Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » KUR Perumahan, Dari Pondasi Rumah ke Pondasi Ekonomi Rakyat

KUR Perumahan, Dari Pondasi Rumah ke Pondasi Ekonomi Rakyat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
  • visibility 1.068
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA pepatah bilang, “rumahku adalah istanaku”. Nah, kalau istana cuma bisa dimiliki raja, rumah subsidi bisa dimiliki rakyat jelata lewat program KUR Perumahan. Jangan salah, dari tembok bata yang tampak sederhana itu bisa lahir perputaran ekonomi yang bikin kepala pengamat ekonomi manggut-manggut, sekaligus bikin pedagang warteg di dekat proyek perumahan ikut tersenyum lebar.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, baru-baru ini menekankan pentingnya KUR Perumahan sebagai terobosan baru. Angka yang dilemparnya cukup bikin mata melotot, yakni 350 ribu unit rumah subsidi akan dibangun, dan setiap satu rumah minimal menyerap lima tenaga kerja. Kalau dikalikan, jadinya 1,65 juta orang punya pekerjaan.

Itu baru hitungan tukang, belum ibu-ibu penjual gorengan di pinggir proyek yang omzetnya bisa naik gara-gara tukang butuh camilan sore.

Ibaratnya, program ini bukan cuma soal bikin atap genteng, tapi bikin atap ekonomi yang menaungi banyak keluarga, dari semen, pasir, hingga mie instan di warung sekitar, semuanya kena efek domino. Kalau biasanya orang bilang ekonomi itu rumit, lewat program ini bisa dijelaskan sederhana pasang pondasi rumah, pondasi ekonomi ikut berdiri.

Bayangkan percakapan dua tukang di warung kopi “Bang, sekarang kerjaan lancar nggak?”
“Alhamdulillah, lagi kebagian proyek rumah subsidi, jadi tiap hari bisa ngopi tanpa ngutang”

Lucu tapi nyata, inilah dagelan manis KUR Perumahan, dana yang disalurkan bukan hanya jadi kredit, tapi juga jadi alasan banyak tukang bisa pulang dengan senyum ke keluarganya, developer kecil yang biasanya susah dapat pembiayaan, sekarang bisa mengakses bunga subsidi.

Analogi gampangnya begini, kalau biasanya developer ibarat pemain bola tanpa sepatu, sekarang pemerintah kasih sepatu plus kaos tim. Tinggal mainnya aja jangan bikin blunder.

Menariknya, sosialisasi program ini dimulai dari kampus, tepatnya Universitas Katolik Parahyangan. Agak unik memang, biasanya kampus sibuk dengan teori, kali ini malah jadi “markas awal” kredit perumahan. Tapi justru itu yang segar, mahasiswa bisa belajar bahwa membangun rumah bukan hanya soal gambar arsitektur, tapi juga soal membangun ekosistem ekonomi.

Ibarat pepatah, “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”, sosialisasi kecil-kecilan di kampus bisa jadi gerakan besar di masyarakat. Kalau mahasiswa ikut paham soal pembiayaan rumah, bukan mustahil mereka jadi generasi developer baru yang tidak cuma mikir profit, tapi juga manfaat.

Mari kita bongkar lebih serius, 350 ribu rumah subsidi bukan angka kecil, jika setiap unit rumah bernilai rata-rata Rp150 juta, totalnya mencapai Rp52,5 triliun. Uang segede itu berputar di sektor konstruksi, perbankan, hingga UMKM, efek bergandanya bisa sampai ke industri semen, baja, cat, sampai angkutan pickup.

Lebih jauh lagi, ketika ada rumah baru, ada kehidupan baru, anak masuk sekolah di sekitar, warung baru buka, ojek daring dapat pelanggan tambahan. Jadi jangan remehkan satu pondasi rumah, karena efeknya bisa menyebar seperti riak air saat batu dilempar ke kolam.

Namun, program sebesar ini jangan sampai jadi sekadar pesta kembang api heboh di awal, padam setelah acara. Menteri PKP sudah wanti-wanti soal evaluasi. Harus ada ukuran jelas, berapa transaksi, berapa developer kecil yang terbantu, berapa kontraktor lokal yang benar-benar dapat order.

Kalau tidak, bisa-bisa KUR Perumahan hanya jadi poster manis tanpa cerita sukses di lapangan. Itu ibarat bikin rumah pakai cat mahal, tapi pondasinya asal-asalan cantik di luar, roboh di dalam.

Oleh karena itu,  tanggung jawab ada di semua pihak, pemerintah sebagai arsitek kebijakan, bank sebagai tukang kredit, developer sebagai mandor, dan rakyat sebagai pemilik rumah impian. Kalau semua jalan, rumah subsidi bukan cuma rumah murah, tapi rumah berkah.

KUR Perumahan ini sejatinya bukan hanya soal orang punya atap untuk berteduh. Lebih dari itu, ini adalah soal bagaimana negara hadir dengan kebijakan yang menyentuh perut rakyat sekaligus menggerakkan mesin ekonomi.

