Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Kemunculan Berita Partai Politik Baru di Era Disrupsi Jelang Pemilu 2024

Kemunculan Berita Partai Politik Baru di Era Disrupsi Jelang Pemilu 2024

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 5 Apr 2023
  • visibility 2.356
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MENJELANG pemilu tahun 2024 terdapat namanya era disrupsi yang terjadi saat ini, berbagai masalah muncul dalam dunia perpolitikan negara ini. Disrupsi merupakan suatu kondisi di mana terjadinya suatu perubahan secara mendasar yang dapat memunculkan perubahan yang baru. Disruption mengambil alih teknologi lawas yang dilakukan oleh serba fisik dengan teknologi digital yang menghasilkan sesuatu yang lebih modern, efisien, dan berguna. Seperti fenomena munculnya partai-partai baru yang menghiasi demokrasi dan menambak eksistensi perpolitikan yang sejatinya telah melekat dalam kepribadian berpolitik suatu bangsa.

Istilah disrupsi dalam pemilu merupakan masuknya kecanggihan teknologi dalam dunia kepemiluan. Kemunculan partai politik pendatang baru sebagai upaya suatu sistem politik untuk mengatasi krisis yang disimpulkan oleh transformasi masyarakat secara luas. Krisis yang dimaksud adalah suatu sistem politik yang mengalami masa transisi karena perubahan masyarakat dari tradisional yang berstruktur sederhana menjadi masyarakat yang modern yang kompleks.

Fenomena disrupsi yang terjadi di Indonesia ini mengakibatkan pergerakan dunia perpolitikan semakin cepat, dengan menciptakan pola tatanan baru dalam metode pelaksanaan politik bertahap dan berbeda-beda periode pada setiap tingkatan wilayah politik mulai di level daerah hingga pusat. Periode pemilihan politik memang tidak ubah hajatan berskala nasional. Peserta yang masif, partai dan penyelenggara yang luar biasa banyak, partai baru yang dan pendukungnya yang sangat banyak hingga ekosistem politik domestik pendukung yang besar, menyebabkan adanya proses  ekonomi yang berputar di antara para pihak.

Munculnya Partai Politik Baru Jelang Pemilu 2024

Kehadiran partai baru kembali menjamur di Indonesia, mereka turut andil dalam ajang pemilihan umum tahun 2024 yang akan datang. Terdapat 6 (enam) partai politik pendatang baru turut meramaikan kontestasi politik yang akan di selenggarakan 2024 mendatang di antaranya adalah Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora), Partai Ummat, Partai Pelita, Partai Rakyat Adil Makmur (Prima), dan Partai Rakyat.

Sebagai pendatang baru partai-partai tersebut memiliki strategi maupun pendekatan tersendiri agar dapat memikat simpati masyarakat sekaligus menggagas perubahan dengan tujuan menghancurkan kekecewaan dan kebosanan publik dengan partai politik yang dianggap korup dan manipulatif. Jika ini bisa dilakukan, partai baru memiliki peluang lebih besar untuk mengumpulkan suara dan memenangkan kepercayaan publik, dan jika mereka tidak memiliki strategi yang cukup mumpuni, partai hanya akan menjadi staging point dalam pemilu.

Tumbuhnya partai politik tidak terlepas dari akar sosial dan politik masyarakat. Lipset dan Rokkan menggambarkan hubungan antara diferensiasi sosial dan partai politik berdasarkan studi banding negara-negara Eropa Barat. Proses pembangunan negara awal dan Revolusi Industri membagi masyarakat, dan dengan munculnya demokrasi modern, perpecahan sosial yang dihasilkan dipolitisasi dalam bentuk partai politik.

