Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » SUMSELGLOBAL » TPI: Tiga Huruf yang Bisa Ubah Nasib Nelayan

TPI: Tiga Huruf yang Bisa Ubah Nasib Nelayan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
  • visibility 580
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(Bilingual Article / Artikel Dua Bahasa: 🇮🇩 Indonesia – 🇬🇧 English Summary Below)
Tulisan utama dalam Bahasa Indonesia. English version available at the end.

PAGI yang cerah, saat burung camar belum sempat cuci muka, nelayan-nelayan di pesisir Sumsel sudah lebih dulu menyapa ombak. Tapi sayangnya, hasil tangkapan mereka sering seperti nasib jomblo akut semangat membara, tapi hasilnya nihil.

Sudah bangun sebelum subuh, melaut sampai keringat asin menyatu dengan air laut, eh.. pulangnya disambut tengkulak yang nawar harga lebih sadis dari mantan ngajak balikan tapi minta DP pernikahan duluan.

Tapi di tengah laut asanya yang sering keruh itu, muncul angin segar,  Rabu, 16 Juli 2025, rombongan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumsel sowan ke Wakil Gubernur Sumsel, H. Cik Ujang. Bukan untuk selfie atau numpang ngopi, tapi membawa suara para nelayan yang selama ini lebih sering dianggap background noise di podcast pembangunan.

Ketua HNSI Sumsel, Pak Gunawan, menyampaikan dengan nada dalam dan dialek khas “Kami ni nyari ikan dari subuh, Pak. Tapi  hargonyo dak sesuai kalo la berurusan dengan tengkulak, makonyo kami ngarep nian ado TPI yang  biso ngerubah nasib kami ?” (“Kami ini kerja dari subuh, Pak. Tapi sering harga ikan kami ditekan tengkulak. Kalau gak segera dibangun TPI, gimana nasib kami?”) begitulah curhat dengan bahasa Palembang.

Sang Wagub menyambut dengan logat Palembang yang bikin suasana hangat. “Aku dukung nian. Tapi idak biso jalan dewe-dewe. Harus samo-samo, jangan nelayan kalah cepat dari tengkulak. Pemerintah siap bantu, asal kito satu suaro”. (“Kami sangat dukung. Tapi gak bisa jalan sendiri. Harus bareng-bareng. Jangan sampai nelayan kalah langkah dari tengkulak. Pemerintah siap bantu, asal kita satu tujuan”), begitulah kira-kira jawab pak Wakil Gubernur Sumsel.

Menurut data Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel tahun 2024, lebih dari 72% nelayan kecil masih tergantung pada sistem jual-beli yang tidak transparan, dan didominasi tengkulak. Artinya, selama TPI (Tempat Pelelangan Ikan) belum dibangun atau dihidupkan kembali, nelayan tetap jadi korban pasar yang seperti air keruh,  tak jelas ke mana arusnya.

TPI bukan cuma bangunan berbau amis dengan atap seng. Ia adalah panggung utama nelayan tempat harga ditentukan secara adil, transaksi terbuka, dan para perantara nakal bisa terdeteksi.

Kalau kita mau belajar, tengok –lah Pati, nekad belajar ke Norwegia, Kabupaten Pati di Jawa Tengah sudah membuktikan dengan membangun TPI digital, nelayan bisa tahu harga pasar dari HP, bukan dari bisik-bisik di warung kopi, bahkan transaksinya bisa dicatat secara otomatis dan diverifikasi.

Atau tengok Norwegia, negara yang penduduknya kalah banyak dari follower selebgram, tapi sistem lelang ikannya bikin iri. Mereka punya Fish Auction System full online transparan, cepat, dan nelayan gak perlu lagi jadi korban sistem.

Kalau TPI cuma jadi pidato, jangan salahkan laut kalau “ngambek”, kata pepatah “Di mana ada air, di situ ada ikan. Tapi di mana sistem bobrok, di situ keuntungan cuma buat segelintir orang”.

Kalau TPI terus-terusan hanya jadi bahan paparan PowerPoint atau latar belakang saat selfie pejabat, jangan salahkan kalau suatu hari laut memilih cuti bersama.

Jangan-jangan nanti nelayan lebih memilih ikut lomba karaoke antar-RT, soalnya karaoke  kalah dapet mie instan, menang dapet piala, dan melaut?  dapat ikan, harga disunat kayak diskon palsu.

Solusinya ya.. jangan setengah laut, maksudnya bangunlah TPI Sumsel yang bukan hanya fisik, tapi juga digital, ada aplikasi buat cek harga ikan, info cuaca, sistem lelang terbuka bahkan mungkin fitur “pesan kopi sebelum berangkat”.

Jangan lupa juga ajak anak muda, kalau enggak, profesi nelayan bisa bernasib kayak warung telepon dan kaset pita jadi cerita nostalgia. “Laut tidak pernah khianat pada nelayan yang tulus. Tapi sistem kadang PHP-nya nyakitin”.

Nelayan tidak butuh dikasihani, mereka butuh keadilan harga, transparansi pasar, dan perlindungan yang nyata, bukan tepuk tangan seremonial.

Nelayan bukan poster program pemerintah, mereka adalah penopang protein bangsa, penjaga dapur rakyat, oleh karena itu TPI bukan pilihan tapi keharusan yang harus dibangun kalau mau nelayan sejahtera.

