Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Hardiknas, Sudahkah Guru Dimuliakan?

Hardiknas, Sudahkah Guru Dimuliakan?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • visibility 84
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

UPACARAa Hardiknas di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali berlangsung khidmat. Wakil Gubernur Sumsel, H. Cik Ujang, memimpin langsung jalannya upacara di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Senin (4/5/2026), dengan membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.

Dalam amanat itu, pendidikan kembali ditegaskan sebagai proses memuliakan manusia. Sebuah kalimat yang terdengar luhur, bahkan nyaris sakral.

Namun muncul satu pertanyaan sederhana yang tidak pernah benar-benar selesai, sudahkah pendidikan kita benar-benar memuliakan manusia, khususnya para guru?

Sebab kata ‘memuliakan’ sering berhadapan dengan realitas yang tidak selalu mulia. Guru masih bergulat dengan beban administrasi, ketimpangan kesejahteraan, dan tuntutan kompetensi yang terus berubah dari waktu ke waktu.

Pemerintah Provinsi Sumsel memang mulai menata arah kebijakan. Salah satunya dengan memberikan beasiswa Rp3 juta per semester bagi guru yang belum berpendidikan S1 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Selain itu, berbagai pelatihan juga digulirkan, mulai dari deep learning, coding, kecerdasan artifisial (AI), hingga kepemimpinan sekolah dan bahasa Inggris.

Tentu programnya terlihat progresif, apalagi guru diarahkan untuk tidak hanya mengajar, tetapi juga beradaptasi dengan perubahan zaman. Namun apakah transformasi ini benar-benar hadir sebagai penguatan, atau justru penumpukan tuntutan baru?

Apalagi, guru masih menghadapi realitas dasar yang jauh dari ideal, sebagian masih berpendapatan terbatas. Sebagian lain masih harus membagi fokus antara mengajar dan pekerjaan tambahan demi mencukupi kebutuhan hidup.

Dalam situasi seperti itu, jargon “peningkatan kompetensi” bisa terasa indah di podium, tetapi berat di ruang kelas.

Kesejahteraan guru juga menjadi sorotan dalam Hardiknas kali ini. Pemerintah telah menaikkan tunjangan sertifikasi yang ditransfer langsung setiap bulan, serta memberikan insentif bagi guru honorer.

Langkah ini patut diapresiasi. Namun lagi-lagi, pertanyaannya tidak hanya ada atau tidak ada kebijakan, melainkan apakah kebijakan itu cukup untuk mengangkat martabat profesi guru secara utuh?

Apalagi guru bukan hanya penerima tunjangan atau peserta pelatihan. Guru adalah fondasi dari seluruh bangunan pendidikan. Ketika fondasi itu rapuh, maka sebaik apa pun desain kurikulum, hasilnya akan tetap goyah.

Hardiknas seharusnya menjadi momen evaluasi, bukan hanya perayaan. Bukan pula hanya upacara dan penghargaan simbolik kepada siswa dan guru berprestasi, tetapi juga ruang jujur untuk bertanya, apa yang sebenarnya masih belum selesai dalam pendidikan kita?

Apakah kita sudah benar-benar memuliakan guru, atau baru sebatas menata narasi kemuliaan itu?

Di tengah derasnya arus teknologi, kecerdasan buatan, dan perubahan global, guru justru berada di garis depan yang paling rentan sekaligus paling penting. Mereka dituntut berubah, tetapi tidak semua mendapatkan ruang yang cukup untuk bernafas.

Maka dari itu Hardiknas bisa dijadikan cermin bukan uparaca wajib dilaksanakan setiap tahun semata.

Bukan cermin yang memuji, tetapi cermin yang kadang memaksa kita untuk selalu tetap jujur melihat kekurangan sendiri.

Karena pendidikan yang memuliakan bukan diukur dari megahnya upacara, tetapi dari tenangnya seorang guru ketika masuk ke kelas, tanpa cemas soal hidupnya esok hari.

