Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Pulau Disegel, Laut Menggugat, Saat Tambang Tak Punya SIM & Laut Jadi Korban

Pulau Disegel, Laut Menggugat, Saat Tambang Tak Punya SIM & Laut Jadi Korban

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
  • visibility 643
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEANDAINYA laut bisa ngomong, mungkin dia sudah bikin status “Lelah, Bang. Aku dijarah terus, tanpa tanya, tanpa izin, tanpa salam…”
Dan mungkin Pulau Citlim pun bakal curhat di TikTok, pakai backsound sedih, lengkap dengan tulisan “Sakitnya tuh di dasar karang”.

Baru-baru ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bak Satpol PP-nya laut, turun tangan menyegel tiga pulau di Kepulauan Riau. Pulau Citlim, Pulau Kapal Besar, dan Pulau Kapal Kecil kena ‘garis polisi’. Tapi jangan salah sangka, bukan karena nonton konser dangdut ilegal, tapi karena aktivitas tambang dan reklamasi di sana nggak punya surat-surat lengkap. Ibarat pengendara motor masuk tol, tanpa helm, STNK, SIM, dan malah ngebut sambil selfie. Ya wajar ditilang.

Coba bayangin laut dan pulau-pulau kecil itu kayak rumah kos. Kalau mau numpang tinggal atau bahkan renovasi kamar mandi, ya harus izin dulu dong sama yang punya. Dalam hal ini, KKP adalah ibu kos yang megang kunci gembok. Tapi nyatanya, ada saja penyewa liar yang masuk tanpa permisi, malah ngebor pasir, bangun bangunan, dan bikin reklamasi.

Kalau sudah rusak, laut pun murung. Terumbu karang jadi pecah, ikan-ikan stres, dan nelayan melongo nunggu ikan yang nggak datang-datang.

Kegiatan tambang oleh PT. JPS di Pulau Citlim bahkan disebut-sebut belum punya rekomendasi pemanfaatan pulau kecil, apalagi izin PKKPRL dan reklamasi. Itu kayak mau bangun mall di halaman rumah orang, tanpa izin RT, RW, dan tetangga sebelah. Keren bener.

Pepatah Lama Bilang “Air Beriak Tanda Tak Dalam, Tapi Air Tercemar Tanda Ada Tambang Nakal. Direktur Jenderal PSDKP, Bapak Ipunk (yang nama resminya Pung Nugroho Saksono), ngomong dengan nada tegas tapi adem seperti wedang jahe di musim angin tenggara.

Beliau bilang KKP hadir sebagai respon dari jeritan masyarakat. Warga sekitar ternyata bukan hanya curhat di grup WhatsApp RT, tapi juga kirim aduan resmi. Hasilnya, pengawasan dari Polisi Khusus PWP3K membuktikan bahwa kegiatan di tiga pulau itu ibarat main layangan di tengah bandara sangat berbahaya dan penuh potensi bencana.

Sesuai aturan terbaru (PMKP Nomor 10 Tahun 2024 dan PMKP Nomor 28 Tahun 2021), semua kegiatan yang mau menggunakan ruang laut atau pulau kecil wajib punya surat izin yang sah. Biar jelas siapa ngapain di mana. Kayak daftar hadir saat upacara bendera. Tanpa itu, ya dianggap bolos.

Bukan hanya di Kepri, persoalan ini ibarat fenomena gunung es. Yang kelihatan cuma segel dan penyegelan, tapi di bawah permukaan, ada dugaan rusaknya ekosistem, hancurnya terumbu karang, berkurangnya populasi ikan, dan hilangnya mata pencaharian nelayan. Semua demi kepentingan investasi yang kadang lebih mirip praktik serakah.

Nah, yang lebih menarik lagi, KKP sekarang nggak kerja sendirian. Mereka ngajak rame-rame Kementerian Investasi, Dinas Kelautan, Dinas Energi, Dinas Lingkungan Hidup, sampai Dinas Penanaman Modal.

Pokoknya semua “Dinas Avengers” dikerahkan, karena yang ngotori laut itu kerja bareng, maka bersihinnya juga harus bareng-bareng. Baru adil, bukan?

Apa susahnya sih minta izin dulu?, bukankah nelayan kecil yang cuma mau masang jaring aja kadang masih harus mikir gelombang dan arah angin? Masa tambang gede-gedean malah main asal gali?

Bukan anti-investasi, loh, tapi kita cuma nggak mau laut kita jadi korban cinta satu malam: digoda, dirusak, lalu ditinggalkan.

Negara kita punya 17 ribu pulau lebih. Tapi yang benar-benar kita jaga baru sedikit. Jangan sampai nanti anak cucu kita hanya bisa belajar soal laut biru dari buku pelajaran atau lukisan dinding restoran seafood.

Laut itu bukan tempat buang sial atau lahan bancakan elite. Dia sumber kehidupan. Ia bisa kasih kita ikan, wisata, bahkan inspirasi lagu. Tapi kalau dia terus dilukai, jangan salahkan kalau suatu hari laut akan kembali marah.

