Rabu, 28 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Jangan Cuma Modal Paspor & Niat!, Yuk Kenalan dengan Desa Migran Emas yang Bisa Bikin TKW Aman & Tetangga Iri!”

“Jangan Cuma Modal Paspor & Niat!, Yuk Kenalan dengan Desa Migran Emas yang Bisa Bikin TKW Aman & Tetangga Iri!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
  • visibility 494
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI Desa Talang Menjerit, pagi itu sebut saja bu Retno lagi nyapu halaman sambil nyanyi dangdut koplo remix. Tiba-tiba anaknya teriak, “Bu! Bu! Desa kita jadi Desa Migran Emas!” Retno refleks megang sapu erat-erat, takut disangka mau disuruh kerja ke Qatar nyapu stadion. Tapi tenang, Bu Retno. Desa Migran Emas bukan berarti semua warga dikirim ke luar negeri kayak lomba tarik tambang antarbenua.

Jadi ceritanya begini, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Pak Abdul Kadir Karding yang mukanya adem tapi omongannya tajam kayak pisau dapur baru asah meresmikan 22 Desa Migran Emas di Lampung Timur baru-baru ini.

Namun bukan desa penuh tambang emas, bukan juga desa tempat nyimpen harta karun Bung Karno, tapi desa yang siap-siap ngelindungi warganya biar gak nyemplung ke jalan migran ilegal modal nekat dan paspor doang.

“Calon-calon TKI itu banyak di desa. Nah, masa kita lindungi dari Jakarta, bisa-bisa pas nyampe berita, orangnya udah nyuci piring di Turki,” kata Pak Menteri. Ya bener juga sih, ini kayak mau jagain ayam di kandang tetangga padahal ayamnya ngumpet di kandang sendiri.

Yang bikin sedih, menurut Pak Menteri, 97 persen masalah kekerasan dan eksploitasi pekerja migran terjadi karena berangkatnya ngasal, bukan karena rejeki yang kurang doa, tapi karena keberangkatan nonprosedural yang kadang mirip drama sinetron disangka ke Taiwan, nyampenya di kapal kargo Vietnam.

Oleh karena itu, hadirnya Desa Migran Emas ini kayak pelampung di kolam renang global. Ada penyuluhan, pelatihan, pengawasan, bahkan mungkin bonus gorengan pas sosialisasi. Tujuannya satu  warga desa bisa kerja ke luar negeri dengan kepala tegak, bukan lewat calo yang mukanya kayak kombinasi debt collector dan dukun palsu.

Contohnya kayak di Filipina, di sana, tiap kelurahan punya Barangay OFW Help Desk. Warga yang mau kerja ke luar negeri bisa nanya dulu, aman gak? prosedural gak? majikannya hobi mukul apa enggak? Di Sri Lanka, malah ada pusat konsultasi migran. Sementara kita? Dulu masih ada yang berangkat cuma karena dibisikin tetangga, “Udah, tenang, majikannya baik. Punya 3 pitbull.”

Tapi sekarang, Lampung Timur udah naik kelas. Perdes (Peraturan Desa) tentang perlindungan migran udah kayak martabak manis, padat, dan isinya bermanfaat. Lampung Timur ini sekarang bukan cuma daerah pengirim TKI terbanyak di Sumatera, tapi juga pelindung impian warganya. Ibaratnya nasi goreng, bukan cuma enak di lidah tapi nggak bikin mulas di ujung.

Pepatah bilang Lebih baik berangkat lambat tapi selamat, daripada nyelonong cepat terus dijemput polisi imigrasi. Benerkan, Desa Migran Emas adalah jawaban atas itu, biar warga bisa kerja di luar negeri bukan sebagai korban, tapi sebagai pahlawan, pulangnya bisa bangun rumah, bukan cerita duka yang bikin tetangga merinding disko.

Jadi, kalau ada yang tanya “apa itu Desa Migran Emas?”, jawab aja bro..Desa yang bikin warga nggak perlu lagi kabur dari jendela toilet bandara Dubai. Ini langkah kecil dari desa, tapi langkah besar buat kemanusiaan  dan buat dompet keluarga.

Jadi intine begini, ya lur…

Kalau dulu orang desa pengen kerja ke luar negeri harus pasrah disedot calo yang modal brosur dan senyum meyakinkan kayak dukun spesialis jodoh, sekarang nggak perlu lagi. Ada Desa Migran Emas yang siap jadi pagar hidup, bukan pagar makan tanaman.

Karena bekerja ke luar negeri itu bukan lomba lari estafet, yang penting cepat berangkat. Tapi kayak naik ojek online, pastikan titik jemputnya jelas, tujuannya legal, dan drivernya bukan robot pinjol.

