Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Asuransi Pintar, Data Terancam? Budaya Perusahaan Jadi Kunci

Asuransi Pintar, Data Terancam? Budaya Perusahaan Jadi Kunci

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
  • visibility 3.052
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INDUSTRI asuransi kini sedang jatuh cinta sama AI, katanya biar cepat, biar efisien, biar tampak keren dan “pintar”. Tapi ya namanya juga cinta teknologi kadang bikin lupa risiko. Karena di balik AI yang katanya pintar, ada ancaman serius, data pribadi nasabah yang bisa bocor kapan saja.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengingatkan bahwa di era kecerdasan artifisial (AI), potensi penyalahgunaan data pribadi di industri asuransi makin meningkat.

Menurutnya, teknologi AI memang makin banyak dimanfaatkan untuk menentukan premi, menilai klaim, hingga menjadi agen layanan pelanggan.

“Otomatisasi proses klaim dan layanan pelanggan dengan memakai teknologi AI juga dapat meningkatkan efisiensi. Namun, ada tantangan yang perlu kita antisipasi,” ujar Nezar dalam rilis Komdigi di  iLearn Seminar bertema Reinforcing Insurance Governance Through Data Management and PDP Alignment di Hotel Movenpick, Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2025).

Ia menegaskan bahwa sistem AI membutuhkan data pribadi dalam volume besar untuk melatih model, yang otomatis meningkatkan risiko kebocoran data dan penyalahgunaan.

Lebih parahnya lagi, hasil perhitungan AI tidak selalu akurat. Data yang salah sedikit saja bisa bikin hasilnya bias. Nah, kalau biasnya sampai bikin klaim nasabah ditolak, bisa-bisa AI-nya yang pintar, nasabahnya yang pusing.

Sekarang bayangkan, eh…, maksudnya bukan dibayangkan tapi disadari, kalau AI salah baca data, bisa saja ada nasabah dianggap “berisiko tinggi”, padahal cuma karena alamatnya salah ketik. Yang tadinya mau klaim banjir, malah ditolak karena sistem mikir rumahnya di puncak gunung. Lah, gimana ceritanya?

Padahal Negara-negara canggih aja bisa bocor, apalagi kita, contohnya Amerika Serikat pernah geger gara-gara kasus Equifax, data jutaan warga lenyap begitu saja.

Selanjutnya Jepang, yang terkenal disiplin kayak jam tangan digital, pernah juga kecolongan data asuransi kesehatan. Bahkan Inggris? NHS-nya sempat dijebol hacker.

Nah, kalau mereka yang infrastrukturnya sekuat tembok baja bisa jebol, Indonesia yang kadang server-nya aja “maintenance terus” ya mesti lebih waspada.

Masalahnya, di kita ini, banyak perusahaan asuransi yang masih mikir pelindungan data pribadi itu cuma urusan hukum. “Yang penting patuh UU PDP, biar nggak kena sanksi,” katanya.

Padahal, seperti pepatah “Sekali air tumpah, tak bisa dikumpulkan lagi”. Data pribadi yang bocor nggak bisa dikumpulin kayak main puzzle. Begitu bocor, bisa ke mana-mana. Kadang ke dark web, kadang ke WA grup tetangga.

Wamen Nezar juga mengingatkan, pelindungan data itu bukan cuma soal kepatuhan hukum, tapi soal budaya perusahaan. Artinya, kesadaran menjaga data harus jadi DNA organisasi, bukan cuma pasang spanduk “Kami patuh UU PDP” di lobi kantor.

Budaya ini harus hidup, dari CEO sampai satpam yang jaga server. Kalau semua sadar, nggak ada lagi tuh password kantor yang isinya “admin123”.

Perusahaan yang cuma takut sanksi biasanya cuma fokus bikin dokumen formalitas. Tapi yang benar-benar punya budaya pelindungan data, mereka rutin audit keamanan, transparan ke nasabah, dan melatih karyawan agar ngerti cara jaga data pribadi. Bedanya kayak warung kopi yang rajin cuci gelas sendiri sama yang nunggu pelanggan protes baru dibersihin.

Lucunya, ada juga perusahaan yang merasa sudah aman cuma karena beli sistem AI mahal. Padahal, AI semahal apapun tetap bisa jadi bodoh kalau dikasih data yang salah.

Contohnya di luar negeri, ada AI yang menolak klaim pasien karena “dideteksi sudah meninggal dunia”, padahal orangnya masih hidup dan marah-marah di depan kantor. Nah lho, itu bukan error, itu dagelan versi digital.

Regulasi

Regulasi soal pelindungan data pribadi sudah ada Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Bahkan sekarang sedang disusun aturan turunannya lewat Peraturan Presiden.

Tapi, seperti kata Wamen Nezar, hukum tanpa budaya cuma jadi pajangan. Kalau budaya datanya belum hidup, regulasi secanggih apapun nggak akan menolong.

Kita butuh perusahaan yang bukan cuma patuh pada aturan, tapi hormat pada data. Patuh itu karena takut sanksi, hormat itu karena sadar nilai. Karena di era digital ini, yang dijual bukan cuma polis, tapi juga kepercayaan. Sekali kepercayaan hilang, premi sebesar apapun nggak akan nutup kerugian reputasi.

Jadi, solusi bukan cuma bikin sistem makin canggih, tapi bikin manusia di dalamnya makin sadar. Perusahaan asuransi harus mulai membangun budaya pelindungan data dari dalam, rutin audit, edukasi staf, dan jujur ke nasabah soal bagaimana data mereka digunakan. Karena percuma AI punya IQ 180 kalau yang ngatur masih suka nyimpen file penting di flashdisk gratisan dari seminar.