Mungkin, di situlah pekerjaan rumah terbesar di pendidikan kita dan hari ini harus benar-benar dimulai.(***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait Pandemi COVID-19, Dewan Pers Keluarkan Edaran Ini

    Terkait Pandemi COVID-19, Dewan Pers Keluarkan Edaran Ini

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.651
    • 0Komentar

    BANGSA Indonesia, bersama bangsa bangsa lain di berbagai penjuru dunia, saat ini sedang berjuang dengan keras untuk menanggulangi pandemi corona virus disease (covid) 19. Dibutuhkan kesungguhan, sumbangsih dan kerjasama semua pihak untuk mengatasi bencana ini. Sebagai bangsa besar yang telah berhasil menangani berbagai masalah, kita harus yakin insha Allah dapat menangani pandemi covid 19 secara […]

  • Wagub, Gerakan “Stek”  Satu Juta Batang Kopi, Diyakini Akan Tingkatkan Kualitas Kopi Sumsel

    Wagub, Gerakan “Stek” Satu Juta Batang Kopi, Diyakini Akan Tingkatkan Kualitas Kopi Sumsel

    • calendar_month Sabtu, 4 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.042
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus melakukan upaya guna meningkatkan kualitas tanaman kopi. Salah satunya dengan melakukan gerakan tanam sambung “stek” batang pucuk tanaman kopi. Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya mengatakan, program sambung pucuk tersebut dilakukan agar kualitas kopi khususnya dari daerah Pagaralam dapat semakin meningkat dan dikenal luas. “Pagaralam ini merupakan daerah penghasil […]

  • Tingkatkan kualitas liputan Pilkada 2024, Dewan Pers gelar workshop di Palembang

    Tingkatkan kualitas liputan Pilkada 2024, Dewan Pers gelar workshop di Palembang

    • calendar_month Jumat, 3 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 892
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Dewan Pers menggelar workshop, kali ini Dewan Pers mengadakan Workshop Peliputan Pemilu/Pilkada 2024 di Hotel Aryaduta Palembang, Kamis (2/5/2024). Ketua Dewan Pers, Dr Ninik Rahayu S.H M.S mengatakan, workshop digelar dalam rangka meningkatkan kualitas peliputan media cetak dan media elektronik terhadap Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tingkat kabupaten, kota dan provinsi secara serentak nasional […]

  • Muba Terbaik Respon Rate Sensus Penduduk Online 2020

    Muba Terbaik Respon Rate Sensus Penduduk Online 2020

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.084
    • 0Komentar

    KABUPATEN Musi Banyuasin meraih respon rate terbaik ketiga pada sensus penduduk online 2020 dalam Provinsi Sumatera Selatan. Kepala Badan Pusat Statistik Muba Sunita SE MSi pada acara penyerahan penghargaan sensus penduduk online 2020 Siswa se-Kabupaten Musi Banyuasin, yang dihadiri Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi, […]

  • Sebagai Perintis, LRT Palembang Bakal Peroleh Subsidi

    Sebagai Perintis, LRT Palembang Bakal Peroleh Subsidi

    • calendar_month Jumat, 23 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 988
    • 0Komentar

    Keputusan Menteri Perhubungan.

  • “ISEF 2025: Indonesia Jadi Magnet Ekonomi Syariah, Bukan Cuma Panggung UMKM”

    “ISEF 2025: Indonesia Jadi Magnet Ekonomi Syariah, Bukan Cuma Panggung UMKM”

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.715
    • 0Komentar

    SEANDAINYA sebuah ruangan di Jakarta International Expo yang dipenuhi aroma kuliner halal, desiran kain modest fashion, dan suara diskusi serius tentang investasi syariah, itulah suasana ISEF 2025, panggung ekonomi syariah terbesar di Indonesia yang baru saja menutup tirainya pada 12 Oktober 2025. Namun, di balik angka transaksi Rp3,1 triliun dan 89 ribu pengunjung, tersimpan pesan […]

expand_less
WordPress Archive Knox – Technology & Apps Template Kit Koach – Life Coach & Counseling Elementor Template Kit Kodai – Asian Restaurant Elementor Template Kit Kodelaw – Lawyer Attorney Elementor Template Kit Koffe – Cafe & Coffee Shop Template Kit KoKa – MultiPurpose WooCommerce Theme Kold – Air Conditioner & HVAC Repair Service Elementor Template Kit Kologi – Charity NonProfit Elementor Template Kit Kolumn – Blog WordPress Theme Kolyoum – Creative Blog & News WordPress Theme