Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Digital Bukan Cuma Soal Sinyal, Tapi Soal “Isi Kepala”

Digital Bukan Cuma Soal Sinyal, Tapi Soal “Isi Kepala”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • visibility 3.250
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU ngomong soal digitalisasi, yang kebayang di kepala banyak orang biasanya cuma dua sinyal kenceng dan kuota murah.
Padahal, kata Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, transformasi digital sejati itu bukan cuma urusan tower yang menjulang tinggi atau sinyal 5G yang bikin kita bisa nonton drakor tanpa buffering.
Digitalisasi, katanya, soal manusia. Soal akal sehat dan kesempatan yang adil dari kota sampai pelosok.

Ya, benar juga sih. Buat apa sinyal 5G kalau manusianya masih berpikir 2G?
Sama aja kayak punya iPhone 16 tapi isinya cuma buka TikTok buat nonton kucing joget.

Selama ini pemerintah kita kayak lomba marathon bangun tower. Tiap tahun, ada aja program baru, satelit naik, BTS berdiri, fiber optik nembus gunung. Tapi Meutya bilang, yang nggak kalah penting justru infrastruktur manusianya.

Manusia digital itu bukan yang tangannya cepat scroll Instagram, tapi yang paham gimana teknologi bisa bantu hidupnya lebih baik.
Makanya Kemkomdigi bikin program seperti Digital Talent Scholarship dan AI Talent Factory, biar masyarakat nggak cuma jadi penonton kemajuan, tapi juga pemainnya.

Karena, kalau kata pepatah lama, “sebaik-baiknya sinyal adalah yang menguatkan pikiran, bukan sekadar bar di pojok layar”

Meutya juga menegaskan digitalisasi harus adil.
Jangan sampai orang di Jakarta sibuk belajar machine learning, sementara di Papua masih sibuk nyari sinyal naik ke atap.
Sekarang memang sudah mulai berubah. Katanya, lewat Satelit SATRIA I dan Satelit Nusantara V, sudah ada lebih dari 27.865 titik layanan publik yang tersambung internet, termasuk 1.631 titik di Papua.

Artinya, sekarang guru di pedalaman pun bisa ngajar pakai video call, dan anak kampung bisa belajar coding tanpa harus ke kota.
Karena dalam dunia digital, kecepatan sinyal seharusnya tidak menentukan kecepatan masa depan.

Biar nggak kelihatan kayak “katanya doang”, coba lihat contoh negara lain yang sukses bikin digitalisasi jadi urusan manusia, bukan cuma mesin, misalnya di Estonia,  negara mungil di Eropa ini jadi kampiun digital government.

Hampir semua urusan warganya online, dari bikin KTP, bayar pajak, sampai milih presiden. Tapi rahasianya bukan cuma internet cepat, melainkan pendidikan digital yang dimulai sejak SD.

Anak TK di sana bukan cuma main lego, tapi juga belajar keamanan data!

Selain itu di Finlandia, pemerintahnya gratisin kursus AI for Everyone. Jadi, bukan cuma programmer yang belajar AI, tapi juga ibu rumah tangga dan petani.

Hasilnya? Masyarakatnya melek teknologi tapi tetap “berperasaan”. Digital tapi manusiawi.

Korea Selatan juga, bukan cuma jago bikin K-pop dan drama, tapi juga mendidik masyarakatnya jadi pengguna digital yang cerdas. Pemerintahnya punya “Digital Inclusion Policy”, supaya lansia pun bisa pakai aplikasi tanpa panik tombol mana yang ditekan.

Bahkan India gak ketinggalan  karena  program digital India, bukan hanya bikin jaringan internet luas, tapi juga mendorong masyarakat kecil pakai teknologi buat usaha. Sekarang pedagang sayur di New Delhi sudah bisa nerima pembayaran lewat QR code, mirip kayak gerobak bakso di Palembang.

Lihat kan? Mereka nggak cuma bangun jaringan, tapi juga bangun akal sehat digital.

Meutya Hafid benar, transformasi digital bukan proyek sekali jadi. Ini marathon panjang  dari membangun infrastruktur sampai menyiapkan manusianya.

Karena kalau manusia nggak siap, teknologi justru bisa balik nyenggol kita.

Contohnya, AI bisa bantu kerja cepat, tapi kalau pengguna nggak paham etika digital, yang muncul malah hoaks, plagiarisme, dan toxic comment yang bikin dunia maya mirip pasar becek.

Makanya, penting banget edukasi digital itu disebar luas. Mulai dari anak sekolah sampai bapak-bapak grup WA RT yang masih hobi share berita aneh jam dua pagi.

Pepatah bilang “Sinyal boleh hilang, tapi akal jangan ikut hilang”. Artinya, secanggih apapun teknologi, manusia tetap yang pegang kendali.

Karena teknologi tanpa nilai kemanusiaan cuma bikin hidup cepat, tapi nggak bikin hidup bermakna. Jadi, kalau mau benar-benar “maju digital”, jangan cuma bangun tower dan server. Bangun juga empati, literasi, dan kemampuan berpikir kritis.

Digitalisasi Indonesia sedang ngebut, tapi jangan sampai kehilangan arah.
Karena sejatinya, kemajuan digital bukan diukur dari kecepatan download, tapi dari kedalaman pemahaman.

