Peristiwa

2 Kantong  Alat Bekas Medis Ditemukan  Warga Di Sungai, Berbahayakah ?

foto : istimewa

SEORANG warga memposting diakun medsos telah menemukan alat bekas medis hanyut terbawa arus sungai. Dalam postingannya, terlihat dua kantong limbah medis yang dibungkus karung plastik berwarna kuning.

Ternyata limbah tersebut tergolong bahan berbahaya dan beracun (B3).  Bahan-bahan itu antara lain, adalah jarum suntik dan botol obat-obatan dalam bentuk cairan.

Diduga limbah medis tersebut sengaja dibuang ke sungai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Acun Ketua RT setempat  mengatakan ditemukannya sampah bekas medis, kali pertama ditemukanya pada Rabu sekitar pukul 07:00 WIB.

Saat itu, ia hendak mencari rumput, ia menemukan ada sepasang suami istri yang tinggal disawah dekat tempat kejadian terlihat ribut-ribut dengan penemuan dua karung plastik berwarna kuning.

“Setelah dibuka menggunakan sebilah kayu ternyata karung plastik tersebut berisi barang bekas medis seperti sarung tangan plastik, botol bekas obat cair dan suntikan. Bingung dengan apa yang harus dilakukan saya langsung menghubungi pihak Kelurahan agar dilakukan tindakan,”jelasnya, kamis [15/10/2020].

Lurah Tanjung Agung Wawan Apriansyah saat dihubungi Via seluler mengatakan, memang benar ada dua karung sampah medis di sungai tersebut.

“Saat mendapat laporan dari warga saya langsung menghubungi pihak Dinas Kesehatan dan sore harinya saat saya meninjau lokasi karung tersebut sudah tidak ada, kita belum mengetahui dari mana sampah plastik bekas medis tersebut berasal. Saya mengharapkan sampah medis berbahaya seperti itu jangan dibuang sebarangan karena pemusnahan barang bekas medis ada protap medis nya,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Desi Elviani, SE MM saat ditemui diruang kerja nya mengatakan, pihaknya bersama Puskesmas setempat turun lapangan, dan mengambil barang tersebut.

“Hari ini kami akan menurunkan tim ke Puskesmas dan klinik- klinik untuk mengetahui, apa maksudnya dari penemuan tersebut, guna menindaklanjuti penemuan tersebut,”tuturnya.

Sementara ini, kata dia barang tersebut masih berada di Puskesmas Sidorejo untuk dilakukan penyelidikan. ”Kalau isinya berbagai macam alat bekas medis seharusnya dimusnahkan dengan pakai Incinerator. tapi karena Dinas Kesehatan tidak ada alatnya maka akan melakukan MOU dengan pihak ketiga.

”Ya kami secepatnya dengan adanya kecolongan ini kami akan menertibkan lagi pimpinan Puskesmas Puskesmas dan klinik -klinik sesuai dengan SOP,” katanya.[****]

 

Rozie

 

Comments

Terpopuler

To Top