Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » “Politikus sasar pesta perkawinan”, tren apa fenomena !

“Politikus sasar pesta perkawinan”, tren apa fenomena !

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 2 Jul 2023
  • visibility 1.791
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id -Tahun depan kita sudah disibukan dengan pesta demokrasi, pemilihan presiden &wakil, presiden, DPD, DPR RI, DPRD, dan ada lagi pemilihan kepala daerah : bupati/wakil bupati, Walikota/wakil walikota. Di Provinsi Sumatera -Selatan ada 9 Kepala Daerahnya akan berakhir pada bulan september-oktober 2023, contohnya Walikota/Wakil walikota Palembang dan masa jabatan Gubernur Sumsel yang berakhir per Oktober 2023. Sebelum hajatan besar, baik Pemilihan Presiden, Pilkada, maupun legislatif, sudah banyak ditemui spanduk -spanduk masing-masing calon, bahkan bakal calon legislatif /bacaleg yang ditemui nampang di pinggir jalan, kampung dan perumahan warga guna mensosialisasikan dirinya kepada masyarakat di dapilnya, dengan berbagai motto untuk menarik minat pemilih.

Berbagai strategi lainnya mulai kita temui, salah satunya yang menarik mendatangi/mengunjungi resepsi perkawinan, atau lomba-lomba gaplek yang diselenggarakan tuan rumah yang punya hajat perkawinan. Dalam kontek politik ajang itu, merupakan sah-sah saja, apalagi pejabat itu masih menjabat sebagai kepala daerah.

Pertanyaannya sekarang apakah kehadiran politisi dalam undangan perkawinan dapat dikaitkan dengan beberapa fenomena atau tren  yang terjadi dalam konteks politik dan sosial ?  perlu dicatat bahwa tren ini bisa bervariasi tergantung pada negara atau wilayah tertentu.

Meski demikian peluang untuk dipilih masyarakat sebenarnya, tergantung pada sejumlah faktor, termasuk reputasi, popularitas, integritas, kebijakan yang diusulkan, dan kualitas kepemimpinan seseorang atau partai politik. Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi peluang dipilih oleh masyarakat, misalnya : Reputasi dan kinerja: Reputasi seseorang atau partai politik dapat memainkan peran penting dalam menarik dukungan masyarakat. Jika seorang politisi atau partai politik memiliki rekam jejak yang baik dan terbukti memberikan manfaat bagi masyarakat, maka mereka cenderung lebih disukai oleh pemilih.

Kebijakan dan visi: Pemilih cenderung tertarik pada kandidat atau partai politik yang memiliki kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi mereka. Jika seorang politisi atau partai politik mampu mengartikulasikan visi yang jelas dan menawarkan solusi konkret untuk masalah yang dihadapi oleh masyarakat, mereka memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan dukungan. Komunikasi efektif: Kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik dan menyampaikan pesan yang efektif kepada masyarakat juga merupakan faktor penting. Seorang politisi yang dapat berbicara dengan jelas, mendengarkan kekhawatiran masyarakat, dan merespons dengan baik memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan dukungan.

Kepercayaan dan integritas: Integritas dan kepercayaan adalah atribut penting dalam politik. Jika seorang politisi atau partai politik dianggap jujur, transparan, dan berintegritas, masyarakat cenderung lebih mungkin untuk mempercayai dan mendukung mereka. Konteks politik dan keadaan sosial: Faktor-faktor seperti keadaan ekonomi, isu-isu politik saat ini, perubahan sosial, dan suasana politik secara umum dapat mempengaruhi preferensi masyarakat. Masyarakat dapat merespons dengan cara yang berbeda terhadap para kandidat berdasarkan situasi politik dan sosial yang ada.

Penting untuk diingat bahwa peluang untuk dipilih oleh masyarakat tidak dapat diprediksi dengan pasti, karena preferensi pemilih dapat bervariasi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Kampanye yang kuat, visi yang jelas, komunikasi yang efektif, dan dukungan dari berbagai kelompok masyarakat dapat membantu meningkatkan peluang untuk dipilih, tetapi tidak ada jaminan kesuksesan mutlak dalam politik. Apalagi, jika kehadiran dipesta perkawinan hanya sekedar pencitraan, karena kehadiran mereka dalam acara tersebut tidak didasarkan pada niat yang tulus atau hubungan pribadi yang erat dengan pasangan yang menikah.

