Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » “Pejabat Nyari Lawan Debat, Ketika Kritik Jadi Vitamin Program 3 Juta Rumah”

“Pejabat Nyari Lawan Debat, Ketika Kritik Jadi Vitamin Program 3 Juta Rumah”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
  • visibility 808
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI NEGERI +62 ini, biasanya pejabat itu paling suka kalau disanjung, apalagi kalau sambutannya diiringi tepuk tangan panjang, lebih panjang dari antrian minyak goreng waktu krisis. Tapi di Bandung, Kamis (28/8/2025), ada pemandangan langka Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait justru minta dicaci, eh dikritik.

“Iya, bagi saya kritik itu vitamin,” ujarnya di Gelar Wicara Nasional bersama The HUD Institute. Nah lho, jarang-jarang kan ada pejabat yang minta kritik, bukannya malah minta standing ovation, biasanya kritik dianggap racun, ini malah dianggap vitamin, boleh juga, gaya sehat politik ala food supplement.

Dalam acara itu, Maruarar juga bilang siap menyumbang uang Rp 1 miliar dari kantong pribadinya buat bikin Akademi The HUD Institute. Nggak pakai APBN, nggak pakai APBD, murni “uang jajan pribadi” katanya, alasannya sederhana negara sudah terlalu baik sama dia, jadi sekarang saatnya balas budi.

Akademi HUD ini nantinya bukan sekadar ngajarin cara bikin site plan atau ngitung KPR, tapi lebih dalam ngedidik pengembang biar punya hati, karena kata Menteri PKP, rumah subsidi itu bukan proyek sulap-sulapan, melainkan masa depan rakyat kecil. Jadi jangan sampai rakyat beli rumah subsidi, pas musim hujan bocornya malah lebih deras dari air terjun Niagara.

Yang bikin acara ini makin seru adalah ajakan beliau pada The HUD Institute. “Silakan kritik saya, kasih masukan, biar program perumahan rakyat ini realistis”.

Nah, coba bandingin sama budaya rapat-rapat kita, biasanya pejabat ngomong, audiens manggut-manggut, kadang tepuk tangan, meski nggak ngerti poinnya apa. Di sini malah kebalik menterinya nyari lawan debat. Mirip pemain catur yang bosan main sendiri, jadi butuh lawan biar nggak tidur di meja.

Dan lawan debat yang dipilih bukan sembarangan, ada Suharso Monoarfa (yang dipanggil “Menteri Senior”), Zulfi Syarif Koto, Andrinof Chaniago, plus 22 perguruan tinggi dan City University Malaysia, kalau diibaratkan, ini semacam turnamen debat Internasional, cuma temanya bukan filsafat, melainkan cara bikin rakyat miskin bisa punya rumah layak.

Salah satu bagian paling “manusiawi” adalah ketika Menteri PKP menjelaskan soal rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Biasanya pejabat ngomong pakai istilah ribet MBR eligible FLPP cluster, yang bikin rakyat makin bingung. Tapi Maruarar nyebut gamblang “buruh, tukang becak, tukang bubur ayam, tukang soto, bahkan ART”.

Wajah nyata

Ini baru keren, soalnya wajah nyata Program 3 Juta Rumah memang itu orang-orang sederhana yang tiap hari kerja keras tapi gajinya cuma cukup buat kontrakan petak. Jadi kalau mereka bisa punya rumah dari FLPP atau KUR Perumahan, jelas itu mimpi yang jadi nyata.

Presiden Prabowo sendiri sudah pasang target besar, kuota FLPP 350 ribu unit di tahun pertama, dan tahun depan diusulkan 500 ribu unit. Bayangin, kalau benar terealisasi, mungkin bakal ada lebih banyak momen haru ART selfie di depan pintu rumah barunya, tukang bubur bikin bubur spesial syukuran, atau tukang becak yang akhirnya bisa parkirin becak di garasi sendiri.

Tapi tentu saja, semua program manis itu butuh pengawasan, di sinilah peran The HUD Institute, kata Menteri PKP ide bagus belum tentu langsung bisa dilaksanakan, apalagi kalau nggak berbasis realita lapangan. Makanya beliau minta kajian yang grounded, bukan sekadar proposal muluk.

Kalau pakai analogi, program perumahan itu kayak bangun rumah, denahnya bisa indah, catnya bisa keren, tapi kalau pondasinya nggak kuat, ya roboh juga. Jadi kritik di sini fungsinya kayak tukang inspektur bangunan ngecek apakah bata dipasang lurus, semen cukup, atau jangan-jangan ada pengembang nakal yang bikin rumah dari kertas kardus.

Pertanyaan besarnya adalah  apakah ini model baru pejabat yang berani minta lawan debat?, atau sekadar gimmick sementara? waktulah yang akan menjawab.

Yang jelas, kalau pejabat lain meniru gaya ini, mungkin suasana politik kita lebih sehat, umpamanya kalau tiap rapat kabinet ada sesi “Kritik Bareng Menteri”, mirip stand up comedy tapi isinya saran pembangunan, bisa jadi lebih produktif daripada sekadar tepuk tangan formal.