Kalau 1,65 juta orang bisa bekerja karena membangun rumah, maka ini lebih dari sekadar angka. Ini adalah bukti bahwa ketika rakyat membangun rumah, sejatinya mereka sedang membangun bangsa.

Dan siapa tahu, dari rumah sederhana yang berdiri tegak itu, lahir generasi yang suatu hari bisa membangun Indonesia yang lebih kokoh. Karena, seperti kata pepatah, “tak ada gading yang tak retak”, tapi setidaknya kalau rumah berdiri kuat, retakan bisa diperbaiki, dan masa depan bisa tetap ditempati dengan nyaman.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Entering Startup

    Menjanjikan, Meski Dukungan Riset Kurang, Ekonomi Kreatif Sumbang PDB 1.000 Triliun

    • calendar_month Kamis, 19 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.068
    • 0Komentar

    “Ini pencapaian luar biasa di tengah keterbatasan infrastruktur offline sektor ekonomi kreatif nasional,”

  • Indonesia kembali suguhkan produk halal unggulan pada pameran halal internasional terbesar di dunia

    Indonesia kembali suguhkan produk halal unggulan pada pameran halal internasional terbesar di dunia

    • calendar_month Kamis, 30 Nov 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.597
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Istanbul, Turki – Indonesia kembali suguhkan produk halal unggulan pada pameran halal internasional terbesar di dunia, Halal Expo ke-10 2023 yang diselenggarakan oleh Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Turki (23-16/11). Pameran ini dihadiri oleh lebih dari 300 ekshibitor dari 32 negara dan diperkirakan dikunjungi oleh sekitar 40 ribu pengunjung dari berbagai belahan […]

  • Meski Angka Kematian Akibat COVID-19 Turun di Bawah Nasional, Zona Hitam Jadi Merah, Harno Tunggu Keputusan Pusat Terkait  Status PPKM Level 4 di Palembang

    Meski Angka Kematian Akibat COVID-19 Turun di Bawah Nasional, Zona Hitam Jadi Merah, Harno Tunggu Keputusan Pusat Terkait  Status PPKM Level 4 di Palembang

    • calendar_month Sabtu, 21 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 913
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palembang belum memutuskan perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Palembang. Kebijakan guna menekan penularan Covid 19 ini, Walikota Palembang H.Harnojoyo masih menunggu intruksi pemerintah pusat. “Keputusannya hari Senin nanti, menunggu pemerintah pusat,” kata Harnojoyo usai Rapat Koordinasi terkait evaluasi PPKM dan Penanganan Covid-19 di Luar Jawa Bali melalui […]

  • Bangkit Bersama Goto

    Bangkit Bersama Goto

    • calendar_month Senin, 18 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 828
    • 0Komentar

    SEBAGAI bentuk semangat bangkit bersama dari Gojek Tokopedia (Goto), sebanyak 5 mesin Oksigen Konsentrator disalurkan untuk 5 Rumah Sakit di bawah naungan Pemerintah Kota Palembang, yakni Rumah Sakit Umum Gandus, Rumah Sakit RK Charitas, Hermina, Rumah Sakit Bunda serta Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Diketahui, penyaluran bantuan tersebut secara simbolis diserahkan kepada Walikota Palembang, H. Harnojoyo […]

  • Inilah Isi 5 Poin Surat Edaran Bupati OKI Terkait Penanganan Karhutlah

    Inilah Isi 5 Poin Surat Edaran Bupati OKI Terkait Penanganan Karhutlah

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.023
    • 0Komentar

    “Setiap waktu tertentu, patroli secara reguler  terutama di area rawan kebakaran, selain pemantauan tersebut, perusahaan harus memastikan alat pemadam kebakaran miliknya dalam kondisi baik dan siap pakai, serta menyiapkan pasukan pemadam siaga Masyarakat Peduli Api setempat,”

  • Mantap, Sirkuit Sky Land Siap Gelar 2 Even Balap Kelas Asia

    Mantap, Sirkuit Sky Land Siap Gelar 2 Even Balap Kelas Asia

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.434
    • 0Komentar

    DUA even balap kelas Internasional alam digelar pada akhir bulan November 2019 tahun ini di Sky Land International Circuit, Sekayu, Musi Banyuasin. Even tersebut yakni Muba Asia Auto Gymkhana Cup 2019 yang akan dilangsungkan pada 30 November-1 Desember 2019, dan Muba International Supermoto Cup 2019 yang akan diselenggarakan 7-8 Desember 2019 mendatang. Dalam tinjauan kesiapan gelaran […]

expand_less
WordPress Archive WP All Import Pro Advanced Custom Fields Addon Soflyy WP All Import Pro Link Cloaking Addon WP All Import Pro Premium WP All Import Pro User Import Addon WP All Import Pro WooCommerce Addon Softa - SaaS, Software & WebApp WordPress Softa – SaaS, Software & WebApp WordPress Theme Softconic – Software and IT Solutions WordPress Theme SoftEase – Multipurpose Software / SaaS Product WordPress Theme Softec – Software & Technology WordPress Theme + RTL