Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » “Gaji Pas-Pasan Tapi Mau Punya Rumah? Tenang, Warga Jogja Udah Duluan Nemu Jurusnya, Daerah Lain Bisa Contoh!”

“Gaji Pas-Pasan Tapi Mau Punya Rumah? Tenang, Warga Jogja Udah Duluan Nemu Jurusnya, Daerah Lain Bisa Contoh!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
  • visibility 616
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAMU udah tiga kali pindah kos karena harga sewa nambah terus tiap Lebaran, atau pernah bikin tenda dari spanduk bekas karena KPR serasa mimpi basah yang tak pernah basah, berarti ini saatnya kamu kenalan sama satu jurus jitu perumahan berbasis koperasi.

Lho, emangnya bisa?

Bisa banget, kata Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono, pas hadir di acara Festival Pamer Kampung Kota dan peresmian Model Koperasi Perumahan di Yogyakarta (13 Juli 2025).

Beliau datang bukan cuma buat selfie sama backdrop atau ngicip pastel di stand UMKM, tapi beneran niat ngajak rakyat jelata termasuk kita-kita ini, buat ngonsep rumah idaman bareng komunitas, bukan ngandelin cicilan 25 tahun yang bikin uban tumbuh lebih dulu daripada pagar rumah.

“Komunitas itu sebenarnya udah punya basis koperasi. Jadi kenapa nggak sekalian bikin rumah bareng-bareng? Dari tanahnya, bangunannya, sampe pengelolaannya bisa gotong royong,” kata Pak Wamenkop.

Nah ini, konsep rumah gotong royong! Bukan gotong royong narik utang, tapi gotong royong bikin hunian! Asli, ini kayak arisan emak-emak tapi hadiahnya bukan rice cooker, melainkan sertifikat rumah.

Biasanya yang jadi developer kan perusahaan yang iklannya ada di TV, ngasih gambar rumah dua lantai tapi begitu datang, dapurnya bisa digeser pakai kaki. Tapi koperasi ini beda! Ia bukan cuma jadi pengembang alias developer, tapi juga jadi penggerak masyarakat, pengelola bahan bangunan, dan bahkan bisa mengatur skema pembiayaan yang ngga bikin dada sesak tiap akhir bulan.

Bayangin, kamu dan komunitasmu punya koperasi, koperasi itu yang beli tanahnya, bangun rumahnya, dan atur pembiayaannya. Modalnya? Dari simpanan wajib yang disepakati bareng. Bukan dari utang ke tengkulak atau pinjaman online yang bunganya bisa bikin dompet lemes kayak tahu direndam.

Contohnya udah ada lho, Rumah Flat Menteng di Jakarta Pusat, ini bukan gosip kompleks, tapi kenyataan. Warga di sana, berbekal koperasi, bisa punya rumah bertingkat yang legalitasnya jelas Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama koperasi. Ini bukan sekadar hunian, tapi komunitas yang solid kayak balok LEGO.

Jangan kira cuma Indonesia yang mikir gini, di Norwegia, misalnya, 15% dari total perumahan dikembangkan oleh koperasi.

Di Kanada, model cooperative housing udah jadi bagian penting dalam solusi perumahan kota besar seperti Toronto dan Vancouver.

Bahkan di Jerman, yang terkenal dengan presisi dan sosis bratwurst-nya, ada sistem Baugruppen (kelompok bangun rumah) yang mirip koperasi, warga patungan buat bangun rumah bersama sesuai kebutuhan.

Jadi kalau orang luar negeri aja bisa patungan buat bikin rumah tanpa drama, masa kita kalah yang katanya budaya gotong royong udah jadi sarapan sejak jaman batu?.

Kenapa Harus Koperasi?

Karena koperasi itu kayak teman lama yang selalu siap bantu, bukan minta utang. Dia dibangun dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota.

Dalam hal ini, untuk punya rumah. Jadi kamu nggak cuma ngontrak terus sampe anakmu jadi anak kos juga. Kamu bisa punya rumah dari keringat sendiri dan gotong royong sesama warga.

Kata pepatah lama “Di mana ada kemauan, di situ ada tukang bangunan”, tapi kita tambahin dikit “…dan di situ juga ada koperasi yang siap bantuin”.

Sekarang pertanyaannya, kamu udah ngapain bareng komunitasmu selain ngumpul makan bakso dan arisan tupperware? Kenapa nggak mulai ngobrol soal perumahan? Soal koperasi? Soal masa depan yang nggak harus ngontrak terus kayak orang lari dari masa lalu?.

Kata Wamenkop “Kita akan review regulasinya, akan kita koperasikan”. Artinya, pemerintah buka jalan, tinggal kita yang nyetir. Kalau kita terus nunggu developer turun dari langit, ya yang turun paling hujan cicilan, bukan rumah.

Jadi, teman-teman sekalian yang masih tidur di atas kasur lipat sambil mikir KPR, ini saatnya bangun. Rumah itu bukan cuma buat mereka yang punya warisan, tapi juga buat yang punya niat dan komunitas.

