Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » “Baja yang Tak Sekadar Besi, Saat Rumah Rakyat Dicetak, Bukan Dicicil”

“Baja yang Tak Sekadar Besi, Saat Rumah Rakyat Dicetak, Bukan Dicicil”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
  • visibility 555
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DULU orang tua kita bilang, “Cari papan itu lebih susah dari cari pasangan,” sekarang perumpamaannya kudu diperbarui “Yang penting bukan cuma papan, tapi baja di balik papan”. Itulah sebabnya Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah, blusukan ke jantung baja nasional, Krakatau Steel (KS) di Cilegon, Banten. Bukan untuk pesen keris atau beli panci, tapi untuk mengintip masa depan rumah rakyat yang bisa jadi, sebentar lagi, dibangun lebih cepat dari mie instan dan lebih kuat dari cinta sepihak.

Bayangkan begini rumah-rumah rakyat, bukan lagi dibangun dengan peluh kuli yang lima kali istirahat dan dua kali kabur, tapi dicetak, dipotong laser, lalu disusun seperti main Lego raksasa.

Fahri bilang, Krakatau Steel bukan cuma pabrik, tapi fondasi dari mimpi besar, kalau rumah sakit punya IGD, rumah rakyat punya KSD Krakatau Steel Darurat!. “Tiap tahun, 2 juta rumah bisa direhab dengan Rp43,6 triliun. Kalau tiap rumah dikasih Rp17,5 juta untuk bahan bangunan, masa KS cuma nonton?” ujar beliau, mungkin sambil menahan napas karena bajanya terlalu kuat.

Ada tiga jurus pamungkas yang sedang disiapkan pemerintah, mirip jurus silat versi pembangunan. Pertama Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Yang rumahnya udah mirip gudang ayam, bisa disulap jadi Istana mini dengan kerangka baja ringan, dinding tahan gempa, dan sanitasi yang tak bikin nyamuk pesta pora. Kedua Pengembangan kawasan berbasis lokalitas.

“Rumah pesisir tuh ya rumah panggung, bukan rumah beton yang kelelep tiap pasang,” tegas Fahri, mungkin sambil membayangkan rumah Bugis di tepi laut pakai teknologi laser cutting.

Ketiga, hunian vertikal di kota. Ini bukan tentang apartemen mewah berfasilitas kolam renang dan gym, tapi rumah susun rakyat yang murah, sehat, dan nggak nyolong angin tetangga.

“Kalau KS bisa bikin teknologi water treatment yang murah dan bagus, sanitasi nasional bisa selamat. Jangan cuma bangun baja, bangun juga peradaban,” kata Fahri, yang kalimatnya layak dicetak di spanduk RW. Ini bukan utopia, tapi realita yang bisa dicapai kalau semua pihak kolaborasi dan nggak rebutan stempel proyek.

Yang menarik, bukan cuma Kementerian PKP yang semangat, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga sudah siap dengan Rp22 triliun untuk 1.000 kawasan pesisir. Di sinilah peluang KS makin kinclong. Rumah apung, rumah panggung, hingga tanggul tahan badai bisa jadi ‘produk unggulan’.

KS bahkan diminta bikin showroom rumah rakyat berbasis baja dan sanitasi sehat. Biar nggak cuma showroom mobil yang dikunjungi pejabat, tapi juga rumah masa depan rakyat jelata. Bisa dicoba “Open House Rumah Baja- Gratis Bakso dan Brosur”

Direktur KS, Pak Hernowo, ternyata bukan hanya jualan semangat. “Kita udah coba di Morangke rumah apung, di IKN kita bikin hunian empat lantai,” katanya.

Bahkan KS sedang kembangkan rumah cetak sehari jadi, bayangkan, pagi tanah kosong, sore ada rumah. Mirip sulap tapi pakai mesin dan teknologi, bukan jin dari botol. Meski masih mahal, mereka yakin harga bisa turun seiring skala besar. Kayak beli gorengan satuan mahal, grosiran lebih murah asal jangan dikasih plastik panas.

Ada pepatah lama, “Di mana ada baja, di situ ada harapan”. Eh…., nggak ada sih pepatah begitu, tapi rasanya pas. Karena KS bukan hanya menjual logam, tapi menjual kemungkinan bahwa rakyat bisa punya rumah cepat, kuat, dan terjangkau. Pembangunan itu bukan soal semen, tapi soal sistem, bahwa kalau kita mau sedikit imajinatif, rumah panggung bisa bertemu teknologi, dan rumah rakyat tak lagi hanya impian.

Oleh karena itu, daripada terus menyewa kontrakan yang bocor kalau gerimis dan panas kalau siang, mungkin sudah waktunya kita berpikir swasembada papan bukan mustahil. Bukan rumah dari langit, tapi rumah dari logika dan baja.

