Pendidikan

Salut, Tanpa Uang Komite, Sekolah Ini Mampu Bangun Infrastruktur  

Foto : faldy

Sumselterkini.co.id, Palembang – Semenjak diberlakukannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah yang mengatur batas-batas penggalangan dana yang boleh dilakukan Komite Sekolah yang ditujukan untuk mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan di sekolah dengan azas gotong royong.

Didalam Permendikbud tersebut juga mengatur Komite Sekolah, diperbolehkan melakukan penggalangan dana berupa sumbangan pendidikan, bantuan pendidikan, dan bukan pungutan.

Tapi tidak berlaku di SMP Negeri 12, pasalnya SMP Negeri yang berada dipinggiran kota ini mampu meningkatkan kuaalitas sekolahnya, dibidang prasarana dan sarana, tanpa menggunakan uang komite dari wali murid disekolah itu.

Hal itu perlu diapresiasi dimana mereka mandiri, tak bergantung kepada mengandalkan uang dari hasil Komite.

Tentu kreativitas ini perlu dicontoh, karena dengan demikian tidak membebani wali murid, karena tidak semua yang wali murid itu orang yang mampu.

“Sudah hampir 6 tahun ini, tidak ada uang komite yang kita pungut melalui orang tua siswa,” ujar Kepala SMP 12 Palembang, Mgs. Ahmad Fauzi, S.Pd, MM, saat di temui, Jumat (1/3/19).

Solusinya, sekolah mengadakan peningkatan melalui pengajuan bantuan ke perusahaan – perusahaan yang ada di Kota Palembang melalui program Tanggung jawab sosial perusahaan atau yang dikenal dengan istilah Corporate Social Reponsibility (CSR).

Dengan harapan perusahaan bisa memberikan kontribusinya terhadap pembangunan yang berkelanjutan dengan memberikan manfaat bagi dunia pendidikan. Meski secara bertahap, Fauzi mengatakan melalui ide seperti itu, Sekolahnya  mendapat bantuan, salah satunya Pertamina.

“Kami mendapat bantuan pembangunan perpustakaan dari program CSR, dan kemarin juga mendapat bantuan membangun toilet dari  PT Bukit Asam (PTBA).

Walau belum mengetahui kapan direalisasikan PTBA, namun Fauzi tetap Optimistis, usulan tersebut bakal direalisasikan, meskipun nanti dirinya tidak lagi menjabat kepala sekolah, targetnya toilet itu harus ada di SMP 12 Palembang.

“Harapannya toilet ada, selain itu rencanannya sekolah juga berniat memaksimalkan lapangan seluas 15 x 32 meter dengan mengecor agar siswa bisa memanfaatkannya untuk kegiatan upacara, olahraga dan kegiatan positif lainnya.

“Nanti akan kita coba ketuk hati perusahaan Ready mix yang ada di Kota Palembang, untuk menyumbang Fresh Mix nya bagi dunia pendidikan,”  harap Fauzi.

Berkat kerja keras, SMP Negeri ini, akunya sudah meraih Predikat Sekolah Adiwiyata Nasional, atas dedikasinya untuk menciptakan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, yang bertujuan untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Sebanyak 60 SMP Negeri di Kota Palembang, 12 diantaranya sudah mendapat Adiwiyata Nasional, termasuk SMPN 12 Palembang,” terangnya.[**]

Penulis : Faldy

 

 

Comments

Terpopuler

To Top