Selasa, 15 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » “Ketika Batu, Besi & Silikon Nongkrong Bareng” (Revolusi Material & Mimpi Indonesia Bikin Sendiri Masa Depannya)

“Ketika Batu, Besi & Silikon Nongkrong Bareng” (Revolusi Material & Mimpi Indonesia Bikin Sendiri Masa Depannya)

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
  • visibility 771
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DULU manusia cuma bisa pilih satu gaya hidup berdasarkan bahan baku, mau jadi manusia batu, manusia perunggu, atau manusia besi. Gaya hidup mereka ditentukan, apa yang bisa dipukul, dibakar, atau dicetak. Tapi sekarang?. Kita hidup di zaman di mana bahan baku bukan cuma batu, tapi bisa “dibikin dari imajinasi”.

Hal ini bukan omong kosong motivator kelas seminar online, tapi keluar langsung dari mulut Profesor Konstantin Novoselov, peraih Nobel Fisika 2010, yang datang ke Bandung untuk buka Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2025.

Di hadapan para ilmuwan, pejabat, dan barisan rakyat berjaket almamater, Novoselov melempar pernyataan yang lebih tajam dari ujung mikroskop “Untuk pertama kalinya, umat manusia tidak perlu memilih satu usia material tertentu”

Maksudnya, kita sekarang hidup di zaman “semua bisa jadi bahan”, manusia bukan lagi tergantung pada apa yang tersedia di alam, tapi bisa merancang material dari nol alias dari tingkat atom, ibarat dulu cuma bisa masak nasi, sekarang bisa bikin nasi dari bayangan.

Profesor yang kini menetap di National University of Singapore ini juga membahas si primadona dunia material graphene. Sekilas bentuknya tipis kayak kulit kue dadar gulung, tapi kekuatannya ngalahin baja, konduktivitasnya bikin kabel tembaga minder, dan… ia sudah nongol di tiap smartphone yang kita pakai.

“Kalau kamu beli HP baru, kemungkinan besar kamu udah bawa graphene ke rumah,” ujar Novoselov, setengah bercanda tapi serius.

Yang bikin dagelan ini makin serius adalah ketika dia bicara soal functional intelligent materials, bahan yang bisa merasa, mengingat, bahkan mikir kayak otak manusia, kalau ini berhasil dikembangkan, bayangkan ada baju yang bisa berubah warna saat kita stres, atau dinding rumah yang tahu kita lagi galau dan nyetel lagu ‘Cinta Dalam Hati’.

Nah, di sinilah Indonesia harus jeli, dalam sesi pleno yang katanya jadi arahan penting Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang namanya panjang kayak kereta api ditekankan Indonesia harus naik kelas, jangan cuma jadi pembeli HP canggih, tapi juga jadi penemu bahan dasar HP-nya.

Kalau dunia sedang masuk era “imajinasi adalah bahan baku”, masa kita masih ribut bikin surat permohonan laboratorium yang tumpah ruah stempelnya?. Kalau negara lain udah mikir bikin jembatan dari material yang bisa deteksi gempa, masa kita masih bangga bikin jembatan yang kuat meski tanpa pagar?

Seperti kata pepatah teknologi modern “Yang lambat bukan karena takdir, tapi karena terlalu banyak rapat.”

Kalau Indonesia mau ikut pesta besar revolusi material ini, maka riset harus naik tahta, bukan cuma untuk nambah gelar, tapi untuk nyari solusi. Gak ada gunanya punya profesor segudang kalau hasil risetnya cuma jadi file PDF yang berdebu di server kampus.

Kemdiktisaintek yang kayaknya hasil gabungan beberapa kementerian lama sudah menunjukkan arah ke sana. Mereka ingin riset jadi tulang punggung, bukan cuma brosur pameran. Indonesia diajak jadi pemain, bukan penonton.

Forum KSTI 2025 ini bisa jadi awal, tapi seperti kata orang bijak dari masa lalu “Awal yang baik harus dilanjutkan dengan kerja nyata, bukan cuma foto bareng dan coffee break.”

Perjalanan manusia dari zaman batu ke zaman graphene bukan cuma kisah tentang perubahan teknologi, tapi tentang perubahan cara berpikir. Dulu, kita nunggu alam memberi, sekarang, kita bisa menciptakan.

Kalau masa depan adalah tentang siapa yang bisa mengolah imajinasi jadi realita, maka Indonesia harus segera berhenti jadi negara yang terlalu banyak ‘rencana strategis’ tapi miskin aksi konkret.

Karena di era bahan bisa dirancang dari atom, yang jadi batas cuma imajinasi, kalau imajinasi kita masih dibelenggu birokrasi, bisa-bisa kita kalah sama negara kecil yang punya mimpi besar, dan tak pernah takut untuk mencoba.

Jadi, kapan Indonesia mulai ngoprek atom sendiri, dan berhenti hanya jadi pelanggan tetap toko material global?

