Kamis, 8 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Religi » Merawat Kedamaian ala Sumsel, Maulid Nabi 1447 H & Istighasah Kebangsaan

Merawat Kedamaian ala Sumsel, Maulid Nabi 1447 H & Istighasah Kebangsaan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
  • visibility 927
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BICARA soal Sumatera Selatan, orang biasanya langsung ingat Palembang Kota Pempek, tapi sekarang ada satu menu istimewa lain yang nggak kalah gurih status zero conflict alias bebas ribut-ribut, bukan karena wong Palembang malas debat, tapi karena mereka tahu pepatah klasik “Coba-coba ribut, cuma bikin capek tanpa dapat pempek gratis”.

Belum lama ini di Asrama Haji Palembang, ribuan jamaah datang bukan buat rebutan tekwan, tapi untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H yang dibungkus dengan istighasah dan doa kebangsaan. Acara ini dihadiri pejabat lengkap dari Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Wakil Gubernur H. Cik Ujang, sampai Dubes Seychelles, lengkap sudah, tinggal tukang es kacang merah yang absen.

Gubernur Herman Deru dalam sambutannya bilang, Sumsel sudah lama dikenal sebagai daerah zero conflict, alias, wong sini adem ayem, nggak gampang kepancing isu receh. Kalau ada kabar hoaks di medsos, biasanya malah dibales dengan komentar, “Iyo, iyo, tapi kapan traktir makan pindang?”

Beda dengan daerah lain yang kadang gampang panas, wong Sumsel lebih pilih adem, karena mereka paham pepatah “Api kecil bisa jadi kawan, kalau api gede bisa bikin gosong ikan belido”, jadi ya mending damai-damai bae.

Perayaan Maulid Nabi 1447 H ini sebenarnya bukan cuma soal shalawat dan doa, lebih dari itu, ini jadi momentum buat ngaca ke ajaran Nabi Muhammad SAW yang rahmatan lil alamin. Rasulullah itu bukan sekadar pemimpin, tapi teladan kedamaian.

Kalau Nabi dulu bisa menyatukan suku Aus dan Khazraj yang dulu ribut kayak fans bola beda klub, kenapa kita yang satu provinsi nggak bisa akur? Wong cuma beda selera pempek, ada yang suka kapal selam, ada yang suka adaan. Toh ujung-ujungnya sama-sama dicocol cuko.

Uniknya, acara ini nggak hanya level lokal, karena terhubung via Zoom, acara ini jadi nasional, bahkan ada Dubes Seychelles hadir, luar biasa, kan? Sumsel bukan cuma zero conflict, tapi juga zero gaptek.

Bayangkan, para jamaah istighasah sambil terhubung ke layar Zoom, bedanya sama meeting kantor, kali ini nggak ada yang pura-pura mati lampu biar nggak disuruh presentasi, semua serius, karena ini doa buat bangsa.

Sumsel itu miniatur Indonesia, ada banyak suku, agama, dan bahasa, tapi hidup damai, kalau orang tanya rahasianya apa, mungkin jawabannya sederhana, wong kito lebih suka sibuk di dapur bikin pempek ketimbang ribut di jalan.

Pepatah Palembang bisa jadi rumus “Kalau masih bisa ngopi bareng, buat apa berantem?” . Nah, di Maulid Nabi ini, kopi, doa, shalawat, semua campur jadi satu. Hasilnya? damai terasa kental, kayak kuah model Palembang.

Ada pepatah Jawa bilang, “Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah”, kalau diterjemahin versi Sumsel “Rukun bikin santai, ribut bikin ngeluh”

Coba seandainya warga Sumsel itu gampang ribut, Stadion Jakabaring bisa penuh bukan karena nonton bola, tapi karena demo tiap minggu, untungnya wong kito cerdas, lebih baik energi dipakai nyanyi shalawat dan doa kebangsaan, daripada marah-marah nggak jelas.

Kalau ada provokasi, biasanya dijawab dengan humor, misalnya ada yang coba manas-manasin, “Eh, kau ndak marah dipanggil gitu?” Dijawab santai “Marah apo? Marah lapar yo?”

Peringatan Maulid Nabi 1447 H di Palembang ngasih pesan jelas, damai itu bukan hadiah, tapi hasil kerja sama. Pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, semua ikut andil.

Seperti pepatah “Air tenang menghanyutkan, air bergelora bikin orang mabuk laut”. maka lebih baik kita jadi air tenang, ngalir pelan tapi memberi manfaat. Sumsel sudah buktikan itu dengan status zero conflict.

Dari Sungai Musi yang tenang, kita belajar bahwa kedamaian bisa jadi identitas, dari pempek yang beragam, kita belajar bahwa perbedaan bisa bikin rasa makin lengkap, dari Maulid Nabi 1447 H, kita belajar bahwa doa dan shalawat bisa jadi energi menjaga bangsa.

