Orangutan Jantan Ditemukan Lemas di Kebun Sawit Saat Hutan Terbakar, Kenapa Tak Ada Sumber Air?
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 11 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kehutanan.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Seekor orangutan jantan dewasa ditemukan dalam kondisi lemah di kebun sawit masyarakat di Dusun 1 Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (30/8/2026).
Yang membuat kondisi orangutan ini menjadi perhatian, kawasan berhutan di sekitar lokasi sedang dilanda kebakaran. Asap juga mengepul di sekitar area penyelamatan, sementara tim tidak menemukan sumber air di dekat titik ditemukannya satwa tersebut.
Orangutan itu sebelumnya sudah terpantau oleh tim Orangutan Protection Unit (OPU) Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) pada 16 Agustus 2026. Saat itu, orangutan masih terlihat aktif berpindah di sekitar kawasan.
Namun, kondisinya berubah ketika kembali ditemukan pada Minggu pagi. Orangutan tampak lemah hingga akhirnya laporan keberadaannya diterima Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi KSDA Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat sekitar pukul 07.27 WIB.
Tim BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI kemudian bergerak melakukan evakuasi orangutan.
Sekitar pukul 09.13 WIB, petugas melakukan pembiusan terukur agar pemeriksaan dan penyelamatan dapat dilakukan dengan aman. Dokter hewan YIARI kemudian memeriksa kondisi orangutan tersebut dan memberikan penanganan awal berupa oksigen serta cairan melalui infus.
Sampel darah, feses, dan rambut juga diambil untuk pemeriksaan lebih lanjut. Petugas sekaligus memasang microchip sebagai identitas untuk membantu pemantauan orangutan tersebut.
Kondisi lemah yang dialami orangutan diduga berkaitan dengan paparan asap kebakaran dan kekurangan cairan. Meski begitu, penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut.
Setelah efek obat bius berangsur hilang dan kondisinya dinilai cukup aman untuk dipindahkan, orangutan tersebut dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI.
Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, mengatakan kebakaran di sekitar habitat satwa liar perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ruang jelajah dan kondisi satwa.
“Kebakaran tidak hanya berdampak terhadap tutupan lahan, tetapi juga berpotensi memberikan tekanan terhadap satwa liar yang berada di sekitarnya,” kata Murlan.
Ia mengapresiasi laporan masyarakat yang memungkinkan tim segera melakukan penyelamatan terhadap orangutan tersebut.
Masyarakat menemukan orangutan atau satwa liar lain di sekitar permukiman, perkebunan, maupun kawasan terdampak kebakaran diminta tidak melakukan penanganan sendiri.
Warga diimbau menjaga jarak, tidak mengganggu ataupun memberi makan satwa, serta segera melaporkan temuan tersebut kepada BKSDA atau petugas kehutanan setempat. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
