Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » “Pantang Pulang Sebelum Padam (dan Sebelum Ego Turun Suhu)”

“Pantang Pulang Sebelum Padam (dan Sebelum Ego Turun Suhu)”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
  • visibility 2.028
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU ada pekerjaan yang bikin adrenalin naik kayak naik roller coaster tanpa sabuk pengaman, itu bukan jadi stand-up comedian di depan mantan, tapi jadi pemadam kebakaran.
Profesi ini cuma punya dua pilihan, antara lain cepat atau hangus, dan di antara dua itu, mereka tetap senyum,  walau keringat udah campur asap dan doa.

Nah, semangat itu yang jadi sorotan Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Cik Ujang, saat menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pemadam Kebakaran Indonesia (APKARI) Sumsel masa bakti 2025-2029, di Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (15/10/2025).

Cik Ujang datang bukan sekadar nonton orang disumpah, tapi juga memberi api semangat minus kebakaran, tentu.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan kalau peran pemadam ini nggak bisa diremehkan, apalagi cuma dianggap tukang semprot api. “Pemadam ini garda terdepan, mereka melindungi nyawa, harta benda, dan lingkungan,” tegasnya.

Beliau juga menambahkan kalau tugas mereka bukan cuma berat, tapi juga penuh risiko. “Bayangkan, mereka kerja saat semua orang lari. Saat orang lain sibuk nyari ember, mereka justru bawa selang,” ujarnya, disambut tawa dan tepuk tangan.

Tapi bukan Cik Ujang namanya kalau cuma kasih pujian, beliau juga kasih wejangan,  jangan cuma jago padamkan api, tapi juga cepat tanggap dalam pencegahan.
“Lebih baik mencegah kebakaran daripada sibuk menangani setelah api membesar,” katanya, sambil mengingatkan pentingnya edukasi dan budaya tanggap darurat di masyarakat.
Karena, kata beliau, kalau api udah keburu marak, jangankan sempat mikir asuransi, sandal jepit pun bisa tertinggal.

Di barisan tamu, hadir juga Ketua Umum DPP APKARI, pejabat Kemendagri, dan beberapa kepala OPD Pemprov Sumsel. Tapi sorotan utama tetap pada Kemas Haikal, Ketua APKARI Sumsel yang baru dilantik. Pria yang satu ini tampil berapi-api, ia cocok banget sama jabatan barunya.

Kemas Haikal bilang, kepengurusannya nggak mau cuma jadi pajangan piagam, mereka udah siap tancap gas dengan dua program utama, antara lain pertama, peningkatan kompetensi SDM lewat kerja sama pelatihan dan sertifikasi dengan Kemendagri tahun depan. Kedua, penambahan Pos Pemadam di Palembang, salah satunya bakal dibangun di kawasan Talang Putri, biar waktu tanggap mereka maksimal 15 menit dari laporan ke lokasi kejadian.

“Target kami jelas, yakni padam sebelum nasi jadi abu!” ujarnya, disambut tawa para undangan.
Lalu, ia menutup dengan kalimat yang langsung jadi slogan viral hari itu. “Semangat kami, pantang pulang sebelum padam, dan sekarang kita tambah, padamkan juga api ego sektoral!”.

Nah, kalimat terakhir ini bikin ruangan agak hangat, bukan karena AC mati, tapi karena maknanya dalem.
Soalnya, selain api di dapur warga, ternyata masih banyak api lain yang sering nyala di dunia birokrasi, yakni api ego, api gengsi, api rebutan kewenangan, sampai api “siapa yang paling berhak naik panggung duluan”.

Dan di sinilah APKARI bisa jadi contoh, bayangin kalau semua sektor kerja pakai semangat pemadam “pantang pulang sebelum padam”, bukan “pantang kerja sebelum rapat selesai”. Kebayang nggak, betapa damainya negeri ini kalau semua ego bisa didinginkan pakai hydrant kerja sama?

Sebenarnya, kerja pemadam itu bisa jadi cermin buat kita semua, mereka nggak peduli siapa yang punya rumah, siapa yang manggil, atau siapa yang nyiram duluan, yang penting api padam, semua selamat.
Bandingin sama urusan kantor, kadang yang dipadamkan malah semangat, bukan masalah.

Dan lucunya, kalau mereka bisa kerja di tengah kobaran api, masa kita yang kerja di ruangan ber-AC aja masih bisa “kebakaran emosi” cuma gara-gara printer macet?

Cik Ujang pun menutup pesannya dengan nada optimis, beliau berharap APKARI bisa jadi mitra strategis Pemprov Sumsel, bukan cuma di atas kertas, tapi juga di lapangan.
“Dengan semangat satu korps, satu standar, dan satu komando, kita bisa wujudkan pelayanan prima bagi masyarakat,” ujarnya.

Harapan itu bukan sekadar formalitas, tapi juga bentuk apresiasi bagi para pahlawan yang sering dilupakan, sebab jujur aja, kita baru ingat jasa pemadam kalau api udah nyala, dan lupa lagi saat api padam.

Mereka nggak pernah minta viral, nggak nuntut konten di TikTok, tapi kerja mereka nyata melawan panas demi kita yang pengin tetap adem.

Jadi, kalau nanti kamu lihat mobil merah lewat dengan sirene meraung di tengah malam, jangan cuma kesal karena suara bisingnya.
Ingatlah, di dalamnya ada orang-orang yang rela berjibaku demi memastikan api padam, bukan cuma api di rumah, tapi juga api di hati yang kadang ikut terbakar kalau liat bensin naik.

