Minggu, 16 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » “Pantang Pulang Sebelum Padam (dan Sebelum Ego Turun Suhu)”

“Pantang Pulang Sebelum Padam (dan Sebelum Ego Turun Suhu)”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
  • visibility 2.014
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU ada pekerjaan yang bikin adrenalin naik kayak naik roller coaster tanpa sabuk pengaman, itu bukan jadi stand-up comedian di depan mantan, tapi jadi pemadam kebakaran.
Profesi ini cuma punya dua pilihan, antara lain cepat atau hangus, dan di antara dua itu, mereka tetap senyum,  walau keringat udah campur asap dan doa.

Nah, semangat itu yang jadi sorotan Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Cik Ujang, saat menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pemadam Kebakaran Indonesia (APKARI) Sumsel masa bakti 2025-2029, di Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (15/10/2025).

Cik Ujang datang bukan sekadar nonton orang disumpah, tapi juga memberi api semangat minus kebakaran, tentu.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan kalau peran pemadam ini nggak bisa diremehkan, apalagi cuma dianggap tukang semprot api. “Pemadam ini garda terdepan, mereka melindungi nyawa, harta benda, dan lingkungan,” tegasnya.

Beliau juga menambahkan kalau tugas mereka bukan cuma berat, tapi juga penuh risiko. “Bayangkan, mereka kerja saat semua orang lari. Saat orang lain sibuk nyari ember, mereka justru bawa selang,” ujarnya, disambut tawa dan tepuk tangan.

Tapi bukan Cik Ujang namanya kalau cuma kasih pujian, beliau juga kasih wejangan,  jangan cuma jago padamkan api, tapi juga cepat tanggap dalam pencegahan.
“Lebih baik mencegah kebakaran daripada sibuk menangani setelah api membesar,” katanya, sambil mengingatkan pentingnya edukasi dan budaya tanggap darurat di masyarakat.
Karena, kata beliau, kalau api udah keburu marak, jangankan sempat mikir asuransi, sandal jepit pun bisa tertinggal.

Di barisan tamu, hadir juga Ketua Umum DPP APKARI, pejabat Kemendagri, dan beberapa kepala OPD Pemprov Sumsel. Tapi sorotan utama tetap pada Kemas Haikal, Ketua APKARI Sumsel yang baru dilantik. Pria yang satu ini tampil berapi-api, ia cocok banget sama jabatan barunya.

Kemas Haikal bilang, kepengurusannya nggak mau cuma jadi pajangan piagam, mereka udah siap tancap gas dengan dua program utama, antara lain pertama, peningkatan kompetensi SDM lewat kerja sama pelatihan dan sertifikasi dengan Kemendagri tahun depan. Kedua, penambahan Pos Pemadam di Palembang, salah satunya bakal dibangun di kawasan Talang Putri, biar waktu tanggap mereka maksimal 15 menit dari laporan ke lokasi kejadian.

“Target kami jelas, yakni padam sebelum nasi jadi abu!” ujarnya, disambut tawa para undangan.
Lalu, ia menutup dengan kalimat yang langsung jadi slogan viral hari itu. “Semangat kami, pantang pulang sebelum padam, dan sekarang kita tambah, padamkan juga api ego sektoral!”.

Nah, kalimat terakhir ini bikin ruangan agak hangat, bukan karena AC mati, tapi karena maknanya dalem.
Soalnya, selain api di dapur warga, ternyata masih banyak api lain yang sering nyala di dunia birokrasi, yakni api ego, api gengsi, api rebutan kewenangan, sampai api “siapa yang paling berhak naik panggung duluan”.

Dan di sinilah APKARI bisa jadi contoh, bayangin kalau semua sektor kerja pakai semangat pemadam “pantang pulang sebelum padam”, bukan “pantang kerja sebelum rapat selesai”. Kebayang nggak, betapa damainya negeri ini kalau semua ego bisa didinginkan pakai hydrant kerja sama?

Sebenarnya, kerja pemadam itu bisa jadi cermin buat kita semua, mereka nggak peduli siapa yang punya rumah, siapa yang manggil, atau siapa yang nyiram duluan, yang penting api padam, semua selamat.
Bandingin sama urusan kantor, kadang yang dipadamkan malah semangat, bukan masalah.

Dan lucunya, kalau mereka bisa kerja di tengah kobaran api, masa kita yang kerja di ruangan ber-AC aja masih bisa “kebakaran emosi” cuma gara-gara printer macet?

Cik Ujang pun menutup pesannya dengan nada optimis, beliau berharap APKARI bisa jadi mitra strategis Pemprov Sumsel, bukan cuma di atas kertas, tapi juga di lapangan.
“Dengan semangat satu korps, satu standar, dan satu komando, kita bisa wujudkan pelayanan prima bagi masyarakat,” ujarnya.

Harapan itu bukan sekadar formalitas, tapi juga bentuk apresiasi bagi para pahlawan yang sering dilupakan, sebab jujur aja, kita baru ingat jasa pemadam kalau api udah nyala, dan lupa lagi saat api padam.

Mereka nggak pernah minta viral, nggak nuntut konten di TikTok, tapi kerja mereka nyata melawan panas demi kita yang pengin tetap adem.

