Peristiwa

Irigasi di Desa Kepala Siring Lahat Ambruk, Ribuan Hektare Sawah Terancam Kekeringan, ‘Proyek Silumankah’ ?

Foto : rozie

 

 

IRIGASI sepanjang kurang lebih 20 meter di Desa Kepala Siring, Kecamatan Tanjung Sakti Pumu, Kabupaten Lahat ambruk. Ambruknya irigasi tersebut diduga kualitas bangunan yang buruk, sehingga tak mampu menahan debit air yang sangat deras, apalagi di musim penghujan saat ini. Akibatnya ribuan hektare sawah  terancam tak bisa dialiri air dari Irigasi.

Saat Sumselterkini.co.id  meninjau lokasi irigasi tersebut, tampak kualitas bangunan yang tak bermutu sudah berserakan.

Mirisnya, saat awak media mencoba memukul bongkahan semen menggunakan kepalan tangan, kagetnya lagi semen tersebut langsung hancur, seakan kurang porsi campuran.

 

 

Selain itu bangunan irigasi itu, terlihat tak menggunakan besi. Dilokasi juga ditemukan tempat adukan semen yang terbuat dari kayu hal ini menguatkan bukti bahwa adukan semen sama sekali tak menggunakan molen.

Camat Tanjung Sakti (Pumu) Arpin, SE  saat dikonfirmasi Sabtu, (22/2/2020) mengatakan ambruk nya irigasi ini terjadi dua hari yang lalu.

“Kami lihat dilokasi kontruksi bangunan tidak berkualitas, bangunan ini tidak menggunakan besi. saya selaku Pemerintah Kecamatan tidak pernah mengetahui kapan dimulai serta selesainya pembangunan ini. Saya tidak diberitahu perihal pembangunan ini, karena tidak ada pemberitahuan Kepihak Pemerintah Kecamatan Tiba-tiba, saya mendapat laporan ada irigasi yang ambruk,”terangnya Sabtu, (22/2/2020).

Ia menambahkan kalau irigasi yang ambruk ini dipergunakan untuk aliran persawahan 5 Desa dintaranya Desa Simpang 3 Pumu, Desa Gunung Raya, Talang Tinggi, Karang Agung dan Lubuk Dalam. Dengan ambruknya irigasi ini ribuan hektare sawah petani terancam kekeringan.

Saat ini warga yang menanam padi sangat kesulitan air dan terancam gagal panen.

“Sementara ini kami bersama masyarakat secara gotong -royong memperbaiki dengan menggunakan kayu yang dijadikan dinding pengganti beton yang ambruk,” jelasnya.

 

 

Dikerjakan akhir tahun lalu

Faisal Kepala Desa Kepala Siring, Kecamatan Tanjung Sakti Pumu saat dikonfirmasi mengatakan pembangunan ini mulai dikerjakan pada November dan selesai pada Desember 2019.

Ketika ditanya sumber dana serta pihak pemborong yang mengerjakan, ia mengaku tidak mengetahui dan tidak kenal, bahkan sumber dana serta PT apa yang mengerjakanya ia mengaku tidak tahu.

”Pernah waktu itu ada utusan dari pihak pemborong datang ke rumah saya yang mengatakan akan melakukan pembangunan. ”Saya tidak kenal sama pemborongnya dan tak tahu perusahaan apa yang mengerjakan,” kata Faisal.

Ia menambahkan material bangunan ini, ia yang menyediakan, mulai dari batu, pasir dan lainnya.

Bahkan pekerja yang menyelesaikan bangunan pun, ia mengaku yang mencari dan rata-rata yang bekerja Warga Tanjung Sakti,” imbuh Faisal.

Tasri, Warga Desa Kepala Siring mengatakan bangunan ini belum lama dibangun. “Saya pernah melihat beberapa orang perangkat Desa ikut mengerjakan bangunan ini,”tegasnya.

Lupim dan Firmansyah Karang Taruna, Desa Kepala Siring saat dikonfirmasi membenarkan jika pembangunan ini baru saja dibangun dan kondisinya sudah hancur,” tutupnya.[***]

Laporan : Rozie/Lahat

Comments

Terpopuler

To Top