Pendidikan

Generasi Muda Belajar Diplomasi Langsung dari Menlu

Foto : kemlu.go.id

DIPLOMASI Indonesia kini bukan sekadar urusan kantor atau pertemuan formal. Bagi generasi muda, diplomasi bisa dipelajari melalui pengalaman langsung yang menggabungkan teori dan praktik.

Kementerian Luar Negeri belum lama ini menyelenggarakan program Sehari Bersama Kementerian Luar Negeri, diikuti 27 mahasiswa dari 9 universitas.

Program ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta tentang peran Indonesia dalam dinamika geopolitik global.

Sebanyak 18 mahasiswa dan 9 dosen pendamping mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari tur Gedung Pancasila, di mana mereka menyaksikan sejarah dan simbol diplomasi Indonesia, hingga Bincang Bersama Menteri Luar Negeri Sugiono yang berlangsung interaktif.

Diskusi mengangkat isu politik luar negeri Indonesia, perkembangan geopolitik global, relevansi ASEAN, serta peran pemuda dalam membentuk arah kebijakan.

Menlu menekankan, “Dalam 10-20 tahun ke depan, kalianlah para pemuda yang akan membentuk diskursus foreign policy Indonesia. Perluas perspektif, bangun jejaring, dan siapkan diri menjadi bagian dari pengambil kebijakan.”

Peserta juga mengunjungi Gedung Layanan Publik dan Pelindungan WNI untuk memperoleh pemahaman konkret mengenai fungsi konsuler Kemlu, proses penanganan masalah warga negara, serta koordinasi lintas negara dalam melindungi WNI.

Sesi terakhir, Meet the Diplomats, menghadirkan diplomat muda berbagi pengalaman karier, tantangan di lapangan, dan kiat membangun kompetensi diplomasi. Mahasiswa mendapatkan gambaran nyata tentang peluang, skill, dan jejaring yang dibutuhkan untuk berkontribusi dalam kebijakan luar negeri.

Pengalaman langsung ini penting karena memperluas perspektif global peserta, membangun jejaring lintas universitas dan dengan diplomat muda, meningkatkan literasi diplomasi, dan mendorong partisipasi aktif di organisasi mahasiswa serta program internasional.

Mahasiswa tidak hanya membaca teori di kampus, tetapi merasakan praktik diplomasi secara nyata, yang menjadikan proses belajar lebih hidup dan relevan. Urbanisasi dan perkembangan dunia digital menuntut generasi muda memahami dinamika global dan siap beradaptasi terhadap tantangan baru.

Program Sehari Bersama Kementerian Luar Negeri membuktikan diplomasi tidak harus kering dan formal. Interaksi langsung, pengalaman praktis, serta sharing diplomat muda menjadikan mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan global dan menjadi agen perubahan.

Menteri Luar Negeri Sugiono dilaman resmi kemlu menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam membentuk arah kebijakan luar negeri Indonesia, sementara Ketua Baznas Kota Palembang M. Ridwan Nawawi menekankan kolaborasi lintas disiplin sebagai kunci memperkuat literasi global dan kapasitas diplomasi generasi muda.

Dengan pengalaman edukatif langsung seperti ini, mahasiswa bukan hanya memahami teori diplomasi, tetapi juga mendapatkan pencerahan praktis yang membentuk pemimpin adaptif, visioner, dan siap berkontribusi bagi pembangunan Indonesia di masa depan.

Program ini menunjukkan diplomasi bisa diakses, dipelajari, dan dijalankan oleh generasi muda, sehingga menjadi pengalaman edukatif yang nyata, inspiratif, dan berdampak. (***)

To Top