Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » “Gaji Pas-Pasan Tapi Mau Punya Rumah? Tenang, Warga Jogja Udah Duluan Nemu Jurusnya, Daerah Lain Bisa Contoh!”

“Gaji Pas-Pasan Tapi Mau Punya Rumah? Tenang, Warga Jogja Udah Duluan Nemu Jurusnya, Daerah Lain Bisa Contoh!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
  • visibility 621
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAMU udah tiga kali pindah kos karena harga sewa nambah terus tiap Lebaran, atau pernah bikin tenda dari spanduk bekas karena KPR serasa mimpi basah yang tak pernah basah, berarti ini saatnya kamu kenalan sama satu jurus jitu perumahan berbasis koperasi.

Lho, emangnya bisa?

Bisa banget, kata Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono, pas hadir di acara Festival Pamer Kampung Kota dan peresmian Model Koperasi Perumahan di Yogyakarta (13 Juli 2025).

Beliau datang bukan cuma buat selfie sama backdrop atau ngicip pastel di stand UMKM, tapi beneran niat ngajak rakyat jelata termasuk kita-kita ini, buat ngonsep rumah idaman bareng komunitas, bukan ngandelin cicilan 25 tahun yang bikin uban tumbuh lebih dulu daripada pagar rumah.

“Komunitas itu sebenarnya udah punya basis koperasi. Jadi kenapa nggak sekalian bikin rumah bareng-bareng? Dari tanahnya, bangunannya, sampe pengelolaannya bisa gotong royong,” kata Pak Wamenkop.

Nah ini, konsep rumah gotong royong! Bukan gotong royong narik utang, tapi gotong royong bikin hunian! Asli, ini kayak arisan emak-emak tapi hadiahnya bukan rice cooker, melainkan sertifikat rumah.

Biasanya yang jadi developer kan perusahaan yang iklannya ada di TV, ngasih gambar rumah dua lantai tapi begitu datang, dapurnya bisa digeser pakai kaki. Tapi koperasi ini beda! Ia bukan cuma jadi pengembang alias developer, tapi juga jadi penggerak masyarakat, pengelola bahan bangunan, dan bahkan bisa mengatur skema pembiayaan yang ngga bikin dada sesak tiap akhir bulan.

Bayangin, kamu dan komunitasmu punya koperasi, koperasi itu yang beli tanahnya, bangun rumahnya, dan atur pembiayaannya. Modalnya? Dari simpanan wajib yang disepakati bareng. Bukan dari utang ke tengkulak atau pinjaman online yang bunganya bisa bikin dompet lemes kayak tahu direndam.

Contohnya udah ada lho, Rumah Flat Menteng di Jakarta Pusat, ini bukan gosip kompleks, tapi kenyataan. Warga di sana, berbekal koperasi, bisa punya rumah bertingkat yang legalitasnya jelas Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama koperasi. Ini bukan sekadar hunian, tapi komunitas yang solid kayak balok LEGO.

Jangan kira cuma Indonesia yang mikir gini, di Norwegia, misalnya, 15% dari total perumahan dikembangkan oleh koperasi.

Di Kanada, model cooperative housing udah jadi bagian penting dalam solusi perumahan kota besar seperti Toronto dan Vancouver.

Bahkan di Jerman, yang terkenal dengan presisi dan sosis bratwurst-nya, ada sistem Baugruppen (kelompok bangun rumah) yang mirip koperasi, warga patungan buat bangun rumah bersama sesuai kebutuhan.

Jadi kalau orang luar negeri aja bisa patungan buat bikin rumah tanpa drama, masa kita kalah yang katanya budaya gotong royong udah jadi sarapan sejak jaman batu?.

Kenapa Harus Koperasi?

Karena koperasi itu kayak teman lama yang selalu siap bantu, bukan minta utang. Dia dibangun dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota.

Dalam hal ini, untuk punya rumah. Jadi kamu nggak cuma ngontrak terus sampe anakmu jadi anak kos juga. Kamu bisa punya rumah dari keringat sendiri dan gotong royong sesama warga.

Kata pepatah lama “Di mana ada kemauan, di situ ada tukang bangunan”, tapi kita tambahin dikit “…dan di situ juga ada koperasi yang siap bantuin”.

Sekarang pertanyaannya, kamu udah ngapain bareng komunitasmu selain ngumpul makan bakso dan arisan tupperware? Kenapa nggak mulai ngobrol soal perumahan? Soal koperasi? Soal masa depan yang nggak harus ngontrak terus kayak orang lari dari masa lalu?.

Kata Wamenkop “Kita akan review regulasinya, akan kita koperasikan”. Artinya, pemerintah buka jalan, tinggal kita yang nyetir. Kalau kita terus nunggu developer turun dari langit, ya yang turun paling hujan cicilan, bukan rumah.

Jadi, teman-teman sekalian yang masih tidur di atas kasur lipat sambil mikir KPR, ini saatnya bangun. Rumah itu bukan cuma buat mereka yang punya warisan, tapi juga buat yang punya niat dan komunitas.

Mari koperasian! Supaya kelak, anak cucu kita bisa bilang “Kakekku nggak mewariskan utang, tapi rumah hasil gotong royong”.