Jadi, kalau nanti kamu lihat mobil merah lewat dengan sirene meraung di tengah malam, jangan cuma kesal karena suara bisingnya.
Ingatlah, di dalamnya ada orang-orang yang rela berjibaku demi memastikan api padam, bukan cuma api di rumah, tapi juga api di hati yang kadang ikut terbakar kalau liat bensin naik.

Dan kalau kata Kemas Haikal, sekarang waktunya kita semua belajar jadi pemadam juga, bukan pemadam api, tapi pemadam ego karena kadang yang bikin rusak bukan kebakaran di dapur, tapi kebakaran di kepala. Pantang pulang sebelum padam?, setuju!, tapi tambah satu lagi yakni pantang ngantor sebelum ego turun suhu!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dorong Petani di Sumsel Manfaatkan Lahan Rawa

    Dorong Petani di Sumsel Manfaatkan Lahan Rawa

    • calendar_month Selasa, 23 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.809
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Calon DPR RI Dapil 2, Zain Ismed dari Partai Nasdem mendorong petani di Sumsel mampu menfaatkan lahan rawa lebak menjadi lahan pertanian untuk tanaman padi menyusul luas lahan rawa di Sumsel sangat luas lahan rawa lebak yang luasnya hampir mencapai 500.000 hektare. Menurutnya, jika pemanfaatan lahan rawa dapat dioptimalkan lagi, Sumsel bisa […]

  • Bareng Istri Tercinta, Alex Santap Durian di Kebun Walikota Linggau

    Bareng Istri Tercinta, Alex Santap Durian di Kebun Walikota Linggau

    • calendar_month Kamis, 24 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.340
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Lubuklinggau- Di tengah padatnya aktifitas menggelar Turnamen AN Cup, mantan gubernur Sumsel dua periode Alex Noerdin menyempatkan diri bersama istri tercinta Eliza Alex mengunjungi dan menyantap durian di kebun milik Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe, Kamis (24/1/2019) di Kelurahan Jukung Kecamatan Lubuklinggau Selatan 1. Mengenakan kaos berwarna kuning, Alex Noerdin yang saat ini […]

  • KKP Dorong Peningkatan Mutu dan Keamanan Ikan Sarden di Forum Internasional, Demi Keamanan Pangan

    KKP Dorong Peningkatan Mutu dan Keamanan Ikan Sarden di Forum Internasional, Demi Keamanan Pangan

    • calendar_month Jumat, 19 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 732
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong Bali Sardinella atau ikan lemuru masuk dalam amandemen Codex Standard for Canned Sardines and Sardine-Type Products (CXS 94-1981). Hal ini ditujukan untuk mempertegas keamanan pangan, terutama ikan kaleng atau ikan sarden yang sangat digemari masyarakat. “Pembahasan amandemen standar ini sangat penting karena ikan lemuru merupakan bahan baku utama produk […]

  • HALAL BIHALAL – Kok, Ratu Dewa jadi terharu !

    HALAL BIHALAL – Kok, Ratu Dewa jadi terharu !

    • calendar_month Selasa, 16 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.117
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pejabat Walikota Palembang Ratu Dewa bersama Pj Sekda Palembang Gunawan dan masing-masing Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Palembang melaksanakan halal bihalal bersama ribuan ASN/non ASN Pemkot Palembang dihari pertama masuk kerja Selasa (16/4/202). Halal bihalal dilaksanakan di Rumah Dinas Walikota, Selasa (16/4/202). Disaat acara tersebut Ratu Dewa sempat terharu, kok […]

  • Dorong Warga NU Muba Ikuti Program Replanting Sawit

    Dorong Warga NU Muba Ikuti Program Replanting Sawit

    • calendar_month Kamis, 7 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 742
    • 0Komentar

    PENGURUS Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Muba menemui Pj Bupati Drs H Apriyadi MSi, Rabu (6/7/2022) di Ruang Audiensi Bupati.   Kedatangan Pengurus PCNU Muba yang dipimpin Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Muba KH Muhammad Jazuli tersebut juga diikuti rombongan Badan Otonom PCNU Muba yakni diantarnanya Muslimat NU, Fattayat NU, GP Ansor, […]

  • Melawan Lupa dengan Dongeng, Cara Sunyi Menceritakan Sejarah

    Melawan Lupa dengan Dongeng, Cara Sunyi Menceritakan Sejarah

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.151
    • 0Komentar

    Ketika pendongeng lokal menghadirkan sejarah Nusantara lewat cerita yang dekat, lucu, dan membekas diingatan anak-anak TAWA anak-anak memenuhi ruangan, mengalir tanpa jeda, mengikuti alur cerita tentang pala, cengkeh, dan perjalanan jauh Nusantara. Mereka tak ada yang merasa sedang belajar sejarah, padahal di situlah sejarah sedang bekerja, pelan-pelan, lewat dongeng. Apalagi di era digital terkadang sejarah […]

expand_less
WordPress Archive SearchWP Co-Authors Plus Integration SearchWP Custom Results Order SearchWP Diagnostics SearchWP DirectoryPress Integration SearchWP Dutch Keyword Stemmer SearchWP EDD Integration SearchWP Enable Media Replace Integration SearchWP Exclude UI SearchWP Fuzzy Matches SearchWP German Keyword Stemmer