Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Membedah Prototype Kurikulum Sekolah Rakyat, Dari Papan Tulis ke Dapur Rakyat

Membedah Prototype Kurikulum Sekolah Rakyat, Dari Papan Tulis ke Dapur Rakyat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
  • visibility 876
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ORANG ngomong kurikulum itu isinya matematika, fisika, bahasa Inggris, ya ujung-ujungnya bikin kepala anak sekolah penuh angka dan rumus. Tapi begitu Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, nyeletuk bahwa Sekolah Rakyat punya “prototype kurikulum” yang bisa jadi model nasional, kuping saya langsung berdiri.

Soalnya, ini bukan sekadar kurikulum biasa, bukan sekadar menghafal nama-nama gunung atau rumus bangun ruang, ini kurikulum kemiskinan. Tapi jangan salah paham dulu, bukan ngajarin cara jadi miskin, tapi cara keluar dari kemiskinan.

Bayangkan, di sekolah biasa murid belajar Pythagoras, hasilnya? Anak bisa hafal sisi miring segitiga, tapi pulang ke rumah bingung cari miringnya tempe di warung.

Nah, di Sekolah Rakyat, pelajaran mungkin lebih relevan cara bikin tempe murah tapi bergizi, cara bikin pupuk cair dari sisa dapur, sampai cara ngitung modal warung dengan kalkulator jadul.

Intinya, ini kurikulum yang lahir dari perut kosong, bukan dari seminar hotel berbintang. Pepatah lama bilang “Kalau perut lapar, otak bisa malas”. Maka Sekolah Rakyat coba bikin jalan tengah, isi dulu perutnya, baru otaknya diajak mikir. Makanya ada paket makan gratis, cek kesehatan, sampai koperasi desa ikut nimbrung.

Cak Imin bilang guru Sekolah Rakyat itu bukan sekadar pengajar, tapi role model pengentasan kemiskinan, kalau biasanya guru dikenal sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa”, di sini guru malah jadi pahlawan dengan banyak jasa, guru, motivator, konselor, sampai manajer keuangan keluarga.

Jika seandainya  seorang guru matematika yang habis ngajar pecahan, lanjut ngasih tips cara mecah duit seratus ribu biar cukup seminggu. Atau guru biologi yang selain ngajarin fotosintesis, juga ngajarin cara nanam kangkung di ember.

Kira-kira beginilah bentuk laboratorium pendidikan sosial, ada ruang kelas jadi tempat eksperimen hidup, bukan sekadar hafalan.

Oleh karena itu, kalau kurikulum biasanya berhenti di papan tulis, kurikulum Sekolah Rakyat merembes sampai ke dapur rakyat. Anak bukan cuma disuruh bikin makalah tentang gizi, tapi langsung dikasih makan bergizi.

Kalau biasanya orang sekolah dulu baru kerja, di sini murid bisa sambil belajar wirausaha, entah jualan keripik, buka bengkel kecil, atau ikut koperasi desa.

Seperti pepatah Jawa “Ilmu tanpa laku, kaya lampu tanpa sumbu”. Sekolah Rakyat coba kasih sumbu itu belajar langsung dipraktikkan.

Nah, biar nggak bingung, mari kita bedah isi kurikulum ala Sekolah Rakyat ini (tentu versi saya yang agak ngawur tapi serius)

Matematika Perut Rakyat cara ngitung cicilan tanpa bikin kepala mumet, cara nabung receh sampai jadi modal usaha, biologi dapur nanam cabai di pot, ternak lele di ember, bikin pupuk cair organik. Bahasa Masa Depan bukan cuma Inggris, tapi bahasa “jualan online”. Biar anak miskin juga bisa buka toko di marketplace.

Selain itu sejarah rumah tangga belajar dari pengalaman orang tua agar tidak jatuh di lubang kemiskinan yang sama. Koperasi 101, bagaimana gotong royong bisa jadi modal paling murah. Kalau kurikulum ini berhasil, jangan-jangan nanti sekolah elit ikut nyontek. Anak-anak kaya juga butuh belajar cara hidup sederhana, lho.

Tentu saja, ada tantangan besar, jangan sampai kurikulum ini malah jadi formalitas, isinya banyak seminar motivasi tapi kosong praktik. Nanti anak-anak bisa hafal kata-kata bijak, tapi tetap bingung cari kerja.

Lucunya, orang miskin sering jadi objek penelitian, seperti “kelinci percobaan sosial”. Nah, kali ini beda sekolah rakyat bukan eksperimen dingin, tapi eksperimen hangat dengan nasi uduk gratis di meja makan. Kalau berhasil, ini bisa jadi pepatah baru “Pendidikan bukan hanya hak, tapi juga lauk pauk”.

Dari semua obrolan soal kurikulum kemiskinan, saya jadi ingat pepatah lama “Kalau mau menolong orang miskin, beri kail, bukan ikan”, Tapi Sekolah Rakyat justru kasih kail plus kasih ikannya sekalian, biar anak nggak keburu lapar.

Inilah prototype kurikulum yang bukan cuma ngajarin ilmu, tapi ngajarin cara bertahan hidup dengan bermartabat. Bukan sekolah yang memaksa anak miskin bersaing di lomba hafalan rumus, tapi sekolah yang bikin anak miskin bisa bilang, “Aku juga bisa sukses, walau dari nol.”

Pada akhirnya, sekolah rakyat ini ibarat laboratorium pendidikan sosial, kalau berhasil, bisa jadi model nasional. Kalau gagal, ya jadi catatan sejarah seperti banyak proyek lain yang berhenti di papan nama.

