Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » “Operasi Karung Beras, Negara Gendong Emak-Emak Lewat Tanggal Tua”

“Operasi Karung Beras, Negara Gendong Emak-Emak Lewat Tanggal Tua”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
  • visibility 644
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LANGIT Sekayu belum sempat cemberut, matahari pun baru buka satu mata ketika Fitri Yanti, emak-emak pejuang dapur dari Kelurahan Soak Baru, sudah berdandan rapi seperti mau kondangan, namun  bukan kondangan yang dituju melainkan halaman Kantor Bupati Muba, tempat launching penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) alias beras bantuan dari negara.

“Mak, serius ini kita dikasih dua karung?” tanya Dira, tetangganya, sambil nahan senyum kayak habis disuruh tampil dadakan di arisan RT.
“Iya, Ri. Dua karung. Satu buat Juni, satu buat Juli. Tapi dibagi sekarang juga. Alhamdulillah, nggak usah ngutang dulu ke warung Mak Jum” Fitri menjawab sambil melirik bungkusan beras seberat 20 kilogram di tangannya. Matanya berbinar. Suaranya lebih bening daripada siaran pagi radio lokal.

Wakil Bupati Muba, Kyai Rohman yang pagi itu tampil kalem seperti ustaz pembuka pengajian, berdiri di atas podium. Ia menatap lautan manusia dengan senyum teduh ala orang tua yang baru gajian dan tahu semua cucunya minta jajan.

“Kita di sini bukan sekadar bagi beras, ini bentuk cinta negara, bukan cinta palsu kayak janji mantan. Bantuan ini bagian dari program nasional, untuk meringankan beban dapur rakyat” katanya.
Tepuk tangan menggelegar bahkan burung gereja yang biasa nongkrong di atas pohon kantor bupati ikut bersiul.

Ali Badri, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, menyambung “Jumlah penerima kita di Muba ini 35.380 keluarga, Pak Wabup. Total 707,6 ton beras. Satu ton aja bisa bikin kenyang satu kampung seminggu, ini lebih dari tujuh ratus ton. Bayangkan!”
Penonton terdiam, sebagian hitung-hitungan di kepala. Sebagian lagi malah ingat belum masak nasi di rumah.

Sebetulnya, program ini bukan sulap bukan sihir, ini hasil gotong royong lintas lembaga dari Badan Pangan Nasional, Kementerian Sosial, Bulog, sampai aparat desa dan Satgas Pangan, kayak tim sepak bola nasional, kalau striker-nya Bulog, playmaker-nya Kemensos, dan bek tangguhnya perangkat desa.

Semua satu tim, satu tujuan yang bikin rakyat nggak lapar, dan dapur tetap ngebul walau harga-harga kadang naik kayak layangan putus benang.

Distribusinya pun digarap serius. Nggak asal lempar. Dari laporan resmi, Kecamatan Sekayu jadi raja penerima dengan 6.556 keluarga. Disusul Lais (4.680 keluarga) dan Sungai Lilin (2.621 keluarga). Ini bukan kompetisi, tapi kalaupun lomba—mereka pasti juara sabar nunggu bantuan datang.

Kalau boleh jujur, program ini datang tepat waktu. Menurut data BPS (Badan Paling Serius, eh, Statistik maksudnya), angka kemiskinan di Muba memang butuh pelampung.

Dalam laporan terakhir, sekitar 13% warga Muba hidup di bawah garis kemiskinan. Dan program seperti ini bisa jadi pelampung darurat. Bukan cuma soal beras, tapi juga jaminan bahwa negara hadir, meski kadang lewat kiriman karung.

“Kalau setiap dua bulan dapat, lumayanlah. Kita bisa atur. Yang penting anak-anak tetap sarapan. Nggak harus mewah. Yang penting kenyang, sehat, dan masih bisa senyum walau utang numpuk di warung,” kata Endang, satu lagi penerima bantuan, sambil menggulung ujung kerudungnya dan nyengir malu-malu.

Tentu kita semua paham, beras bantuan ini bukan solusi jangka panjang. Ini hanya satu sisi dari rubik kesejahteraan. Yang harus dikerjakan lebih dari sekadar bagi-bagi. Harus ada jaring pengaman sosial yang lebih kuat. Pendidikan yang mengangkat, lapangan kerja yang layak, dan harga sembako yang nggak bikin jantung jedag-jedug tiap akhir bulan.

Tapi untuk hari ini, syukuri apa yang datang, karena seperti kata pepatah warung kopi “Kalau belum bisa makan daging tiap hari, ya minimal nasi jangan absen. Rejeki boleh kecil, asal nasinya cukup dan senyumnya tetap lebar.”

Program bantuan pangan di Muba ini adalah contoh bagaimana negara dalam segala kelambatannya, kadang masih tahu caranya menyapa rakyat. Bukan lewat baliho, tapi lewat beras. Bukan lewat janji, tapi lewat karung-karung putih berisi harapan.

Dan buat warga seperti Fitri Yanti, Dira, dan Endang, dua karung beras bisa berarti dua bulan hidup tanpa deg-degan. Dua bulan anak-anak tetap bisa kenyang. Dua bulan dapur bisa tetap bernyanyi walau belum bisa memasak rendang.

