Minggu, 6 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » “Pinjaman Nol Persen, Asal Jangan Nol Rencana”

“Pinjaman Nol Persen, Asal Jangan Nol Rencana”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 1.591
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI PALEMBANG, kabar gembira datang lebih cepat dari tukang gorengan buka lapak sore, tahun 2025 ini, Wali Kota Ratu Dewa menggulirkan program pinjaman tanpa bunga dan tanpa agunan buat para pelaku UMKM, katanya, tiap pelaku usaha bisa dapat Rp5 juta, syaratnya?, punya NIB, usaha aktif minimal setahun, dan nggak lagi nikmatin subsidi bunga dari tempat lain.

Wah, kedengarannya nikmat, ya?, bisa jadi inilah momen langka di mana orang teriak, “akhirnya, utang yang nggak bikin kepala cenat-cenut!”

Program ini sebenarnya ide bagus, namun seperti biasa, kalau kebijakan udah turun ke lapangan, kadang logika bisa tersandung kabel data, sudah ada 93 ribu UMKM di 18 kecamatan yang masuk daftar pendataan. Nah, di situ mulai muncul pertanyaan, apakah semuanya benar-benar pelaku usaha, atau ada juga yang usahanya cuma aktif saat difoto petugas survei?.

Untuk menghindari hal-hal lucu semacam itu, Pemkot Palembang melibatkan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) buat survei lokasi, jadi, kalau ada yang ngaku jualan bakso, tapi pas dicek tempatnya malah warung kopi bapaknya, bisa langsung ketahuan. Bener juga, karena kalau dibiarkan, bantuan ini bisa berubah dari program ekonomi jadi komedi situasi.

Pinjaman tanpa bunga itu ibarat kasih pancing, bukan kasih ikan, masalahnya, sebagian orang malah mau dikasih pancing sekalian sama ikan goreng dan sambalnya. Jadi kalau pemerintah nggak hati-hati, bisa-bisa yang butuh nggak kebagian, sementara yang rajin main kuota malah dapet duluan.

Tapi, di sisi lain, langkah Ratu Dewa patut diapresiasi, setidaknya beliau sadar, UMKM itu tulang punggung ekonomi daerah, meski kadang punggungnya pegal karena beban pajak, izin, dan harga bahan baku yang naik-turun kayak sinyal Wi-Fi gratisan.

Oleh karena itu, agar nggak GR (gede rasa) seolah Palembang paling inovatif, mari kita tengok empat contoh lain yang juga pernah main di jalur bunga nol persen, sebut saja Surabaya, Indonesia
lewat BPR Surya Artha Utama, Surabaya pernah kasih pinjaman tanpa bunga. Awalnya manis, tapi banyak yang macet karena pelaku usaha kurang paham cara kelola uang, akhirnya pemerintah bikin kelas literasi keuangan, setelah itu baru programnya jalan mulus.

Bandung juga, di bawah program Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera), masyarakat bisa pinjam tanpa bunga asal aktif di majelis taklim, hasilnya cukup oke, tapi tetap ada drama, karena beberapa penerima malah pakai dananya buat arisan, untung cepat dibenahi.

Belajar dari luar negeri, sebut juga Seoul, Korea Selatan, pemerintah Seoul punya program pinjaman nol persen untuk usaha kecil, tapi wajib ikut pelatihan dulu, disiplin banget, kayak ujian skripsi. Hasilnya? tingkat gagal bayar cuma 3%, jauh lebih kecil dari tingkat kesabaran warga saat antre bubble tea.

Ada lagi Warsaw, Polandia, lewat Rural Development Foundation, pemerintah Polandia kasih pinjaman mikro tanpa bunga di pedesaan, namun bedanya, mereka mewajibkan laporan perkembangan usaha tiap tiga bulan. tapi gagal lapor? dana berikutnya langsung dicoret, tegas, tapi adil.

Empat contoh ini sama-sama untuk ngajarin satu hal uang bantuan boleh tanpa bunga, tapi tanggung jawab harus berbunga-bunga.

Ekonomi lokal

Di banyak tempat, pelaku UMKM memang ahli adaptasi, kalau harga bahan naik, mereka bisa ubah ukuran porsi dengan kecepatan cahaya. Kalau sepi pembeli, mereka putar otak bikin promo “Beli 2 Gratis Senyum Manis”. Jadi kalau mereka dapat pinjaman Rp5 juta tanpa bunga, semoga tidak muncul promo “Beli 1 Gratis Pelunasan Tahun Depan”.

Oleh sebab itu, sejatinya, program tanpa bunga bukan berarti tanpa tanggung jawab, dana itu bukan buat beli hape baru, apalagi buat DP motor. Itu buat memperkuat usaha, dari stok bahan, peralatan, sampai sedikit inovasi biar warungnya nggak kalah saing sama marketplace.

Kalau dijalankan serius, program ini bisa jadi penggerak ekonomi lokal, UMKM tumbuh dampaknyha pendapatan warga naik, selain itu perputaran uang makin kencang, bahkan pajak ikut naik dan akhirnya pemerintah ikut bahagia, rantai bahagia ekonomi, istilahnya.

Tapi kalau salah sasaran, efeknya bisa terbalik 360 derajat…karena uang habis, usaha tak tumbuh, dan pemerintah malah disalahkan, karena itu ingat strategi  dan pendampingan usaha wajib disiapkan, sekadar kasih duit tanpa edukasi itu sama aja kayak nyuruh orang berenang tanpa ngajarin cara ambil napas.

