Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » Ekonomi Syariah Sumsel Tumbuh dari Potensi Lokal

Ekonomi Syariah Sumsel Tumbuh dari Potensi Lokal

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
  • visibility 1.124
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU bicara soal ekonomi syariah, banyak orang langsung kepikiran, bank syariah, koperasi syariah, atau label halal di restoran. Padahal, ekonomi syariah itu lebih luas dari sekadar rekening dengan nama belakang Syariah. Di Sumatera Selatan, ekonomi syariah bisa lahir dari sawah, kebun, pasar kaget, bahkan dari semangkuk pempek yang dijual di pinggir jalan.

Begini ceritanya.

Kamis (18/9/2025), Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menerima audiensi dari Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS). Kedengarannya resmi banget, ya? Tapi di balik meja rapat itu, ada obrolan yang kalau ditarik ke akar rumput sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari wong Sumsel.

Herman Deru bilang, potensi ekonomi syariah di Sumsel luar biasa besar, dari sektor pertanian yang jadi urat nadi, UMKM yang jadi tulang punggung, sampai pariwisata halal yang mulai bikin orang luar negeri penasaran. Nah, di sini letak serunya ekonomi syariah bukan melulu soal hitungan bunga atau tepatnya tidak bunga, tapi soal bagaimana masyarakat hidup sejahtera dengan cara yang berkah.

Coba bayangkan, petani kopi di Pagaralam, kalau dia jual hasil panen dengan akad yang jelas, tanpa praktik tengkulak yang mencekik, itu sudah bagian dari praktik ekonomi syariah. Atau pedagang pempek di Pasar 26 Ilir, kalau dia jujur sama takaran ikan, enggak main banyakin sagu, itu juga bagian dari ekonomi syariah.

Jadi, jangan pikir ekonomi syariah cuma hidup di gedung tinggi dengan jas dan dasi. Ia juga hidup di warung kopi, di kebun, bahkan di lapangan bola saat turnamen kampung (asal panitianya nggak “nggondol” dana kas).

Pepatah lama bilang, “Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”. Nah, di Sumsel, ekonomi syariah ini mestinya juga mengikuti tanah yang dipijak, tanah subur pertanian, jalur perdagangan yang ramai, dan budaya masyarakat yang guyub. Jangan sampai ekonomi syariah jadi “baju impor” yang dipakai hanya untuk gaya, tapi tidak sesuai ukuran tubuh daerah.

Tentu saja, kita harus jujur, selama ini, banyak program ekonomi syariah terkesan eksklusif, hanya jadi jargon di seminar hotel berbintang, lalu pulang bawa goodie bag tapi masyarakat bawah nggak merasakan apa-apa. Ini yang sering jadi bahan dagelan rakyat “Ekonomi syariah kok syariah di brosur doang”

Herman Deru sudah wanti-wanti, KDEKS jangan cuma jadi papan nama, harus ada regenerasi, anak muda ikut terlibat, biar ada inovasi. Kalau tidak, ya KDEKS bisa jadi kayak grup WhatsApp alumni, rame di awal, tapi lama-lama cuma jadi tempat share stiker dan ucapan selamat ulang tahun.

Mari kita bawa humor sedikit, ekonomi syariah itu mirip pempek, semua orang suka, banyak variannya, tapi intinya tetap sama harus ada ikannya. Kalau pempek tanpa ikan, ya sama aja kayak ekonomi syariah tanpa nilai kejujuran hambar.

Atau kopi Pagaralam, kalau diseduh pakai air panas tapi nggak disaring, ampasnya bisa bikin seret di tenggorokan. Sama juga, ekonomi syariah yang jalan tanpa manajemen bisa bikin rakyat seret juga, jadi, jangan asal ada label halal, tapi sistemnya berantakan.

Pariwisata halal pun jangan disalahartikan, bukan berarti wisatawan datang ke Danau Ranau lalu harus pakai sarung dan kopiah. Tapi bagaimana fasilitas ramah muslim disiapkan, mulai dari makanan halal, tempat ibadah, sampai kebersihan. Karena seperti kata pepatah, “Kebersihan sebagian dari iman, tapi kalau hotelnya kotor, iman pun bisa terganggu”

Intinya, ekonomi syariah di Sumsel akan kuat kalau benar-benar mengakar di potensi lokal. Petani, nelayan, pedagang pasar, hingga pengusaha pariwisata harus merasa terlibat. Jangan sampai ekonomi syariah hanya jadi hantu yang sering disebut tapi tak pernah kelihatan wujudnya.

Pesan moralnya sederhana, jangan remehkan kearifan lokal, kalau ekonomi syariah bisa jalan di sawah, di pasar, dan di UMKM, maka ia akan lebih kokoh daripada sekadar dibangun dari gedung tinggi.

Biar nggak basi, KDEKS perlu membuat program nyata untuk UMKM berbasis syariah. Melibatkan anak muda yang paham digital, biar promosi pariwisata halal nggak jadul dan menghubungkan petani dengan pasar lewat akad yang adil. Kalau bisa diwujudkan, KDEKS tidak cuma jadi singkatan, tapi benar-benar jadi jalan perubahan.

