Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Jangan Cuma Modal Paspor & Niat!, Yuk Kenalan dengan Desa Migran Emas yang Bisa Bikin TKW Aman & Tetangga Iri!”

“Jangan Cuma Modal Paspor & Niat!, Yuk Kenalan dengan Desa Migran Emas yang Bisa Bikin TKW Aman & Tetangga Iri!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
  • visibility 479
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI Desa Talang Menjerit, pagi itu sebut saja bu Retno lagi nyapu halaman sambil nyanyi dangdut koplo remix. Tiba-tiba anaknya teriak, “Bu! Bu! Desa kita jadi Desa Migran Emas!” Retno refleks megang sapu erat-erat, takut disangka mau disuruh kerja ke Qatar nyapu stadion. Tapi tenang, Bu Retno. Desa Migran Emas bukan berarti semua warga dikirim ke luar negeri kayak lomba tarik tambang antarbenua.

Jadi ceritanya begini, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Pak Abdul Kadir Karding yang mukanya adem tapi omongannya tajam kayak pisau dapur baru asah meresmikan 22 Desa Migran Emas di Lampung Timur baru-baru ini.

Namun bukan desa penuh tambang emas, bukan juga desa tempat nyimpen harta karun Bung Karno, tapi desa yang siap-siap ngelindungi warganya biar gak nyemplung ke jalan migran ilegal modal nekat dan paspor doang.

“Calon-calon TKI itu banyak di desa. Nah, masa kita lindungi dari Jakarta, bisa-bisa pas nyampe berita, orangnya udah nyuci piring di Turki,” kata Pak Menteri. Ya bener juga sih, ini kayak mau jagain ayam di kandang tetangga padahal ayamnya ngumpet di kandang sendiri.

Yang bikin sedih, menurut Pak Menteri, 97 persen masalah kekerasan dan eksploitasi pekerja migran terjadi karena berangkatnya ngasal, bukan karena rejeki yang kurang doa, tapi karena keberangkatan nonprosedural yang kadang mirip drama sinetron disangka ke Taiwan, nyampenya di kapal kargo Vietnam.

Oleh karena itu, hadirnya Desa Migran Emas ini kayak pelampung di kolam renang global. Ada penyuluhan, pelatihan, pengawasan, bahkan mungkin bonus gorengan pas sosialisasi. Tujuannya satu  warga desa bisa kerja ke luar negeri dengan kepala tegak, bukan lewat calo yang mukanya kayak kombinasi debt collector dan dukun palsu.

Contohnya kayak di Filipina, di sana, tiap kelurahan punya Barangay OFW Help Desk. Warga yang mau kerja ke luar negeri bisa nanya dulu, aman gak? prosedural gak? majikannya hobi mukul apa enggak? Di Sri Lanka, malah ada pusat konsultasi migran. Sementara kita? Dulu masih ada yang berangkat cuma karena dibisikin tetangga, “Udah, tenang, majikannya baik. Punya 3 pitbull.”

Tapi sekarang, Lampung Timur udah naik kelas. Perdes (Peraturan Desa) tentang perlindungan migran udah kayak martabak manis, padat, dan isinya bermanfaat. Lampung Timur ini sekarang bukan cuma daerah pengirim TKI terbanyak di Sumatera, tapi juga pelindung impian warganya. Ibaratnya nasi goreng, bukan cuma enak di lidah tapi nggak bikin mulas di ujung.

Pepatah bilang Lebih baik berangkat lambat tapi selamat, daripada nyelonong cepat terus dijemput polisi imigrasi. Benerkan, Desa Migran Emas adalah jawaban atas itu, biar warga bisa kerja di luar negeri bukan sebagai korban, tapi sebagai pahlawan, pulangnya bisa bangun rumah, bukan cerita duka yang bikin tetangga merinding disko.

Jadi, kalau ada yang tanya “apa itu Desa Migran Emas?”, jawab aja bro..Desa yang bikin warga nggak perlu lagi kabur dari jendela toilet bandara Dubai. Ini langkah kecil dari desa, tapi langkah besar buat kemanusiaan  dan buat dompet keluarga.

Jadi intine begini, ya lur…

Kalau dulu orang desa pengen kerja ke luar negeri harus pasrah disedot calo yang modal brosur dan senyum meyakinkan kayak dukun spesialis jodoh, sekarang nggak perlu lagi. Ada Desa Migran Emas yang siap jadi pagar hidup, bukan pagar makan tanaman.

Karena bekerja ke luar negeri itu bukan lomba lari estafet, yang penting cepat berangkat. Tapi kayak naik ojek online, pastikan titik jemputnya jelas, tujuannya legal, dan drivernya bukan robot pinjol.