Mari koperasian! Supaya kelak, anak cucu kita bisa bilang “Kakekku nggak mewariskan utang, tapi rumah hasil gotong royong”.

Kalo nggak sekarang, kapan lagi? Koperasi bukan pilihan terakhir, tapi justru jalan tengah yang bikin hati senang, dapur tenang, dan cucian bisa dijemur dengan senyum.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rumah Quran WKMM : Surga Kecil di Tengah Kota, Pak Wali Potong Pita

    Rumah Quran WKMM : Surga Kecil di Tengah Kota, Pak Wali Potong Pita

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.235
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Di tengah hiruk-pikuk kota Palembang yang nggak pernah sepi, ada satu sudut kecil yang bikin hati adem. Jumat (14/3/2025), Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, resmi meresmikan Rumah Quran Yayasan Wong Kito Mari Mengaji (WKMM) di Kelurahan 23 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil. Rumah ini bukan sekadar bangunan biasa, melainkan tempat yang diharapkan bisa menanamkan cinta […]

  • Jangan Coba Tabrak Lari, Ada Kamera Pengintai Yang Dapat Memantau, Terbukti ETLE Bisa Ungkap Kasus Tabrak Lari Kurang 24 Jam

    Jangan Coba Tabrak Lari, Ada Kamera Pengintai Yang Dapat Memantau, Terbukti ETLE Bisa Ungkap Kasus Tabrak Lari Kurang 24 Jam

    • calendar_month Sabtu, 9 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 592
    • 0Komentar

    KEPALA Korps Lalu Lintas (Korlantas) Irjen Pol. Drs. Istiono, M.H., mengecek pengoperasian kamera Electronic Traffic Law Enforcement atau e-TLE dan Gedung Traffic Management Center (TMC) di Polresta Balikpapan. Ia mengklaim pengoperasian e-TLE dan TMC di sana sudah berjalan baik dan terbukti mampu mengungkap kasus tabrak lari hanya dalam waktu 1 x 24 jam. “TMC yang […]

  • Palembang-Banyuasin Sepakat Bangun Wil.Perbatasan

    Palembang-Banyuasin Sepakat Bangun Wil.Perbatasan

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.127
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang – Kab. Banyuasin sepakat dalam membangun wilayah perbatasan.Walikota Palembang, H. Harnojoyo menjelaskan, hal tersebut merupakan suatu kelanjutan yang telah dilaksanakan Walikota sebelumnya, yaitu Edi Santana bersama mantan Bupati Banyuasin, Amiruddin Inoed. “Tapi tadi kami minta jangan hanya seremonial, tetapi harus kongkrit. Seperti contoh kecil masalah PDAM, tidak mungkin Palembang menikmati fasilitas air […]

  • stop-pungli

    Miris, Sumsel Masuk Urut 4 Kegiatan Pungli di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 14 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.234
    • 0Komentar

    Ternyata miris nian, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masuk dalam urutan ke-4 se-Indonesia dalam catatan tim Saber Pungli, dengan OTT 57 kasus dan tersangka 99 orang.

  • Di Guyur Hujan, Penolakan Omnibus Law di Palembang Masih Berlanjut, 20 Orang Pelajar di Amankan

    Di Guyur Hujan, Penolakan Omnibus Law di Palembang Masih Berlanjut, 20 Orang Pelajar di Amankan

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.086
    • 0Komentar

    RATUSAN masa dari mahasiswa dan buruh tetap melaksanakan aksi demo penolakan omnibus law, kali ini usai melaksanakan sholat Jumat dan dibawah guyuran hujan detas aksi tersebu dilakukan di Kantor Gubernur Sumsel Jalan Kapt.Rivai Palembang. Dalam aksi tersebut sedikitnya aparat mengamankan 20 orang pelajar yang dinilai membuat rusuh. Pantaun media hingga sore terlihat masa memadati halaman […]

  • Lonjakan Kasus COVID-19 di Luar Jawa-Bali Membutuhkan Respon Cepat

    Presiden Minta Cintai Buah Lokal, Kualitas Buah Lokal Tidak Kalah dengan Buah Impor

    • calendar_month Senin, 9 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 697
    • 0Komentar

    KUALITAS produk buah hasil dari perkebunan lokal tidak kalah dengan buah dari luar negeri. Indikasinya, dapat dilihat dari kandungan gizi yang dimiliki sama dengan berbagai buah-buahan yang berasal dari luar negeri. “Aneka buah-buahan nusantara yang berlimpah dengan kandungan gizi, tidak kalah dibandingkan buah impor,” ujar Presiden Joko Widodo melalui siaran virtual yang ditayangkan Sekretariat Presiden […]

expand_less
WordPress Archive Resido – Laravel Real Estate Multilingual System Resido - Real Estate WordPress Theme Resizable Multicolor Countdown Resolace – Psychology & Counseling FSE WordPress Theme Resonance - Creative Modern Agency, Freelancer & Portfolio WordPress Theme Resort & Hotel WordPress Theme | Erios Responsive Accordion Responsive Bootstrap Carousel Responsive Cookie Law Consent Notification WordPress Plugin GDPR Compliance Responsive FlipBook Plugin