Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » “Pinjaman Nol Persen, Asal Jangan Nol Rencana”

“Pinjaman Nol Persen, Asal Jangan Nol Rencana”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 1.612
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI PALEMBANG, kabar gembira datang lebih cepat dari tukang gorengan buka lapak sore, tahun 2025 ini, Wali Kota Ratu Dewa menggulirkan program pinjaman tanpa bunga dan tanpa agunan buat para pelaku UMKM, katanya, tiap pelaku usaha bisa dapat Rp5 juta, syaratnya?, punya NIB, usaha aktif minimal setahun, dan nggak lagi nikmatin subsidi bunga dari tempat lain.

Wah, kedengarannya nikmat, ya?, bisa jadi inilah momen langka di mana orang teriak, “akhirnya, utang yang nggak bikin kepala cenat-cenut!”

Program ini sebenarnya ide bagus, namun seperti biasa, kalau kebijakan udah turun ke lapangan, kadang logika bisa tersandung kabel data, sudah ada 93 ribu UMKM di 18 kecamatan yang masuk daftar pendataan. Nah, di situ mulai muncul pertanyaan, apakah semuanya benar-benar pelaku usaha, atau ada juga yang usahanya cuma aktif saat difoto petugas survei?.

Untuk menghindari hal-hal lucu semacam itu, Pemkot Palembang melibatkan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) buat survei lokasi, jadi, kalau ada yang ngaku jualan bakso, tapi pas dicek tempatnya malah warung kopi bapaknya, bisa langsung ketahuan. Bener juga, karena kalau dibiarkan, bantuan ini bisa berubah dari program ekonomi jadi komedi situasi.

Pinjaman tanpa bunga itu ibarat kasih pancing, bukan kasih ikan, masalahnya, sebagian orang malah mau dikasih pancing sekalian sama ikan goreng dan sambalnya. Jadi kalau pemerintah nggak hati-hati, bisa-bisa yang butuh nggak kebagian, sementara yang rajin main kuota malah dapet duluan.

Tapi, di sisi lain, langkah Ratu Dewa patut diapresiasi, setidaknya beliau sadar, UMKM itu tulang punggung ekonomi daerah, meski kadang punggungnya pegal karena beban pajak, izin, dan harga bahan baku yang naik-turun kayak sinyal Wi-Fi gratisan.

Oleh karena itu, agar nggak GR (gede rasa) seolah Palembang paling inovatif, mari kita tengok empat contoh lain yang juga pernah main di jalur bunga nol persen, sebut saja Surabaya, Indonesia
lewat BPR Surya Artha Utama, Surabaya pernah kasih pinjaman tanpa bunga. Awalnya manis, tapi banyak yang macet karena pelaku usaha kurang paham cara kelola uang, akhirnya pemerintah bikin kelas literasi keuangan, setelah itu baru programnya jalan mulus.

Bandung juga, di bawah program Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera), masyarakat bisa pinjam tanpa bunga asal aktif di majelis taklim, hasilnya cukup oke, tapi tetap ada drama, karena beberapa penerima malah pakai dananya buat arisan, untung cepat dibenahi.

Belajar dari luar negeri, sebut juga Seoul, Korea Selatan, pemerintah Seoul punya program pinjaman nol persen untuk usaha kecil, tapi wajib ikut pelatihan dulu, disiplin banget, kayak ujian skripsi. Hasilnya? tingkat gagal bayar cuma 3%, jauh lebih kecil dari tingkat kesabaran warga saat antre bubble tea.

Ada lagi Warsaw, Polandia, lewat Rural Development Foundation, pemerintah Polandia kasih pinjaman mikro tanpa bunga di pedesaan, namun bedanya, mereka mewajibkan laporan perkembangan usaha tiap tiga bulan. tapi gagal lapor? dana berikutnya langsung dicoret, tegas, tapi adil.

Empat contoh ini sama-sama untuk ngajarin satu hal uang bantuan boleh tanpa bunga, tapi tanggung jawab harus berbunga-bunga.

Ekonomi lokal

Di banyak tempat, pelaku UMKM memang ahli adaptasi, kalau harga bahan naik, mereka bisa ubah ukuran porsi dengan kecepatan cahaya. Kalau sepi pembeli, mereka putar otak bikin promo “Beli 2 Gratis Senyum Manis”. Jadi kalau mereka dapat pinjaman Rp5 juta tanpa bunga, semoga tidak muncul promo “Beli 1 Gratis Pelunasan Tahun Depan”.

Oleh sebab itu, sejatinya, program tanpa bunga bukan berarti tanpa tanggung jawab, dana itu bukan buat beli hape baru, apalagi buat DP motor. Itu buat memperkuat usaha, dari stok bahan, peralatan, sampai sedikit inovasi biar warungnya nggak kalah saing sama marketplace.

Kalau dijalankan serius, program ini bisa jadi penggerak ekonomi lokal, UMKM tumbuh dampaknyha pendapatan warga naik, selain itu perputaran uang makin kencang, bahkan pajak ikut naik dan akhirnya pemerintah ikut bahagia, rantai bahagia ekonomi, istilahnya.

Tapi kalau salah sasaran, efeknya bisa terbalik 360 derajat…karena uang habis, usaha tak tumbuh, dan pemerintah malah disalahkan, karena itu ingat strategi  dan pendampingan usaha wajib disiapkan, sekadar kasih duit tanpa edukasi itu sama aja kayak nyuruh orang berenang tanpa ngajarin cara ambil napas.

Pinjaman tanpa bunga ibarat jalan tol ekonomi rakyat, yakni cepat, gratis, tapi butuh rambu yang jelas, kalau semua pihak jalan sembarangan, ujungnya bukan kemajuan, tapi tabrakan kepentingan.