Tapi saya mau optimis saja, karena kalau rakyat diberi kesempatan sekolah yang benar-benar relevan dengan hidupnya, itu bukan hanya investasi pendidikan, tapi investasi peradaban.

Seperti pepatah Minang “Alam takambang jadi guru”. Nah, kali ini guru tak hanya alam, tapi juga dapur, koperasi, dan papan tulis. Sekolah Rakyat membuktikan pendidikan itu bukan cuma soal pintar, tapi soal kuat menghadapi hidup.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pandemi Melonjak,  Pemerintah Menambah Tiga Faskes COVID-19 untuk Jakarta dan Sekitarnya

    Pandemi Melonjak, Pemerintah Menambah Tiga Faskes COVID-19 untuk Jakarta dan Sekitarnya

    • calendar_month Selasa, 6 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 796
    • 0Komentar

    PEMERINTAH telah mempersiapkan langkah antisipatif dari meningkatkannya jumlah kasus positif COVID-19 yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Dengan cara menambahkan fasilitas kesehatan yang mampu menampung ribuan orang yang terkena virus tersebut. “Kita siapkan untuk mengantisipasi lonjakan penyebaran COVID-19 yang ada di Jakarta dan sekitarnya,” kata Presiden Joko Widodo melalui siaran virtual yang ditayangkan Sekretariat Presiden […]

  • JMSI Menuju Konstituen Dewan Pers, Tersisa 4 Pengda

    JMSI Menuju Konstituen Dewan Pers, Tersisa 4 Pengda

    • calendar_month Jumat, 28 Mei 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 888
    • 0Komentar

    DI MASA pandemi,Dewan Pers kembali melakukan verifikasi faktual (verfak) untuk organisasi perusahan pers Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di kota Sriwijaya Palembang Sumatera Selatan, Kamis (27/05/2021). Sekretaris Jenderal JMSI Pusat, Mahmud Marhaba menjelaskan jika masih ada empat Pengda JMSI yang siap di verfak pada bulan Juni mendatang. Keempat Pengda tersebut diantaranya Pengda Kalimantan Timur, Pengda […]

  • Saat Ketua PKK Palembang Turun Gunung ke Trade Expo Indonesia, Ada Kain Songket & Pempek Ikut Mejeng

    Saat Ketua PKK Palembang Turun Gunung ke Trade Expo Indonesia, Ada Kain Songket & Pempek Ikut Mejeng

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.028
    • 0Komentar

    BIASANYA emak-emak PKK sibuk ngeracik resep dan bikin bunga dari sedotan bekas, kali ini Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palembang, Hj. Dewi Sastrani Ratu Dewa, lagi turun gunung, bukan ke dapur, tapi ke Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 di ICE BSD, Tangerang. Wih, jangan salah, ini bukan acara arisan akbar, tapi pameran Internasional yang isinya […]

  • Lagi, Polres Muba Cokok Bandar Exstasi

    Lagi, Polres Muba Cokok Bandar Exstasi

    • calendar_month Minggu, 25 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.039
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU- Satuan Reserse Narkotik Polres Musi Banyuasin [Muba] berhasil amankan bandar narkotika jenis exstacy, Hendriyanto (40) Warga Jalan Propinsi Lintas Tengah Sekayu – Lubuk Linggau, Dusun I, Desa Air Itam, Kec. Sanga Desa,  Kab. Muba. Tersangka di amankan di Dusun 4, Desa Kemang Jalan Lintas Propinsi Libtas Tengah Sekayu – Lubuk Linggau, Kec. Sanga […]

  • BKMT Muba Siap Tingkatkan Program Kerja Lebih Baik Dan Inovatif 

    BKMT Muba Siap Tingkatkan Program Kerja Lebih Baik Dan Inovatif 

    • calendar_month Rabu, 29 Nov 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 839
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melakukan Kunjungan Kerja, Studi Tiru dan Silaturrahim dengan Pengurus Wilayah BKMT Provinsi Sumatera Barat. Rombongan pengurus BKMT Muba diterima langsung di Rumah Tahfizh Nurul Qur’an Anugrah Ilahi Jorong Batu Balantai Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat, Selasa (28/11/2023). Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) […]

  • “Wak Bek, Mang Zenal & Exit Tol: Dari Gedung Rejo ke Pulau Jawa, Cerita Desa yang Bikin Ngakak tapi Bikin Mikir!”

    “Wak Bek, Mang Zenal & Exit Tol: Dari Gedung Rejo ke Pulau Jawa, Cerita Desa yang Bikin Ngakak tapi Bikin Mikir!”

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 521
    • 0Komentar

    DESA Gedung Rejo di Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), tengah merayakan ulang tahunnya yang ke-40 dengan suasana yang penuh semangat dan kekompakan. Tapi, jangan bayangkan pesta desa ini seperti hajatan biasa. Ada Wak Bek dan Mang Zenal, dua jagoan kampung yang selalu punya sudut pandang nyeleneh soal setiap peristiwa, ikut nimbrung dalam […]

expand_less
WordPress Archive Eyelook – Sunglasses and Eyewear Store WordPress WooCommerce Theme Ezectric – Electrical Supply Store Elementor Template Kit Ezer – Outdoor & Adventure Equipment Store Elementor Template Kit f8 – NextGen Photography WordPress Theme Fabia – Multipurpose Responsive WooCommerce WordPress Theme Fabiflex – Textile Industry WordPress Theme Fabius – One Page Resume WordPress Theme Fable – Children Kindergarten WordPress Theme Fablio – Textile Industry WordPress Theme + RTL FabPhoto – Photography and Portfolio Template Kit