Kalau pulau-pulau kecil bisa ngomong, mereka pasti bakal bilang, “Kami kecil, tapi jangan diremehkan. Kami tak ingin jadi korban kerakusan yang besar”

Dan untuk kalian yang suka menyelundup masuk ke pulau tanpa izin: ingatlah pepatah lama dari nelayan tua,
“Jangan menebar jaring di lautan hukum, kalau tak siap tersangkut di kapal hukum”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia Jadi Pionir Bikin Kaget Dunia, Vaksin TBC Tinggal Dihirup, Serius?

    Indonesia Jadi Pionir Bikin Kaget Dunia, Vaksin TBC Tinggal Dihirup, Serius?

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.948
    • 0Komentar

    INDONESIA biasanya terkenal karena pantai cakep, rendang juara dunia, dan netizen yang kalau komentar pedasnya ngalahkan cabai rawit. Tapi kali ini, dunia nengok bukan karena gosip seleb atau video viral. Dunia nengok karena inovasi medis kelas dunia lahir dari sinivaksin TBC inhalasi pertama di dunia. Iya, kau dak salah baca vaksin yang tinggal dihirup, bukan […]

  • Portofolio Samsung Gaming Hub Berkembang jadi Hampir 3.000 Game dengan Peluncuran Antstream Arcade dan Blacknut

    Portofolio Samsung Gaming Hub Berkembang jadi Hampir 3.000 Game dengan Peluncuran Antstream Arcade dan Blacknut

    • calendar_month Kamis, 1 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.530
    • 0Komentar

    Pemilik Samsung Smart TV dan Smart Monitor tertentu sekarang akan mendapatkan akses ke hampir 3.000 game karena Antstream Arcade dan Blacknut telah ditambahkan ke jajaran mitra Samsung Gaming Hub, dengan peluncuran mulai hari ini. Samsung memudahkan pemain dari segala usia untuk menemukan konten dan memilih aplikasi dari mitra streaming game terkemuka di industri: Xbox, NVIDIA […]

  • 1 Ton Seragam Bekas Pusri Disulap Jadi Produk Bernilai

    1 Ton Seragam Bekas Pusri Disulap Jadi Produk Bernilai

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 39
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 1 ton seragam kerja bekas milik karyawan PT Pusri Palembang tidak berakhir menjadi limbah. Pakaian yang sudah tidak digunakan itu kini memasuki proses pengolahan ulang untuk diubah menjadi produk baru yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Inisiatif ini menjadi langkah nyata Pusri dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular sekaligus mengurangi potensi limbah […]

  • Wisata air Speedboat “Cakat Stempel”  Pemkab bersama Polres OKI bagikan puluhan life jacket & pelampung

    Wisata air Speedboat “Cakat Stempel” Pemkab bersama Polres OKI bagikan puluhan life jacket & pelampung

    • calendar_month Selasa, 9 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.054
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Wisata air Speedboat “Cakat Stempel” yang menjadi ajang hiburan masyarakat OKI khususnya di Kecamatan Kayuagung guna memberikan rasa aman kepada masyarakat yang akan menikmati wisata air tersebut, Pemkab bersama Polres OKI membagikan puluhan life jacket dan pelampung kepada masyarakat yang akan digunakan selama wisata air tersebut berlangsung. “Kami mengapresiasi inisiasi pembagian life jacket […]

  • Update COVID-19 Muba: Bertambah 2 Kasus Sembuh, 6 Positif

    Update COVID-19 Muba: Bertambah 2 Kasus Sembuh, 6 Positif

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 885
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Jumat (11/2/2022) mengkonfirmasi penambahan 2 kasus sembuh dan 6 terkonfirmasi positif. “Ada penambahan 2 kasus sembuh dan 6 terkonfirmasi positif per 11 Februari 2022,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus 2985 perempuan usia 73 tahun asal Sekayu, […]

  • Warga Berburu Sembako di Bazar Kecamatan Jakabaring   

    Warga Berburu Sembako di Bazar Kecamatan Jakabaring   

    • calendar_month Rabu, 27 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 898
    • 0Komentar

    WARGA disekitar Kelenteng Sam Goeat Sin Kun Kecamatan Jakabaring datangi secara bertahap stan bazar Ramadhan 1443 H. Hal ini mengingat menjelang H- 5 masyarakat setempat berburu daging sapi, beras dan minyak goreng untuk persiapan hari raya idul fitri yang sudah tinggal hitungan hari lagi. Kegiatan tersebut secara langsung dihadiri Wakil Walikota Fitrianti Agustinda, Kepala Dinas […]

expand_less
WordPress Archive Megazine – Responsive WordPress Theme Meki – Artist Makeup Business Services Elementor Template Kit Melady – Creative Blog & Magazine WordPress Theme Melier Hair & Beauty Salon Elementor Template Kit Melina – Personal Blog & Magazine WordPress Theme Mellifera – Beekeeping and Honey Shop WordPress Theme Mellow – Personal Portfolio WordPress Theme Melodica – Music Band & Musician WordPress Theme Member Mouse Jetpack CRX Addon Memberlist layouts for UserPro