Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Anak Main Otok-Otok, Menteri Main Komitmen, Resep Indonesia Emas Rasa Cilok!”

“Anak Main Otok-Otok, Menteri Main Komitmen, Resep Indonesia Emas Rasa Cilok!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
  • visibility 677
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAGI minggu yang biasanya cuma ramai sama mamang-mamang jualan odading dan bocah main lato-lato, Bundaran HI mendadak kayak taman bermain raksasa!. Anak-anak lari-larian, main otok-otok, dan para menteri pun ikut lari, walau sebagian lebih lari dari kenyataan. Tapi tenang, bukan lari dari tanggung jawab.

Hari Anak Nasional 2025 kali ini bukan sekadar seremoni tepuk tangan dan potong tumpeng. Ini kayak campuran antara acara 17-an, cosplay Pahlawan Nasional, dan peluncuran startup kreatif. Pokoknya meriah, tapi tetap edukatif. Ibarat nasi goreng kampung: sederhana, tapi bumbunya lengkap!

Salah satu bumbunya? Datangnya Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, yang bilang bahwa kreativitas itu bukan cuma soal gambar-gambar lucu, tapi juga soal membentuk karakter dan daya saing. “Ekraf bisa jadi ruang belajar anak yang menyenangkan sekaligus membangun daya saing bangsa” ucapnya. Jleb! kayak main uno stacko, kelihatannya main-main, eh.. ternyata melatih strategi dan konsentrasi.

Pepatah Sunda bilang, “Budak leutik dikanyah-kanyah, nu gede dikanyah rasa”. Anak kecil harus dibina, bukan dibinasakan daya imajinasinya. Maka itu, perayaan HAN 2025 kali ini nggak cuma ajang bagi anak-anak buat main congklak, tapi juga ajang bagi para pejabat untuk adu komitmen bukan adu caption medsos.

Dari Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi sampai istri Wapres RI Selvi Ananda Putri, semua hadir. Kayak acara reuni, tapi yang dibahas bukan mantan, melainkan masa depan anak-anak. Arifatul bilang, “Anak harus tumbuh sehat, bahagia, dan kreatif.” Nah loh, sehat udah, bahagia iya, tinggal kreatifnya jangan ditahan-tahan.

Di tengah jalan sehat, ada juga booth gim lokal, jangan salah, ini bukan game asal-asalan. Ini gim bikinan anak bangsa yang mengusung nilai kebangsaan, keberagaman, dan kolaborasi. Ibarat sambal terasi meski lokal, pedasnya bisa Go International!.

Bayangin, anak-anak main gim yang ngajarin kerja sama, bukan cuma rebutan skin legendaris. Ini baru namanya belajar sambil ketawa, bukan belajar sambil ngantuk. “Setiap anak adalah seniman,” kata Pablo Picasso, “masalahnya adalah bagaimana tetap menjadi seniman saat mereka dewasa”.

Acara ini juga jadi panggung buat pemerintah nunjukin kalau dukungan ke anak-anak itu serius. Serius tapi asik, kayak main monopoli sambil minum es kelapa muda.

Kementerian Ekraf pun ikut menyumbang ruang kreatif, dari pelatihan pembuatan gim sampai ajang unjuk karya anak-anak di usia dini.

Dulu ada pernyataan “Beri aku 10 pemuda, niscaya kuguncangkan dunia”. sekarang mungkin bisa di-update jadi “Beri aku 10 anak kreatif, niscaya ku-launching Indonesia Emas 2045 versi beta!”.

Orang bijak bilang, “Anak muda adalah lilin harapan di tengah gulita masa depan”

Kutipan motivasi pun mengalir, seperti dari tokoh anak dunia Malala Yousafzai yang pernah bilang, “Satu anak, satu guru, satu buku, dan satu pena bisa mengubah dunia”. Nah, bayangkan kalau anak itu juga dikasih satu ide kreatif dan satu akses internet yang kenceng?. Boom! Dunia bisa berubah, bukan cuma oleh unicorn startup, tapi juga oleh anak SD yang bisa bikin coding sambil ngemil ciki.

Indonesia Emas 2045 itu bukan sulap, apalagi hasil giveaway. Ia lahir dari anak-anak yang sekarang masih main gundu di lapangan, yang masih suka nyanyi “Naik-naik ke Puncak Gunung” pakai nada yang nggak pas, tapi semangatnya luar biasa. Mereka lah yang akan jadi arsitek negeri ini dengan atau tanpa seragam PNS.

Jadi, kalau hari ini anak-anak main otok-otok sambil tertawa, jangan buru-buru suruh diam. Siapa tahu, dari suara itulah lahir ide-ide besar yang mengubah negeri. Tugas kita? Bukan cuma mendampingi, tapi juga menyediakan panggung dan perlengkapan panggungnya.