Untuk sekarang, publik boleh optimis, sebab setidaknya ada satu menteri yang ngerti bahwa pujian bikin kekenyangan, tapi kritik bikin sehat.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pagi-pagi Buta Walikota Blusukan di Daerah Lunjuk Jaya, 2 Masalah Ini Biasa Jadi Penyebab Keluhan Warganya, Nah yang Satu Ini JugaTetap Jadi Perhatian!

    Pagi-pagi Buta Walikota Blusukan di Daerah Lunjuk Jaya, 2 Masalah Ini Biasa Jadi Penyebab Keluhan Warganya, Nah yang Satu Ini JugaTetap Jadi Perhatian!

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 680
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang H. Harnojoyo nampaknya tidak merasa lelah untuk terus menanggapi setiap keresahan masyarakat. Seperti yang dilakukannya, di Jalan Lunjuk Jaya Palembang, kemarin. Walikota Palembang menyempatkan diri untuk mendengarkan aspirasi masyarakat Lunjuk Jaya terkait jalan rusak serta kondisi selokan yang kerap kali menjadi penyebab genangan air. “Tadi kita sudah meminta warga setempat untuk langsung melaporkan […]

  • Sambut HUT ke 20, DPC Partai Demokrat Gelar Bakti Sosial

    Sambut HUT ke 20, DPC Partai Demokrat Gelar Bakti Sosial

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 834
    • 0Komentar

    SAMBUT HUT ke 20 Tahun, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) bersama Anggota Fraksi Demokrat DPRD Kota Palembang gelar bakti sosial (Baksos) dan bagikan sembako kepada masyarakat. Hal tersebut ditujukan untuk masyarakat tidak mampu serta masyarakat yang terdampak Covid-19, yang berada di wilayah Kota Palembang.“Kegiatan ini dilaksanakan untuk masyarakat kita yang kurang mampu dan […]

  • Perang Lawan Narkoba, Perlu Kerja Sama Nasional, Regional dan Internasional, Narkoba Sudah Masuk Dari Segala Bidang

    Perang Lawan Narkoba, Perlu Kerja Sama Nasional, Regional dan Internasional, Narkoba Sudah Masuk Dari Segala Bidang

    • calendar_month Senin, 28 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 994
    • 0Komentar

    SAAT ini seluruh negara dan masyarakat internasional menghadapi dua tantangan besar, yaitu bencana kesehatan pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan bahaya narkotika. Data United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) pada 24 Juni 2021 menyebutkan, sekitar 275 juta orang di seluruh dunia menggunakan narkoba pada tahun 2020 dan tren global ini diperkirakan akan meningkat […]

  • Tren Ekonomi Sumsel 2019 Di Sumbang  dari Wisata Olahraga, Wahana Olaharaga, Ekonomi Kreatif dan Kuliner

    Tren Ekonomi Sumsel 2019 Di Sumbang  dari Wisata Olahraga, Wahana Olaharaga, Ekonomi Kreatif dan Kuliner

    • calendar_month Senin, 24 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.129
    • 0Komentar

    Palembang – Wisata olahraga (sport tourism), wahana olahraga, ekonomi kreatif dan kuliner diperkirakan masih menjadi tren ekonomi Sumsel pada 2019. Menurut, pengusaha asal Palembang, Alvin Kennedy  tiga sektor itu, geliatnya cukup baik sebelum-sebelumnya khususnya di Palembang, terutama setelah Palembang sering mengadakan even-even Internasional, seperti Sea Games dan Asian Games. “Palembang sudah dikenal sebagai kota olahraga. […]

  • Kasihan, Pencuri  Motor Ini Tewas Setelah Di Amuk Massa

    Kasihan, Pencuri Motor Ini Tewas Setelah Di Amuk Massa

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.295
    • 0Komentar

    NASIB naas dialami oleh seorang pencuri kendaraan roda dua [motor] yang diketahui bernama Kardi [35], ia akhirnya tewas hari ini, Selasa [3/9/2019] setelah kemarin babak belur diamuk massa. Peristiwa itu terjadi pada senin kemarin, saat ia mencuri Sepeda Motor jenis Supra Fit, namun naasnya aksi tersebut sempat diketahui oleh anak pemilik motor. Warga Desa Tanjung Alai, […]

  • Sekda Palembang Tak Mau Laporan Anggaran Cuma Formalitas

    Sekda Palembang Tak Mau Laporan Anggaran Cuma Formalitas

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Pemkot Palembang meminta perangkat daerah tidak cukup mengejar serapan anggaran pasalnya setiap laporan harus sesuai kondisi lapangan dan didukung data yang telah diperiksa serta divalidasi. Pj Sekda Kota Palembang Kgs. H. Sulaiman Amin menegaskan hal itu saat membuka monitoring dan evaluasi realisasi anggaran fisik dan keuangan melalui SIEPRA di Ruang Parameswara, Kamis (24/9/2026). “Jangan […]

expand_less
WordPress Archive On-Scroll Section Effects for Elementor On-Scroll Video Effects for Elementor Ondustry – Industry & Manufacturing Elementor Template Kit One Page Pro | Multi Purpose OnePage WordPress Theme One – WordPress Product Landing Page Oneclick – Multi-Purpose WooCommerce Responsive Digital Theme Onekorse – LMS Education Theme OneLove – The Elegant & Clean Multipurpose Wedding WordPress Theme OnePage Hyperlinks Navigation OnePrint – Printing Services Company Elementor Template Kit