Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » SUMSELGLOBAL » TPI: Tiga Huruf yang Bisa Ubah Nasib Nelayan

TPI: Tiga Huruf yang Bisa Ubah Nasib Nelayan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
  • visibility 564
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(Bilingual Article / Artikel Dua Bahasa: 🇮🇩 Indonesia – 🇬🇧 English Summary Below)
Tulisan utama dalam Bahasa Indonesia. English version available at the end.

PAGI yang cerah, saat burung camar belum sempat cuci muka, nelayan-nelayan di pesisir Sumsel sudah lebih dulu menyapa ombak. Tapi sayangnya, hasil tangkapan mereka sering seperti nasib jomblo akut semangat membara, tapi hasilnya nihil.

Sudah bangun sebelum subuh, melaut sampai keringat asin menyatu dengan air laut, eh.. pulangnya disambut tengkulak yang nawar harga lebih sadis dari mantan ngajak balikan tapi minta DP pernikahan duluan.

Tapi di tengah laut asanya yang sering keruh itu, muncul angin segar,  Rabu, 16 Juli 2025, rombongan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumsel sowan ke Wakil Gubernur Sumsel, H. Cik Ujang. Bukan untuk selfie atau numpang ngopi, tapi membawa suara para nelayan yang selama ini lebih sering dianggap background noise di podcast pembangunan.

Ketua HNSI Sumsel, Pak Gunawan, menyampaikan dengan nada dalam dan dialek khas “Kami ni nyari ikan dari subuh, Pak. Tapi  hargonyo dak sesuai kalo la berurusan dengan tengkulak, makonyo kami ngarep nian ado TPI yang  biso ngerubah nasib kami ?” (“Kami ini kerja dari subuh, Pak. Tapi sering harga ikan kami ditekan tengkulak. Kalau gak segera dibangun TPI, gimana nasib kami?”) begitulah curhat dengan bahasa Palembang.

Sang Wagub menyambut dengan logat Palembang yang bikin suasana hangat. “Aku dukung nian. Tapi idak biso jalan dewe-dewe. Harus samo-samo, jangan nelayan kalah cepat dari tengkulak. Pemerintah siap bantu, asal kito satu suaro”. (“Kami sangat dukung. Tapi gak bisa jalan sendiri. Harus bareng-bareng. Jangan sampai nelayan kalah langkah dari tengkulak. Pemerintah siap bantu, asal kita satu tujuan”), begitulah kira-kira jawab pak Wakil Gubernur Sumsel.

Menurut data Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel tahun 2024, lebih dari 72% nelayan kecil masih tergantung pada sistem jual-beli yang tidak transparan, dan didominasi tengkulak. Artinya, selama TPI (Tempat Pelelangan Ikan) belum dibangun atau dihidupkan kembali, nelayan tetap jadi korban pasar yang seperti air keruh,  tak jelas ke mana arusnya.

TPI bukan cuma bangunan berbau amis dengan atap seng. Ia adalah panggung utama nelayan tempat harga ditentukan secara adil, transaksi terbuka, dan para perantara nakal bisa terdeteksi.

Kalau kita mau belajar, tengok –lah Pati, nekad belajar ke Norwegia, Kabupaten Pati di Jawa Tengah sudah membuktikan dengan membangun TPI digital, nelayan bisa tahu harga pasar dari HP, bukan dari bisik-bisik di warung kopi, bahkan transaksinya bisa dicatat secara otomatis dan diverifikasi.

Atau tengok Norwegia, negara yang penduduknya kalah banyak dari follower selebgram, tapi sistem lelang ikannya bikin iri. Mereka punya Fish Auction System full online transparan, cepat, dan nelayan gak perlu lagi jadi korban sistem.

Kalau TPI cuma jadi pidato, jangan salahkan laut kalau “ngambek”, kata pepatah “Di mana ada air, di situ ada ikan. Tapi di mana sistem bobrok, di situ keuntungan cuma buat segelintir orang”.

Kalau TPI terus-terusan hanya jadi bahan paparan PowerPoint atau latar belakang saat selfie pejabat, jangan salahkan kalau suatu hari laut memilih cuti bersama.

Jangan-jangan nanti nelayan lebih memilih ikut lomba karaoke antar-RT, soalnya karaoke  kalah dapet mie instan, menang dapet piala, dan melaut?  dapat ikan, harga disunat kayak diskon palsu.

Solusinya ya.. jangan setengah laut, maksudnya bangunlah TPI Sumsel yang bukan hanya fisik, tapi juga digital, ada aplikasi buat cek harga ikan, info cuaca, sistem lelang terbuka bahkan mungkin fitur “pesan kopi sebelum berangkat”.

Jangan lupa juga ajak anak muda, kalau enggak, profesi nelayan bisa bernasib kayak warung telepon dan kaset pita jadi cerita nostalgia. “Laut tidak pernah khianat pada nelayan yang tulus. Tapi sistem kadang PHP-nya nyakitin”.

Nelayan tidak butuh dikasihani, mereka butuh keadilan harga, transparansi pasar, dan perlindungan yang nyata, bukan tepuk tangan seremonial.

Nelayan bukan poster program pemerintah, mereka adalah penopang protein bangsa, penjaga dapur rakyat, oleh karena itu TPI bukan pilihan tapi keharusan yang harus dibangun kalau mau nelayan sejahtera.