Sumatera Selatan bukan cuma terkenal karena pempek dan Sriwijaya, tapi juga karena Sumsel zero conflict, simbol harmoni di tengah perbedaan. Semoga Indonesia bisa meniru, nggak perlu ribut, nggak perlu gaduh, cukup rukun dan saling menghargai.

Karena, kata pepatah wong kito “Lebih baik sibuk bikin pempek ketimbang bikin keributan”.[****]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Angkat Bicara Terkait Luas Lahan Pertanian di Kabupaten OKI Turun

    Bupati Angkat Bicara Terkait Luas Lahan Pertanian di Kabupaten OKI Turun

    • calendar_month Selasa, 30 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.438
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, OKI –  Bupati Ogan Komering Ilir [OKI] H. Iskandar, SE angkat bicara terkait dengan luas lahan pertanian di daerah turun sesuai metode perhitungan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut Ketua APKASI Regional Sumatera ini terkait dirilisnya data tersebut pihaknya akan semakin fokus untuk dalam upaya peningkatan produksi padi di OKI. Dia menjelaskan menurunnya luas […]

  • Gubernur HD Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah 

    Gubernur HD Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah 

    • calendar_month Senin, 26 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 903
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID,PALEMBANG – Gubernur Sumsel Herman Deru menerima Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Palembang di ruang tamu gubernur, Senin (26/11/2018). Dalam kesempatan itu HD mengapresiasi  kontribusi yang telah diberikan Muhammadiyah untuk Sumsel. Kontribusi Muhammadiyah terhadap masyarakat Sumsel banyak sekali di antaranya di bidang kesehatan, pendidikan begitu juga tentang kemasyarakatan. “Terima kasih atas sumbangsih dan kontribusi Muhammadiyah kepada Provinsi Sumsel […]

  • Putri & Pancasila

    Putri & Pancasila

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.699
    • 0Komentar

    KONTES kecantikan di Indonesia yang diselenggarakan sejak tahun 1992 oleh yayasan Puteri Indonesia yang diketuai oleh Mooryati Soedibyo. Puteri Indonesia akan menjadi wakil Indonesia atau duta bangsa pada kegiatan kegiatan yang bertaraf Internasional serta dalam memajukan komoditas ekspor Indonesia, Pariwisata, dan Budaya Indonesia. Puteri Indonesia juga melakukan berbagai aksi sosial kedaerah daerah yang membutuh kan […]

  • Bantu trader capai tujuan mereka: pencapaian OctaFX di tahun 2022

    Bantu trader capai tujuan mereka: pencapaian OctaFX di tahun 2022

    • calendar_month Senin, 2 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 609
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, KUALA LUMPUR, MALAYSIA –  28 Desember 2022 – 2022 lalu adalah tahun perubahan dan perjuangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di pasar keuangan. Bagi broker internasional OctaFX, ini adalah tahun penuh kerja keras yang membantu mencapai beberapa pencapaian penting dan membuat investasi lebih mudah diakses oleh banyak orang di seluruh dunia. Inilah semua tentang 2022 […]

  • Lompatan Jauh IPC Palembang

    Lompatan Jauh IPC Palembang

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.124
    • 0Komentar

    Beberapa tahun belakangan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Palembang atau Indonesia Port Corporation/IPC Palembang terus berbenah. SALAH satunya dengan merealisasikan pembangunan Pelabuhan Sungai Lais Palembang. Pengembangan pelabuhan tersebut, tak lain guna mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan (Sumsel). Pelabuhan Sungai Lais Palembang milik IPC berada di tepian Sungai Musi, tepatnya tak jauh dari Satpol Airud Polda Sumatera Selatan. Jarak tempuh dari Pelabuhan Boom […]

  • Mau Untung Jadi Buntung, Siapa Itu yang Dicokok Polres OKI ?

    Mau Untung Jadi Buntung, Siapa Itu yang Dicokok Polres OKI ?

    • calendar_month Jumat, 15 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.035
    • 0Komentar

    Sumselterkini,co,id, Kayuagung,– Sebelum menikmati hasil penjualan potongan besi bulat Proyek Pembangunan Jalan Tol, yang diduga milik PT Waskita Karya. Dua (2) orang warga Desa Arisan Buntal Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), terpaksa diamankan Polisi Polres OKI,Rabu (12/3/19) sore. Potonggan besi bulat yang beratnya kurang lebih 1.5 ton yang akan dibawa ke Meranjat kabupaten Ogan […]

expand_less
WordPress Archive Glee – Multipurpose WooCommerce WordPress Theme + RTL Glekk – Elementor Blog & Magazine WordPress Theme Glider 3D Photo Slider WordPress Plugin v1.10 GlideX – Single Product WooCommerce Theme Glint – Personal Portfolio WordPress Theme Glitch Heading for Elementor Global Gallery – WordPress Responsive Gallery Glofia - Golf Club & Course Elementor Template Kit Gloreya – Food Ordering & Delivery Restaurant WordPress Theme Glorious WP – Multi-purpose Elementor WooCommerce Responsive Theme