Rabu, 28 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Anak Kita Jangan Jadi Viral yang Salah..

Anak Kita Jangan Jadi Viral yang Salah..

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
  • visibility 1.323
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUNIA digital itu seperti pasar malam yang nggak pernah tutup, lampunya  kelap-kelip, suara musik dari kederet kios, aroma makanan bikin lapar, orang lalu-lalang, semua serba ramai dan menggoda. Bahkan yang datang juga untuk ikut seru-seruan, namun tiba-tiba ketemu jebakan.

Bisa saja lagi scroll video kucing joget, tiba-tiba muncul konten… duh, [jangan sampai ya], eksploitasi seksual anak di ruang digital itu nyata, bukan lelucon.

Di Indonesia saja, laporan 2024 mencatat 1.450.403 kasus, itu bukan angka yang bisa diangkat dengan bahu santai, itu angka yang bikin kopi tersedak dan kucing ikut terkejut.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, dalam keterangan pers dilaman resmi komdigi.go.id, belum lama ini bilang begini “Komdigi membangun ekosistem digital yang nggak cuma bikin kita kreatif, tapi juga bikin anak-anak aman”. Singkat, jelas, dan terasa seperti pepatah lama “Jangan menaruh telur di satu keranjang”.

Oleh karena itu, anak-anak nggak bisa cuma dijaga satu sistem, karena mereka butuh perlindungan berlapis, misalnya aturan, teknologi, literasi, dan kesadaran orang tua. Bayangkan kalau satu telur jatuh itu pecah, belepotan, bahkan susah dibersihkan, begitu juga anak-anak yang kena konten gelap, trauma nggak gampang hilang.

Sekarang, mari kita ngomongin teknologi AI, selama ini kita pakai buat bikin meme lucu, filter wajah jadi alien, atau efek dramatis kayak “air terjun di kamar mandi”. Tapi AI juga bisa disalahgunakan bikin konten kekerasan seksual anak.

Laporan Internet Watch Foundation (IWF) mencatat lebih dari 3.500 konten AI diunggah ke dark web pada Juli 2024, bahkan lebih dari 20.000 konten pada Oktober 2023. Jadi gadget kita bukan cuma pintar buat selfie, tapi juga bisa jadi senjata kalau nggak dijaga.

Nezar menekankan langkah konkret pemerintah sudah mantap, PP TUNAS, finalisasi Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional berbasis tata kelola manusia, penerapan SAMAN untuk moderasi konten, hingga literasi digital bagi masyarakat luas. Semua ini ibaratnya pagar setinggi-tingginya, tapi tetap harus kita jaga pintunya, pagar boleh tinggi, tapi kalau pintu terbuka, maling tetap bisa masuk.

Selain itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci, ini bukan tugas satu kementerian atau satu lembaga, bank, e-wallet, transfer dana, aset kripto, penyedia layanan internet, sampai mitra global semua ikut bermain.

Kenapa?, karena eksploitasi seksual anak di dunia digital sering melibatkan jalur finansial yang rumit, jadi menutup konten saja nggak cukup, kita juga harus memutus aliran dana yang bikin praktik jahat itu tetap jalan.

Dari sisi psikologisnya, tentu anak-anak jadi korban konten kekerasan seksual, artinya baik nyata maupun berbasis AI pasti mengalami trauma mendalam.

Sehingga merasa malu, takut, dan  depresi bisa jadi teman sehari-hari mereka, pikirkan coba, jika anak-anak ini harus bersekolah sambil membawa beban yang seharusnya nggak mereka tanggung. Kalau diumpamakan, mereka kayak main game level boss, tapi boss-nya nggak kelihatan, nggak bisa di-save, dan terus menyerang.

Kenali konten bahaya

Sekarang mari kita refleksikan dunia digital memberi peluang luar biasa, misalnya kreativitas tanpa batas, pembelajaran interaktif, kolaborasi global.

Tapi risiko tersembunyi juga banyak, kita punya pilihan, seperti  menjadi pengguna pasif yang terhibur saja, atau penjaga aktif yang memastikan anak-anak aman. Pilihan ini bukan soal teknologi semata, tapi soal nilai, tanggung jawab, dan masa depan bangsa.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan?. orang tua sebaiknya bisa memulai dari literasi digital di rumah, yakni ajari anak mengenali konten berbahaya, beri batasan waktu layar, dan tetap terbuka untuk diskusi tanpa takut dihakimi.

Sekolah bisa masukkan pendidikan digital dan etika teknologi ke kurikulum, pemerintah dan penyedia layanan digital terus memantau konten, memperkuat sistem moderasi, dan menutup celah penyalahgunaan teknologi.

Yang lucu, menjaga anak di dunia digital bisa dibungkus dengan humor, misalnya, ajari anak cara mengenali “konten berbahaya” dengan cerita dagelan. “Kalau video kucing tiba-tiba ngomongin orang dewasa, jangan di-klik, itu jebakan!”, anak belajar sambil ketawa, orang tua nggak stres, semua happy.

Karena itu, humor sebenaranya bisa jadi alat edukasi yang ampuh, karena anak lebih mudah ingat cerita lucu daripada ceramah panjang yang bikin ngantuk.

Yang jelas pesannya, dunia digital itu seru, tapi nggak semua yang berkilau itu emas, apalagi  edukasi, aturan, literasi, dan kesadaran orang tua adalah tameng utama. Anak-anak harus dilindungi, bukan cuma dijadikan penonton atau korban. Humor boleh, tapi keamanan anak tidak boleh kompromi.