Sebaliknya, kehadiran politisi mungkin lebih ditujukan untuk kepentingan politik mereka sendiri, seperti memperoleh citra yang positif, meningkatkan popularitas, atau memanfaatkan momen tersebut untuk kampanye. Dalam hal pencitraan, politisi atau partai politik mungkin memanfaatkan kehadiran mereka dalam pesta perkawinan untuk memperoleh liputan media yang menguntungkan, memperluas jaringan sosial mereka, atau menciptakan kesan bahwa mereka terhubung dengan masyarakat atau komunitas tertentu. Hal ini dapat dilakukan dengan tujuan membangun atau mempertahankan citra positif di mata pemilih, terutama menjelang pemilihan umum atau dalam upaya memperoleh dukungan dalam konteks politik tertentu.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua kehadiran politisi dalam pesta perkawinan dapat disebut sebagai pencitraan semata. Beberapa politisi mungkin memiliki hubungan pribadi atau kesan yang kuat dengan pasangan yang menikah, atau mereka mungkin diundang karena memang ada koneksi dan kedekatan antara keluarga atau teman dekat mereka. Oleh karena itu, penting untuk melihat secara individual dan tidak menggeneralisasi bahwa setiap kehadiran politisi dalam pesta perkawinan hanya berdasarkan pencitraan semata. Menyikapi fenomena itu, dapat bervariasi tergantung pada preferensi, nilai-nilai, dan konteks sosial yang berlaku. Namun, ada beberapa pendekatan yang dapat dipertimbangkan:

Kesadaran akan motif: Penting bagi masyarakat untuk memiliki kesadaran yang kritis terhadap motif di balik kehadiran tokoh politik dalam pesta perkawinan. Masyarakat dapat mempertanyakan apakah kehadiran politisi tersebut didasarkan pada hubungan pribadi yang erat dengan pasangan yang menikah atau hanya sebagai strategi pencitraan politik semata. Mengetahui motivasi yang mendasari kehadiran politisi dapat membantu masyarakat menginterpretasikan dengan lebih baik dan mengambil sikap yang tepat.

Fokus pada esensi acara: Bagi pasangan yang menikah dan masyarakat yang menghadiri pesta perkawinan, penting untuk tetap fokus pada esensi acara tersebut, yaitu perayaan dan kesatuan dua individu yang sedang menikah. Masyarakat dapat mengingatkan diri sendiri bahwa acara tersebut adalah momen kebahagiaan dan perayaan cinta, dan memilih untuk tidak membiarkan kehadiran politisi atau pembicaraan politik mengganggu atmosfer acara tersebut.

Penilaian berdasarkan integritas dan kebijakan: Jika masyarakat merasa terlibat secara politik dalam menghadiri pesta perkawinan yang melibatkan tokoh politik, mereka dapat mengevaluasi tokoh tersebut berdasarkan integritas dan kebijakan yang mereka usulkan. Masyarakat dapat melihat sejauh mana tokoh politik tersebut konsisten dengan nilai-nilai dan tujuan yang dihargai, dan mempertimbangkan implikasi dukungan mereka terhadap politisi tersebut.

Berbicara melalui hak pilih: Salah satu cara masyarakat dapat menyikapi fenomena ini adalah melalui hak pilih mereka dalam konteks politik yang lebih luas. Pada saat pemilihan umum atau pemilihan politik lainnya, masyarakat dapat menggunakan hak pilih mereka untuk memilih tokoh politik yang mereka percaya mewakili nilai-nilai dan kepentingan mereka dengan baik, tanpa terpengaruh oleh kehadiran politisi dalam pesta perkawinan.

Penting untuk dicatat bahwa cara masyarakat menyikapi fenomena ini dapat berbeda-beda tergantung pada preferensi individu dan konteks sosial yang ada. Yang terpenting adalah masyarakat memiliki kesadaran politik yang sehat, melibatkan diri dalam diskusi dan refleksi yang konstruktif, dan menggunakan hak-hak politik mereka secara bertanggung jawab.

 

Tak terjebak

Masyarakat diharapkan tak terjebak dalam permainan politik. Politik sering melibatkan strategi komunikasi dan pencitraan yang dirancang untuk mempengaruhi persepsi dan pandangan masyarakat.

Oleh karena itu, masyarakat perlu mengadopsi sikap yang bijaksana dalam menghadapi informasi politik dan tindakan politisi. Berikut adalah beberapa poin yang dapat dipertimbangkan:

Pemahaman yang mendalam: Masyarakat perlu mencari pemahaman yang mendalam tentang isu-isu politik dan melibatkan diri dalam penelitian dan analisis independen. Dengan memperoleh pengetahuan yang lebih baik tentang berbagai isu politik, masyarakat dapat membedakan antara upaya pencitraan dan komunikasi yang substansial.

Melihat seluruh gambaran: Masyarakat harus melihat seluruh gambaran dan mempertimbangkan berbagai perspektif sebelum membuat penilaian. Jangan terjebak dalam narasi sempit atau bingkai yang disajikan secara selektif. Mengakses berbagai sumber informasi dan mengikuti diskusi yang beragam dapat membantu masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap tentang masalah politik.

Fokus pada substansi: Daripada terjebak dalam permainan politik dan pencitraan semata, masyarakat harus fokus pada substansi kebijakan dan isu-isu yang penting bagi mereka dan masyarakat secara keseluruhan. Masyarakat harus menghargai debat yang bermakna dan melibatkan diri dalam diskusi konstruktif tentang solusi nyata untuk masalah yang dihadapi.

