Badan Bahasa Luncurkan 300 Buku untuk Murid Berkebutuhan Khusus
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 35 menit yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :kemendikdasmen.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Akses terhadap bacaan berkualitas masih menjadi bagian penting dalam upaya pemerataan pendidikan. Sementara murid berkebutuhan khusus, ketersediaan bahan bacaan menjadi salah satu faktor penting, agar mereka memperoleh kesempatan belajar yang lebih setara.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menghadirkan 300 bahan bacaan bermutu yang ditujukan bagi murid berkebutuhan khusus.
Produk tersebut menjadi salah satu dari 16 produk kebahasaan dan kesastraan yang diluncurkan dalam Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2026 di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, baru -baru ini.
Peluncuran ini menjadi pengembangan bahasa, sebab tidak hanya berkaitan dengan aturan penggunaan bahasa Indonesia. Akses terhadap buku, penguatan literasi, pengembangan sastra, hingga pengenalan bahasa kepada generasi muda juga menjadi bagian dari pekerjaan Badan Bahasa.
Selain 300 bahan bacaan untuk murid berkebutuhan khusus, sejumlah produk lain menyasar pembaca anak dan pelajar. Di antaranya, 30 bahan bacaan literasi dan numerasi untuk anak PAUD dan SD yang dikemas dalam bentuk komik, 25 komik alih wahana karya sastra, serta 50 bahan bacaan literasi bermutu untuk jenjang C dan D.
Badan Bahasa juga meluncurkan 130 buku terjemahan cerita anak berbahasa Indonesia dan 80 buku terjemahan cerita anak berbahasa asing. Khusus untuk buku berbahasa asing, penerbitannya diarahkan untuk mendukung diplomasi bahasa dan budaya Indonesia.
Di luar bahan bacaan, terdapat pula Kamus Sinonim-Antonim untuk Pelajar dan Kamus Kata Asing Populer untuk Pelajar. Keduanya diharapkan dapat membantu pelajar memperkaya kosakata sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap penggunaan bahasa.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menilai Bulan Bahasa dan Sastra sebagai momen guna memperkuat kebanggaan masyarakat dalam menggunakan bahasa Indonesia. Menurut dia, kebanggaan tersebut perlu tumbuh terutama di kalangan generasi muda.
“Melalui peringatan dan puncak Bulan Bahasa ini, kami berusaha untuk makin banyak masyarakat, terutama generasi muda, yang semakin bangga menggunakan bahasa Indonesia baik dalam komunikasi sehari-hari, ekspresi seni, penulisan karya ilmiah, dan berbagai hal yang positif lainnya,” ujar Abdul Mu’ti.
Sementara itu, Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin mengatakan, peluncuran berbagai produk tersebut diharapkan memperluas jangkauan masyarakat terhadap bacaan berkualitas sekaligus memperkuat kompetensi berbahasa Indonesia.
“Peluncuran produk tersebut diharapkan dapat menjadi komitmen kita semuanya untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan berkualitas serta meningkatkan kompetensi dan kesadaran berbahasa Indonesia dalam wujud pendidikan bermutu untuk semua,” ujarnya.
Selain itu, pengembangan bahasa dalam program Badan Bahasa juga diarahkan melampaui kebutuhan komunikasi di dalam negeri. Dua dokumen yang diluncurkan, yakni Buku Peta Jalan Penginternasionalan Bahasa Indonesia (PJBI) dan Buku Indeks Penginternasionalan Bahasa Indonesia (IPBI), menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi bahasa Indonesia di tingkat global.
Badan Bahasa menghadirkan terjemahan karya sastra, terjemahan dokumen strategis lembaga multilateral, buku Profil Pemenang Apresiasi Giat UKBI Tahun 2025, serta Rekomendasi Kongres Bahasa Daerah.
Produk lainnya mencakup Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 24 Tahun 2026 tentang Indeks Pembangunan Kebahasaan. Adapun dua program Wiyata Kinarya yang diperkenalkan meliputi UKBI Adaptif dan Ramah Santun.
Hafidz juga mengingatkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam pengembangan bahasa dan sastra. Pemerintah daerah, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, media massa, organisasi profesi, hingga masyarakat memiliki peran dalam menjalankan semangat Trigatra Bangun Bahasa: mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.
Lima Sastrawan Terima Penghargaan
Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2026 turut memberikan penghargaan kepada sejumlah pelaku bahasa dan sastra. Lima sastrawan menerima Penghargaan Sastra Kemendikdasmen 2026 berdasarkan kategori karya masing-masing.
Nukila Amal menerima penghargaan kategori novel, Heru Joni Putra untuk kumpulan puisi, Raudal Tanjung Banua untuk kumpulan cerpen, Iswadi Pratama untuk naskah drama, serta Sutejo untuk kumpulan esai sastra atau kritik sastra.
Di bidang media, penghargaan penggunaan bahasa Indonesia terbaik di media massa daring diberikan kepada Seputarpapua.com, Tempo.co, dan Tribunnews.com.
Provinsi Jawa Barat menerima Penghargaan Adibahasa atas capaian di bidang pembangunan kebahasaan. Sementara itu, penghargaan Mitra Strategis Pelestarian Bahasa Daerah diberikan kepada Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Penghargaan penggunaan bahasa Indonesia terbaik dalam surat dinas diberikan kepada Kementerian Keuangan, Kementerian Sekretariat Negara, serta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Di lingkungan Kemendikdasmen, penghargaan diberikan kepada Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Sekretariat Jenderal, serta Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal.
Mengusung tema “Bahasa Indonesia Bermartabat; Indonesia Berdaulat”, peringatan tahun ini menempatkan pengembangan bahasa dalam tiga agenda besar: memperkuat penggunaan bahasa Indonesia, menjaga keberlangsungan bahasa daerah, dan meningkatkan penguasaan bahasa asing. (***)/diolah dari rilis kemendikdasmen.go.id
- Penulis: Irwan Wahyudi