Ekonomi syariah di Sumatera Selatan bukan sekadar soal keuangan, tapi tentang kejujuran, keadilan, dan keberkahan yang hidup dalam keseharian masyarakat. Dari sawah sampai pasar, dari pempek sampai kopi, semua bisa jadi bagian dari ekosistem syariah.

Seperti kata pepatah, “Sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit”, Kalau KDEKS konsisten, ekonomi syariah Sumsel bisa jadi bukit yang kokoh, bukan gundukan pasir yang gampang ambruk.

Jadi, mari kita kawal bersama, karena kalau ekonomi syariah hanya jadi jargon, rakyat hanya bisa bilang “Oh syariah? Syariah di mana? Syariah di mulut saja”. Tapi kalau benar-benar jalan, rakyat akan berkata “Alhamdulillah, syariah terasa sampai ke dapur rumah”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • satgas-pungli

    Ayo Satgas Pungli Action, Berantas Pungli di Sumsel dengan Serius

    • calendar_month Kamis, 14 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.155
    • 0Komentar

    Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar ( Satgas Saber Pungli) mensosialisasikan Peraturan Presiden No. 87 tahun 2016 di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), di Hotel Aryaduta, Kamis (14/9/2017).

  • Kapolres OKI Rombak 7 Kapolsek, 5 Wajah Baru Isi Jabatan Strategis

    Kapolres OKI Rombak 7 Kapolsek, 5 Wajah Baru Isi Jabatan Strategis

    • calendar_month Selasa, 12 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.804
    • 0Komentar

    KEPOLISIAN Resort (Polres) Ogan Komering Ilir (OKI) Polda Sumatera Selatan, melakukan perombakan. Tujuh Kapolsek diganti pejabat baru. Serah terima Jabatan (Sertijab) Kapolsek yang digelar di Aula Mapolres OKI, Selasa [12/1/2021]. AKP Johny Martin yang sebelumnya menjabat Kapolsek Tanjung Lubuk Polres OKI Polda Sumsel, kini dibebastugaskan dan diangkat dalam Jabatan baru sebagai Panit 1 unit 2 […]

  • VinFast Umumkan Partisipasi di Mobile World Congress 2022

    VinFast Umumkan Partisipasi di Mobile World Congress 2022

    • calendar_month Minggu, 27 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 763
    • 0Komentar

    BARCELONA, SPANYOL– VinFast mengumumkan partisipasinya dalam acara teknologi dan seluler paling berpengaruh di dunia –Mobile World Congress 2022 (MWC 2022), yang berlangsung dari 28 Februari hingga 3 Maret 2022 di Barcelona, Spanyol Pada acara tersebut, VinFast akan menghadirkan teknologi konektivitas tercanggih yang terintegrasi ke dalam model EV VinFast, strateginya untuk pasar Eropa, serta kemitraan besar […]

  • Gelar Forum Bisnis, Indonesia  – Mesir Tingkatan Kerjasama

    Gelar Forum Bisnis, Indonesia – Mesir Tingkatan Kerjasama

    • calendar_month Minggu, 17 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 650
    • 0Komentar

    KEDUTAAN Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Mesir bersama Dewan Pemuda Mesir menggelar forum bisnis dalam rangkaian peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Mesir guna meningkatkan kerjasama dan keakraban. Forum bisnis yang digelar pada Kamis (14/4/2022), di Grand Nile Tower, Kairo, itu dihadiri oleh sekitar 50 peserta, baik dari kalangan pemerintah maupun pelaku usaha Mesir. Hal tersebut […]

  • Tasawuf Politik

    Tasawuf Politik

    • calendar_month Senin, 28 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.279
    • 0Komentar

    TASAWUF dan politik diibaratkan dua hal yang dianggap tidak dapat dipertemukan apalagi disatukan. Tasawuf “menjauhi” urusan dunia, sementara politik berusaha “meraih” dunia. Tasawuf menjaga jarak dengan kekuasaan bahkan cenderung memusuhinya, sementara politik “mengejar” dan selalu berusaha berada dekat dalam lingkarang kekuasaan dengan cara apapun. Tasawuf “Memilih” hidup miskin, sedangkan politik menjadikan harta atau kekayaan sebagai […]

  • Presiden Terima Menlu Serbia, Hubungan Kedua Negara Harus Terus Ditingkatkan

    Presiden Terima Menlu Serbia, Hubungan Kedua Negara Harus Terus Ditingkatkan

    • calendar_month Selasa, 24 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.746
    • 0Komentar

    PRESIDEN Jokowi didampingi Menlu Retno Marsudi dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung menerima kunjungan kehormatan Menlu Serbia Nikola Selakovic di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/05/2022). (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr) Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri (Menlu) Serbia Nikola Selakovic bersama delegasi terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (23/05/2022). Menlu Retno […]

expand_less
WordPress Archive DZS Scroller Gallery e-Learn – Onepage Bootstrap Education WordPress Theme E2Pdf Export To Pdf Tool for WordPress Eagle – Logistics & Transportation WordPress Theme EagleElite – Sports Club WordPress Theme Earls – Restaurant WordPress Theme Earna – Business Consulting WordPress Eastend – Immigration Visa Consulting WordPress Theme Easto – Single Property Theme Easy 360° Product Viewer WordPress & WooCommerce Plugin