Sabtu, 15 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Asuransi Pintar, Data Terancam? Budaya Perusahaan Jadi Kunci

Asuransi Pintar, Data Terancam? Budaya Perusahaan Jadi Kunci

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
  • visibility 3.043
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INDUSTRI asuransi kini sedang jatuh cinta sama AI, katanya biar cepat, biar efisien, biar tampak keren dan “pintar”. Tapi ya namanya juga cinta teknologi kadang bikin lupa risiko. Karena di balik AI yang katanya pintar, ada ancaman serius, data pribadi nasabah yang bisa bocor kapan saja.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengingatkan bahwa di era kecerdasan artifisial (AI), potensi penyalahgunaan data pribadi di industri asuransi makin meningkat.

Menurutnya, teknologi AI memang makin banyak dimanfaatkan untuk menentukan premi, menilai klaim, hingga menjadi agen layanan pelanggan.

“Otomatisasi proses klaim dan layanan pelanggan dengan memakai teknologi AI juga dapat meningkatkan efisiensi. Namun, ada tantangan yang perlu kita antisipasi,” ujar Nezar dalam rilis Komdigi di  iLearn Seminar bertema Reinforcing Insurance Governance Through Data Management and PDP Alignment di Hotel Movenpick, Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2025).

Ia menegaskan bahwa sistem AI membutuhkan data pribadi dalam volume besar untuk melatih model, yang otomatis meningkatkan risiko kebocoran data dan penyalahgunaan.

Lebih parahnya lagi, hasil perhitungan AI tidak selalu akurat. Data yang salah sedikit saja bisa bikin hasilnya bias. Nah, kalau biasnya sampai bikin klaim nasabah ditolak, bisa-bisa AI-nya yang pintar, nasabahnya yang pusing.

Sekarang bayangkan, eh…, maksudnya bukan dibayangkan tapi disadari, kalau AI salah baca data, bisa saja ada nasabah dianggap “berisiko tinggi”, padahal cuma karena alamatnya salah ketik. Yang tadinya mau klaim banjir, malah ditolak karena sistem mikir rumahnya di puncak gunung. Lah, gimana ceritanya?

Padahal Negara-negara canggih aja bisa bocor, apalagi kita, contohnya Amerika Serikat pernah geger gara-gara kasus Equifax, data jutaan warga lenyap begitu saja.

Selanjutnya Jepang, yang terkenal disiplin kayak jam tangan digital, pernah juga kecolongan data asuransi kesehatan. Bahkan Inggris? NHS-nya sempat dijebol hacker.

Nah, kalau mereka yang infrastrukturnya sekuat tembok baja bisa jebol, Indonesia yang kadang server-nya aja “maintenance terus” ya mesti lebih waspada.

Masalahnya, di kita ini, banyak perusahaan asuransi yang masih mikir pelindungan data pribadi itu cuma urusan hukum. “Yang penting patuh UU PDP, biar nggak kena sanksi,” katanya.

Padahal, seperti pepatah “Sekali air tumpah, tak bisa dikumpulkan lagi”. Data pribadi yang bocor nggak bisa dikumpulin kayak main puzzle. Begitu bocor, bisa ke mana-mana. Kadang ke dark web, kadang ke WA grup tetangga.

Wamen Nezar juga mengingatkan, pelindungan data itu bukan cuma soal kepatuhan hukum, tapi soal budaya perusahaan. Artinya, kesadaran menjaga data harus jadi DNA organisasi, bukan cuma pasang spanduk “Kami patuh UU PDP” di lobi kantor.

Budaya ini harus hidup, dari CEO sampai satpam yang jaga server. Kalau semua sadar, nggak ada lagi tuh password kantor yang isinya “admin123”.

Perusahaan yang cuma takut sanksi biasanya cuma fokus bikin dokumen formalitas. Tapi yang benar-benar punya budaya pelindungan data, mereka rutin audit keamanan, transparan ke nasabah, dan melatih karyawan agar ngerti cara jaga data pribadi. Bedanya kayak warung kopi yang rajin cuci gelas sendiri sama yang nunggu pelanggan protes baru dibersihin.

Lucunya, ada juga perusahaan yang merasa sudah aman cuma karena beli sistem AI mahal. Padahal, AI semahal apapun tetap bisa jadi bodoh kalau dikasih data yang salah.

Contohnya di luar negeri, ada AI yang menolak klaim pasien karena “dideteksi sudah meninggal dunia”, padahal orangnya masih hidup dan marah-marah di depan kantor. Nah lho, itu bukan error, itu dagelan versi digital.

Regulasi

Regulasi soal pelindungan data pribadi sudah ada Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Bahkan sekarang sedang disusun aturan turunannya lewat Peraturan Presiden.

Tapi, seperti kata Wamen Nezar, hukum tanpa budaya cuma jadi pajangan. Kalau budaya datanya belum hidup, regulasi secanggih apapun nggak akan menolong.

Kita butuh perusahaan yang bukan cuma patuh pada aturan, tapi hormat pada data. Patuh itu karena takut sanksi, hormat itu karena sadar nilai. Karena di era digital ini, yang dijual bukan cuma polis, tapi juga kepercayaan. Sekali kepercayaan hilang, premi sebesar apapun nggak akan nutup kerugian reputasi.

Jadi, solusi bukan cuma bikin sistem makin canggih, tapi bikin manusia di dalamnya makin sadar. Perusahaan asuransi harus mulai membangun budaya pelindungan data dari dalam, rutin audit, edukasi staf, dan jujur ke nasabah soal bagaimana data mereka digunakan. Karena percuma AI punya IQ 180 kalau yang ngatur masih suka nyimpen file penting di flashdisk gratisan dari seminar.

