Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Segel di Ujung Disko, Ketika Lampu Diskotik Kalah Sama Lampu Polisi

Segel di Ujung Disko, Ketika Lampu Diskotik Kalah Sama Lampu Polisi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
  • visibility 972
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – “DA 1 ini seperti pacaran diam-diam tanpa restu orang tua. Awalnya manis, penuh lampu romantis, tapi ketika ketahuan belum sah langsung disuruh bubar tamasya.” Hari Selasa lalu, Tim Terpadu Pemkot Palembang datang bukan membawa bunga, tapi segel. Diskotik yang beroperasi di Sukarame ini kedapatan tak punya izin resmi. Meski sudah dikasih peringatan, tetap ngeyel. Maka berlakulah adagium lama yang tak resmi, jangan berharap langgeng.

Karena di kota yang katanya ngidupin tradisi dan modernitas bareng-bareng, kadang ada satu-dua tempat yang kebablasan nyetel volume masa kini, tapi lupa baca buku panduan perizinan. Begitulah yang terjadi di Darma Agung 1, tempat hiburan malam yang katanya elite, tapi kelakuannya kayak kos-kosan bodong rame, tapi nggak berizin.

Hari Selasa (8/4/2025) kemarin, tim gabungan Pemerintah Kota Palembang alias Timdu datang bukan buat party, tapi buat ngasih tiket keluar buat DA 1 dalam bentuk segel warna kuning. Yang datang juga bukan rombongan pencinta EDM, tapi kombo maut Satpol PP, TNI, dan Polri. Serius, lengkap. Tinggal bawa alat musik, udah bisa manggung di panggung dangdut keliling.

Asisten I Setda Kota Palembang, Heri Aprian, turun langsung ke TKP. Nggak pake gaya artis yang datang dadakan di sinetron, tapi tetap dengan aura “bapak-bapak serius yang udah capek ngasih surat peringatan.” Beliau ngomong tegas, “Udah kita himbau, udah kita kirim surat, tapi masih ngeyel juga. Jadi ya, kita segel.”
Wah, ini kayak kisah cinta sepihak, udah diajak baik-baik, tapi malah main mata sama pelanggaran.

Padahal, kata Pak Heri, Pemkot Palembang nggak pelit-pelit amat soal izin. Selama prosedur dilengkapi, berkas-berkas diurus, dan syarat dipenuhi, silakan buka tempat hiburan dari senja sampai subuh, asal jangan buka pintu masalah. Tapi kenyataannya, surat izin DA 1 entah ngumpet di mana. Dicari ke provinsi, katanya belum keluar. Di Pemkot, ya jelas belum disahkan.

Lucunya, ini tempat hiburan yang kelas menengah ke atas. Musiknya nge-bass, lampunya bisa bikin mata sipit tambah sipit, pengunjungnya necis. Tapi soal urus izin? Mentalnya kelas burjo jam 2 pagi ngandelin niat tanpa rencana.

Kalau kata Pak Edwin, Kasat Pol PP, semua usaha di Palembang baik yang jualan bubur maupun yang jualan bouncer dan DJ harus patuh sama Perda. Ini bukan soal anti hiburan, tapi soal ngasih batasan supaya nggak semua orang bebas nyetel remix sampai ayam tetangga stres.

Apalagi, DA 1 ini katanya udah viral di medsos, dan bukan viral karena prestasi. Tapi karena kelakuan pengunjungnya yang bikin netizen tepok jidat sambil nyeruput kopi hitam.
Ini yang bikin pemerintah kudu turun tangan. Karena kalau dibiarkan, nanti semua usaha hiburan berlomba-lomba buat jadi paling bebas kayak lomba balap karung tapi tanpa garis akhir dan tanpa pengawas.

Nah, yang disegel ini tempat hiburannya saja. Hotelnya sih, katanya ada izin. Tapi ini bikin situasinya makin absurd. Ibarat punya rumah rapi, pagar bagus, tapi ada lapak judi di teras depan izin punya, tapi aktivitas di dalam bikin tetangga susah tidur.Dan jangan lupa, tugas Satpol PP itu bukan cuma nyita gerobak gorengan di trotoar. Mereka juga jagain marwah kota. Kalau tempat hiburan bikin rusuh, bikin viral, dan ngundang masalah sosial, ya mereka punya hak untuk bilang  “Stop dulu, atur ulang.”

Buat para pemilik tempat hiburan malam, ini tamparan manis. Kalau selama ini ngerasa udah keren karena punya panggung DJ muter tiap malam, ingat: segel bisa lebih cepat datang daripada tamu.
Izin usaha itu kayak helm saat naik motor. Lo bisa jalan tanpa helm, tapi satu waktu bisa ditilang atau kejedot pohon. Sama kayak tempat hiburan—boleh rame, tapi kalau gak punya surat resmi, ujung-ujungnya disuruh tutup tirai sebelum musik berhenti.

