Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Religi » Merawat Kedamaian ala Sumsel, Maulid Nabi 1447 H & Istighasah Kebangsaan

Merawat Kedamaian ala Sumsel, Maulid Nabi 1447 H & Istighasah Kebangsaan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
  • visibility 908
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BICARA soal Sumatera Selatan, orang biasanya langsung ingat Palembang Kota Pempek, tapi sekarang ada satu menu istimewa lain yang nggak kalah gurih status zero conflict alias bebas ribut-ribut, bukan karena wong Palembang malas debat, tapi karena mereka tahu pepatah klasik “Coba-coba ribut, cuma bikin capek tanpa dapat pempek gratis”.

Belum lama ini di Asrama Haji Palembang, ribuan jamaah datang bukan buat rebutan tekwan, tapi untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H yang dibungkus dengan istighasah dan doa kebangsaan. Acara ini dihadiri pejabat lengkap dari Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Wakil Gubernur H. Cik Ujang, sampai Dubes Seychelles, lengkap sudah, tinggal tukang es kacang merah yang absen.

Gubernur Herman Deru dalam sambutannya bilang, Sumsel sudah lama dikenal sebagai daerah zero conflict, alias, wong sini adem ayem, nggak gampang kepancing isu receh. Kalau ada kabar hoaks di medsos, biasanya malah dibales dengan komentar, “Iyo, iyo, tapi kapan traktir makan pindang?”

Beda dengan daerah lain yang kadang gampang panas, wong Sumsel lebih pilih adem, karena mereka paham pepatah “Api kecil bisa jadi kawan, kalau api gede bisa bikin gosong ikan belido”, jadi ya mending damai-damai bae.

Perayaan Maulid Nabi 1447 H ini sebenarnya bukan cuma soal shalawat dan doa, lebih dari itu, ini jadi momentum buat ngaca ke ajaran Nabi Muhammad SAW yang rahmatan lil alamin. Rasulullah itu bukan sekadar pemimpin, tapi teladan kedamaian.

Kalau Nabi dulu bisa menyatukan suku Aus dan Khazraj yang dulu ribut kayak fans bola beda klub, kenapa kita yang satu provinsi nggak bisa akur? Wong cuma beda selera pempek, ada yang suka kapal selam, ada yang suka adaan. Toh ujung-ujungnya sama-sama dicocol cuko.

Uniknya, acara ini nggak hanya level lokal, karena terhubung via Zoom, acara ini jadi nasional, bahkan ada Dubes Seychelles hadir, luar biasa, kan? Sumsel bukan cuma zero conflict, tapi juga zero gaptek.

Bayangkan, para jamaah istighasah sambil terhubung ke layar Zoom, bedanya sama meeting kantor, kali ini nggak ada yang pura-pura mati lampu biar nggak disuruh presentasi, semua serius, karena ini doa buat bangsa.

Sumsel itu miniatur Indonesia, ada banyak suku, agama, dan bahasa, tapi hidup damai, kalau orang tanya rahasianya apa, mungkin jawabannya sederhana, wong kito lebih suka sibuk di dapur bikin pempek ketimbang ribut di jalan.

Pepatah Palembang bisa jadi rumus “Kalau masih bisa ngopi bareng, buat apa berantem?” . Nah, di Maulid Nabi ini, kopi, doa, shalawat, semua campur jadi satu. Hasilnya? damai terasa kental, kayak kuah model Palembang.

Ada pepatah Jawa bilang, “Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah”, kalau diterjemahin versi Sumsel “Rukun bikin santai, ribut bikin ngeluh”

Coba seandainya warga Sumsel itu gampang ribut, Stadion Jakabaring bisa penuh bukan karena nonton bola, tapi karena demo tiap minggu, untungnya wong kito cerdas, lebih baik energi dipakai nyanyi shalawat dan doa kebangsaan, daripada marah-marah nggak jelas.

Kalau ada provokasi, biasanya dijawab dengan humor, misalnya ada yang coba manas-manasin, “Eh, kau ndak marah dipanggil gitu?” Dijawab santai “Marah apo? Marah lapar yo?”

Peringatan Maulid Nabi 1447 H di Palembang ngasih pesan jelas, damai itu bukan hadiah, tapi hasil kerja sama. Pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, semua ikut andil.

Seperti pepatah “Air tenang menghanyutkan, air bergelora bikin orang mabuk laut”. maka lebih baik kita jadi air tenang, ngalir pelan tapi memberi manfaat. Sumsel sudah buktikan itu dengan status zero conflict.

Dari Sungai Musi yang tenang, kita belajar bahwa kedamaian bisa jadi identitas, dari pempek yang beragam, kita belajar bahwa perbedaan bisa bikin rasa makin lengkap, dari Maulid Nabi 1447 H, kita belajar bahwa doa dan shalawat bisa jadi energi menjaga bangsa.

Sumatera Selatan bukan cuma terkenal karena pempek dan Sriwijaya, tapi juga karena Sumsel zero conflict, simbol harmoni di tengah perbedaan. Semoga Indonesia bisa meniru, nggak perlu ribut, nggak perlu gaduh, cukup rukun dan saling menghargai.