Klik dan renungkan, apakah anak cucu kita akan hidup di zaman Material Indonesia, atau masih jadi importir peradaban dari negeri orang?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sawah di Lais & Sanga Desa Terendam Banjir, Pemkab Bantu Benih

    Sawah di Lais & Sanga Desa Terendam Banjir, Pemkab Bantu Benih

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.052
    • 0Komentar

    MUSIBAH banjir akibat luapan Sungai Musi yang merendam sejumlah persawahan warga di Kecamatan Lais dan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin membuat tanaman atau benih padi ikut terendam. Menindaklanjuti hal itu, pihak Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Peternakan (TPHP) Muba mengajukan tambahan bantuan benih guna membantu petani di dua kecamatan tersebut. “Sudah disetujui oleh pihak Kementerian […]

  • Kades Baru, Semangat Baru..

    Kades Baru, Semangat Baru..

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 949
    • 0Komentar

    Sumselterkiini.co.id, – Di tengah ketenangan pagi yang semestinya dipenuhi suara ayam berkokok dan udara segar pedesaan, ada momen besar yang tiba-tiba membuat desa-desa di Musi Banyuasin seperti bertransformasi menjadi ajang pelantikan Kades ala Hollywood. Di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Bupati H M Toha pun tak mau ketinggalan dalam acara yang penuh semangat itu. Ini […]

  • Agora Dukung Audio Spasial 360° & Avatar Eksklusif dengan Solusi MetaChat

    Agora Dukung Audio Spasial 360° & Avatar Eksklusif dengan Solusi MetaChat

    • calendar_month Senin, 10 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 709
    • 0Komentar

    BEIJING, CHINA – Daftar masuk pilih nama buat avatar Anda sendiri, pilih ruang obrolan untuk masuk, dan Anda akan dapat berinteraksi dengan banyak pengguna lain dalam latensi rendah, stabil, dan cara halus dalam “metaverse”. Ada berbagai adegan virtual untuk Anda pilih; dan audio spasial 360° memungkinkan “kupu-kupu sosial” dan “fobia sosial” mengalami percakapan “tatap muka” […]

  • vaksinasi gratis dari PT BA bagi warga Muaenim
    CSR

    PT BA Gelar Vaksinasi Gratis bagi Warga Muaraenim

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 1.599
    • 0Komentar

    Sebanyak 2.350 vaksin covid jenis Sinopharm senilai Rp 2.065.979.000 diberikan gratis oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) untuk masyarakat sekitar Perusahaan. Pelaksanaan vaksinasi digelar di Gedung Serba Guna Baru PTBA dimulai Senin-Sabtu, 18-23 Oktober 2021 yang secara resmi dibuka oleh Direktur Operasi dan Produksi PTBA Suhedi didampingi Direktur Rumah Sakit Bukit Asam Medika (RSBAM) Juliana, […]

  • Rusun Pemkab Banyuasin Ditanam Bibit Buah-buahan, Bupati : Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

    Rusun Pemkab Banyuasin Ditanam Bibit Buah-buahan, Bupati : Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 14 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.475
    • 0Komentar

      BUPATI Banyuasin, H. Askolani, SH., MH didampingi Wakil Bupati H.Slamet Somosentono, SH menghadiri acara penanaman bibit tanaman buah-buahan bantuan dari Pemuda Batak Bersatu (PBB) Banyuasin di Halaman Rumah Susun Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Rabu (14/4/21). Dalam sambutannya, Bupati H.Askolani mengatakan bahwa bantuan bibit tanaman buah untuk masyarakat ini merupakan salah satu wujud nyata perhatian pemerintah melalui  […]

  • Prof Ginandjar Kartasasmita Sebut Feby Deru Pantas Pimpin PMI Sumsel

    Prof Ginandjar Kartasasmita Sebut Feby Deru Pantas Pimpin PMI Sumsel

    • calendar_month Jumat, 5 Jul 2019
    • account_circle Asri
    • visibility 843
    • 0Komentar

    PALEMBANG | Pengalamannya 10 tahun menjadi Ketua PMI di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur diyakini memudahkan Hj.Febrita Lustia Herman Deru atau akrab disapa Feby Deru memimpin organisasi PMI di Sumsel lima tahun kedepan. Demikian dikatakan Plh Ketua Umum PMI Pusat Prof Ginandjar Kartasasmita, pada acara Pelantikan pengurus Palang Merah Indonesia Provinsi Sumsel masa bakti […]

expand_less
WordPress Archive Kababi – Restaurant Elementor Template Kit Kadence Blocks Pro Kadence Pro Addon Kadence WooCommerce Extras Kaffa – Cafe & Coffee Shop WordPress Theme + RTL Kaffen – Coffe Shop & Restaurant Elementor Template Kit Kahlo – Art Gallery and Museum WordPress Theme Kajuh – Carpenter Elementor Template kit Kaleido | Photography Theme for WordPress Kalisa - Blog & Magazine WordPress Theme