Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “1.200 Taruna Laut Lulus! KKP Ubah Politeknik Jadi Ocean Institute, Biar Gak Cuma Ikan yang Mendunia”

“1.200 Taruna Laut Lulus! KKP Ubah Politeknik Jadi Ocean Institute, Biar Gak Cuma Ikan yang Mendunia”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
  • visibility 428
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PENDIDIKAN vokasi kelautan terbaik Indonesia 2025, taruna kelautan KKP, Ocean Institute of Indonesia (OII), seleksi ketat pendidikan vokasi laut, itulah kata kunci sakti yang bikin Google merem melek!. Bayangkan, sebanyak 1.200 anak muda dari seluruh penjuru negeri baru saja lulus seleksi tahap II Penerimaan Peserta Didik Baru (Pentaru) di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan. Bukan sembarang lulus, sob! Mereka ini calon “Captain Nemo” masa depan bukan untuk keliling dunia nyari harta karun, tapi buat jaga laut dari sampah plastik, illegal fishing, dan mantan yang doyan ghosting.

Bukan sulap bukan sihir, tapi ini serius Politeknik Kelautan dan Perikanan (Politeknik KP) sekarang lagi nyiapin jurus baru. Mereka sedang bertransformasi jadi Ocean Institute of Indonesia (OII). Ibarat ulat jadi kupu-kupu, ini bukan cuma ganti nama doang. Sistem pendidikannya juga ikut ganti mesin dari manual ke turbo intercooler. Katanya sih, biar lulusannya nanti bisa ngadepin perubahan iklim, cuaca ekstrim, sampai bos yang nyebelin waktu magang.

Kepala BPPSDM KP, Pak Nyoman Radiarta, bilang sistem seleksi sekarang udah kayak campuran antara audisi Indonesian Idol sama pelatihan militer. Ada tes akademik, fisik, kesehatan, sampe wawancara. Kalau kamu bisa jawab soal kimia laut sambil push-up 20 kali dan nyanyi “Indonesia Raya” dengan nada do, ya kamu lulus. Intinya, siapa pun yang lolos Pentaru ini bukan kaleng-kaleng. Mereka ini bibit unggul yang siap dikirim ke laut, bukan buat nyari jodoh, tapi nyari solusi keberlanjutan laut kita.

Sebelas satuan pendidikan tinggi vokasi KKP jadi rumah baru bagi para taruna taruni kece ini. Dari Jakarta sampe Wakatobi, sebarannya kayak sambal di piring pecel lele, merata dan pedas!. Misalnya, Politeknik AUP Jakarta nerima 288 orang, Poltek KP Sidoarjo 250, dan AK-KP Wakatobi 35 orang, biar kecil, tapi pasti solid kayak cilok di pinggir pantai.

Tapi jangan takut, anak nelayan tetap dapat tempat spesial, ibarat pepatah “Ikan sepat, ikan gabus, makin diberi makin bagus”, begitu juga afirmasi buat anak-anak pelaku utama sektor laut. Anak pembudi daya ikan, petambak garam, sampe pengepul ikan asin dikasih jalur masuk, supaya nggak cuma ikan yang dibudidaya, tapi juga masa depan.

Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, juga nggak mau setengah-setengah. Dia minta bukan cuma ngajarin teori, tapi juga kasih pengalaman hidup yang “oke punya”. Dari asrama yang nyaman, makanan bergizi (bukan cuma mi instan), sampe laboratorium yang canggih biar siswa nggak cuma bisa mancing, tapi juga ngerti arus laut, plankton, dan kenapa cinta pertama susah dilupakan.

Transformasi ini kayak naik perahu layar dengan mesin turbo cepat, mantap, dan arah angin pun nggak bikin goyah. Yang jelas, lulusan OII nanti diharapkan jadi SDM unggulan, bisa kerja di dalam negeri atau bahkan Go Internasional. Siapa tahu, lulus dari sini bukan cuma kerja di tambak, tapi juga bisa presentasi di forum PBB. Kalau kata pepatah orang laut “Sekali layar terkembang, pantang tenggelam karena sinyal hilang!”