Dengan mengadopsi sikap yang kritis dan berpikiran terbuka, masyarakat dapat menghindari terjebak dalam permainan politik yang mungkin hanya bertujuan untuk memperoleh perhatian atau popularitas semata. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk menjadi pemilih yang informan dan terlibat secara aktif dalam proses politik.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kelapa Jadi Bahan Bakar Pesawat, Bisa Terbang atau Petani Ngambek?

    Kelapa Jadi Bahan Bakar Pesawat, Bisa Terbang atau Petani Ngambek?

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 526
    • 0Komentar

    BRO, Sumatera Selatan baru aja bikin dunia tepok jidat alias ternganga, bukan karena pesawat tiba-tiba bisa terbang sendiri, tapi karena kelapa lokal kita bakal jadi bahan bakar pesawat alias Bio-Avtur. Iya, kelapa yang biasanya cuma jadi teman minum santai di pinggir jalan sekarang bisa bikin Boeing naik kelas! Hebat nggak! karena kelapa naik kelas, mulanya […]

  • Sumsel Siap Hadapi 143 Juta Arus Mudik

    Sumsel Siap Hadapi 143 Juta Arus Mudik

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 123
    • 0Komentar

    SUMATERA Selatan bersiap menghadapi gelombang mudik terbesar dalam sejarah modern Indonesia, potensi pergerakan masyarakat nasional diperkirakan mencapai 143,9 juta orang pada Lebaran 2026, untuk mengantisipasi hal itu. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memimpin langsung Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Musi 2026 di Halaman Griya Agung Palembang, Kamis (12/3/2026), dihadiri Kapolda Sumsel Irjen. Pol. Dr. Sandi […]

  • Lantaran Perbedaan Pilihan Pilkades Desa Srigeni Lama, 2 Makam Jadi Korban

    Lantaran Perbedaan Pilihan Pilkades Desa Srigeni Lama, 2 Makam Jadi Korban

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.541
    • 0Komentar

    SUDAH sakit ketimpa tangga pula, ibaratkan orang yang meninggal sudah tenang di Alam Baka kini terusik, lantaran perbedaan pendukung menjelang Pilkades, kini kejadian serupa terjadi lagi pembongkaran dan pemindahan sebuah makam di desa yang sama Desa Serigeni Lama Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Pada pemberitaan sebelumnya, yang pertama kaliterjadi du Desa Srigeni Lama […]

  • All New Nissan Livina dan All New Nissan Serena Hadir di Palembang

    All New Nissan Livina dan All New Nissan Serena Hadir di Palembang

    • calendar_month Kamis, 14 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.131
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Palembang –Nissan kembali memperkenalkan All New Nissan Livina dan All New Nissan Serena dl Palembang Trade Center, Palembang, sebagai bagian dari rangkaian acara peluncuran kedua produk MPV terbaru Nissan bagi pelanggan di Indonesia. Nissan juga akan melangsungkan pameran All New Nissan Livina dan All New Nissan Serena dl Palembang Trade Center (PTC), pada […]

  • PPKM Livel 3, Polri Buat Pos Penyekatan Selama Libur Natal dan Tahun Baru

    PPKM Livel 3, Polri Buat Pos Penyekatan Selama Libur Natal dan Tahun Baru

    • calendar_month Selasa, 23 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 704
    • 0Komentar

    POLRI akan buat pos penyekatan selama libur Natal dan tahun baru (Nataru) pada 24 Desember 2021-2 Januari 2021 mendatang. Hal itu menyusul pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 di seluruh wilayah Indonesia saat libur Nataru. “Iya (ada pos penyekatan) untuk mengurangi kerumunan dan mobilitas yang rentan terjadi penyebaran covid-19,” jelas Kadiv Humas Polri, Irjen. […]

  • Terapkan WBS, Begini Harapan KPK Kepada Pemprov.Sumsel

    Terapkan WBS, Begini Harapan KPK Kepada Pemprov.Sumsel

    • calendar_month Kamis, 5 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.020
    • 0Komentar

    KETUA KPK RI Firli Bahuri juga  memberikan apresiasinya  pada Pemprov Sumsel sebagai provinsi pertama yang siap  menerapkan WBS. “Alhamdulillah, kami juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumsel yang berkenan dan bersedia menerapkan WBS dalam rangka pencegahan tindak pidana korupsi di Sumatera Selatan,”kata Ketua KPK Firli Bahuri saat mengawali sambutannya. Dikatakan  Firli,  KPK betul-betul memahami bahwa […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Points and Rewards WooCommerce POS Complimentary Goods WooCommerce & POS Loyalty Management WooCommerce POS Multicurrency WooCommerce POS Stripe Reader M2 Integration WooCommerce PostPaid – Buy Now Pay Later WooCommerce Pre Order | Pre Booking | Pre Release Purchase WooCommerce Pre-Orders WooCommerce PrePurchase Woocommerce Price by Customer and User Roles