Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Anak Kita Jangan Jadi Viral yang Salah..

Anak Kita Jangan Jadi Viral yang Salah..

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
  • visibility 1.313
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUNIA digital itu seperti pasar malam yang nggak pernah tutup, lampunya  kelap-kelip, suara musik dari kederet kios, aroma makanan bikin lapar, orang lalu-lalang, semua serba ramai dan menggoda. Bahkan yang datang juga untuk ikut seru-seruan, namun tiba-tiba ketemu jebakan.

Bisa saja lagi scroll video kucing joget, tiba-tiba muncul konten… duh, [jangan sampai ya], eksploitasi seksual anak di ruang digital itu nyata, bukan lelucon.

Di Indonesia saja, laporan 2024 mencatat 1.450.403 kasus, itu bukan angka yang bisa diangkat dengan bahu santai, itu angka yang bikin kopi tersedak dan kucing ikut terkejut.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, dalam keterangan pers dilaman resmi komdigi.go.id, belum lama ini bilang begini “Komdigi membangun ekosistem digital yang nggak cuma bikin kita kreatif, tapi juga bikin anak-anak aman”. Singkat, jelas, dan terasa seperti pepatah lama “Jangan menaruh telur di satu keranjang”.

Oleh karena itu, anak-anak nggak bisa cuma dijaga satu sistem, karena mereka butuh perlindungan berlapis, misalnya aturan, teknologi, literasi, dan kesadaran orang tua. Bayangkan kalau satu telur jatuh itu pecah, belepotan, bahkan susah dibersihkan, begitu juga anak-anak yang kena konten gelap, trauma nggak gampang hilang.

Sekarang, mari kita ngomongin teknologi AI, selama ini kita pakai buat bikin meme lucu, filter wajah jadi alien, atau efek dramatis kayak “air terjun di kamar mandi”. Tapi AI juga bisa disalahgunakan bikin konten kekerasan seksual anak.

Laporan Internet Watch Foundation (IWF) mencatat lebih dari 3.500 konten AI diunggah ke dark web pada Juli 2024, bahkan lebih dari 20.000 konten pada Oktober 2023. Jadi gadget kita bukan cuma pintar buat selfie, tapi juga bisa jadi senjata kalau nggak dijaga.

Nezar menekankan langkah konkret pemerintah sudah mantap, PP TUNAS, finalisasi Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional berbasis tata kelola manusia, penerapan SAMAN untuk moderasi konten, hingga literasi digital bagi masyarakat luas. Semua ini ibaratnya pagar setinggi-tingginya, tapi tetap harus kita jaga pintunya, pagar boleh tinggi, tapi kalau pintu terbuka, maling tetap bisa masuk.

Selain itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci, ini bukan tugas satu kementerian atau satu lembaga, bank, e-wallet, transfer dana, aset kripto, penyedia layanan internet, sampai mitra global semua ikut bermain.

Kenapa?, karena eksploitasi seksual anak di dunia digital sering melibatkan jalur finansial yang rumit, jadi menutup konten saja nggak cukup, kita juga harus memutus aliran dana yang bikin praktik jahat itu tetap jalan.

Dari sisi psikologisnya, tentu anak-anak jadi korban konten kekerasan seksual, artinya baik nyata maupun berbasis AI pasti mengalami trauma mendalam.

Sehingga merasa malu, takut, dan  depresi bisa jadi teman sehari-hari mereka, pikirkan coba, jika anak-anak ini harus bersekolah sambil membawa beban yang seharusnya nggak mereka tanggung. Kalau diumpamakan, mereka kayak main game level boss, tapi boss-nya nggak kelihatan, nggak bisa di-save, dan terus menyerang.

Kenali konten bahaya

Sekarang mari kita refleksikan dunia digital memberi peluang luar biasa, misalnya kreativitas tanpa batas, pembelajaran interaktif, kolaborasi global.

Tapi risiko tersembunyi juga banyak, kita punya pilihan, seperti  menjadi pengguna pasif yang terhibur saja, atau penjaga aktif yang memastikan anak-anak aman. Pilihan ini bukan soal teknologi semata, tapi soal nilai, tanggung jawab, dan masa depan bangsa.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan?. orang tua sebaiknya bisa memulai dari literasi digital di rumah, yakni ajari anak mengenali konten berbahaya, beri batasan waktu layar, dan tetap terbuka untuk diskusi tanpa takut dihakimi.

Sekolah bisa masukkan pendidikan digital dan etika teknologi ke kurikulum, pemerintah dan penyedia layanan digital terus memantau konten, memperkuat sistem moderasi, dan menutup celah penyalahgunaan teknologi.

Yang lucu, menjaga anak di dunia digital bisa dibungkus dengan humor, misalnya, ajari anak cara mengenali “konten berbahaya” dengan cerita dagelan. “Kalau video kucing tiba-tiba ngomongin orang dewasa, jangan di-klik, itu jebakan!”, anak belajar sambil ketawa, orang tua nggak stres, semua happy.

Karena itu, humor sebenaranya bisa jadi alat edukasi yang ampuh, karena anak lebih mudah ingat cerita lucu daripada ceramah panjang yang bikin ngantuk.

