membandel.

Jakarta, Indonesia sendiri sudah ada sensor banjir dan notifikasi genangan tersebar di banyak titik. Tetapi tiap hujan deras, warga masih bergantung pada info paling valid yaitu  grup WhatsApp RT bahkan teknologi ada, tetapi implementasi kalah oleh realita kampung.

Venice, Italia, yaitu sistem penahan banjir bernilai miliaran euro sudah berdiri. Namun kota itu tetap tenggelam hampir setiap tahun.
Canggih tidak otomatis efektif.

Di California, Amerika Serikat ada pula  satelit dan drone pemantau hutan, namun kebakaran tetap terjadi masif disetiap musim panas.
Teknologi menang di konferensi, kalah di lapangan.

Oleh sebab itu, empat contoh tersebut menunjukkan bahwa teknologi tanpa tata kelola yang kuat hanyalah aksesoris.

Lalu bagaimana dengan Sumatera Selatan?

Nah, SI-ALAM sendiri jelas punya potensi besar, tetapi ia akan gagal bila hanya diperlakukan sebagai proyek digital yang menghiasi slide presentasi.

Ada tiga prasyarat agar aplikasi ini benar-benar menjadi alat perubahan misalnya transparansi tanpa syarat, jika data dibuka, publik bisa mengawal. Jika publik mengawal, masalah lebih cepat selesai, menahan data hanya akan memelihara konflik dan ketidakpercayaan.

Kebijakan yang konsisten, bukan abu-abu, misalnya jangan sampai peta digital rapi, tapi praktik lapangan penuh revisi mendadak.
Jangan sampai aplikasi memberi kepastian, tapi birokrasi memberikan jawaban berbeda.

Dan penguatan masyarakat sekitar hutan, maksudnya merekalah pengawas paling dekat, namun jika mereka tak dilibatkan, aplikasi hanya akan menjadi arsip digital, bukan alat perubahan.

Pada akhirnya, teknologi tidak menjaga hutan,  manusia yang melakukannya.
Aplikasi hanya alat, kebijakan adalah arahnya, dan komitmen adalah bahan bakarnya.

,Peluncuran SI-ALAM adalah langkah maju, tapi langkah maju tidak berarti apa-apa, jika setelah lampu panggung dimatikan, kita tetap berjalan di tempat.

Seperti pepatah lama bilang “Jangan sibuk memoles kaca jendela kalau atap rumah masih bocor”

Jadi apakah  SI-ALAM akan menjadi terobosan nyata, atau sekadar aplikasi yang lebih pintar dari buminya sendiri?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bersama Pemkab OKI, Pertamina gelar Safari Ramadhan Kementerian BUMN

    Bersama Pemkab OKI, Pertamina gelar Safari Ramadhan Kementerian BUMN

    • calendar_month Minggu, 7 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.125
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,-  Pemerintah Kabupaten OKI telah secara simultan menggelar Operasi Pasar Murah. Dalam kurun tiga bulan terakhir telah terlaksana tiga puluh tiga kali kegiatan di berbagai lokasi. Bersama PT. Pertamina, Pemkab OKI gelar kegiatan Safari Ramadhan Kementerian BUMN di Bumi Bende Seguguk dengan bagikan Ribuan Paket Sembako dan Bazar UMKM. Kamis, (4/4/2024). Pj Sekretaris Daerah Kabupaten […]

  • Gubernur Lepas 3.000 Peserta Fun Run Asian Games 

    Gubernur Lepas 3.000 Peserta Fun Run Asian Games 

    • calendar_month Minggu, 1 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.109
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang- Perhelatan Asian Games XVIII di Jakarta dan Palembang 18 Agustus mendatang terus digaungkan, bukan hanya di Indonesia sebagai tuan rumah melainkan ke berbagai negara peserta melalui kegiatan Fun Run untuk Indonesia yang diselenggarakan Olympic Councyl of Asia (OCA). Di Palembang, kegiatan Fun Run dilaksanakan di Jakabaring Sport City (JSC) diikuti 3.000 peserta. Ajang […]

  • Kapolda Baru Sumsel Tunjuk Fokus Stabilitas dan Dialog Publik

    Kapolda Baru Sumsel Tunjuk Fokus Stabilitas dan Dialog Publik

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 162
    • 0Komentar

    KEPOLISIAN Daerah Sumatera Selatan resmi melantik Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho sebagai Kapolda baru, menggantikan Irjen Pol Andi Rian R. Djajadi, kemarin di Grand Ballroom The Sultan Convention Centre Palembang. Acara ini menandai transisi kepemimpinan yang dihadiri jajaran pemerintah provinsi, tokoh masyarakat, dan pejabat keamanan setempat. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru memimpin sambutan […]

  • 2 Pemimpin Ini Ajak Petani Sawit Studi Banding ke Sergei Sumut, Terkait Apa ?

    2 Pemimpin Ini Ajak Petani Sawit Studi Banding ke Sergei Sumut, Terkait Apa ?

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.217
    • 0Komentar

    BUPATI Muba H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Wakil Bupati Kabupaten Musi Banyuasin Beni Hernedi memimpin langsung rombongan petani sawit berkunjung ke Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara dalam rangka studi banding pengolahan batang sawit menjadi gula merah, Rabu (24/7/2019). Pada acara Selayang Pandang yang disambut Sekretaris Daerah Kabupaten Sergai Drs Hadi Winarno di Aula Kantor […]

  • Waspadai Penyebaran Virus Corona, Muba Lakukan Ini

    Waspadai Penyebaran Virus Corona, Muba Lakukan Ini

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 946
    • 0Komentar

    MEWASPADAI penyebaran penyakit Pneuomonia atau virus Corona Pemkab Muba melalui Dinas Kesehatan Muba siaga agar penyakit tersebut tidak menyebar di Bumi Serasan Sekate. Upaya pencegahan tersebut dilakukan Dinas Kesehatan Muba dengan dengan mengeluarkan Surat Edaran Bupati ke setiap puskesmas dan rumah sakit di wilayah Muba untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi adanya warga yang terkena virus […]

  • Masker vs Emosi

    Masker vs Emosi

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 813
    • 0Komentar

    – “Kekerasan terhadap Tenaga Medis di RSUD Sekayu & Benturan Protokol Kesehatan Rumah Sakit” DI sebuah rumah sakit daerah, yang cat temboknya sudah mulai berwarna “kuning kenangan” dan pintu UGD-nya selalu berdecit seperti suara sandal jepit basah, terjadi sebuah drama yang mengalahkan sinetron prime time. Bukan drama perebutan warisan atau cinta segitiga, melainkan duel tak […]

expand_less
WordPress Archive Marco Good – Fast Food Restaurant WordPress Theme Margin | Elementor Marketing SEO RTL WordPress Theme Marinio – Surfing & Scuba Diving WordPress Theme Marion – Cannabis WordPress Theme Marker Clusterer Add-on for WordPress Marketa – Digital Agency Business Services Elementor Template Kit Marketica | eCommerce and Marketplace | WooCommerce WordPress Theme Marketin – Business Startup & Agency Elementor Template Kit Marketing Pro – SEO WordPress Theme for SEO, Agency MarketKing – Ultimate Multi Vendor Marketplace Plugin for WooCommerce