Kamis, 29 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Radikalisasi Tak Lagi Dimulai dengan Kebencian, Kenali 7 Modusnya

Radikalisasi Tak Lagi Dimulai dengan Kebencian, Kenali 7 Modusnya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
  • visibility 93
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Misalnya ada sebuah pesan singkat masuk ke media sosial (Medsos) anda. Pengirimnya bukan orang yang dikenal dekat, tetapi tiba-tiba hadir menawarkan bantuan saat sedang menghadapi masalah.

Ia bertanya kabar, mendengarkan cerita, memberikan dukungan, bahkan menawarkan solusi ketika seseorang sedang berada dalam kondisi sulit. Tidak ada kata-kata kasar, tidak ada ancaman, dan tidak ada ajakan melakukan tindakan kekerasan.

Karena datang dalam bentuk perhatian, pendekatan seperti ini sering kali tidak dianggap sebagai sesuatu yang berbahaya. Hubungan yang awalnya hanya percakapan biasa dapat berkembang menjadi kedekatan emosional, hingga seseorang merasa memiliki tempat untuk bergantung.

Di ruang digital, pola seperti inilah yang membuat proses radikalisasi semakin sulit dikenali. Kelompok yang menyebarkan paham ekstrem tidak selalu menggunakan cara terbuka melalui propaganda kebencian atau ajakan kekerasan.

Pendekatan dapat dimulai dari hal-hal yang terlihat positif, seperti menawarkan bantuan, membangun kedekatan, hingga memberikan harapan tentang kehidupan yang lebih baik. Setelah rasa percaya terbentuk, seseorang dapat perlahan diarahkan untuk menerima pandangan yang semakin tertutup.

Perubahan pola tersebut menjadi perhatian dalam Diskusi Buku Atas Nama Surga: Algoritma, Radikalisasi hingga Manipulasi Kesadaran di Jakarta Pusat, Rabu (29/07/2026).

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengingatkan  perkembangan teknologi membuat pola perekrutan kelompok radikal di ruang digital semakin sulit dikenali.

Menurut Meutya, kekerasan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang terlihat buruk. Prosesnya dapat berawal dari sebuah uluran tangan, bantuan pengobatan, pelunasan utang, pengiriman bantuan secara personal, hingga janji mengenai kehidupan yang lebih baik.

Ketika hubungan emosional sudah terbentuk, seseorang dapat lebih mudah dipengaruhi. Pada tahap berikutnya, informasi dan narasi tertentu mulai diperkenalkan secara perlahan hingga korban semakin jauh dari pandangan lain.

Meutya juga menyoroti peran algoritma digital yang dapat memperkuat penyebaran narasi tertentu. Ketika sebuah pesan bertemu dengan sistem rekomendasi platform digital, seseorang bisa terus menerima informasi serupa hingga muncul kesan bahwa apa yang dilihatnya merupakan sebuah kebenaran.

Kondisi tersebut menjadi tantangan di era post truth, ketika emosi dan keyakinan terkadang lebih kuat memengaruhi seseorang dibandingkan informasi yang berbasis fakta.

Proses radikalisasi digital pun tidak terjadi dalam satu malam. Perubahannya berlangsung secara bertahap dan sering kali baru disadari ketika seseorang mulai menjauh dari keluarga atau lingkungan terdekat.

Oleh sebab itu, untuk memahami pola perekrutan menjadi langkah sangat penting agar masyarakat dapat mengenali tanda-tanda awal. Berikut tujuh modus yang perlu diwaspadai.

1. Dimulai dari bantuan yang terlihat tulus

Pendekatan sering kali dimulai ketika seseorang sedang menghadapi persoalan, baik masalah ekonomi, kesehatan, pendidikan, maupun kondisi emosional.

Bantuan yang diberikan dapat membuat seseorang merasa diperhatikan dan memiliki hubungan khusus dengan pihak yang mendekatinya. Rasa berutang budi atau kedekatan emosional inilah yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk membangun pengaruh.

2. Membangun kedekatan secara intens

Setelah komunikasi terjalin, pelaku berusaha menjadi sosok yang dianggap paling memahami kondisi korban.

