Religi

Haul dan Ziarah Kubro Tradisi Umat Islam di Palembang Jelang Ramadhan

foto : istimewa

Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1440 Hijriah, umat Islam di Kota Palembang menjalankan tradisi Haul dan Ziarah Kubro. Tradisi ini dilaksanakan sejak turun menurun oleh ulama, habib, kiai dan seluruh muslim di Palembang.

MESKI diselimputi cuaca mendung, tak menyurutkan umat Islam di Palembang untuk menggelar acara Haul dan Ziarah Kubro. Berbondong-bondong mereka berkumpul dengan hampir semua yang menghadiri tersebut mengenakan pakaian putih-putih.

Ribuan peserta terlihat ramai berjalan, sepertinya salah satunyanya terlihat di areal bundaran air mancur Masjid Agung Palembang.

Tujuan mereka, yakni salah satunya untuk berziarah ke makam ulama-ulama yang ada di Palembang Darussalam.

Mereka pertama berziarah kubra  di makam Al-Habib Aqil Bin Muhammad Bin Yahya, yang terletak di Jalan Dr M Isa (Dekat Simpang Empat Veteran) Palembang.

Para peziarah secara berarak mengunjungi makam tersebut. Tak ketinggalan, mereka juga membawa umbul-umbul yang bertuliskan kalimat Tauhid, Asmaul Husna dan Asmaun Nabi.

Selain dihadiri para ulama asal Palembang, ziarah kubra juga diikuti sejumlah ulama dari berbagai provinsi hingga belahan dunia.

Di antaranya ulama dari Pulau Jawa, Kalimantan, Bangka Belitung serta dari luar negeri, Mekkah dan Madinah (Arab Saudi), Yaman, Singapura, Malaysia, Brunai Darussalam, Thailand dan lain-lain.

Selanjutnya, para peziarah melakukan ziarah ke-dua ke makam Al-Habib Ahmad bin Syeikh Shahab atau Gubah Duku, di Jalan Dr M Isa Lorong Gubah, 8 Ilir, Palembang. Perjalanan ziarah dimulai dari Masjid Darul Muttaqien yang berlokasi di pertigaan Jalan Slamet Riady dan Jalan Dr. M. Isa (Pasar Kuto) menuju ke Gubah Duku.

Masjid dan gubah tersebut dibangun oleh Al-Habib Ahmad bin Syeikh bin Shahab, di atas tanah wakaf milik ayahnya yaitu Al-Habib Syeikh bin Ahmad Shahab. Karena, semasa hidupnya Al-Habib Syeikh dihadiahi sultan sebidang tanah yang sangat luas dari Kuto hingga Kenten.

Semasa hidupnya, Al-Habib Ahmad bin Syeikh Shahab atau Gubah Duku termasuk orang pertama yang melakukan perluasan pembangunan Masjid Agung Palembang, setelah Sultan Mahmud Badaruddin. Selain itu, Al Habib bin Syeikh Shahab juga turut andil membangun Masjid Jami’ di Kecamatan Muntok, Pulau Bangka, serta membangun Musala Darul Muttaqien (sekarang telah menjadi masjid) yang berlokasi di Jl. Dr. M. Isa (Dekat Pasar Kuto) Palembang. Hingga saat ini, Masjid

Darul Muttaqien memiliki peran aktif sebagai salah satu pusat dakwah di Kota Palembang.

Humas Haul dan Ziarah Kubra, Habib Mahdi Muhammad. Kegiatan hari ini dihadiri sekitar lima ribu umat muslim dan ditaksir akan terus bertambah pada ziarah hari ke-dua dan ke-tiga. “Kalau ziarah kubra tahun ini juga dihadiri sejumlah ulama dari luar provinsi hingga luar negeri,”katanya melansir For News, Sabtu [27/4/2019].

Ada beberapa dari luar negeri, dari Malaysia terpantau 100 orang, dari Madinah Al munawarah Al Habib umar bin Abdul Rahman Al-jufri, dan Yaman Habib Muhamad bin Ahmad bin Syahab dan tamu-tamu lain.[**]

Penulis : one

 

 

Comments

Terpopuler

To Top