Jadi, kapan kita bangun TPI beneran?, sebelum ikan-ikan kita pindah KTP ke negara sebelah karena harga di sana lebih masuk akal.[***]

———————————————————————————–

🇬🇧 English Summary

Fish Auction System: Three Letters That Could Save Indonesian Fishermen

WHILE Indonesia brands itself as a maritime nation, many of its coastal communities are still trapped in outdated systems. Without proper Fish Auction Houses (TPI), fishermen are forced to sell their catch to middlemen (tengkulak) at unfair prices.

In July 2025, South Sumatra’s fishermen—represented by HNSI—met the Vice Governor to request a centralized, transparent, and digital TPI. Drawing inspiration from Central Java’s digital TPI and Norway’s online fish auction system, this article advocates for bold action.

Fishermen deserve more than ceremonial visits. They need a system that protects their labor and honors their catch. Don’t wait until the sea goes on strike. Build the system now—fair, fast, and future-ready.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Prioritas Arah kebijakan Muba 2019

    5 Prioritas Arah kebijakan Muba 2019

    • calendar_month Selasa, 23 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.017
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Delapan fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menyampaikan Pemandangan Umum Terhadap Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Muba, yang telah disampaikan Bupati Muba, H Dodi Reza Alex Noerdin pada sidang paripurna sebelumnya. Rapat Paripurna Masa Persidangan III Rapat ke-26 Dalam Rangka Pemandangan Umum Fraksi […]

  • OKI Diganjar Penghargaan Karena Dinilai Suksel Dorong Program Ini

    OKI Diganjar Penghargaan Karena Dinilai Suksel Dorong Program Ini

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 896
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir dinilai sukses mendorong implementasi Program Kampung Iklim (ProKlim). Atas upaya itu kesekian kalinya Ogan Komering Ilir diganjar penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim). Tahun ini dengan predikat Utama. Program nasional yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini bertujuan melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk menguatkan kemampuan adaptasi demi […]

  • Indonesia New Normal Segera Diterapkan, Muba Sudah Realokasi & Refocusing APBD 2020

    Indonesia New Normal Segera Diterapkan, Muba Sudah Realokasi & Refocusing APBD 2020

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 692
    • 0Komentar

    MESKI Kab. Musibanyuasin [Muba] bukan salah daerah di Sumsel yang perlu dipantau pusat, namun Muba sudah menyiapkan diri terkait  rencana penerapan tatanan hidup baru alias new normal life yang digaungkan pemerintah sejak beberapa pekan terakhir. Presiden Joko Widodo beberapa kali meminta masyarakat berdamai dengan virus corona selama vaksin dan obat belum ditemukan. Disadari, pandemi corona […]

  • Panglima Perang Pasangan Calon Wali Kota & Wakil Wali Kota Palembang, Fitri -Nandri Sebut Suara Milenial & Gen Z  jadi Penentu Kemenangan

    Panglima Perang Pasangan Calon Wali Kota & Wakil Wali Kota Palembang, Fitri -Nandri Sebut Suara Milenial & Gen Z jadi Penentu Kemenangan

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.140
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda dan Nandriani Oktarina yakin bisa memenangkan pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang lewat dukungan milenial dan gen z. Hal itu dikatakan Panglima Perang [Ketua Tim pemenangan Fitri-Nandri,] Eddy Santana Putra [ESP] disela deklarasi tim pemenangan dan relawan Fitri-Nandri di Posko Pemenangan […]

  • Bupati Lahat Curhat kepada Walikota Palembang Terkait PDAM

    Bupati Lahat Curhat kepada Walikota Palembang Terkait PDAM

    • calendar_month Jumat, 8 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 956
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Bupati Lahat Cik Ujang menemui Walikota Palembang H. Harnojoyo curhat terkait bagaimana menyehatkan PDAM agar meraih keuntungan. “PDAM di Lahat belum waras, makanya kami bertukar pikiran untuk minta pendampingan BUMD yang bergerak di penyediaan air bersih untuk masyarakat Lahat,”paparnya saat menemui Walikota Palembang di kediaman Dinas, jumat [8/2/2019]. Dipilihnya Palembang sebagai tempat belajar, […]

  • Tos-tosan, Indonesia Keok 2-3 Atas Malaysia di Semifinal AAF 2018

    Tos-tosan, Indonesia Keok 2-3 Atas Malaysia di Semifinal AAF 2018

    • calendar_month Kamis, 12 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 784
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Sidoarjo – Timnas U -19 harus mengaku keunggulan Timnas U-19 Malaysia 2-3 dalam adu finalti  di Semifinal di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (12/7/2018). Sebelumnya kedua tim hanya mampu berbagi angka 1-1 dalam waktu 90 menit. Malaysia merupakan juara grup B dan bermain tak terkalahkan di babak penyisihan. Sementara Indonesia merupakan Runner-up grup A […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Cart Notices WooCommerce Cart Plugin – Ultimate Shopping Cart Solution WooCommerce Cart Reports WooCommerce Cart Variation Switcher | Change Variant in Cart WooCommerce Cart – WooCart Pro WooCommerce Catalog Mode WooCommerce Catalog Visibility Options WooCommerce Category Accordion WooCommerce Ceneo.pl / Nokaut.pl / Domodi.pl Integration WooCommerce Chained Products