Yang jelas pesannya, dunia digital itu seru, tapi nggak semua yang berkilau itu emas, apalagi  edukasi, aturan, literasi, dan kesadaran orang tua adalah tameng utama. Anak-anak harus dilindungi, bukan cuma dijadikan penonton atau korban. Humor boleh, tapi keamanan anak tidak boleh kompromi.

Jadi akhir cerita, kita bisa tertawa bareng meme kucing, main game online, scroll TikTok, tapi tetap waspada, tapi jangan sampai anak-anak kita menjadi viral karena hal yang salah.

Perlindungan anak di ruang digital bukan sekadar kewajiban, tapi investasi masa depan, dan ingat pepatah tadi jangan menaruh semua telur di satu keranjang, karena sekali pecah, susah diperbaiki.

Jadi, mari sambil ngakak, kita tetap serius, anak kita aman, masa depan kita aman, dan meme kucing tetap lucu tanpa harus bikin anak jadi korban.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cuti Lebaran, 30 Mei -9 Juni 2019

    Cuti Lebaran, 30 Mei -9 Juni 2019

    • calendar_month Selasa, 14 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.140
    • 0Komentar

    BADAN Kepegawaian Negara (BKN) menyatakan libur cuti bersama bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah atau Lebaran akan dimulai pada tanggal 30 Mei hingga 9 Juni 2019. Bila ditotal, jumlah cuti bersama bagi para abdi negara pada Lebaran tahun ini mencapai 11 hari. Jumlah itu lebih banyak dibanding libur […]

  • Segera Vaksin, Vaksinasi Guru dan Dosen Jadi Syarat Pembelajaran Tatap Muka

    Segera Vaksin, Vaksinasi Guru dan Dosen Jadi Syarat Pembelajaran Tatap Muka

    • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 585
    • 0Komentar

    PANDEMI COVID-19 berdampak signifikan tidak hanya pada sektor sosial dan ekonomi, tetapi juga pendidikan. Ada lebih dari 200 negara di dunia, termasuk Indonesia yang terpaksa menutup sekolah tatap muka dan melakukan pembelajaran secara daring. Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Agus Sartono, mengatakan setidaknya […]

  • Jelang Tutup Tahun, Pemkot PalembangTerus Kejar Target Pendapat

    Jelang Tutup Tahun, Pemkot PalembangTerus Kejar Target Pendapat

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.215
    • 0Komentar

    BADAN Pengelola Pajak Daerah ( BPPD) kota Palembang terus bekerja untuk meningkatkan pendapatan daerah mencapai target pada tahun 2021. Target BPPD sendiri pada tahun 2021 Rp 1,82 Trilun. Sedangkan saat ini per 21 Desember 2021 pencapaikan kita telah mencapai Rp 824. 574. 239. 606 Miliar Diketahui, pencapaian ini sudah semakin mendekati pencapaian di tahun 2019 […]

  • Temui Guru Honorer K2, HD Janji Sampaikan Aspirasi ke Presiden dan MenPAN-RB

    Temui Guru Honorer K2, HD Janji Sampaikan Aspirasi ke Presiden dan MenPAN-RB

    • calendar_month Kamis, 4 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 849
    • 0Komentar

    Oleh : Asri SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumsel Herman Deru berjanji akan menyampaikan segala aspirasi dari ratusan guru honorer yang menggelar aksi damai di halaman Kantor DPRD provinsi Sumsel kepada Presiden RI dan Menteri PAN RB. Sebagai PNS yang bekerja dari usia sangat muda, Herman Deru mengaku paham betul perjuangan para guru honorer. Diapun sangat […]

  • Sentra Industri Kerajinan Sulam Angkinan Tanjung Batu Kab. OKU Timur

    Sentra Industri Kerajinan Sulam Angkinan Tanjung Batu Kab. OKU Timur

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.380
    • 0Komentar

    KEINGINAN Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumsel Feby Deru untuk mengangkat kerajinan sulam angkinan agar lebih dikenal luas masyarakat  terus dilakukan secara berkesinambungan. Upaya itu diwujudkan dengan memberikan bantuan kepada perajin sulam angkinan mitra UMKM Tenun Songket ‘Mawar’ di desa Gunung Batu, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur, Senin (21/09/2020). Bantuan diberikan atas kerjasama Dekranasda […]

  • Ramah Tamah dengan Volunteer, Alex Sebut Ada 5 Tugas Lagi Menanti

    Ramah Tamah dengan Volunteer, Alex Sebut Ada 5 Tugas Lagi Menanti

    • calendar_month Sabtu, 15 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 954
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang telah usai, bahkan pesta akbar terbesar Asia tersebut berjalan dengan lancar dan sukses. Tapi masih ada tugas lagi menunggu pada 2019, yakni lima event Internasional dan Kejuaraan Dunia. Gubernur Sumsel Alex Noerdin pun memberikan apresiasi pada masyarakat dan seluruh pihak atas penyelenggaraan pesta olahraga […]

expand_less
WordPress Archive SquaDrone – Drone & UAV Business Square – Real Estate WordPress Theme Squareroot – WordPress Resume Theme Squares – Interactive Design Agency Portfolio WordPress Theme Squaretype – Modern Blog WordPress Theme Sørina – Creative Portfolio WordPress Theme Stack – Clean Responsive Bootstrap 4 Admin Dashboard Template Stack – Multi Purpose HTML with Page Builder StaffScout – Job Board and Employment WordPress Theme Stamin – Fitness and Gym WordPress Theme