Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » “Cabai Rawit, Rumah Impian & Sekda Menyimak Tak Berkedip, Saat Sumsel Siap Bangun Asa  dari Tanah Kosong &Angka Inflasi”

“Cabai Rawit, Rumah Impian & Sekda Menyimak Tak Berkedip, Saat Sumsel Siap Bangun Asa  dari Tanah Kosong &Angka Inflasi”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
  • visibility 614
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI sebuah ruangan canggih bernama Sumsel Command Center,  konon katanya mampu memantau segala hal kecuali status mantan, Pak Sekda Edward Candra duduk menyimak rapat daring nasional dengan khidmat.

Bukan rapat biasa, ini adalah Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi dan Evaluasi Dukungan Program 3 Juta Rumah, sebuah judul rapat yang panjangnya seperti antrian minyak goreng saat pandemi.

Dipimpin langsung  Mendagri Tito Karnavian, rapat ini membahas dua hal, bagaimana mengendalikan inflasi yang mulai centil kayak harga cabai rawit di musim kemarau, dan bagaimana menyiapkan rumah untuk rakyat yang penghasilan bulanannya masih berasa seperti kuota gratis dari operator, ada tapi tipis.

Menteri Tito berbicara dengan gaya khasnya tegas, jelas, dan penuh strategi, beliau menegaskan  Program 3 Juta Rumah bukanlah sekadar proyek gincu politik yang dibilang “gratis” tapi ternyata nyicil 30 tahun.

Ini program strategis yang serius, seperti hubungan yang sudah dikenalkan ke orang tua. Jadi, daerah harus terlibat bukan hanya sebatas menyimak, tapi juga menyumbang data valid dan tanah yang bukan bekas lapangan sepak bola karang taruna.

Di sinilah letak tantangannya, membangun rumah butuh tanah, dan tanah di banyak daerah kadang sudah penuh oleh ruko, perumahan mewah, atau monumen perjuangan yang bentuknya tak jelas. Namun jangan panik.

Dirjen Perumahan dari Kementerian PUPR, Pak Imran, memberi pencerahan bahwa ada solusi gunakan lahan negara yang nganggur, seperti pakde-pakde yang pensiun dini tapi masih suka duduk di pos ronda, lahan tidur pun bisa dibangunkan kembali untuk menampung rumah rakyat.

Tengok India, di negeri Bollywood itu, mereka punya program Pradhan Mantri Awas Yojana yang sukses membangun jutaan rumah bagi warga berpenghasilan rendah.

Mereka kolaboratif pusat kasih duit, daerah siapkan lahan, warga gotong royong. Bahkan ada skema rumah vertikal dengan rooftop taman cabe dan dapur umum. Nah, ini bisa dicontek, minimal buat inspirasi. Daripada lahan tidur dipakai buat tempat uji nyali, mending jadi kompleks rumah murah rasa nyaman.

Di Indonesia sendiri, Kota Surabaya pernah bikin gebrakan dengan program rumah susun murah yang dekat pasar, sekolah, dan… halte ojek online. Prinsipnya jelas rumah rakyat harus dekat sumber hidup, bukan sumber macet.

Lalu, kita bicara soal inflasi, di Musi Banyuasin, misalnya, IPH naik 3,73% dan yang paling berjasa adalah… cabai rawit. Si kecil mungil merah merona ini ternyata bisa menggetarkan indeks. Bayangkan, cabai rawit menyumbang 0,703%. Bukan main. Ini seperti peran cameo di sinetron yang screentime-nya 30 detik tapi bikin rating melonjak.

Inflasi juga digerakkan oleh beras yang naik 1,98% di Sumsel. Ini artinya, lauk makin pedas, nasi makin mahal, dan rakyat makin lihai mencari diskon di aplikasi belanja online. Kalau begini terus, bukan tidak mungkin nanti akan lahir strategi baru barter cabai dengan sewa rumah, atau program subsidi beras untuk yang mau ikut gotong-royong bangun fondasi rumah rakyat.

Setidaknya bikin rumah, tapi jangan lupakan sambal, program 3 Juta Rumah harus selaras dengan pengendalian harga kebutuhan pokok. Jangan sampai rakyat punya rumah bagus tapi dapurnya kosong, seperti pepatah Rumah megah tak berguna bila kompor tak menyala.

Gunakan tanah nganggur jangan sampai tanah malu bertanya, sesat di mufakat, lahan negara yang tidur perlu dibangunkan. Jangan sampai tanah bingung sendiri, “Aku milik negara, tapi kenapa jadi tempat parkir truk tua dan kandang ayam liar?:”

Libatkan rakyat sejak awal, dari data ke bata, pendataan MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) jangan asal ketik di spreadsheet. Harus lewat pendekatan sosial, mungkin perlu safari data sambil ngopi bareng warga, karena, rumah bukan sekadar tempat tidur, tapi simbol harapan.

Sosialisasi dengan gaya kekinia, desa-desa jangan hanya pasang spanduk bertuliskan “dilarang buang sampah sembarangan”. Tambahkan juga “Lahan Ini Akan Dibangun Rumah Harapan. Doakan Lancar, Ya!”. Bisa viral dan mengundang investor gotong royong.

Membangun rumah untuk rakyat bukan sekadar mengejar angka 3 juta unit. Ini tentang bagaimana negara hadir, bukan sebagai kontraktor, tapi sebagai pengayom. Dari dapur ke halaman, dari pondasi ke plafon, rumah harus menjadi tempat tumbuhnya cita-cita bukan sekadar tempat berlindung dari hujan.