Karena, kata pepatah wong kito “Lebih baik sibuk bikin pempek ketimbang bikin keributan”.[****]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Jangan Biarkan Messi Lahir di Kebun Tebu, PSSI & FIFA Sedang Nyemai Bakat di Tanah Garuda”

    “Jangan Biarkan Messi Lahir di Kebun Tebu, PSSI & FIFA Sedang Nyemai Bakat di Tanah Garuda”

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 963
    • 0Komentar

    “Setiap anak yang menendang bola di lapangan berdebu suatu hari bisa jadi pahlawan di panggung dunia, asalkan ada jalan yang membawanya ke sana.” -Nova Arianto, pelatih Timnas U-17 Indonesia (dalam sesi TDS 2025) DARI sebuah lapangan rumput hijau di Yogyakarta, bukan cuma bola yang bergulir, tapi juga harapan. Harapan bahwa bocah-bocah dengan dengkul belepotan lumpur, […]

  • Irigasi di Desa Kepala Siring Lahat Ambruk, Ribuan Hektare Sawah Terancam Kekeringan, ‘Proyek Silumankah’ ?

    Irigasi di Desa Kepala Siring Lahat Ambruk, Ribuan Hektare Sawah Terancam Kekeringan, ‘Proyek Silumankah’ ?

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.049
    • 0Komentar

        IRIGASI sepanjang kurang lebih 20 meter di Desa Kepala Siring, Kecamatan Tanjung Sakti Pumu, Kabupaten Lahat ambruk. Ambruknya irigasi tersebut diduga kualitas bangunan yang buruk, sehingga tak mampu menahan debit air yang sangat deras, apalagi di musim penghujan saat ini. Akibatnya ribuan hektare sawah  terancam tak bisa dialiri air dari Irigasi. Saat Sumselterkini.co.id  […]

  • Kolaborasi Sipil-Militer Bangun Sekolah Rakyat di Palembang

    Kolaborasi Sipil-Militer Bangun Sekolah Rakyat di Palembang

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 112
    • 0Komentar

    PALEMBANG akan mulai membangun Sekolah Rakyat Permanen pada Juni 2026. Proyek ini menargetkan 1.000 siswa dari SD hingga SMA, dengan seluruh biaya pendidikan, termasuk seragam, ditanggung Pemerintah Pusat. Inisiatif ini dibuat untuk menekan angka putus sekolah di kalangan keluarga miskin ekstrem di kota terbesar Sumatera Selatan. Pemerintah kota menggunakan lahan seluas 6,9 hektare milik Lanud […]

  • Ketahanan Ekonomi Negara Berkembang Kini Lebih Baik

    Ketahanan Ekonomi Negara Berkembang Kini Lebih Baik

    • calendar_month Minggu, 30 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 644
    • 0Komentar

    KEPALA Departemen Pengelolaan Devisa Bank Indonesia (BI), Rudy B. Hutabarat, mengatakan bahwa negara-negara berkembang saat ini memiliki kondisi ekonomi dan keuangan yang lebih baik dibandingkan pada 2013, dalam menghadapi normalisasi kebijakan moneter (exit strategy) oleh bank-bank sentral negara utama. “Diskusi kebijakan antarnegara terkait exit strategy perlu dilakukan dengan mempertimbangkan perbedaan kondisi dari berbagai negara khususnya […]

  • 10 Besar Terbaik di Indonesia, Bupati Muba Dodi Reza Alex Peroleh Penghargaan dari Kemenpan RB RI

    10 Besar Terbaik di Indonesia, Bupati Muba Dodi Reza Alex Peroleh Penghargaan dari Kemenpan RB RI

    • calendar_month Selasa, 27 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 823
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Kabupaten Musi Banyuasin kembali mengharumkan nama daerahnya di Level Nasional, kali ini Penghargaan kategori Sangat Baik Role Model Unit Penyelenggaraan Pelayanan Publik melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Musi Banyuasin. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) RI mengundang seluruh Kepala daerah yang mendapatkan penghargaan […]

  • Cara Muba tekan angka pengangguran

    Cara Muba tekan angka pengangguran

    • calendar_month Sabtu, 2 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 738
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin sangat proaktif dan gencar melakukan terobosan untuk mengurangi pengangguran di Bumi Serasan Sekate.   Adalah dengan program penyelenggaraan kerja sama dengan perusahaan yang berdomisili di Muba dalam bidang pemberdayaan dan penempatan tenaga kerja lokal dengan memprioritaskan perekrutan tenaga kerja loka, dan penempatan tenaga kerja lokal penyandang disabilitas menjadi salah satu program […]

expand_less
WordPress Archive Glee – Multipurpose WooCommerce WordPress Theme + RTL Glekk – Elementor Blog & Magazine WordPress Theme Glider 3D Photo Slider WordPress Plugin v1.10 GlideX – Single Product WooCommerce Theme Glint – Personal Portfolio WordPress Theme Glitch Heading for Elementor Global Gallery – WordPress Responsive Gallery Glofia - Golf Club & Course Elementor Template Kit Gloreya – Food Ordering & Delivery Restaurant WordPress Theme Glorious WP – Multi-purpose Elementor WooCommerce Responsive Theme