Semoga, ini bukan akhir. Tapi awal dari pola pikir baru bahwa negara bukan hanya hadir di musim kampanye, tapi juga di dapur rakyat kecil yang selalu memasak cinta di atas bara pengharapan.[***]

Tulisan ini menggabungkan fakta dan fiksi. Tokoh-tokoh seperti Fitri dan Dira hanyalah perwakilan imajinatif dari ribuan warga Muba yang menerima bantuan beras. Programnya nyata, datanya akurat, dan senyumnya tidak direkayasa. Kami hanya membumbui ceritanya agar tidak hambar, karena informasi yang baik harus juga lezat untuk dinikmati.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berdayakan Startup dan Majukan Inovasi dalam Ekonomi Digital Hong Kong, SUNeVision Luncurkan Program Startup Pertama

    Berdayakan Startup dan Majukan Inovasi dalam Ekonomi Digital Hong Kong, SUNeVision Luncurkan Program Startup Pertama

    • calendar_month Rabu, 27 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.695
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – HONG KONG SAR – Media OutReach – SUNeVision Holdings Ltd. (“SUNeVision”, SEHK: 1686), penyedia pusat data nomor satu di Hong Kong, hari ini mengumumkan peluncuran Program Startup pertamanya untuk memberdayakan dan mempercepat startup lokal inovasi dalam ekonomi digital Hong Kong. Inisiatif ini menghubungkan startup dengan mitra teknologi penting di ekosistem pusat data SUNeVision […]

  • Ini Ketentuan Pelaksanaan Vaksin Booster Januari 2022

    Ini Ketentuan Pelaksanaan Vaksin Booster Januari 2022

    • calendar_month Kamis, 13 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 850
    • 0Komentar

     KEMENTERIAN Kesehatan menerbitkan Surat Edaran terkait ketentuan pelaksanaan vaksin booster pada Januari 2022. Surat Edaran No. HK.02.02/II/252/2022 ini di antaranya mengatur tentang jenis vaksin booster yang diberikan di bulan Januari 2022. Untuk penerima dosis primer Sinovac akan diberikan booster berupa ½ dosis vaksin AstraZeneca (0,25 ml) atau ½ dosis vaksin Pfizer (0,15 ml). Untuk penerima […]

  • Kemenag Hadirkan Aplikasi Haji Pintar

    Kemenag Hadirkan Aplikasi Haji Pintar

    • calendar_month Selasa, 17 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.883
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Bandung –  Musim haji kali ini, Kementerian Agama RI (Kemenag) merilis layanan berbasis digital versi terbaru,  aplikasi dinamai Haji Pintar dan bisa didownload di Google Play Store. “Alhamdulillah saat ini aplikasi Haji Pintar sudah bisa diunduh,” terang Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis dalam keterangan resminya di Bandung, mengutip Warta Ekonomi.co.id, Senin (16/7/2018) […]

  • DKP Apresiasi Walikota Beli Lukisan Karya Seniman Palembang

    DKP Apresiasi Walikota Beli Lukisan Karya Seniman Palembang

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.261
    • 0Komentar

    Dewan Kesenian Palembang (DKP) mengapresiasi langkah Walikota Palembang Harnojoyo terhadap dukungannya demi kemajuan kesenian di Kota Palembang dengan berhasil memenangkan lelang sebuah lukisan karya seniman asal Palembang Askandi dengan mengajukan penawaran tertinggi senilai 25 juta rupiah, pada kegiatan Musyawarah Perencanan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2021 yang di Hotel Harper Palembang, Hal […]

  • Berkat Go-jek Indonesia Berpontesi Jadi Negara Maju Ke-5

    Berkat Go-jek Indonesia Berpontesi Jadi Negara Maju Ke-5

    • calendar_month Kamis, 29 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.137
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, BANDUNG  -Saat ini, dunia bergerak sangat cepat. Kemajuan di bidang teknologi digital bergerak begitu pesat tanpa bisa dihindari. Menurut data di seluruh dunia, digitalisasi dan penggunaan internet sudah di atas 70%. Ada yang di atas 88%. Bahkan, di Eropa telah mencapai 90%. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika […]

  • 2 Venue JSC Rusak Berat akibat Hujan Angin, Kerugian ditafsir Rp20 Miliar

    2 Venue JSC Rusak Berat akibat Hujan Angin, Kerugian ditafsir Rp20 Miliar

    • calendar_month Minggu, 28 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Kerusakan sekitar 14 venue di Jakabaring Sport City [JSC] ditafsir mencapai Rp20 miliar menyusul, Sabtu sore [27/10/2018] hujan disertai angina kencang [putting beliung] melanda daerah tersebut. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengatakan, nilai kerugian tersebut didapat berdasarkan perhitungan sementara terhadap kerusakan yang terjadi pada 14 venue di JSC. “Saya sudah pantau langsung, ada yang […]

expand_less
WordPress Archive The Events Calendar Event Tickets Plus The Events Calendar Eventbrite Tickets The Events Calendar Filter Bar The Events Calendar PRO WordPress Plugin The Events Calendar Shortcode and Templates Pro – WordPress Plugin The Events Calendar Single Event Page Builder The Experts – Business Consulting and Professional Services WordPress Theme The Food Truck – WordPress Theme The Frog = Creative News / Blog Magazine & Front-end Submission WP Theme The Galison – Multi-Concept News and Magazine Theme