Dan kalau kata Kemas Haikal, sekarang waktunya kita semua belajar jadi pemadam juga, bukan pemadam api, tapi pemadam ego karena kadang yang bikin rusak bukan kebakaran di dapur, tapi kebakaran di kepala. Pantang pulang sebelum padam?, setuju!, tapi tambah satu lagi yakni pantang ngantor sebelum ego turun suhu!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update – Sebanyak 15 Warga Meninggal Dunia dan 27 Lainnya Hilang Akibat Erupsi Semeru

    Update – Sebanyak 15 Warga Meninggal Dunia dan 27 Lainnya Hilang Akibat Erupsi Semeru

    • calendar_month Senin, 6 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.389
    • 0Komentar

    POS Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru melaporkan korban meninggal dunia 15 orang Jumlah korban jiwa tersebut berdasarkan data per hari ini, Senin (6/12), pukul 11.10 WIB. Posko juga melaporkan jumlah warga yang masih dinyatakan hilang sebanyak 27 orang. Namun demikian, pengecekan dan validasi data terus dilakukan untuk memastikan status […]

  • Gubernur Sumsel Geber Program Anyar Grebeg Masjid

    Gubernur Sumsel Geber Program Anyar Grebeg Masjid

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 860
    • 0Komentar

    SETAHUN memimpin Sumatera Selatan, Gubernur H.Herman Deru terus menunjukkan komitmennya meningkatkan kegiatan-kegiatan di bidang keagamaan masyarakat. Setelah terkenal dengan program andalannya Safari Jumat, HD kini kembali siap menyapa warga Sumsel dengan program anyar bertajuk ” Grebeg Masjid”. Program ini diinisiasi Bapak Rumah Tahfidz itu bekerjasama dengan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid […]

  • Ngantor dari Lurah ke Lurah, Fitri Ingin Tampung Aspirasi ‘Wong Kito’

    Ngantor dari Lurah ke Lurah, Fitri Ingin Tampung Aspirasi ‘Wong Kito’

    • calendar_month Selasa, 5 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.328
    • 0Komentar

    “Ini adalah kesekian kalinya saya ngantor di kelurahan. Saya ingin memperbaiki infrastruktur di kelurahan,” Sumselterkini.co.id, Palembang – Cuaca di Selasa pagi ini terlihat sangat cerah meskipun awan terlihat berkabut. Di sebuah Kantor Kelurahan Duku, Kecamatan Ilir Timur III, Palembang terlihat mulai ramai oleh pegawai kelurahan yang tengah menjalankan aktivitasnya melayani permintaan masyarakat setempat. Sejumlah warga […]

  • Studi Pearson Baru Mengidentifikasi Keterampilan Manusia Sebagai “Keterampilan Kekuatan” yang Paling Diminati di Pasar Kerja Utama Asia Tenggara

    Studi Pearson Baru Mengidentifikasi Keterampilan Manusia Sebagai “Keterampilan Kekuatan” yang Paling Diminati di Pasar Kerja Utama Asia Tenggara

    • calendar_month Minggu, 4 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 626
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, SINGAPURA – Pearson, perusahaan pembelajaran terkemuka di dunia, telah mengungkapkan hasil dari penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa lima keterampilan yang paling banyak diminta saat ini adalah keterampilan manusia meskipun teknologi baru mengubah dunia kerja yang akan terus berlanjut setidaknya sampai tahun 2026.       Negara-negara Asia Tenggara seperti Singapura, Thailand, Indonesia, Filipina, […]

  • Kasus Covid Muba Hari Ini, Bertambah 24 Kasus Sembuh, 21 Positif, 2 Meninggal Dunia

    Kasus Covid Muba Hari Ini, Bertambah 24 Kasus Sembuh, 21 Positif, 2 Meninggal Dunia

    • calendar_month Kamis, 12 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 744
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba mengkonfirmasi bahwa ada penambahan 24 kasus sembuh, 21 positif, dan 2 meninggal dunia pada Rabu (11/8). “Ada penambahan 24 kasus sembuh, 21 positif, dan 2 meninggal dunia per 11 Agustus 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. Povi merinci, adapun penambahan kasus positif […]

  • 57% penduduk Indonesia sedang mencari pekerjaan, Siapa yang Akan Tertinggal !

    57% penduduk Indonesia sedang mencari pekerjaan, Siapa yang Akan Tertinggal !

    • calendar_month Kamis, 24 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 683
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Media OutReach – 1 Agustus 2023 – Pergeseran signifikan dalam lanskap ketenagakerjaan Indonesia telah terjadi, dengan hampir 3 dari 5 orang Indonesia aktif mencari pekerjaan baru saat ini, menurut sebuah studi nasional baru-baru ini. Tren yang belum pernah terjadi sebelumnya ini menunjukkan pasar kerja yang dinamis yang ditandai dengan meningkatnya fluiditas dan kemauan […]

expand_less
WordPress Archive SearchWP Co-Authors Plus Integration SearchWP Custom Results Order SearchWP Diagnostics SearchWP DirectoryPress Integration SearchWP Dutch Keyword Stemmer SearchWP EDD Integration SearchWP Enable Media Replace Integration SearchWP Exclude UI SearchWP Fuzzy Matches SearchWP German Keyword Stemmer