Peristiwa

Di Guyur Hujan, Penolakan Omnibus Law di Palembang Masih Berlanjut, 20 Orang Pelajar di Amankan

foto : Istimewa

RATUSAN masa dari mahasiswa dan buruh tetap melaksanakan aksi demo penolakan omnibus law, kali ini usai melaksanakan sholat Jumat dan dibawah guyuran hujan detas aksi tersebu dilakukan di Kantor Gubernur Sumsel Jalan Kapt.Rivai Palembang. Dalam aksi tersebut sedikitnya aparat mengamankan 20 orang pelajar yang dinilai membuat rusuh.

Pantaun media hingga sore terlihat masa memadati halaman Kantor Gubernur Sumsel, aparat  dari Polrestabes Palembang dan Polda Sumsel beserta Satpol PP berjaga-jaga untuk mengamankan Kantor Gubernur dari tindakan anarkis.

Di atas kendaraan roda dua, perwakilan mahasiswa dan buruh pun terlihat berorasi, mereka tetap bersemangat untuk menuntut menolak UU Cipta Kerja. Aksi saling dorong sempat terlihat antara massa dan petugas kepolisian.

Sayangnya aksi tersebut tak terlihat Gubernur Sumsel Herman Deru, dikhabarkan gubernur tengah menjalankan kunjungan kerja ke Kota Pagar Alam.

20 pelajar yang diamankan tersebut, karena menyulut kalimat propokasi. “Bakar dengan Bom Molotov”. Dan mereka pun kedapatan membawa seprotan berisi cairan cabai.

Sementara untuk penyelidikan lebih lanjut, 20 pelajar ini kembali didata dan difoto oleh unit Identifikasi Polrestabes Palembang, dan kemudian diperiksa di Satreskrim.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji membenarkan 20 pelajar kembali diamankan. “Mereka diamankan karena diduga akan melakukan aksi-aksi anarkis disaat demo berlangsung,” jelasnya.

Untuk pelajar ini diamankan di beberapa tempat terpisah. “Ada yang sedang kumpul duduk-duduk di seputaran halte, pinggir jalan, dan pinggiran kantor Gubernur Sumsel,” ujarnya.[***]

 

one

 

Comments

Terpopuler

To Top