Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » “Ketika Batu, Besi & Silikon Nongkrong Bareng” (Revolusi Material & Mimpi Indonesia Bikin Sendiri Masa Depannya)

“Ketika Batu, Besi & Silikon Nongkrong Bareng” (Revolusi Material & Mimpi Indonesia Bikin Sendiri Masa Depannya)

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
  • visibility 776
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DULU manusia cuma bisa pilih satu gaya hidup berdasarkan bahan baku, mau jadi manusia batu, manusia perunggu, atau manusia besi. Gaya hidup mereka ditentukan, apa yang bisa dipukul, dibakar, atau dicetak. Tapi sekarang?. Kita hidup di zaman di mana bahan baku bukan cuma batu, tapi bisa “dibikin dari imajinasi”.

Hal ini bukan omong kosong motivator kelas seminar online, tapi keluar langsung dari mulut Profesor Konstantin Novoselov, peraih Nobel Fisika 2010, yang datang ke Bandung untuk buka Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2025.

Di hadapan para ilmuwan, pejabat, dan barisan rakyat berjaket almamater, Novoselov melempar pernyataan yang lebih tajam dari ujung mikroskop “Untuk pertama kalinya, umat manusia tidak perlu memilih satu usia material tertentu”

Maksudnya, kita sekarang hidup di zaman “semua bisa jadi bahan”, manusia bukan lagi tergantung pada apa yang tersedia di alam, tapi bisa merancang material dari nol alias dari tingkat atom, ibarat dulu cuma bisa masak nasi, sekarang bisa bikin nasi dari bayangan.

Profesor yang kini menetap di National University of Singapore ini juga membahas si primadona dunia material graphene. Sekilas bentuknya tipis kayak kulit kue dadar gulung, tapi kekuatannya ngalahin baja, konduktivitasnya bikin kabel tembaga minder, dan… ia sudah nongol di tiap smartphone yang kita pakai.

“Kalau kamu beli HP baru, kemungkinan besar kamu udah bawa graphene ke rumah,” ujar Novoselov, setengah bercanda tapi serius.

Yang bikin dagelan ini makin serius adalah ketika dia bicara soal functional intelligent materials, bahan yang bisa merasa, mengingat, bahkan mikir kayak otak manusia, kalau ini berhasil dikembangkan, bayangkan ada baju yang bisa berubah warna saat kita stres, atau dinding rumah yang tahu kita lagi galau dan nyetel lagu ‘Cinta Dalam Hati’.

Nah, di sinilah Indonesia harus jeli, dalam sesi pleno yang katanya jadi arahan penting Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang namanya panjang kayak kereta api ditekankan Indonesia harus naik kelas, jangan cuma jadi pembeli HP canggih, tapi juga jadi penemu bahan dasar HP-nya.

Kalau dunia sedang masuk era “imajinasi adalah bahan baku”, masa kita masih ribut bikin surat permohonan laboratorium yang tumpah ruah stempelnya?. Kalau negara lain udah mikir bikin jembatan dari material yang bisa deteksi gempa, masa kita masih bangga bikin jembatan yang kuat meski tanpa pagar?

Seperti kata pepatah teknologi modern “Yang lambat bukan karena takdir, tapi karena terlalu banyak rapat.”

Kalau Indonesia mau ikut pesta besar revolusi material ini, maka riset harus naik tahta, bukan cuma untuk nambah gelar, tapi untuk nyari solusi. Gak ada gunanya punya profesor segudang kalau hasil risetnya cuma jadi file PDF yang berdebu di server kampus.

Kemdiktisaintek yang kayaknya hasil gabungan beberapa kementerian lama sudah menunjukkan arah ke sana. Mereka ingin riset jadi tulang punggung, bukan cuma brosur pameran. Indonesia diajak jadi pemain, bukan penonton.

Forum KSTI 2025 ini bisa jadi awal, tapi seperti kata orang bijak dari masa lalu “Awal yang baik harus dilanjutkan dengan kerja nyata, bukan cuma foto bareng dan coffee break.”

Perjalanan manusia dari zaman batu ke zaman graphene bukan cuma kisah tentang perubahan teknologi, tapi tentang perubahan cara berpikir. Dulu, kita nunggu alam memberi, sekarang, kita bisa menciptakan.

Kalau masa depan adalah tentang siapa yang bisa mengolah imajinasi jadi realita, maka Indonesia harus segera berhenti jadi negara yang terlalu banyak ‘rencana strategis’ tapi miskin aksi konkret.

Karena di era bahan bisa dirancang dari atom, yang jadi batas cuma imajinasi, kalau imajinasi kita masih dibelenggu birokrasi, bisa-bisa kita kalah sama negara kecil yang punya mimpi besar, dan tak pernah takut untuk mencoba.

Jadi, kapan Indonesia mulai ngoprek atom sendiri, dan berhenti hanya jadi pelanggan tetap toko material global?