Jadi akhir cerita, kita bisa tertawa bareng meme kucing, main game online, scroll TikTok, tapi tetap waspada, tapi jangan sampai anak-anak kita menjadi viral karena hal yang salah.

Perlindungan anak di ruang digital bukan sekadar kewajiban, tapi investasi masa depan, dan ingat pepatah tadi jangan menaruh semua telur di satu keranjang, karena sekali pecah, susah diperbaiki.

Jadi, mari sambil ngakak, kita tetap serius, anak kita aman, masa depan kita aman, dan meme kucing tetap lucu tanpa harus bikin anak jadi korban.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Percepatan Pembangunan Sekanak Lambidaro & Flay Over, Ini Yang Dilakukan Pemkot Palembang

    Percepatan Pembangunan Sekanak Lambidaro & Flay Over, Ini Yang Dilakukan Pemkot Palembang

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.246
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang berencana mempercepat pembangunan infrastruktur di Sungai Sekanak [Sekanak Lambidaro] dan Fly Over di Simpang Empat Jalan Angkatan 66, Pemerintah kota Palembang. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah kota Palembang, Ansori menjelaskan pembangunan Fly Over di Simpang Empat, Jalan Angkatan 66, Pemkot segera melakukan pembongkaran eks Kantor Kecamatan Kemuning. “Untuk itu […]

  • Forsesdasi Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Lombok

    Forsesdasi Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Lombok

    • calendar_month Jumat, 17 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 797
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Musibah bencana alam gempa bumi yang terjadi di Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat, 5 Agustus lalu telah memancing rasa peduli Ketua Umum DPP Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (FORSESDASI) Nasrun Umar. Tak harus menunggu lama, di bawah kepimpinannya Forsesdasi pun langsung menggelontorkan bantuan untuk korban bencana tersebut. Dikatakan Sekda Sumatera Selatan Nasrun […]

  • Update COVID-19 Muba: Bertambah 24 Kasus Sembuh, 4 Positif

    Update COVID-19 Muba: Bertambah 24 Kasus Sembuh, 4 Positif

    • calendar_month Minggu, 15 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 903
    • 0Komentar

    GUGUS -Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Minggu (15/8/2021) mengkonfirmasi penambahan 24 kasus sembuh dan 4 terkonfirmasi positif COVID-19. “Ada penambahan 24 kasus sembuh dan 4 terkonfirmasi positif COVID-19 per 15 Agustus 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus 2707 Laki-laki usia 50 tahun […]

  • Demi Kelancaran Kegiatan, Gubernur Bantu Mobil Operasional Dewan Pertimbangan Pendidikan Sumsel

    Demi Kelancaran Kegiatan, Gubernur Bantu Mobil Operasional Dewan Pertimbangan Pendidikan Sumsel

    • calendar_month Kamis, 5 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 682
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H Herman Deru (HD) menerima audiensi Ketua Dewan Pertimbangan Pendidikan Sumsel, Supadmi Kohar beserta Anggota Dewan lainnya periode 2021-2025 dalam rangka silaturahmi di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Kemaren. Melalui kesempatan tersebut Gubernur menyampaikan bahwa kehadiran Dewan Pertimbangan Pendidikan sangat diharapkan oleh banyak pihak, terutama didunia pendidikan apalagi dimasa pandemi seperti sekarang ini. […]

  • “Naik Haji, Pulang Tak Sendiri, Asuransi Menyusul Sampai Rumah”

    “Naik Haji, Pulang Tak Sendiri, Asuransi Menyusul Sampai Rumah”

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 746
    • 0Komentar

    KALAU  dulu orang pergi haji sambil pasrah-pasrah syahdu, “Ya Allah, hidup matiku serahkan pada-Mu,” sekarang ada tambahan satu kalimat bijak dari PPIH Arab Saudi “Kalau pun wafat, asuransinya beres, Pak”. Iya, benar, asli bukan hoaks!. Di tengah panasnya padang Arafah dan derasnya air mata doa di Multazam, terselip kabar membahagiakan nan menenangkan hati jemaah haji […]

  • Asa Para Medis Saat Dikunjungi Bupati OKI, Ini Katanya

    Asa Para Medis Saat Dikunjungi Bupati OKI, Ini Katanya

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 788
    • 0Komentar

    COVID-19 memang tak bisa dianggap enteng, pasalnya siapa bukan dan kapan pun bisa saja terinfeksi, tak pandang itu sekalipun pejabat. Oleh sebab itu penanganan COVID-19 harus lebih estra lagi sehingga setidaknya dapat memutus mata rantai. “Pengalaman hampir dua bulan ini, banyak yang dapat diambil untuk berbuat ke depan. Untuk itu, para tenaga medis tidak terlalu […]

expand_less
WordPress Archive SquaDrone – Drone & UAV Business Square – Real Estate WordPress Theme Squareroot – WordPress Resume Theme Squares – Interactive Design Agency Portfolio WordPress Theme Squaretype – Modern Blog WordPress Theme Sørina – Creative Portfolio WordPress Theme Stack – Clean Responsive Bootstrap 4 Admin Dashboard Template Stack – Multi Purpose HTML with Page Builder StaffScout – Job Board and Employment WordPress Theme Stamin – Fitness and Gym WordPress Theme