kemunculan partai-partai politik baru di Indonesia selain didasarkan pada masyarakat yang pluralistik, yang terutama ditopang oleh demokrasi, demokrasi merupakan kondisi yang berlangsung dan berkelanjutan. Akan tetapi, sistem pemilu maupun sistem kepartaian di Indonesia belum mencapai standarisasi dan masih mencari bentuk yang paling ideal untuk diterapkan. Selain itu, tidak ada aturan ketat tentang pemungutan suara (election rules). Mengenai masuknya parpol baru dalam pemilu, misalnya parpol yang tidak lolos ambang batas parlemen kemudian berubah haluan menjadi parpol baru agar dapat mengikuti pemilu. Sebab lain ialah surat suara pemilih tidak terikat erat dengan partai politik yang ada, sehingga pemilih tetap bisa bergerak dan mencari partai yang dipandang mewakili kepentingan pemilih.

Wacana hadirnya partai-partai baru dalam pemilu yang akan diselenggarakan 2024 mendatang tampaknya akan menjadi tahun politik yang berada dalam ambang kerawanan. Di era disrupsi ini akan menjadi hajatan demokrasi yang berpotensi memicu perpecahan partai politik apalagi pada koalisi elite, di antaranya ketika kubu internal tidak menggunakan sistem demokrasi dalam pemilu.

Selain itu juga didorong oleh perkembangan pola pikir masyarakat tentang pilihannya terutama politik partai yang akan terus berubah-ubah seiring pemilihan umum berlangsung. Hal tersebut memungkinkan partai politik mampu memosisikan diri di tengah dengan meredupnya ideologi dan platform politik partai itu sendiri. Situasi tersebutlah membuka peluang lahirnya partai-partai politik baru, karena proses pembentukan positioning dan segmentasi partai politik akan mudah dilakukan.

Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, beberapa partai politik melakukan langkah persiapan dan menyusun strategi sebagai bentuk persiapan ikut serta dalam Pemilu tersebut. Tidak hanya dimeriahkan oleh partai senior dan lawas, seperti PDI-Perjuangan, Golkar, ataupun Demokrat, sejumlah partai baru bermunculan untuk berkompetisi merebutkan kursi panas pada Pemilu 2024 mendatang. Berdasarkan Keputusan KPU RI Nomor 21 Tahun 2022, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan tanggal pemungutan suara untuk Pemilu 2024 yaitu 14 Februari 2024.

Partai-partai politik baru yang akan muncul pada pemilihan umum 2024 mendatang pada dasarnya sesuai dengan karakteristik masyarakat Indonesia, karena pada umumnya masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang sangat beragam, terdiri dari berbagai jenis latar belakang baik bahasa, suku, agama, adat istiadat. Keberagaman masyarakat Indonesia menjadi salah satu sebab utama keinginan melakukan penyederhanaan jumlah partai politik. Melihat struktur masyarakat Indonesia yang tidak memiliki kesamaan mendasar antara masing-masing kelompok, artinya masyarakat memiliki karakteristik yang berbeda-beda. [***]

 

Penulis: Ayu Mila Rosa

Mahasiswi prodi ilmu politik

Fisip UIN Raden Fatah Palembang

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suarakan Mahasiswa Bisa Berkarir Jadi Petani,Petambak dan Peternak

    Suarakan Mahasiswa Bisa Berkarir Jadi Petani,Petambak dan Peternak

    • calendar_month Rabu, 17 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 848
    • 0Komentar

    Drs. Zain Ismed MBA, Calon DPR RI Dapil 2 Sumatera Selatan

  • Dihadapan Korban Kebakaran  Lorong Serangem, Walkot Palembang Janji Ini

    Dihadapan Korban Kebakaran  Lorong Serangem, Walkot Palembang Janji Ini

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 981
    • 0Komentar

    RUMAH panggung berdinding papan terlihat hangus terbakar, warnanya hitam seperti arang. Bahkan bara api dari sisa kayu terbakar terlihat masih berasap  putih dibeberapa puing-puing rumah panggung yang hangus terbakar. Sampah bekas perabotan rumah yang hangus terbakar pun berserakan dimana-mana. Pemandangan ini masih terlihat jelas dilokasi kebakaran yang menghanguskan sebanyak 11 rumah warga di Lorong Serengam, […]