Intinya, AI boleh pintar, tapi data harus lebih pintar dijaga. Karena di dunia digital, kebocoran data itu bukan soal “kalau”, tapi soal “kapan”. Bisnis asuransi yang bisa bertahan bukan yang paling cepat proses klaimnya, tapi yang paling dipercaya nasabahnya.

Oleh karena itu, jangan biarkan AI jadi lebih bijak dari manusia yang menciptakannya. Kalau mesin bisa belajar menghormati data, masa manusia malah abai?. Kalau itu sampai terjadi, ya siap-siap aja kita dengar berita kocak tapi miris “AI makin pintar, manusia makin ceroboh”.

Jadi, ketawa boleh, tapi sambil sadar, menjaga data pribadi itu bukan lelucon. Karena kalau bocor, yang ketawa terakhir biasanya bukan kita, tapi hacker-nya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Luncurkan Program Revitalisasi Toilet Destinasi Wisata di Bali & 5 DSP

    Luncurkan Program Revitalisasi Toilet Destinasi Wisata di Bali & 5 DSP

    • calendar_month Jumat, 19 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.231
    • 0Komentar

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, meluncurkan program revitalisasi toilet destinasi wisata di Bali dan di 5 (lima) destinasi super prioritas. Program ini merupakan upaya Kemenparekraf/Baparekraf dalam menghadirkan toilet yang nyaman bagi wisatawan sekaligus memenuhi unsur kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan keberlangsungan lingkungan yang menjadi perhatian utama wisatawan pascapandemi. […]

  • Silahturahmi Kelompok Cipayung Plus dengan Polda Sumsel, Bahas Apa?

    Silahturahmi Kelompok Cipayung Plus dengan Polda Sumsel, Bahas Apa?

    • calendar_month Sabtu, 3 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.512
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumbagsel, Bambang Irawan. mengungkapkan  bahwa Cipayung plus merupakan wadah tempat berkumpulnya seluruh OKP dan Ormas untuk mengontrol mengawal perjalanan bangsa Indonesia. Dia menjelaskan, dalam perjalanan Budi Utomo pada tahun 1908, Sumpah pemuda 28 Oktober 1928, yang mengantarkan kemerdekaan Indonesia itu investasi terbesarnya adalah […]

  • Berpisah..

    Berpisah..

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.114
    • 0Komentar

     PADA angin aku bercerita Pada sunyinya malam aku mengadu Dibawah pelukan ibukota, Masih teringat memori yang hampir sirna Menawarkan sedikit luka yang datang  Menawarkan rindu yang tak terhalang oleh waktu. berawal kita bertemu tanpa arah kita berpisah.   Penulis  : Aqila Ajeng Pratiwi Pelajar   : Kelas XI Ponpes  Terpadu Ulul Abshor  Semarang, Jateng  

  • Dapet Penghargaan ICSB, Bupati Muba : Ini Bukti Kerja Keras Warga Muba

    Dapet Penghargaan ICSB, Bupati Muba : Ini Bukti Kerja Keras Warga Muba

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.075
    • 0Komentar

    PROGRAM nyata dan konkrit Bupati Musi Banyuasin Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA dalam pemberdayaan UMKM khususnya di tengah pandemi COVID-19 ini mendapat sorotan positif dan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dalam kesempatan kali ini, dimana Kementerian Koperasi dan UKM memberikan penghargaan International Council for Small Business (ICSB) Indonesia City Award 2020 dengan […]

  • Jardine Matheson dan Hongkong Land Rayakan 50 tahun Jardine House: Gedung Pencakar Langit Pertama Hong Kong terus Berinovasi dan Menarik Penyewa Kelas Dunia

    Jardine Matheson dan Hongkong Land Rayakan 50 tahun Jardine House: Gedung Pencakar Langit Pertama Hong Kong terus Berinovasi dan Menarik Penyewa Kelas Dunia

    • calendar_month Minggu, 16 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.403
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, HONG KONG SAR – Media OutReach – Jardine Matheson dan Hongkong Land memperingati 50 tahun Jardine House, gedung pencakar langit pertama di Hong Kong, dan pusat ekosistem Central Hongkong Land. Selesai pada tahun 1973, Jardine House menetapkan standar baru dengan desainnya yang kuat, lift tercepat, pendingin AC terbesar, dan 1.748 jendela kaca melingkar ikonik yang […]

  • Jogja, Angkringan Ide yang Nggak Pernah Sepi

    Jogja, Angkringan Ide yang Nggak Pernah Sepi

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 805
    • 0Komentar

    Sumselterkini.colid, –  Balai Pengelolaan Kekayaan Intelektual di Yogyakarta mendadak terasa kayak warung kopi yang di-upgrade jadi TEDx. Ada yang pakai batik, ada yang pakai hoodie tulisannya “Patah Hati Tapi Produktif”. Semua ngumpul karena ada satu acara keren Bincang Kreatif Bersama Pegiat Ekonomi Kreatif akhir pekan lalu. Datanglah dia Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif. Gayanya […]

expand_less
WordPress Archive The Outset – MultiPurpose WordPress Theme for Saas & Startup The Plus – Addon for Elementor Page Builder WordPress Plugin The Reporter – Newspaper Editorial WordPress Theme The Restaurant – Restauranteur and Catering One Page Theme The Retailer – Premium WooCommerce Theme The Shop – PWA eCommerce CMS The Spice Lounge – Restaurant / Cafe HTML5 Template The Team Pro – Team Showcase WordPress Plugin The Trial – Law WordPress Theme The Wall – Media Gallery – jQuery Powered