Intinya, AI boleh pintar, tapi data harus lebih pintar dijaga. Karena di dunia digital, kebocoran data itu bukan soal “kalau”, tapi soal “kapan”. Bisnis asuransi yang bisa bertahan bukan yang paling cepat proses klaimnya, tapi yang paling dipercaya nasabahnya.

Oleh karena itu, jangan biarkan AI jadi lebih bijak dari manusia yang menciptakannya. Kalau mesin bisa belajar menghormati data, masa manusia malah abai?. Kalau itu sampai terjadi, ya siap-siap aja kita dengar berita kocak tapi miris “AI makin pintar, manusia makin ceroboh”.

Jadi, ketawa boleh, tapi sambil sadar, menjaga data pribadi itu bukan lelucon. Karena kalau bocor, yang ketawa terakhir biasanya bukan kita, tapi hacker-nya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Cindo” Cara Diskominfo OKI Sapa Warga Lewat Dunia Maya

    “Cindo” Cara Diskominfo OKI Sapa Warga Lewat Dunia Maya

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.363
    • 0Komentar

    DINAS Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) membuat program penyebarluasan informasi melalui dialog virtual atau live podcast dengan tajuk Cerita Informasi Seputaran OKI [ Cindo ]. Dialog virtual itu disiarkan secara langsung melalui berbagai kanal resmi media sosial seperti Facebook, Instagram dan kanal Youtube milik Diskominfo OKI. Pada edisi perdananyo Cindo mengangkat tema […]

  • Ribuan Guru di Muba Ikuti Seminar Menuju Ranking 1

    Ribuan Guru di Muba Ikuti Seminar Menuju Ranking 1

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 906
    • 0Komentar

    LEMBAGA Yayasan Anak Negeri (YANi) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar seminar dengan tema seminar Menuju Ranking 1, bertempat di Opproom Pemkab Muba, Kamis (24/10/2019). Mewakili Bupati Muba H Dodi Reza Alex, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muba Musni Wijaya SSos MSi mengatakan bahwa, Pemkab Muba menyambut baik kegiatan seminar yang dilaksanakan oleh lembaga […]

  • Narkoba Ancam Generasi Muda, 4 Kabapaten di Sumsel Punya BNK, Kok Palembang Kalah…!

    Narkoba Ancam Generasi Muda, 4 Kabapaten di Sumsel Punya BNK, Kok Palembang Kalah…!

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.037
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Peredaran narkoba makin menggila, nyaris nggak ada remnya. Dari gang kecil sampai jalan besar, ancaman ini terus mengintai anak muda. Kalau nggak segera ditindak, bisa-bisa kota ini jadi sarang narkoba!. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan nggak tinggal diam. Mereka mendesak supaya Palembang punya Badan Narkotika Kota (BNK) sendiri. Soalnya, kota lain […]

  • [Sarip Petir: Kisah TKI Antargalaksi] Bab 2: Welcome to Karmelia, Negara Tanpa Cicilan

    [Sarip Petir: Kisah TKI Antargalaksi] Bab 2: Welcome to Karmelia, Negara Tanpa Cicilan

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 843
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Begitu mendarat di Planet Karmelia, Sarip merasa seperti ayam kampung masuk mal ber-AC, segalanya serba canggih. Pintu otomatis, jalanan melayang, dan tempat sampah yang bisa ngomong, ‘Masukkan sampahmu dengan cinta, jangan buang perasaanmu sembarangan’. Sarip manggut-manggut, setengah kagum, setengah lapar. Angin bandara pun  beraroma lavender, bukan aroma solar dan gorengan bekas kayak di […]

  • Pemerintah Indonesia Apresiasi Solidaritas Global di Masa Pandemi

    Pemerintah Dorong Percepatan Vaksinasi Pelajar untuk Perkuat Persiapan PTM

    • calendar_month Rabu, 25 Agt 2021
    • account_circle Bono
    • visibility 962
    • 0Komentar

    Pemerintah menggencarkan program vaksinasi bagi pelajar untuk mendukung persiapan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di daerah. Vaksinasi penting untuk melindungi insan pendidikan dan keluarganya dari potensi paparan COVID-19.

  • Lama Istirahat, Liburan Berbasis Bertualang di Teluk Gelam Menggaliat Lagi

    Lama Istirahat, Liburan Berbasis Bertualang di Teluk Gelam Menggaliat Lagi

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.384
    • 0Komentar

    MENYONGSONG normal baru Kawasan wisata Teluk Gelam di Ogan Komering Ilir (OKI) kini menggeliat kembali. Bagi para traveler atau wisatawan domestic yang menyenangi kegiatan Outdoor Activity atau liburan berbasis petualangan alam (adventure) kini dapat memacu andrenaline di Kawasan Danau seluas 250 hektare itu. Bagi yang rindu adventure nuansa alam setelah lama tidak keluar rumah akibat […]

expand_less
WordPress Archive The Outset – MultiPurpose WordPress Theme for Saas & Startup The Plus – Addon for Elementor Page Builder WordPress Plugin The Reporter – Newspaper Editorial WordPress Theme The Restaurant – Restauranteur and Catering One Page Theme The Retailer – Premium WooCommerce Theme The Shop – PWA eCommerce CMS The Spice Lounge – Restaurant / Cafe HTML5 Template The Team Pro – Team Showcase WordPress Plugin The Trial – Law WordPress Theme The Wall – Media Gallery – jQuery Powered