Dan Sumatera Selatan, dengan Sekda yang menyimak setia, berada di jalur yang tepat. Tinggal gas sedikit lagi, sambil sesekali tengok harga cabai. Karena seperti kata orang tua “Harga cabe itu seperti hati mantan susah diprediksi, tapi selalu bikin perih kalau naik mendadak”.

Kita bangun rumah harapan, dengan atap impian, dinding kebersamaan, dan pondasi data yang valid. Kalau cabai rawit saja bisa mengguncang inflasi nasional, apalagi rakyat yang bersatu?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 16 Juta Buruh Sawit Digarap Untuk Jokowi: #sawitIJO

    16 Juta Buruh Sawit Digarap Untuk Jokowi: #sawitIJO

    • calendar_month Selasa, 2 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 896
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Akhirnya Sumarjono Saragih muncul dan bergerak. Membawa nama pribadi dan tanpa membawa oranisasi yang dipimpinya. Dia membentuk dan memimpin relawan bernama #sawitijo. Singkatan dari Sawit Ikut Jokowi. Sumarjono Saragih, dikenal sebagai pemimpin beberapa organisasi dan salah satu aktivis sawit yang konsiten. Memiliki jaringan luas di komunitas sawit. Dia juga aktif melakukan advokasi […]

  • Gerina Mendarat di Banyuasin, Alung Bilang Sumsel Siap Panen Ketahanan Pangan

    Gerina Mendarat di Banyuasin, Alung Bilang Sumsel Siap Panen Ketahanan Pangan

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 777
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Banyuasin, SOFUAN.GON, Siapa sangka, desa yang biasanya tenang dan penuh suara jangkrik di malam hari, mendadak heboh karena kedatangan tamu istimewa, Presiden Prabowo Subianto. Bukan mau panen durian atau cari ikan sepat, tapi kali ini beliau datang bawa “oleh-oleh” nasional Gerakan Indonesia Menanam alias Gerina. Bukan Gerhana, bukan Sabrina. Ini Gerina, program yang disusun […]

  • Wujudkan Ekosistem Smart City, OKI Gandeng ITB

    Wujudkan Ekosistem Smart City, OKI Gandeng ITB

    • calendar_month Selasa, 16 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.117
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Dinas Komunikasi dan Informatika bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) menjalin kerja sama terkait percepatan pengembangan dan transformasi kota cerdas (Smart City). Kerjasama itu ditandai dengan pelaksanaan  Fokus Group Discusion (FGD) pengembangan Ekosistem Smart City Kabupaten Ogan Komering Ilir Bertempat di Meeting Room Sekolah Bisnis Institut Teknologi Bandung(ITB), Senin (15/05/2023). […]

  • Asa dari Pertikaranas

    Asa dari Pertikaranas

    • calendar_month Rabu, 9 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.930
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang- Keberadaan Bumi perkemahan Gandus  yang ada  di Provinsi Sumsel  menjadi tempat yang   membanggakan,  karena tidak lama lagi akan diramaikan dengan kehadiran para pramuka dalam  kegiatan  Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Bhayangkara Tingkat Nasional (Pertikaranas) IV. Pertikaranas diharapkan akan membangkitkan kepramukaan di Bumi Sriwijaya. Gubernur Sumsel H Herman Deru yang juga bertindak  sebagai Ketua Majelis Bimbingan Daerah (Kamabida) Gerakan […]

  • Gambo Muba & Aspal Karet Bawa Muba Dikenal Hingga Ke Luar Negeri

    Gambo Muba & Aspal Karet Bawa Muba Dikenal Hingga Ke Luar Negeri

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 861
    • 0Komentar

    SEBAGAI daerah yang kaya sumber daya alam dan penuh inovasi, Kabupaten Musi Banyuasin menjadi panutan bagi daerah-daerah lainnya di Indonesia terlebih daerah yang mengusung konsep pembangunan lestari dan berkelanjutan. Betapa tidak, dua program lestari terobosan dan inovasi yang diinisiasi Bupati Muba yang juga Ketua Umum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) Dr Dodi Reza Alex Noerdin […]

  • Dirasukin Setan Apa ? Di Lahat Anak Tega Tikam Ibu Kandung

    Dirasukin Setan Apa ? Di Lahat Anak Tega Tikam Ibu Kandung

    • calendar_month Kamis, 31 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 941
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Lahat – Setan apa yang sudah merasuki Alfin (24) yang sudah menikah dan tinggal satu rumah dengan ibu kandungya  bertahun – tahun yang tak lain adalah korban kekerasan dalam lingkup rumah tangga. Alfin tega melakukan kekerasan fisik dengan ibu kandungnya hingga dilaporkan dan diamankan di Polres Lahat Kamis  pukul 12.00 WIB, Kamis ( 31/1/2019) […]

expand_less
WordPress Archive Bifrost – Simple Elementor WordPress Theme Big Junior – Multi-Purpose Responsive Theme Bigbytes – Big Data & Analytics Company Elementor Template Kit Bigcart – Clean, Modern WordPress Theme for WooCommerce Bigex – Portfolio WordPress Theme Bigger – Construction WordPress Theme Bigtech – ICO & Crypto Landing WordPress Theme Bijoux - Jewellery Ecommerce WordPress Theme BikePro – WooCommerce Elementor Template Kit Bikersclub – Motorcycle Club WooCommerce WordPress Theme