Pinjaman tanpa bunga ibarat jalan tol ekonomi rakyat, yakni cepat, gratis, tapi butuh rambu yang jelas, kalau semua pihak jalan sembarangan, ujungnya bukan kemajuan, tapi tabrakan kepentingan.

Pada akhirnya mari sadar, karena pemerintah sudah kasih peluang emas, tinggal rakyatnya yang mesti pandai mengolahnya, jangan sampai dana Rp5 juta itu malah jadi Rp0 hasil karena salah pakai. Kalau benar dikelola, bisa jadi modal bangkit, bukan modal selfie di depan spanduk bantuan, makanya kalau mau suksel, program ini harus dijaga bersama, yakni pemerintah transparan, masyarakat disiplin, dan semua pihak waras, artinya  kalau otak dan hati ikut nol persen, ya siap-siap aja ekonomi daerah masuk angin permanen.

Pinjaman nol persen bukan soal angka di kertas, tapi soal karakter ekonomi rakyat, kalau dijalankan dengan jujur dan disiplin, Palembang bisa jadi contoh Nasional,  kota yang membuktikan bahwa kepercayaan bisa lebih berharga daripada bunga bank, amin…. [***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Baru 250 Lokasi, Cakupan  Aplikasi Pedulilindungi Diperluas Hingga 500 Lokasi

    Baru 250 Lokasi, Cakupan Aplikasi Pedulilindungi Diperluas Hingga 500 Lokasi

    • calendar_month Jumat, 27 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 680
    • 0Komentar

    MENTERI Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate, menyebut pengunjung Mal di berbagai kota merasa aman dan nyaman dengan diberlakukannya aplikasi PeduliLindungi. Menurutnya, berdasarkan pengakuan beberapa pengunjung mal di Medan dan Lampung mengaku dengan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk masuk ke Mal dapat memberikan rasa aman dan nyaman. Johnny mengatakan, pemerintah memang mengembangkan aplikasi PeduliLindungi sebagai […]

  • Penyegaran, “Ganti Gerbong”

    Penyegaran, “Ganti Gerbong”

    • calendar_month Rabu, 2 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 820
    • 0Komentar

    DEMI kelancaran proses roda pemerintahan dan penyegaran beberapa instansi Pemkab Muba, Plt Bupati Beni Hernedi SIP, Rabu (2/2/2022)  melakukan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin di Auditorium Pemkab Muba. “Pelantikan hari ini bertujuan untuk melakukan rotasi saja karena orang-orang nya itu-itulah tidak ada orang baru. Anggap saja ibarat dalam sepak […]

  • Manajer Sriwijaya FC U18 Belum Berani Bicara Target

    Manajer Sriwijaya FC U18 Belum Berani Bicara Target

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 994
    • 0Komentar

    MANAJEMEN Sriwijaya FC resmi memperkenalkan manajer yang baru yang akan memegang tim Sriwijaya FC U18 di Kantor KONI Sumatera Selatan, Rabu (15/1/2020). Wakil Direktur PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) H Hendri Zainuddin meperkenalkan Muhammad Fadli sebagai manajer Sriwijaya U18. Kendati bukan memegang manajer senior namun posisi ini dinilai pas dipegang Fadli yang juga menjabat Wakil […]

  • Film “Trinity Traveller” Curi Perhatian Ratusan Penonton diMIKTA Film Festival 2023

    Film “Trinity Traveller” Curi Perhatian Ratusan Penonton diMIKTA Film Festival 2023

    • calendar_month Kamis, 28 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.337
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ankara, Turki – Film “Trinity Traveller” garapan sutradara Rizal Mantovani sukses mencuri perhatian ratusan penonton dalam MIKTA Film Festival 2023, di Panora Mall, Turki (22/12). Sebanyak 200 orang memadati bioskop, menikmati petualangan ringan yang dibintangi Maudy Ayunda dan Hamish Daud.​ Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, mengungkapkan bahwa media […]

  • Simak yuk ! Belajar memahami pribahasa & maksud dari “mulut lebih cepat dari pada pikiran” hingga beda dengan “tebar fitnah”

    Simak yuk ! Belajar memahami pribahasa & maksud dari “mulut lebih cepat dari pada pikiran” hingga beda dengan “tebar fitnah”

    • calendar_month Kamis, 6 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.135
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Belajar yuk ! peribahasa terkait “mulut lebih” maksudnya, berikut ada petikan puisi, simak di bawah ini : Di antara gemuruh kata-kata yang terlontar, Mulut bertindak cepat, pikiran belum sempat, Seakan riak air di sungai yang tak terkendali, Mengalir deras tanpa henti, melampaui batas. Dalam laju kata yang tak terbendung, Kelepasan lidah memunculkan akibat […]

  • Mendagri  Nilai Janji Politik Gubernur Sumsel Sudah Dijawab  

    Mendagri  Nilai Janji Politik Gubernur Sumsel Sudah Dijawab  

    • calendar_month Kamis, 15 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 843
    • 0Komentar

    Bahkan bisnis kuliner Palembang, yakni pempek paling populer di Indonesia selain Yogyakarta.

expand_less
WordPress Archive Alva- WordPress Theme For Saas Product Alvaro – Hobby Multipurpose WordPress Theme Aman — Multipurpose Elementor Template Kit Amanah – Mosque & Islamic Center Elementor Template Kit Amanus – Boat, Yacht Charter WordPress Theme AmazCart – Laravel Ecommerce System CMS Multi-Vendor Amber Six – Creative WordPress Theme Ambiense – Restaurant & Cafe WordPress Theme Ambilas – Ambient Blog & Magazine WordPress Theme Ambons - Ambulance Service WordPress Theme