Pada akhirnya mari sadar, karena pemerintah sudah kasih peluang emas, tinggal rakyatnya yang mesti pandai mengolahnya, jangan sampai dana Rp5 juta itu malah jadi Rp0 hasil karena salah pakai. Kalau benar dikelola, bisa jadi modal bangkit, bukan modal selfie di depan spanduk bantuan, makanya kalau mau suksel, program ini harus dijaga bersama, yakni pemerintah transparan, masyarakat disiplin, dan semua pihak waras, artinya  kalau otak dan hati ikut nol persen, ya siap-siap aja ekonomi daerah masuk angin permanen.

Pinjaman nol persen bukan soal angka di kertas, tapi soal karakter ekonomi rakyat, kalau dijalankan dengan jujur dan disiplin, Palembang bisa jadi contoh Nasional,  kota yang membuktikan bahwa kepercayaan bisa lebih berharga daripada bunga bank, amin…. [***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ir S.A Supriono Pj Sekda Sumsel, Setelah Dilantik Gubernur

    Ir S.A Supriono Pj Sekda Sumsel, Setelah Dilantik Gubernur

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 787
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H. Herman Deru mengakatakan, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat harus diikuti atas kebutuhan masyarakat yang tentunya tidak sama di 17 kabupaten/kota. Oleh karena itu, sebagai Sekretaris Daerah harus mengarahkan semua OPD dan mempunyai solusi dalam menyelesaikan permasalahan yang ada, kata Gubernur Sumatera Selatan yang didampingi Wagub H. Mawardi Yahya saat Pelantikan dan […]

  • Simpan Sabu, IRT Ini Diamankan Polsek Tulung Selapan

    Simpan Sabu, IRT Ini Diamankan Polsek Tulung Selapan

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.255
    • 0Komentar

    SEORANG Ibu rumah tangga, Ida  Royani (45) Warga Tulung Selapan Ilir, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), ditangkap Tiem Macan Komering Polsek Tulung Selapan, karena kedapatan menyimpan dan memiliki narkotika jenis sabu serta pil ekstasi logo spongbook, Selasa (5/12/19). Bersama tersangka, Polisi juga mengamankan (6) enam buah pil ekstasi logo spongbook dan (67) enam […]

  • Luar Biasa, Daerah Minta Penambahan Kuota Peserta Coaching Clinic di Piala AN Cup

    Luar Biasa, Daerah Minta Penambahan Kuota Peserta Coaching Clinic di Piala AN Cup

    • calendar_month Minggu, 2 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 975
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Turnamen Sepakbola All Star Stour Sumatera Selatan yang memperebutkan Piala Alex Noerdin Cup akan segera digulirkan pada awal Januari 2019. Hampir seluruh peserta yang ada di kabupaten dan kota sudah membentuk kepanitiaan untuk menyambut kedatangan Tim All Star. Bahkan sangking antusiasnya, beberapa daerah mengusulkan untuk penambahan kuota peserta coaching clinic dari sebelumnya […]

  • Serunya Lomba Kebut Perahu di Sungai Babatan, Pemenang Boyong Sapi hingga Kerbau

    Serunya Lomba Kebut Perahu di Sungai Babatan, Pemenang Boyong Sapi hingga Kerbau

    • calendar_month Senin, 28 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 926
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id -Lomba kebut perahu di Sungai Babatan Kecamatan Pedamaran Ogan Komering Ilir kembali digelar dalam rangka menyemarakkan HUT ke 78 RI. Uniknya para pemenang lomba berhak memboyong kerbau dan sapi sebagai hadiah utama. Lomba kebut perahu jadi agenda rutin masyarakat Pedamaran. Lomba dibagi menjadi dua kelas berdasarkan jenis perahu, yaitu bidar dan dangkuk. Perahu bidar […]

  • Sosialisasi Pencegahan KDRT

    Sosialisasi Pencegahan KDRT

    • calendar_month Jumat, 2 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 755
    • 0Komentar

      Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) menggelar sosialisasi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), bertempat di Aula Hotel Gambo Residence Sekayu, Kamis (1/9/2020).   Pj Bupati Muba H Apriyadi melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Muba H Yudi Herzandi SH MH mengatakan bahwa KDRT merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap […]

  • Respon Cepat Kasus Baru Mutasi Corona [SARS-COV-2 B117], Muba Sigap Gencarkan 3 T

    Respon Cepat Kasus Baru Mutasi Corona [SARS-COV-2 B117], Muba Sigap Gencarkan 3 T

    • calendar_month Rabu, 3 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.031
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] mengingatkan masyarakatnya agar tetap waspada terhadap penularan COVID-19, terlebih virus Coron varian baru /SARS-CoV-2 B117 terdekteksi di Indonesia setelah kemarin Wakil Menteri Kesehatan [Wamenkes] Dante Saksono Harbuwono mengonfirmasikan virus yang terdekteksi pertama kali dari Inggris tersebut. Penemuan dua kasus mutasi virus SARS-CoV-2 B117 di Indonesia, kini juga telah menyebar di […]

expand_less
WordPress Archive Alva- WordPress Theme For Saas Product Alvaro – Hobby Multipurpose WordPress Theme Aman — Multipurpose Elementor Template Kit Amanah – Mosque & Islamic Center Elementor Template Kit Amanus – Boat, Yacht Charter WordPress Theme AmazCart – Laravel Ecommerce System CMS Multi-Vendor Amber Six – Creative WordPress Theme Ambiense – Restaurant & Cafe WordPress Theme Ambilas – Ambient Blog & Magazine WordPress Theme Ambons - Ambulance Service WordPress Theme