Yang jelas hidup ini emang pilihan, tapi jangan sampai salah jalur lalu diselamatin sama akun TikTok.
Lebih baik berangkat pelan tapi prosedural, daripada cepat-cepat lalu diselamatkan oleh kedutaan dengan sandal jepit sebelah doang.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Halal Tingkatkan Nilai Tambah, Bukan Hanya Sehat

    Halal Tingkatkan Nilai Tambah, Bukan Hanya Sehat

    • calendar_month Minggu, 11 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 934
    • 0Komentar

    HALAL kini menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Produk halal bukan semata berkaitan dengan agama, namun mampu meningkatkan nilai tambah. Sekretaris Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, Muhammad Lutfi Hamid, menegaskan hal itu saat Workshop Peningkatan Mutu SDM Madrasah Vokasi, Selasa (06/10) di MAN 2 Bantul. Kegiatan bertema Implementasi Teaching Factory dan Manajemen […]

  • Dihadapan Peserta LK II Tingkat Regional Sumbagsel HMI, Bupati Paparkan Ini

    Dihadapan Peserta LK II Tingkat Regional Sumbagsel HMI, Bupati Paparkan Ini

    • calendar_month Minggu, 29 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 809
    • 0Komentar

    PULUHAN  peserta Intermediate Training (LK II) Tingkat Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Cabang Palembang, Rabu (25/11/2020) di Wisma Atlet Jakabaring Sport City terpukau dengan kehadiran Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA. Kehadiran Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin […]

  • OJK Dukung Perkembangan Ekonomi Digital Melalui Transformasi di Sektor Jasa Keuangan, Apalagi Digital Tidak Dapat Dipisahkan Dalam Era Globalisasi

    OJK Dukung Perkembangan Ekonomi Digital Melalui Transformasi di Sektor Jasa Keuangan, Apalagi Digital Tidak Dapat Dipisahkan Dalam Era Globalisasi

    • calendar_month Sabtu, 12 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.342
    • 0Komentar

    SEKTOR keuangan merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dalam perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Untuk mendukung digitalisasi ekonomi nasional, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2017 silam telah mencanangkan percepatan transformasi bisnis sektor jasa keuangan nasional ke arah digital. Persaingan global saat ini menuntut transformasi digital di dalam setiap lini kehidupan. Maka, sektor-sektor yang ada di […]

  • Libur Nataru, Pertamina Jamin Stok Elpiji Cukup

    Libur Nataru, Pertamina Jamin Stok Elpiji Cukup

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.412
    • 0Komentar

    PT PERTAMINA (Persero) melalui Subholding Refining & Petrokimia PT Kilang Pertamina Internasional menjamin ketersediaan pasokan energi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji kepada masyarakat saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) cukup. Hal itu disampaikan Sekretaris Perusahaan Kilang Pertamina Internasional Ifki Sukarya, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (25/12/2021). “Kami memastikan keandalan fasilitas operasi di seluruh […]

  • Hadapi Peradaban Baru Akibat Pandemi Covid-19, BI, Sampaikan 4 Tantangan Bank Sentral

    Hadapi Peradaban Baru Akibat Pandemi Covid-19, BI, Sampaikan 4 Tantangan Bank Sentral

    • calendar_month Jumat, 3 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 750
    • 0Komentar

    GUBERNUR BI, Perry Warjiyo, menyampaikan 4 tantangan bank sentral dalam menghadapi peradaban baru akibat pandemi Covid-19. Pertama, resiliensi. Apa dan bagaimana upaya mempercepat pemulihan ekonomi dan mendorong perekonomian menjadi lebih kuat dan resilien. Kedua, digitalisasi. Akselerasi ekonomi dan keuangan digital nasional yang menjadi game-changer selama pandemi, serta digitalisasi di berbagai bidang lainnya. Ketiga, inklusi, yaitu perlunya akselerasi […]

  • “Telur Penyu Nusantara, Sambas Anambas & Kisah Telur Lawan Emas Putih”

    “Telur Penyu Nusantara, Sambas Anambas & Kisah Telur Lawan Emas Putih”

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 843
    • 0Komentar

    KALAU bicara soal telur, pikiran kita biasanya melayang ke ayam goreng di warung pecel lele, telur ceplok setengah matang yang jadi rebutan di warung soto, atau telur asin yang biasanya nongol di rak-rak toko oleh-oleh. Tapi di lautan Nusantara, ada telur yang nilainya jauh lebih ribet ketimbang emas putih telur penyu. Baru-baru ini, negeri ini […]

expand_less
WordPress Archive Petiva – Pet Care and Pet Shop WordPress Theme PetMania – Pet Care Shop Ecommerce WordPress Theme PetMark – Responsive WooCommerce WordPress Theme Petopia – Pet Care Service Elementor Template Kit Petopio - Pet Grooming & Vetenary Elementor Template Kit Petro – Industrial Company WordPress Theme Pets Land | Domestic Animals Shop & Veterinary WP Petshop Storefront WooCommerce Theme Petto – Vetenary Pet Clinic Template Kit Petxon – Pet Care & Pet Shop WordPress Theme