Jadi, buat kamu yang masih galau milih jurusan, mungkin udah saatnya nengok laut, bukan buat liburan doang, tapi buat masa depan. Pendidikan vokasi kelautan ini bukan cuma tentang ikan dan rumput laut, tapi juga tentang teknologi, keberlanjutan, dan cinta pada Indonesia. Ingatlah, “Kalau bukan kita yang jaga laut, nanti laut yang datang nagih janji”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perluas Layanan Digital untuk Optimalisasi Pajak Daerah

    Perluas Layanan Digital untuk Optimalisasi Pajak Daerah

    • calendar_month Senin, 22 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 901
    • 0Komentar

    .PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan melalui Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) OKI mengoptimalkan layanan digital untuk memperluas layanan perpajakan, dengan melaunching aplikasi berbasis web yaitu e-SPPT dan e-SPTPD. . “Ini untuk mempermudah para wajib pajak dalam melakukan pembayaran sekaligus pelaporan terhadap pajak yang dikenakan,” Ungkap Kepala BPPD OKI, Suhaimi, AP, M. Si […]

  • Pemprov Sumsel  Dorong Pemuda   Ciptakan Karya Inovatif Ditengah Pandemi

    Pemprov Sumsel  Dorong Pemuda   Ciptakan Karya Inovatif Ditengah Pandemi

    • calendar_month Selasa, 12 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.369
    • 0Komentar

    Peran para pemuda di Sumsel  begitu ditunggu sumbangsihnya  dalam mendorong majunya  pembangunan. Bukan saja lewat karyanya yang inovatif namun pemuda juga harus mampu menjadi contoh sebagai edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Utamanya di tengah  masa sulit akibat Pandemi Covid-10 sekarang ini. “Forum Komunikasi Mahasiswa dan Pemuda Daerah juga harus berperan dalam kondisi saat ini. Beri pengertian pada masyarakat agar […]

  • Ini Sanksinya, Jika Alokasi Dana Kelurahan Tidak Dilaksanakan

    Ini Sanksinya, Jika Alokasi Dana Kelurahan Tidak Dilaksanakan

    • calendar_month Jumat, 12 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 837
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –Pemerintah pusat sudah mempersiapkan sejumlah sanksi bila konsekuensi penganggaran 5 persen APBD untuk kelurahan tidak dilaksanakan. Beberapa sanksi tersebut antara lain penundaan Dana Alokasi Umum  serta pemotongan DED. Kementerian Keuangan mematok target paling lambat di Bulan Mei, 50 persen dana sudah bisa dicairkan. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (Direktur DJPK) menyebutkan Dana Kelurahan yang lebih tepat disebut […]

  • Malam Pergantian Tahun, Palembang  Diguyur Hujan Deras 20 Menit

    Malam Pergantian Tahun, Palembang Diguyur Hujan Deras 20 Menit

    • calendar_month Minggu, 31 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.142
    • 0Komentar

    “Sudah diperkirakan, dari sore tadi cuaca sudah terlihat mendung meskipun ada panasnya disore tadi,”

  • Hutan di Papua Sedang Tidak Baik-baik Saja

    Hutan di Papua Sedang Tidak Baik-baik Saja

    • calendar_month Selasa, 30 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 656
    • 0Komentar

    Lagi dan lagi, kawasan hutan adat akan dicaplok oleh perusahaan kelapa sawit. Kali ini Suku Awyu yang menjadi korban keserakahan perusahaan sawit  PT Indo Asiana Lestari (PT IAL).   Hendrikus “Franky” Woro, perwakilan masyarakat adat suku Awyu,  berusaha keras untuk mendapatkan keadilan atas tanah hutan adat milik mereka. “Kami tidak ingin ada perusahaan-perusahaan mana pun […]

  • “Cap Jempol Sudah Jalan, Kini Saatnya Sekayu Berdiri Sendiri”

    “Cap Jempol Sudah Jalan, Kini Saatnya Sekayu Berdiri Sendiri”

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 583
    • 0Komentar

    SEKAYU, kampung yang dulu identik dengan sawah, sungai, dan sambal tempoyak, kini pelan-pelan masuk peta layanan Internasional, bukan karena ada landasan pesawat atau tower visa di tengah kebun karet, tapi karena satu benda sakral bernama paspor. Buat warga Muba, urusan paspor bukan barang baru, malah sejak akhir 2023, masyarakat sudah bisa cetak paspor langsung di […]

expand_less
WordPress Archive 3D FlipBook 3D Map WordPress Plugin – 3D-Mapper 3D Perspective Slider Addon for WPBakery Page Builder 3D Photo Cloud – WordPress Media Plugin 3D Product – WooCommerce Addon For Elementor 47Admin – Bootstrap Admin Skin 4th July Rain – WordPress Plugin 50 Small SEO Tools WordPress 66biolinks – Bio Links, URL Shortener, QR Codes & Web Tools (SAAS) 66qrcode – AI QR Codes & Barcodes Generator & URL Shortener (SAAS)