Kalo nggak sekarang, kapan lagi? Koperasi bukan pilihan terakhir, tapi justru jalan tengah yang bikin hati senang, dapur tenang, dan cucian bisa dijemur dengan senyum.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dongkrak Perekonomian, Gubernur  Resmikan Puluhan Infrastruktur di Kabupaten Muara Enim

    Dongkrak Perekonomian, Gubernur Resmikan Puluhan Infrastruktur di Kabupaten Muara Enim

    • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.189
    • 0Komentar

    SETELAH menghadiri perayaan HUT PT Bukit Asam ke 40 di Tanjung Enim, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru melanjutkan agenda kerjanya meresmikan puluhan infrastruktur yang ditandai dengan pemukulan tambur dan pemecahan kendi, dipusatkan Desa Cinta Kasih Kecamatan Belimbing Kabupaten Muara Enim, Selasa (2/3). Rampungnya pembangunan puluhan infrasturktur baik fisik maupun non fisik di Bumi […]

  • Langganan Banjir, SDN 182 di Jalan Lebak Jaya Sei -Selayur Diliburkan Lagi

    Langganan Banjir, SDN 182 di Jalan Lebak Jaya Sei -Selayur Diliburkan Lagi

    • calendar_month Senin, 30 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.160
    • 0Komentar

    “Setiap hujan deras turun 3-4 jam saja pasti banjir, kok, dan dampaknya  pasti  anak-anak jadi ikut diliburkan, bahkan libur karena banjir tersebut terkadang lebih dari satu hari, Kondisi ini bukan terjadi sekali ini saja, namun sudah menjadi langganan,”

  • Indonesia Perioritas Pemberangkatan Haji dan Umrah, Kemenag Akan Sampaikan Rumusan dan Prokes Pemberangkatan Umrah

    Indonesia Perioritas Pemberangkatan Haji dan Umrah, Kemenag Akan Sampaikan Rumusan dan Prokes Pemberangkatan Umrah

    • calendar_month Selasa, 23 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 763
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Agama akan menyusun skenario dan timeline pemberangkatan jemaah umrah termasuk protokol kesehatan dalam pengaturan penyelenggaraan umrah. Rumusan itu selanjutnya disampaikan kepada Kementerian Haji Saudi untuk dipelajari. “Alhamdulillah, hari ini saya bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F. Al-Rabiah di Makkah. Menteri Tawfiq mengatakan bahwa Indonesia adalah prioritas dalam masalah haji dan […]

  • Prabowo-SBY Sepakati Fokus Kampanye yang Berurusan dengan Perut Rakyat  

    Prabowo-SBY Sepakati Fokus Kampanye yang Berurusan dengan Perut Rakyat  

    • calendar_month Kamis, 13 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 670
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sepakat dalam kampanye akan mengangkat isu-isu ekonomi terutama yang berurusan dengan perut rakyat. Selain itu Prabowo-SBY sepakat juga tidak akan membawa isu SARA untuk menjatuhkan lawan. “Kami sepakat untuk fokus kampanye mengutamakan kepentingan rakyat terutama dalam situasi ekonomi yang […]

  • Gubernur,  BKPRMI Banyak Berkontribusi Dalam Program Pendirian Rumah Tahfidz di Sumsel

    Gubernur, BKPRMI Banyak Berkontribusi Dalam Program Pendirian Rumah Tahfidz di Sumsel

    • calendar_month Jumat, 27 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 582
    • 0Komentar

    MASIH disuasana bulan Syawal 1443 Hijriah Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru penuhi undangan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sumsel dalam acara Hallal Bihallal Keluarga besar DPD BKPRMI Kota Palembang, di Masjid Al- Kahfi, Kamis (26/5). Dalam kesempatan itu, Herman Deru menyampaikan  apresiasinya kepada BKPRMI yang telah membuat wadah silaturahmi, apalagi dilakukan […]

  • Hadirkan Smart Tourism Untuk Program Wonderful Indonesia, Grap MoU dengan Kementrian Pariwisata

    Hadirkan Smart Tourism Untuk Program Wonderful Indonesia, Grap MoU dengan Kementrian Pariwisata

    • calendar_month Rabu, 26 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 850
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Grab melakukan tanda tangan nota kesepahaman dengan Kementrian Pariwisata guna menghadirkan smart tourism. Langkah ini sebagai bentuk dukungan Grab terhadap program Wonderful Indonesia. Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia, mengatakan bahwa pihaknya siap menyukseskan program Wonderful Indonesia dan mengembangkan potensi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi baru dunia. “Program berskala internasional ini membuka kesempatan […]

expand_less
WordPress Archive Resido – Laravel Real Estate Multilingual System Resido - Real Estate WordPress Theme Resizable Multicolor Countdown Resolace – Psychology & Counseling FSE WordPress Theme Resonance - Creative Modern Agency, Freelancer & Portfolio WordPress Theme Resort & Hotel WordPress Theme | Erios Responsive Accordion Responsive Bootstrap Carousel Responsive Cookie Law Consent Notification WordPress Plugin GDPR Compliance Responsive FlipBook Plugin