Kalau industri baja kuat, rakyat pun tak perlu menunggu puluhan tahun untuk punya atap sendiri. Jangan cuma swasembada beras, tapi juga swasembada tempat rebahan, karena tidur nyenyak itu hak segala bangsa, asal jangan diemperan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menanti Lahirnya Seni Baru di Era Pandemi

    Menanti Lahirnya Seni Baru di Era Pandemi

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2020
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 1.650
    • 0Komentar

    Pandemi sudah kerap melanda dan membuat kehidupan manusia pun menjadi berubah secara drastis. Termasuk dalam berkesenian. Kalau kita toleh ke belakang,  dari Perang Dunia I dan Perang Dunia II  bahkan sebelumnya, sudah ada pandemi seperti yang terjadi saat ini. Penyebabnya mungkin yang berbeda. Saat ini, Covid 19 yang ‘mengamuk’. Satu hal yang menjadi catatan kita, […]

  • Kementan RI Setujui Sumsel Jadi Provinsi Mandiri Benih, Siapkah ?

    Kementan RI Setujui Sumsel Jadi Provinsi Mandiri Benih, Siapkah ?

    • calendar_month Selasa, 9 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.689
    • 0Komentar

    TEKAD Pemerintah Provinsi Sumsel menjadikan Provinsi ini sebagai salah satu provinsi  mandiri benih  di Indonesia mendapat angin segar. Bagaimana tidak, keinginannya itu langsung direspon positif oleh Kepala Badan Penyuluh Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan RI Prof Ir. Dedi Nursyamsi, M. Agr. Hal itu terungkap saat Gubernur Sumsel H Herman Deru menerima kunjungan Kepala […]

  • Cabor Panjat Tebing Muba Raih Tiga Medali Emas

    Cabor Panjat Tebing Muba Raih Tiga Medali Emas

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.038
    • 0Komentar

    KONTINGEN Musi Banyuasin ( Muba) berhasil mengawinkan medali emas dari nomor speed classic perorangan putra dan putri, cabang olahraga Panjat Dinding pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Prabumulih, di venue Panjat Dinding Prabu Jaya, Rabu (20/11/2019) malam. Untuk nomor speed classic perorangan putra, medali emas Muba diraih M Fajri Novriansyah, dan medali emas putri oleh […]

  • Semangati Tenaga Medis, Bupati OKI : Jangan Mengalah Hadapi COVID-19

    Semangati Tenaga Medis, Bupati OKI : Jangan Mengalah Hadapi COVID-19

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 783
    • 0Komentar

    DUKUNGAN dari pemerintah dan masyarakat adalah kunci semangat bagi para tenaga medis melawan virus corona. Dukungan itu bisa dalam berbagai bentuk, mulai dari semangat hingga pada perhatian kepada mereka. Untuk memberi dukungan kepada para tenaga medis yang berada di garis terdepan melawan corona Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE mengunjungi langsung para petugas kesehatan […]

  • Tidak Perlu Karantina Di RS, Pasien Positif COVID-19 Tanpa Gejala Cukup Isolasi Mandiri

    Tidak Perlu Karantina Di RS, Pasien Positif COVID-19 Tanpa Gejala Cukup Isolasi Mandiri

    • calendar_month Senin, 7 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 700
    • 0Komentar

    KONFIRMASI positif COVID-19 di Indonesia terus mengalami kenaikan dan itu harus diantisipasi bersama. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per Sabtu (05/02/2022), kasus harian konfirmasi positif di Indonesia tercatat sebanyak 33.729. Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menyatakan, varian Omicron memiliki karakteristik tingkat penularan yang sangat cepat jika dibandingkan dengan varian Alpha, Beta, […]

  • Aset Kawasan Wisata Bedegung Muaraenim Tidak Ada Masalah

    Aset Kawasan Wisata Bedegung Muaraenim Tidak Ada Masalah

    • calendar_month Rabu, 24 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.663
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Muara Enim menegaskan aset di Kawasan Bedegung tersebut tidak ada masalah sehingga dapat segera dilakukan penyelesaian secara administrasi. Hal itu terungkap saat rata dengan Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim, Ir. Maryana, atas nama Pemkab Muara Enim terkait penyelesaian masalah aset di Kawasan Wisata Bedegung Kecamatan Tanjung Agung, di […]

expand_less
WordPress Archive Handy – Handmade Shop Shopify Theme Handy – Handmade Shop WordPress WooCommerce Theme Handy Shop – Digital RTL Responsive WooComerce WordPress Theme Handyman Builder Plumber & Repair Service Elementor Template Kit Haney – Beekeeping and Honey Shop Theme Hanga - Construction & Building Elementor Template Kit Hangar – Aviation & Flight School Elementor Template Kit Hanio – Honey & Sweets Store WordPress Theme Hanio - Sweets & Pastry Shop WordPress Theme Hanoistore – Supermarket Responsive WooEcommerce WordPress Theme