Percakapan yang awalnya sederhana dapat berubah menjadi hubungan yang semakin dekat. Rasa percaya yang terbentuk kemudian menjadi jalan untuk memberikan pengaruh lebih jauh.

3. Menawarkan harapan tentang kehidupan yang lebih baik

Kelompok radikal dapat memanfaatkan keresahan seseorang dengan menawarkan gambaran tentang perubahan hidup, rasa memiliki, atau tujuan yang dianggap lebih besar.

Janji tersebut digunakan untuk menarik simpati sekaligus memperkuat keterikatan seseorang dengan kelompok tertentu.

4. Mengarahkan ke komunitas tertutup

Korban dapat diarahkan masuk ke grup percakapan atau komunitas digital tertentu yang lebih tertutup.

Di ruang tersebut, informasi yang diterima biasanya hanya berasal dari satu sudut pandang sehingga seseorang semakin sulit memperoleh pembanding.

5. Memanfaatkan algoritma media sosial

Media sosial menggunakan sistem rekomendasi yang menampilkan konten berdasarkan kebiasaan pengguna.

Jika seseorang terus berinteraksi dengan informasi tertentu, ia dapat semakin sering menerima konten serupa. Kondisi ini dapat menciptakan kesan bahwa sebuah pandangan adalah kebenaran karena terus muncul di layar.

6. Menjauhkan seseorang dari lingkungan terdekat

Dalam proses yang berlangsung perlahan, seseorang dapat mulai menarik diri dari keluarga atau teman yang dianggap tidak memahami pandangannya.

Hubungan sosial yang sebelumnya terbuka bisa berubah karena korban semakin bergantung pada lingkungan baru yang memengaruhinya.

7. Mengarahkan pada pemahaman yang semakin ekstrem

Tahapan terakhir biasanya tidak terjadi secara tiba-tiba. Perubahan cara berpikir berlangsung sedikit demi sedikit hingga seseorang mulai menerima gagasan yang sebelumnya mungkin dianggap tidak wajar.

Karena prosesnya bertahap, tanda-tandanya sering baru terlihat ketika pengaruh tersebut sudah semakin kuat.

Peran keluarga dan literasi digital

Menghadapi risiko radikalisasi digital tidak cukup hanya dengan membatasi penggunaan internet. Hal yang tidak kalah penting adalah membangun komunikasi terbuka agar anak maupun orang terdekat memiliki ruang untuk bercerita.

Perubahan perilaku seperti mulai menutup diri, hanya mempercayai satu sumber informasi, atau menjauh dari lingkungan sosial perlu menjadi perhatian.

Meski tanda-tanda tersebut tidak selalu berarti seseorang terpapar paham radikal, komunikasi yang baik dapat membantu menemukan masalah sejak awal.

Di era digital, ancaman tidak selalu hadir melalui pesan yang penuh kebencian. Terkadang, pengaruh justru datang melalui pendekatan yang terlihat ramah dan penuh perhatian.

Karena itu, kemampuan mengenali pola manipulasi dan meningkatkan literasi digital menjadi bagian penting untuk menjaga ruang digital tetap aman. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menggabungkan AI Generatif dengan IBM Watson, Mitsui Chemicals Mulai Memverifikasi Penemuan Aplikasi Baru untuk Kelincahan dan Akurasi

    Menggabungkan AI Generatif dengan IBM Watson, Mitsui Chemicals Mulai Memverifikasi Penemuan Aplikasi Baru untuk Kelincahan dan Akurasi

    • calendar_month Jumat, 16 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.010
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id,- Mitsui Chemicals, Inc. (Kantor Pusat: Chuo-ku, Tokyo, Presiden & CEO: HASHIMOTO Osamu) dan IBM (NYSE: IBM) Jepang, Ltd. (Kantor Pusat: Chuo-ku, Tokyo, Manajer Umum dan Presiden: YAMAGUCHI Akio ) mulai memverifikasi untuk menilai kelincahan dan akurasi dalam menemukan aplikasi baru produk Mitsui Chemicals dengan menggabungkan Generative Pre-trained Transformer (GPT)(*1), AI generatif, dengan IBM […]