Karena anak Indonesia bukan cuma pewaris negeri, tapi juga penulis babak baru Indonesia. Dan dari Bundaran HI sampai ke pelosok negeri, mereka berhak bersuara, berkarya, dan bercita-cita setinggi langit—asal jangan lupa pulang pas Maghrib.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Kafilah Palembang Juara STQH

    Kisah Kafilah Palembang Juara STQH

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 652
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Palembang boleh panas, tapi hati Wali Kotanya adem terutama waktu lihat anak-anak Palembang pulang dari STQH Sumsel 2025 di PALI sambil bawa gelar juara umum. Bukan cuma bawa piala, mereka juga sukses bawa senyum lebar dan doa ibu-ibu pengajian se-kecamatan. Wali Kota Palembang, Pak Ratu Dewa, menyambut kafilah kayak emak-emak nyambut anaknya pulang […]

  • RSUD Kayuagung Tingkatkan Mutu Sarana & Prasarana

    RSUD Kayuagung Tingkatkan Mutu Sarana & Prasarana

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.065
    • 0Komentar

    RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menambah fasilitas layanan sarana dan prasarana di RSUD Kayuagung OKI di antaranya.  Hal itu dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan sarana dan prasarana serta kualitas SDM. Direktur Manajemen dr. Hj. Asri Wijayanti, M.Kes, mengatakan salah satunya melakukan pengadaan peralatan mata, ruang operasi tekanan negatif dan […]

  • Peran Rumah Tahfidz Efektif  Entaskan Buta Aksara Al-Qur’an

    Peran Rumah Tahfidz Efektif Entaskan Buta Aksara Al-Qur’an

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 745
    • 0Komentar

    ENTASKAN   buta aksara Al-Qur’an dikalangan masyarakat Sumsel melalui progam satu desa satu rumah tahfidz diyakini upaya tersebut akan segera terwujud. Setidaknya tercatat dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun program ini diluncurkan sudah tercatat 3.500 rumah tahfidz didirikan tersebar di tingkat desa/kelurahan dalam 17 Kabupatem/kota di Sumsel. “Program rumah tahfidz Al-Qur’an terus dilakukan. Targetnya 3.500 […]

  • UNIQLO Berbagi Pengalaman Bidang Ritel Dengan Siswa Di Palembang

    UNIQLO Berbagi Pengalaman Bidang Ritel Dengan Siswa Di Palembang

    • calendar_month Jumat, 16 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.728
    • 0Komentar

    SEBAGAI bagian dari rangkaian kegiatan pembukaan gerai baru UNIQLO di pusat perbelanjaan, Palembang Icon Mall Maret lalu, UNIQLO kembali mengadakan kegiatan yang berkolaborasi dengan masyarakat Palembang. Kegiatan ini berupa “Pengalaman dalam Bidang Ritel” yang mengajak 15 siswa sekolah kejuruan untuk merasakan pengalaman di industri ritel secara langsung. Dalam kegiatan yang dilaksanakan di UNIQLO Palembang Icon […]

  • 9 Alasan Mengapa Ponpes Layak Disebut Sebagai Laboratorium Perdamaian ?

    9 Alasan Mengapa Ponpes Layak Disebut Sebagai Laboratorium Perdamaian ?

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.118
    • 0Komentar

    SEBANYAK 2.000 santri dari berbagai Pondok Pesantren di Sumsel memperingati  hari santri di Halaman Griya Agung. Calon ahli agama ini memang sangat dibutuhkan negara, sebab Santri juga disebutnya sebagai salah satu elemen membangun masa depan bangsa. Peran serta Islam telah terbukti sejak negara ini berdiri. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, dengan keberadaan santri, karena para […]

  • Blusukan Bupati Banyuasin, Beri Bantuan APD Dan Apresiasi Ke TKM

    Blusukan Bupati Banyuasin, Beri Bantuan APD Dan Apresiasi Ke TKM

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 1.145
    • 0Komentar

    SAAT melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Muara Sugihan, Bupati Banyuasin H Askolani Jasi berikan semangat, dukungan dan Apresiasi ke Tim Gugus Tugas Covid-19 dan seluruh elemen di Kecamatan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin. Kamis (4/6/2020). Kunjungan tersebut disertai penyerahan Bantuan APD untuk Tim Medis di Puskesmas Kecamatan Muara Sugihan. Bupati Banyuasin, H Askolani Jasi menyampaikan bahwa […]

expand_less
WordPress Archive VG Oregon – Responsive WooCommerce WordPress Theme VG PostCarousel – Post Carousel for WordPress VG PostSlider – Post Slider for WordPress VG Rossi – Responsive WooCommerce WordPress Theme Viator Affiliate Widgets Manager Viavi Flickr Album Gallery Vibecast - Podcast Studio Elementor Pro Template Kit Vibra – Music WordPress Theme for DJs, Artists and Festivals Vibranet – Broadband & Internet Service Provider Elementor Template Kit Viceversa – Minimal Photography and Portfolio WordPress Theme