Yang jelas hidup ini emang pilihan, tapi jangan sampai salah jalur lalu diselamatin sama akun TikTok.
Lebih baik berangkat pelan tapi prosedural, daripada cepat-cepat lalu diselamatkan oleh kedutaan dengan sandal jepit sebelah doang.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinergi Jaga Stabilitas, Perkuat Pemulihan Ekonomi, BI 7-Day Reverse Repo Rate Tetap 3,50%

    Sinergi Jaga Stabilitas, Perkuat Pemulihan Ekonomi, BI 7-Day Reverse Repo Rate Tetap 3,50%

    • calendar_month Selasa, 20 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 944
    • 0Komentar

    RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 April 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%. Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, meskipun prakiraan inflasi tetap rendah. Untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional […]

  • Larang Gunakan Kembang Api/petasan Saat Pergantian Tahun Baru, Pesan Ratu Dewa : Introspeksi & Evaluasi Diri & Awali Tahun dengan Beribadah

    Larang Gunakan Kembang Api/petasan Saat Pergantian Tahun Baru, Pesan Ratu Dewa : Introspeksi & Evaluasi Diri & Awali Tahun dengan Beribadah

    • calendar_month Rabu, 27 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.234
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, –  Warga Palembang dilarang menggunakan kembang api dan petasan saat merayakan pergantian tahun baru 2023-2024 dan Pj Walikota Palembang Ratu Dewa mengajak melakukan introspeksi dan evaluasi diri, dan mengawali tahun dengan beribadah. “Forkopimda Kota Palembang sepakat untuk tidak menyalakan petasan dan kembang api saat perayaan malam Tahun Baru demi menjaga kerukunan dan ketertiban serta […]

  • Prinsip Ekokrasi Penting, Bukan Hanya Demokrasi

    Prinsip Ekokrasi Penting, Bukan Hanya Demokrasi

    • calendar_month Minggu, 28 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 991
    • 0Komentar

    DONI Monardo mengenalkan jargon ‘Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita’ setelah menjabat sebagai kepala BNPB pada 2019 lalu. Hal ini tidak terlepas dari kepeduliaan yang tinggi terhadap lingkungan. Konsistensi dalam menjaga alam membawa Doni dianugerahi gelar doktor kehormatan atau doktor _honoris causa_. Kepedulian dan kecintaan Doni terhadap alam ini terbentuk sejak bertugas sebagai seorang militer. […]

  • Hadirkan di Kabupaten dan Kota, Kampung Cantik Pangkas Angka Kemiskinan dan Stunting 

    Hadirkan di Kabupaten dan Kota, Kampung Cantik Pangkas Angka Kemiskinan dan Stunting 

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 894
    • 0Komentar

    UPAYA Gubernur Sumsel H.Herman Deru menghadirkan Kampung Cantik (Cinta Statistik) di 17 kab/kota di Sumsel untuk memangkas angka kemiskinan dan stunting direspon positif banyak pihak. Paling baru yakni Pemkot Palembang. Mereka berkolaborasi dengan Polda Sumsel, Polrestabes Palembang serta Kementerian PUPR menggagas pendirian Kampung Cantik Anti Narkoba di Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, Selasa (30/3) pagi. […]

  • Jalan Titian Bertiang Dusun Satu Pedamaran Ambruk

    Jalan Titian Bertiang Dusun Satu Pedamaran Ambruk

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.431
    • 0Komentar

    BANGUNAN jalan setapak titian bertiang yang dibangun dengan dana desa(DD) tahun anggaran 2108, di desa Pedamaran I Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Ambruk, padahal usia bangunan belum genap dua tahun. Ambruknya jalan setapak titian bertiang dengan panjang sekitar 100 meter terjadi Rabu (15/1/2020) sore, sekira pukul 16.30 WIB, beruntung atas insiden ini tidak […]

  • Sumsel Ajak 188 Pelaku UMKM Sambut Asian Games

    Sumsel Ajak 188 Pelaku UMKM Sambut Asian Games

    • calendar_month Rabu, 25 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.031
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Provinsi Sumatera Selatan mengajak pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menyambut Asian Games, Agustus mendatang untuk mempromosikan hasil industrinya ke para tamu yang berasal dari negara Asia. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Nasrun Umar mengatakan perhelatan Asian Games diharapkan dapat meningkatkan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Diharapkan setiap daerah untuk mendukung kontribusi yang positif, kontribusi […]

expand_less
WordPress Archive Petiva – Pet Care and Pet Shop WordPress Theme PetMania – Pet Care Shop Ecommerce WordPress Theme PetMark – Responsive WooCommerce WordPress Theme Petopia – Pet Care Service Elementor Template Kit Petopio - Pet Grooming & Vetenary Elementor Template Kit Petro – Industrial Company WordPress Theme Pets Land | Domestic Animals Shop & Veterinary WP Petshop Storefront WooCommerce Theme Petto – Vetenary Pet Clinic Template Kit Petxon – Pet Care & Pet Shop WordPress Theme