Religi

Melalui Program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz, Gubernur Buktikan Sumsel Cinta Al-Qur’an 

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru menyambut baik program wakaf Al-Qur’ an dan pembinaan dari Komunitas Riau Mengaji yang di bawah  asuhan  Ustadz kondang Ahmad Al-Habsyi.

Dia menilai program yang muaranya pada peningkatan dalam  membaca Al-Qur’an dikalangan  generasi muda tersebut,  dapat dikolaborasikan dengan program Pemprov Sumsel yaitu satu desa satu rumah tahfidz yang dalam dua tahun kepemimpinannya bersama dengan Wagub Mawardi Yahya telah mencapai 3500 lebih rumah tahfidz.

Tumbuh pesatnya rumah tahfidz di Sumsel membuktikan bahwa warga Sumsel relegius dan cinta Al-Qur’an.

“Program itu sejalan dengan program kita yaitu satu desa satu rumah Tahfidz. Yang tujuannya untuk mencetak generasi unggul, cinta Al -Qur’an dan bebas dari buta aksara Al-Qur’an,” kata HD pada tausiyah agama bersama Ustadz kondang Ahmad Al-Habsyi di Griya Agung, belum lama ini.

Tausiyah yang disampaikan Ustadz kondang Ahmad Al-Habsyi lanjut gubernur patut mendapatkan apresiasi. Sebagai  langkah untuk  merefresh diri. Artinya jajaran pejabat Pemprov di refresh ulang. Jangan bekerja hannya semata-mata tujuan  materi.  Meskipun materi itu penting tapi bekal kerohanian yang tidak kalah penting. 

“Apa yang dilakukan oleh Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar bersama OPD Sumsel ini sungguh luar biasa. Kedepan kegiatan seperti ini digelar lagi tidak hanya dilakukan satu tahun sekali. Tetapi juga dilakukan pada moment-moment tertentu bahkan usai pandemi Covid-19 nanti pesertanya tidak usah dibatasi sehingga di refresh lagi,” ucap gubernur.

Dia menyebut, kerja yang  baik tanpa diikuti akhlak yang baik. Atau, kerja baik tanpa ada ilmu agama yang mendasari akan menjadi sia-sia.

“Maka dari itu penting diberikan siraman rohani. Agar kembali pada rel yang benar dalam bekerja dan bertindak,” tandasnya.

Sementara itu, Sekda Nasrun Umar mengatakan bahwa kegiatan tausiyah ini digelar bertujuan untuk menjalin silaturahmi.

“Selain itu acara ini juga bertujuan untuk  meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT pada seluruh jajaran Pemprov Sumsel serta memasyarakatkan Al -Qur’an pada masyarakat,” ucap Sekda.

Sementara itu, Perwakilan Komunitas Riau mengaji, Heri Candra menjelaskan Komunitas Riau Mengaji  telah bersinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahkan komunitas ini dipimpim langsung oleh Ustadz H Ahmad Al-Habsyi. 

Selain itu, komunitas Riau mengaji memiliki beberapa cabang diantaranya Provinsi Sumsel, Provinsi Jambi dan Provinsi Sumut.

“Alhamdulilah komunitas riau mengaji mempunyai suatu gerakan yaitu program wakaf satu juta Al-Qur’an dengan pembinaan. Setahun berjalan komunitas ini baru mampu mengumpulkan dan mendistribusikan sebanyak 100.000 Al-Qu’an yang berada di beberapa daerah,” ungkapnya.

Pada tausiyahnya, Ustadz Ahmad Al-Habsyi mengingatkan jemaah untuk dapat berbuat bijak. Berfikir positif dalam rangka   menyederhanakan pekerjaan. 

“Awali pekerjaan dengan menyebut  Nama Allah. Insya Allah  akan bernilai ibadah di sisi Allah. Selain itu sebagai manusia kita  diberikan akal bagaimana agar pekerjaan kita dapat diselesaikan dengan secara cepat dan sesimple mungkin

Comments

Terpopuler

To Top
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com