Kalau manusia Indonesia bisa jadi bagian dari perubahan, bukan cuma penikmatnya, maka digitalisasi akan membawa keadilan, bukan kesenjangan.

Seperti kata Bu Menteri, “transformasi digital bukan soal teknologi, tapi soal kesempatan yang lebih adil bagi semua”.

Dan itu, teman-teman, adalah sinyal yang paling kuat dari semuanya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berniat Bangun Maktab di Mekkah

    Berniat Bangun Maktab di Mekkah

    • calendar_month Rabu, 14 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 852
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG- Di hari ke 43 dirinya menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru, menerima Dewan Pengurus Pusat Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan (DPP Forpess), sehubungan akan diadakannya Musyawarah Besar (Mubes) VII tanggal 17-18 November di Ruang Tamu Gubernur, Selasa (13/11/2018). Dalam bincang-bincang audiensi tersebut, tercetus keinginan Gubernur Sumsel Herman Deru (HD) untuk membangun maktab […]

  • Kebijakan Stimulus OJK Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional, Itu Sangat Dibutuhkan Apalagi Masa Pandemi

    Kebijakan Stimulus OJK Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional, Itu Sangat Dibutuhkan Apalagi Masa Pandemi

    • calendar_month Selasa, 8 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 943
    • 0Komentar

    KEPALA Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8, Bali dan Nusa Tenggara Giri Tribroto mengatakan, berbagai kebijakan stimulus telah dikeluarkan oleh OJK dimasa pandemi COVID-19. “Tentunya kebijakan-kebijkan stimulus tersebut bersinergi dengan pemerintah, Bank Indonesia, serta dukungan dari Komisi XI DPR-RI, yang ditujukan untuk pemulihan ekonomi nasional,” kata Giri saat Webinar Securities Crowdfunding-Alternatif Pendanaan UMKM pada […]

  • Transaksi Muba Expo 2023 Capai 6,7 Miliar,Penutupan Muba Expo Dimeriahkan Artis Kopral Jono 

    Transaksi Muba Expo 2023 Capai 6,7 Miliar,Penutupan Muba Expo Dimeriahkan Artis Kopral Jono 

    • calendar_month Jumat, 3 Nov 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.016
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Selama Penyelenggaraannya Kegiatan Muba Expo Tahun 2023 dalam rangka memeriahkan HUT ke-67 Kabupaten Muba, terjadi transaksi ekonomi mencapai Rp 6,7 Milyar dengan total pengunjung rata-rata lebih dari 20.000 orang per hari. Muba Expo 2023 yang telah berlangsung selama tujuh hari ini di ikuti kurang lebih 300 stand yang terdiri dari Dinas dan instansi, […]

  • “Ekonomi Sumsel 5,42 %, Antara Angka, Sambal & Senyum yang Belum Tuntas!”

    “Ekonomi Sumsel 5,42 %, Antara Angka, Sambal & Senyum yang Belum Tuntas!”

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.787
    • 0Komentar

    DI SUMATERA SELATAN [Sumsel] ekonomi itu bukan cuma urusan angka di PowerPoint atau istilah yang bikin jidat berkerut.Ekonomi di sini punya rasa, he.. bisa rasa pedas kayak sambal terasi di warung pecel lele, bisa manis kayak kopi Semendo, dan kadang getir kayak tahu goreng yang lupa dikasih sambal. Bahkan katanya nih, menurut data paling gres, […]

  • Selama Nataru, Pemerintah Akan Terapkan Prokes Ketat

    Selama Nataru, Pemerintah Akan Terapkan Prokes Ketat

    • calendar_month Sabtu, 25 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 734
    • 0Komentar

    PEMERINTAH melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 33 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 dalam Pelaksanaan Ibadah dan Peringatan Hari Raya Natal Tahun 2021 terutama tentang penerapan prokes, yang terus disosialisasikan kepada masyarakat. Demikian dikatakan Plt. Direktur Jenderal Bimas Kristen Kemenag RI, Pontus Sitorus, dalam Dialog Produktif dari Media […]

  • Bulan K3 Nasional, Pusri Ajari Warga Jinakkan Api, Bisa?

    Bulan K3 Nasional, Pusri Ajari Warga Jinakkan Api, Bisa?

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 273
    • 0Komentar

    BULAN K3 Nasional di PT Pusri Palembang tahun ini tidak diisi dengan teori berat atau ceramah bikin mata berat. Lewat program Safety Goes to Society, Pusri justru mengajak warga sekitar perusahaan belajar menghadapi kebakaran rumah tangga dan cara menjinakkan api secara aman. Iya, api yang biasa nongkrong di dapur, bukan api versi film action. Biasanya […]

expand_less
WordPress Archive Realesta – Real Estate Elementor Template Kit Really Simple SSL Pro - Improve Security with Really Simple SSL Pro Realtee – Real Estate Elementor Template Kit Realtyspace – Real estate WordPress Theme Rebike – Rent Bike Elementor Template Kit Rebirth – Freelance & Agency Portfolio WordPress Theme Reboist – Landscape & Gardening Elementor Template Kit Re:bytes | Electronics Repair WordPress Theme reCaptcha for WooCommerce Recent Posts For Elementor