Jangan salahkan pemerintah kalau akhirnya bertindak. Ini bukan soal pencitraan, bukan juga soal irinya pejabat yang gak diajak party. Tapi ini soal menjaga kota tetap waras, di tengah geliat hiburan yang kadang lebih liar dari harga cabe di musim hujan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alokasi subsidi pupuk naik jadi 9,55 juta ton, Pusri gelar sosialisasi

    Alokasi subsidi pupuk naik jadi 9,55 juta ton, Pusri gelar sosialisasi

    • calendar_month Selasa, 7 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.294
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,   – Pemerintah telah menetapkan alokasi subsidi pupuk untuk petani sebesar 9,55 juta ton atau meningkat 2 kali lipat dari yang sebelumnya 4,7 juta ton. Penambahan alokasi subsidi pupuk ini tertuang pada Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 249 Tahun 2024 dan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 01 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Permentan Nomor […]

  • Cuaca Ekstrem Ancam Harga Pangan, BI Siapkan Langkah Khusus

    Cuaca Ekstrem Ancam Harga Pangan, BI Siapkan Langkah Khusus

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    BANK Indonesia (BI) bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah mulai menyiapkan langkah khusus untuk menjaga stabilitas harga pangan di tengah ancaman cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu produksi dan distribusi bahan pokok. Langkah tersebut ditandai dengan peluncuran Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Nasional di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (13/5). Program ini menjadi penguatan dari […]

  • AI Bisa Tiru Suara & Tipu Warga, Sosialisasi Digital Harus Ngebut Sebelum Korban Bertambah

    AI Bisa Tiru Suara & Tipu Warga, Sosialisasi Digital Harus Ngebut Sebelum Korban Bertambah

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 687
    • 0Komentar

    ZAMAN sekarang, nelpon gak cukup cuma denger suara, soalnya, suara bisa ditiru. Teknologi AI makin canggih, bisa nyamar jadi siapa aja dari suara anak minta pulsa sampai gaya bicara Pak RT ngajak arisan. Masalahnya, banyak warga di pelosok belum tahu kalau teknologi itu bisa juga dipakai buat nipu. Mereka belum siap hadapi dunia digital yang […]

  • Jelang Idul Fitri, Bank Sumsel Babel Siapkan Uang Tunai Rp25 Miliar Untuk ATM di Palembang

    Jelang Idul Fitri, Bank Sumsel Babel Siapkan Uang Tunai Rp25 Miliar Untuk ATM di Palembang

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.774
    • 0Komentar

    BANK Sumsel Babel menyiapkan uang tunai di Anjungan Tunai Mandiri [ATM] sebesar Rp25 miliar,  guna melayani nasabah di Kota Palembang menjelang dan saat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Corporate Secretary Bank Sumsel Babel, Normandy Akil menjelaskan uang tunai sebesar itu merupakan pecahan Rp50 ribu – Rp100 ribu, disebar di 58 ATM yang ada di Kota […]

  • Skill AI Kian Dibutuhkan Dunia Kerja, Ini Langkah Kemnaker

    Skill AI Kian Dibutuhkan Dunia Kerja, Ini Langkah Kemnaker

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 32
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Kemampuan menguasai kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai menjadi kompetensi yang diperhitungkan di dunia kerja karena adanya perubahan kebutuhan industri sehingga membuat tenaga kerja perlu memiliki keterampilan digital, agar mampu bersaing di tengah percepatan transformasi teknologi. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menilai penguatan kemampuan AI menjadi salah satu langkah penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang […]

  • Mari Ambil MaknaTahun Baru Hijriah, Menag: Perkuat Spirit Hijrah dan Semangat Gotong Royong

    Mari Ambil MaknaTahun Baru Hijriah, Menag: Perkuat Spirit Hijrah dan Semangat Gotong Royong

    • calendar_month Selasa, 10 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 667
    • 0Komentar

    UMAT Islam menyongsong tahun baru 1 Muharram 1443 H (Hijriah). Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak umat untuk memperkuat spirit hijrah dan semangat gotong royong dalam menghadapi pandemi Covid-19. “Selamat tahun baru 1 Muharram 1443 H. Mari perkuat spirit hijrah dan semangat gotong royong dalam menghadapi pandemi Covid-19,” pesan Menag di Jakarta, Senin (9/8/2021). “Semoga […]

expand_less
WordPress Archive Realtyspace – Real estate WordPress Theme Rebike – Rent Bike Elementor Template Kit Rebirth – Freelance & Agency Portfolio WordPress Theme Reboist – Landscape & Gardening Elementor Template Kit Re:bytes | Electronics Repair WordPress Theme reCaptcha for WooCommerce Recent Posts For Elementor Recibo - Restaurant WordPress Recipe Box – Recipe Plugin for WordPress Reco – Minimal Lightweight AMP Theme for Freebies