Klik dan renungkan, apakah anak cucu kita akan hidup di zaman Material Indonesia, atau masih jadi importir peradaban dari negeri orang?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Herman Deru : Perbaikan  Akses ke Lapas Merah Mata Sudah Dianggarkan

    Herman Deru : Perbaikan  Akses ke Lapas Merah Mata Sudah Dianggarkan

    • calendar_month Kamis, 24 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 981
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru berjanji segera memperbaiki akses jalan yang rusak menuju lembaga permasyarakatan (Lapas) Mata Merah. Hal tersebut disampaikannya saat menerima Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Sumsel Dr. H. Sudirman D. Hury, SH., MM., M.SC dalam rangka silaturhami sekaligus melaporkan kinerja Kemenkumham sebagai fungsi […]

  • Gubernur Tentukan Standar Biaya Hidup Untuk Tekan Angka Kemiskinan, Apa Saja Standarnya

    Gubernur Tentukan Standar Biaya Hidup Untuk Tekan Angka Kemiskinan, Apa Saja Standarnya

    • calendar_month Jumat, 23 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 924
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru didampingi Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru meminta agar Pemkab Empat Lawang untuk terus berupaya menurunkan angka kemiskinan dengan menekan batas biaya hidup sebagai parameter yang mempengaruhinya. Menekan biaya hidup dapat dilakukan dengan tersedianya infrastruktur yang baik, pendidikan yang baik, dan fasilitas-fasilitas untuk mensejahterakan masyarakat lainnya, kata […]

  • Feby Deru Upayakan  Kredit Lunak dari BSB, Untuk Pengrajin Ikan Asin dan Pengrajin Daun Nipah

    Feby Deru Upayakan  Kredit Lunak dari BSB, Untuk Pengrajin Ikan Asin dan Pengrajin Daun Nipah

    • calendar_month Rabu, 3 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 647
    • 0Komentar

    KETUA TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia HD terus  berupaya memberikan bantuan  permodalan bagi pelaku usaha ikan asin di kampung SIABANG yang terkonsentrasi di kawasan 5 Ulu, Jalan KH. Azhari, Lorong Keramat. Feby menyebut dalam setiap kunjungan yang dilakukannya bersama TP PKK Sumsel, ia selalu menggandeng dan bersinergi dengan OPD terkait. “Tadi setelah berbincang dengan […]

  • Bertabur Door Prize, Muba Fun Run Berlangsung dengan Meriah

    Bertabur Door Prize, Muba Fun Run Berlangsung dengan Meriah

    • calendar_month Senin, 20 Nov 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 970
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Kegiatan Muba Fun Run dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Musi Banyuasin  ke-67 tahun. Berlangsung dengan semarak dan penuh kemeriahan. Meski tampak penuh dengan keringat, terpantau masyarakat yang mengikuti Muba fun run tengah memadati Jalan Depan Rumah Dinas Bupati Muba, Sabtu (18/11/2023. Penjabat (Pj) Bupati Muba Drs H Apriyadi melalui Staf Ahli Bupati […]

  • DPRD – Pemprov.Sumsel Sepakati Perubahan KUA serta Perubahan Prioritas & Perubahan PPAS APBD Provinsi Sumsel TA 2023

    DPRD – Pemprov.Sumsel Sepakati Perubahan KUA serta Perubahan Prioritas & Perubahan PPAS APBD Provinsi Sumsel TA 2023

    • calendar_month Jumat, 4 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.091
    • 0Komentar

                            Sumselterkini.co.id, Palembang – Setelah melalui Proses pembahasan Bersama antara eksekutif dan Legislatif, hari ini DPRD Provinsi Sumatera Selatan dan Gubernur Sumatera Selatan menyepakati Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (Perubahan KUA) serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (Perubahan PPAS) APBD Provinsi Sumatera Selatan Tahun […]

  • Terkait Penerapan PSBB, Pemkot Palembang Tunggu Persetujuan Pemerintah Pusat

    Terkait Penerapan PSBB, Pemkot Palembang Tunggu Persetujuan Pemerintah Pusat

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.147
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palembang, Senin (20/4/2020) membahas rencana Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB), menyusul banyak transmisi local penyebaran Virus Corona di kota ini. Walikota Palembang H.Harnojoyo mengatakan, PSBB yang akan diterapkan ini telah diusulkan ke Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel).”Kapan waktunya kita belum tahu, apakah Minggu ini atau bukan,” katanya. Yang pastinya kata orang nomor satu […]

expand_less
WordPress Archive Kababi – Restaurant Elementor Template Kit Kadence Blocks Pro Kadence Pro Addon Kadence WooCommerce Extras Kaffa – Cafe & Coffee Shop WordPress Theme + RTL Kaffen – Coffe Shop & Restaurant Elementor Template Kit Kahlo – Art Gallery and Museum WordPress Theme Kajuh – Carpenter Elementor Template kit Kaleido | Photography Theme for WordPress Kalisa - Blog & Magazine WordPress Theme