Jadi, kapan kita bangun TPI beneran?, sebelum ikan-ikan kita pindah KTP ke negara sebelah karena harga di sana lebih masuk akal.[***]

———————————————————————————–

🇬🇧 English Summary

Fish Auction System: Three Letters That Could Save Indonesian Fishermen

WHILE Indonesia brands itself as a maritime nation, many of its coastal communities are still trapped in outdated systems. Without proper Fish Auction Houses (TPI), fishermen are forced to sell their catch to middlemen (tengkulak) at unfair prices.

In July 2025, South Sumatra’s fishermen—represented by HNSI—met the Vice Governor to request a centralized, transparent, and digital TPI. Drawing inspiration from Central Java’s digital TPI and Norway’s online fish auction system, this article advocates for bold action.

Fishermen deserve more than ceremonial visits. They need a system that protects their labor and honors their catch. Don’t wait until the sea goes on strike. Build the system now—fair, fast, and future-ready.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bersama Kita Jaga Kesehatan Jiwa Keluarga

    Bersama Kita Jaga Kesehatan Jiwa Keluarga

    • calendar_month Minggu, 7 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 853
    • 0Komentar

    MASA pandemi COVID-19 membawa banyak ketidakpastian yang berdampak pada kesehatan jiwa keluarga. Dari dihinggapi perasaan cemas dan stres, kebingungan akibat banyaknya informasi, hingga merasakan kebosanan karena ruang gerak terbatas. Ada hal-hal yang bisa kita lakukan untuk membantu kesehatan jiwa keluarga, agar pulih dan tangguh, seperti mengenali gejala yang dialami, saling beri dukungan, sadar jika kondisinya tidak […]

  • Tunda Vaksinasi Jika Anak Dalam Kondisi Ini

    Tunda Vaksinasi Jika Anak Dalam Kondisi Ini

    • calendar_month Sabtu, 5 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 687
    • 0Komentar

    SEGERAKAN vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 12-17 tahun, kecuali jika anak dalam kondisi demam (37.5 derajat Celsiu atau lebih), baru sembuh dari COVID-19 kurang dari 3 bulan, dan berada dalam kondisi kurang dari 1 bulan setelah imunisasi lain. Tunda juga jika memiliki Hipertensi, Diabetes Melitus, penyakit-penyakit menahun, kelainan bawaan, defisiensi imun primer, penyakit autoimun, atau […]

  • Platform Digital Wajib Bayar Media, Publik Tetap Dapat Berita Akurat

    Platform Digital Wajib Bayar Media, Publik Tetap Dapat Berita Akurat

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 115
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Indonesia memperkuat perlindungan terhadap industri media nasional melalui kebijakan baru yang mewajibkan platform digital global membayar kompensasi bagi media lokal yang karyanya dimanfaatkan. Langkah ini bertujuan menjaga keberlanjutan ruang redaksi sekaligus memastikan masyarakat tetap menerima informasi yang akurat dan terverifikasi. Kebijakan ini lahir di tengah kekhawatiran bahwa banjir konten digital dari platform internasional sering […]

  • Serentak, Bupati Banyuasin Launching Penyaluran Bantuan BLT

    Serentak, Bupati Banyuasin Launching Penyaluran Bantuan BLT

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 997
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin H Askolani didampingi Ketua TP PKK dr Fitriyanti Askolani bersama unsur FKPD, Senin (18/5/2020) mulai menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat Kabupaten Banyuasin. Kendati harus melintasi jalan setapak yang licin,  becek dan ada juga yang tergenang air namun keduanya nampak penuh semangat. Satu demi satu, ATM bantuan Sosial Pemkab Banyuasin dan dana Desa termasuk […]

  • Hari Kasus COVID -19 Nihil, Gugus Tugas Tetapkan Ingatkan Masyarakat Jaga Disiplin

    Hari Kasus COVID -19 Nihil, Gugus Tugas Tetapkan Ingatkan Masyarakat Jaga Disiplin

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 818
    • 0Komentar

    JURU Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumsel, Yusri kembali mengingatkan kepada semua masyarakat untuk tetap disiplin dalam memakai masker, jaga jarak dan melakukan social distancing. Terutama masker, dia juga mengingatkan bahwa beberapa kali dijumpai terutama di lingkungan pasar masih ada yang tidak menggunakan masker baik itu penjual maupun pembeli. “Nah ini kami ingatkan supaya […]

  • Menag Siap Bersinergi Dengan Ormas Islam, Akan Maksimal Komunikasi

    Menag Siap Bersinergi Dengan Ormas Islam, Akan Maksimal Komunikasi

    • calendar_month Jumat, 23 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 971
    • 0Komentar

    MENTERI Agama Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan dirinya berkomitmen untuk mengintensifkan komunikasi dengan seluruh ormas Islam. Karena menurutnya, komunikasi adalah kunci membangun sinergi untuk memajukan bangsa. Hal ini dikemukakan Menag Yaqut saat menerima perwakilan pengurus Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyah, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. “Prinsipnya, Kemenag ingin membangun sinergi dengan seluruh ormas Islam yang ada. Dan kami […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Cart Notices WooCommerce Cart Plugin – Ultimate Shopping Cart Solution WooCommerce Cart Reports WooCommerce Cart Variation Switcher | Change Variant in Cart WooCommerce Cart – WooCart Pro WooCommerce Catalog Mode WooCommerce Catalog Visibility Options WooCommerce Category Accordion WooCommerce Ceneo.pl / Nokaut.pl / Domodi.pl Integration WooCommerce Chained Products