Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » KUR Perumahan, Dari Pondasi Rumah ke Pondasi Ekonomi Rakyat

KUR Perumahan, Dari Pondasi Rumah ke Pondasi Ekonomi Rakyat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
  • visibility 1.046
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA pepatah bilang, “rumahku adalah istanaku”. Nah, kalau istana cuma bisa dimiliki raja, rumah subsidi bisa dimiliki rakyat jelata lewat program KUR Perumahan. Jangan salah, dari tembok bata yang tampak sederhana itu bisa lahir perputaran ekonomi yang bikin kepala pengamat ekonomi manggut-manggut, sekaligus bikin pedagang warteg di dekat proyek perumahan ikut tersenyum lebar.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, baru-baru ini menekankan pentingnya KUR Perumahan sebagai terobosan baru. Angka yang dilemparnya cukup bikin mata melotot, yakni 350 ribu unit rumah subsidi akan dibangun, dan setiap satu rumah minimal menyerap lima tenaga kerja. Kalau dikalikan, jadinya 1,65 juta orang punya pekerjaan.

Itu baru hitungan tukang, belum ibu-ibu penjual gorengan di pinggir proyek yang omzetnya bisa naik gara-gara tukang butuh camilan sore.

Ibaratnya, program ini bukan cuma soal bikin atap genteng, tapi bikin atap ekonomi yang menaungi banyak keluarga, dari semen, pasir, hingga mie instan di warung sekitar, semuanya kena efek domino. Kalau biasanya orang bilang ekonomi itu rumit, lewat program ini bisa dijelaskan sederhana pasang pondasi rumah, pondasi ekonomi ikut berdiri.

Bayangkan percakapan dua tukang di warung kopi “Bang, sekarang kerjaan lancar nggak?”
“Alhamdulillah, lagi kebagian proyek rumah subsidi, jadi tiap hari bisa ngopi tanpa ngutang”

Lucu tapi nyata, inilah dagelan manis KUR Perumahan, dana yang disalurkan bukan hanya jadi kredit, tapi juga jadi alasan banyak tukang bisa pulang dengan senyum ke keluarganya, developer kecil yang biasanya susah dapat pembiayaan, sekarang bisa mengakses bunga subsidi.

Analogi gampangnya begini, kalau biasanya developer ibarat pemain bola tanpa sepatu, sekarang pemerintah kasih sepatu plus kaos tim. Tinggal mainnya aja jangan bikin blunder.

Menariknya, sosialisasi program ini dimulai dari kampus, tepatnya Universitas Katolik Parahyangan. Agak unik memang, biasanya kampus sibuk dengan teori, kali ini malah jadi “markas awal” kredit perumahan. Tapi justru itu yang segar, mahasiswa bisa belajar bahwa membangun rumah bukan hanya soal gambar arsitektur, tapi juga soal membangun ekosistem ekonomi.

Ibarat pepatah, “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”, sosialisasi kecil-kecilan di kampus bisa jadi gerakan besar di masyarakat. Kalau mahasiswa ikut paham soal pembiayaan rumah, bukan mustahil mereka jadi generasi developer baru yang tidak cuma mikir profit, tapi juga manfaat.

Mari kita bongkar lebih serius, 350 ribu rumah subsidi bukan angka kecil, jika setiap unit rumah bernilai rata-rata Rp150 juta, totalnya mencapai Rp52,5 triliun. Uang segede itu berputar di sektor konstruksi, perbankan, hingga UMKM, efek bergandanya bisa sampai ke industri semen, baja, cat, sampai angkutan pickup.

Lebih jauh lagi, ketika ada rumah baru, ada kehidupan baru, anak masuk sekolah di sekitar, warung baru buka, ojek daring dapat pelanggan tambahan. Jadi jangan remehkan satu pondasi rumah, karena efeknya bisa menyebar seperti riak air saat batu dilempar ke kolam.

Namun, program sebesar ini jangan sampai jadi sekadar pesta kembang api heboh di awal, padam setelah acara. Menteri PKP sudah wanti-wanti soal evaluasi. Harus ada ukuran jelas, berapa transaksi, berapa developer kecil yang terbantu, berapa kontraktor lokal yang benar-benar dapat order.

Kalau tidak, bisa-bisa KUR Perumahan hanya jadi poster manis tanpa cerita sukses di lapangan. Itu ibarat bikin rumah pakai cat mahal, tapi pondasinya asal-asalan cantik di luar, roboh di dalam.

Oleh karena itu,  tanggung jawab ada di semua pihak, pemerintah sebagai arsitek kebijakan, bank sebagai tukang kredit, developer sebagai mandor, dan rakyat sebagai pemilik rumah impian. Kalau semua jalan, rumah subsidi bukan cuma rumah murah, tapi rumah berkah.

KUR Perumahan ini sejatinya bukan hanya soal orang punya atap untuk berteduh. Lebih dari itu, ini adalah soal bagaimana negara hadir dengan kebijakan yang menyentuh perut rakyat sekaligus menggerakkan mesin ekonomi.