  • Gubernur Apresiasi  Berdirinya Perguruang Tinggi NU di  Sumsel  

    Gubernur Apresiasi  Berdirinya Perguruang Tinggi NU di  Sumsel  

    • calendar_month Sabtu, 5 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 719
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H. Herman Deru  yang  juga sebagai Mustasyar PBNU menghadiri acara forum silturahmi dan dialog dengan para peserta dari Pengurus Wilayah (PW)  dan Pengurus Cabang (PC) Nahdatul Ulama Se-Sumatera  dalam rangka  peringatan Harlah NU ke 99 yang dipusatkan di   di Gor Dempo Jakabaring Sport City Palembang, belum lama ini. Dalam arahannya Herman Deru […]

  • Ingat, Menhub Mau Hadiri Talkshow di Muba

    Ingat, Menhub Mau Hadiri Talkshow di Muba

    • calendar_month Selasa, 13 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.050
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Talkshow bertema Kinerja Empat tahun Kepemimpinan Presiden RI, Joko Widodo terkait transportasi di Indonesia, di Muba rencananya akan digelar pada 17 Nopember 2018. Acara tersebut rencananya juga akan dihadiri Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi. “Menteri Perhubungan RI nanti dijadwalkan tiba di Kabupaten Muba pada Pukul 13:00 WIB, Hari Sabtu 17 […]

  • Menambang Ide, Menata Masa Depan, Mengapa Daerah Perlu Memeluk Ekonomi Kreatif!

    Menambang Ide, Menata Masa Depan, Mengapa Daerah Perlu Memeluk Ekonomi Kreatif!

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 675
    • 0Komentar

    DI banyak sudut negeri ini, ide bermunculan seperti gorengan saat hujan deras, hangat, dan bikin ketagihan. Ada yang menjahit kain perca jadi tas kece, ada yang bikin animasi pakai laptop yang udah ngos-ngosan, ada pula yang jualan kopi kampung via Instagram dengan gaya sebaris “Strong like your ex’s prinsip, tapi tetap aromatik”. Semua bergerak, berkembang, […]

  • Karya Santri Ponpes, Mengenal Robot Deteksi Dini Covid-19

    Karya Santri Ponpes, Mengenal Robot Deteksi Dini Covid-19

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle Ujang Idrus
    • visibility 2.601
    • 0Komentar

    SEIRING meningkatnya kasus penyebaran Covid-19 di Indonesia beberapa waktu lalu, pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah pesantren dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Dalam PTM setiap santri harus terhindar pandemi Covid antara lain menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Melihat kondisi itu sehingga menginspirasi dua santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah untuk menciptakan robot deteksi dini […]

  • Menaker Sebut Pan Brothers Penuhi Kuota Pekerja Disabilitas

    Menaker Sebut Pan Brothers Penuhi Kuota Pekerja Disabilitas

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas masih menjadi perhatian dalam dunia ketenagakerjaan Indonesia. Pemerintah terus mendorong perusahaan, agar tidak hanya membuka lowongan kerja, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mampu mendukung pekerja dengan kebutuhan yang beragam. Salah satu perusahaan yang mendapat perhatian terkait upaya tersebut adalah PT Pan Brothers Tbk. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyebut […]

expand_less
WordPress Archive Crypterio – NFT and Crypto Landing Page WordPress Theme CryptiBIT – Technology, Cryptocurrency, ICO/IEO Landing Page WordPress theme Cryptico – ICO Crypto Landing & Cryptocurrency WordPress Theme​ Cryptiva – Cyber Security Services Elementor Template Kit Cryptiva – Cyber Security Services FSE WordPress Theme Cryptize – Blockchain Cryptocurrency & Bitcoin Elementor Template Kit Cryptlight – ICO NFT AI Landing Page WordPress Theme Crypto-land - Crypto Currency Landing Page WordPress Theme Crypto Portfolio Tracker | WordPress Plugin Crypto Price Alerts | WordPress Plugin