  • Selama Dua Bulan, Polda Sumsel Amankan 38 Tersangka Narkoba

    Selama Dua Bulan, Polda Sumsel Amankan 38 Tersangka Narkoba

    • calendar_month Rabu, 4 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 801
    • 0Komentar

    POLDA Sumsel dan Sat Narkoba Polres jajaran pada minggu ketiga Bulan April tanggal 26 Juli s/d 2 Agustus 2021.“Perang terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba terus dilakukan oleh Ditresnakoba Polda Sumsel dan Polres jajaran. Ini dibuktikan dengan penangkapan terhadap 38 tersangka, terdiri dari 32 pengedar narkoba dan 6 pemakai narkoba dengan 33 laporan polisi,” jelas Kabid […]

  • Komit Majukan di 2 Sektor Ini, Palembang Teken Kesepakatan dengan Polrestabes Palembang & Perguruan Tinggi, Walikota : Bukan Hanya Sebatas Kertas Doang, Tapi Harus Direalisasikan di Lapangan

    Komit Majukan di 2 Sektor Ini, Palembang Teken Kesepakatan dengan Polrestabes Palembang & Perguruan Tinggi, Walikota : Bukan Hanya Sebatas Kertas Doang, Tapi Harus Direalisasikan di Lapangan

    • calendar_month Rabu, 16 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.314
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang, H Harnojoyo berkomitmen untuk memajukan Kota Palembang dari berbagai sektor, baik di bidang keamanan maupun bidang pendidikan. Hal tersebut terlihat dari adanya Penandatangan Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kota Palembang bersama Kepolisian Resor Kota Besar Palembang, serta beberapa perguruan tinggi, baik Negeri ataupun Perguruan Tinggi Swasta. Tidak hanya itu saja, Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara […]

  • Ssstt… Diam !! Jangan Berisik, Ada Pelantikan Pejabat Tinggi Pratama Hasil Seleksi Terbuka

    Ssstt… Diam !! Jangan Berisik, Ada Pelantikan Pejabat Tinggi Pratama Hasil Seleksi Terbuka

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.217
    • 0Komentar

    PEMERINTAH ternyata terkesan diam-diam melaksanakan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Ruang Rapat Sekda, Rabu [11/92019]. Pelantikan tersebut, nyaris luput dari pantauan awak media, karena tak ada kabar sebelumnya dari Dinas Komunikasi Informasi maupun bagian Humas Setda, Pemkab OKI Panitia Seleksi Daerah pada seleksi terbuka yang diikuti 25 Aparatur Sipil Negeri (ASN) beberapa waktu lalu, […]

  • Sidak BRI Cabang Sekayu, Dodi Sebut Ini 

    Sidak BRI Cabang Sekayu, Dodi Sebut Ini 

    • calendar_month Selasa, 30 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.453
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Disela kesibukan jam kerja, Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Dodi Reza Alex Noerdin didampingi beberapa Jajaran Kepala PD datangi langsung Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sekayu dan Bank Sumsel Babel Cabang Sekayu, Selasa (30/10/2018). Bupati Muba selain menyapa langsung warga sebagai nasabah di masing-masing perbankan, juga meninjau kondisi pelayanan publik bagi masyarakat […]

expand_less
WordPress Archive Gröwla – Digital Agency & Studio WordPress Theme GSlider – Premium Gutenberg Slider Block For WordPress Gsquare – Real Estate Theme Gueni – Business Solution Elementor Template Kit Guidan – NonProfit Charity WordPress Theme Gunomic – Shooting Range & Gun Club Elementor Template Kit Gunslinger — Gun Store & Hunting WordPress Theme Guru | Learning Management WordPress Gustablo | Restaurant & Cafe Responsive WordPress Gustavo | Mexican Grill, Bar & Restaurant WordPress Theme