Kalau 1,65 juta orang bisa bekerja karena membangun rumah, maka ini lebih dari sekadar angka. Ini adalah bukti bahwa ketika rakyat membangun rumah, sejatinya mereka sedang membangun bangsa.

Dan siapa tahu, dari rumah sederhana yang berdiri tegak itu, lahir generasi yang suatu hari bisa membangun Indonesia yang lebih kokoh. Karena, seperti kata pepatah, “tak ada gading yang tak retak”, tapi setidaknya kalau rumah berdiri kuat, retakan bisa diperbaiki, dan masa depan bisa tetap ditempati dengan nyaman.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ishak Mekki Buka Kejuaraan Futsal Okumene Cup 2017

    Ishak Mekki Buka Kejuaraan Futsal Okumene Cup 2017

    • calendar_month Sabtu, 11 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.069
    • 0Komentar

    Olahraga ini jangan hanya cuma sebagai ajang untuk memperebutkan tropy, namun untuk menjaga kesehatan

  • Ada Thrifting Buatan Dalam Negeri, Apa Itu ?

    Ada Thrifting Buatan Dalam Negeri, Apa Itu ?

    • calendar_month Kamis, 19 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.938
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Pembelian pakaian bekas merupakan salah satu yang sedang menjadi tren yang termasuk ke dalam golongan wisata belanja yang diminati oleh masyarakat di Indonesia, terutama di kalangan generasi muda.   Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mendorong pelaku thrifting atau jual beli pakaian bekas agar […]

  • Pantau Penyaluran, Menaker Memastikan tidak Ada Pemotongan BSU

    Pantau Penyaluran, Menaker Memastikan tidak Ada Pemotongan BSU

    • calendar_month Sabtu, 18 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 653
    • 0Komentar

    MENTERI Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, terus melakukan monitoring dan evaluasi terkait penyaluran bantuan subsidi gaji/upah (BSU) 2021 untuk memastikan tidak ada pemotongan baik untuk biaya administrasi maupun biaya lainnya. “Kehadiran saya dan rekan-rekan dari Kemnaker ingin terus memastikan penyaluran BSU 2021 ini lancar dan tidak ada pemotongan sepeserpun baik untuk biaya administrasi, maupun biaya lain-lainnya” ungkap […]

  • Wawako Palembang Pantau Rakyat Kecil Di Tengah Wabah Covid-19

    Wawako Palembang Pantau Rakyat Kecil Di Tengah Wabah Covid-19

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 967
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang Fitrianti Agustinda terus melakukan pemantauan kepada masyarakat kecil yang hidupnya dibawah garis kemiskinaan ditengah wabah covid 19 yang saat ini melanda dunia. Meskipun kondisi ditengah pendemik, kegiatan sosial guna meringankan kehidupan mereka yang kurang mampu tidak luput dari pantauan Pemkot Palembang untuk diatasi. Hal ini dibenarkan Fitri saat membantu warga di Kecamatan […]

  • Pandemi Covid Meningkat, Wakapolda Bersama Forkopimda Bengkulu Gelar Rapat Bahas Penanganan Covid-19

    Pandemi Covid Meningkat, Wakapolda Bersama Forkopimda Bengkulu Gelar Rapat Bahas Penanganan Covid-19

    • calendar_month Jumat, 2 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 957
    • 0Komentar

    WAKIL Kepala Kepolisian Daerah Bengkulu bersama Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu, Karo Ops Polda Bengkulu, Kadinkes serta FKPD Provinsi Bengkulu menggelar rapat dengan bahas penanganan Covid-19 di Provinsi Bengkulu yang diselenggarakan di Balai Semarak Provinsi Bengkulu, Jum’at (02/07/2021). Wakapolda Bengkulu mengatakan dalam rapat kali ini akan membahas situasi terkini mengenai peningkatan Covid-19 khususnya di Provinsi Bengkulu. […]

  • Road Map Palembang Musi 2045, Apa isinya, simak yuk !

    Road Map Palembang Musi 2045, Apa isinya, simak yuk !

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.609
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penjabat (Pj) Wali Kota Palembang Cheka Virgowansyah membuka kegiatan Diseminasi Road Map Palembang MUSI 2045, di Ruang Rapat Parameswara, Kamis (12/12/2024).   Road Map Palembang MUSI 2045 adalah sebuah dokumen ringkasan yang berisi intisari visi, misi, sasaran pokok, arah kebijakan, indikator utama pembangunan serta program strategis yang bersumber dari Dokumen Rencana Pembangunan Jangka […]

expand_less
WordPress Archive WP All Import Pro Advanced Custom Fields Addon Soflyy WP All Import Pro Link Cloaking Addon WP All Import Pro Premium WP All Import Pro User Import Addon WP All Import Pro WooCommerce Addon Softa - SaaS, Software & WebApp WordPress Softa – SaaS, Software & WebApp WordPress Theme Softconic – Software and IT Solutions WordPress Theme SoftEase – Multipurpose Software / SaaS Product WordPress Theme Softec – Software & Technology WordPress Theme + RTL