Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » “Sampah Bukan Kutukan, Tapi Tambang”

“Sampah Bukan Kutukan, Tapi Tambang”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
  • visibility 804
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERNAH nggak, ngerasa jalanan kota kita tuh kayak lemari dapur nenek dari luar rapi, tapi dalamnya penuh plastik kresek bekas belanja?. Nah, begitulah nasib tata kelola sampah di kota besar kelihatan kinclong di Instagram, tapi di gang sebelah udah mulai aroma-aroma perjuangan.

Di sinilah Palembang mencoba beda langkah, bukan cuma sapu dan truk, tapi kini juga pakai mic dan konten podcast “Palembang Gercep” diluncurkan bukan buat cari viewer, tapi buat cari solusi.

Di Kota Palembang, urusan sampah tidak lagi sekadar diangkat pakai gerobak dan dibuang ke tempat antah-berantah. Sekarang, sampah diajak ngobrol! Serius! Lewat podcast “Palembang Gercep”, Pemkot Palembang mencoba menjadikan sampah topik yang keren dan gaul, bukan cuma curhat semata, tapi diskusi berbobot dengan bumbu edukasi, disampaikan langsung  sang Wali Kota, Ratu Dewa.

Ibarat orang tua yang mulai ngajak anaknya belajar lewat TikTok, Pemkot sadar bahwa zaman sudah berubah. Kampanye lewat baliho sudah kalah sama konten 1 menit di Reels.

Hadirlah “Palembang Gercep” untuk menyampaikan pesan serius dalam kemasan santai. Karena memang, mengubah kebiasaan buang sampah sembarangan itu butuh pendekatan yang tak biasa. “Masalah sampah bukan hanya urusan Pemkot. Ini PR kolektif, kayak utang gotong royong” kata Pak Dewa.

Dan memang benar, pepatah lama bilang, “Setinggi-tinggi bangkai disimpan, lama-lama tercium juga”. Artinya, kalau kita sembunyiin sampah di kolong meja terus, siap-siap tetangga bakal demo karena aroma durjana.

Nah, di sinilah terobosan “Satu Kelurahan Satu Bank Sampah” tampil bagai nasi uduk di pagi hari menggoda dan mengenyangkan. Konsepnya sederhana sampah dipilah, disetor ke bank sampah, lalu ditukar dengan cuan atau manfaat sosial. Daripada dibuang, mending ditabung.

Lho, ini bukan sekadar program iseng. Di Surabaya, bank sampah sudah menjadi mesin penggerak ekonomi rumah tangga. Warga bisa bayar listrik bahkan BPJS dari hasil setor botol plastik! Di Jepang, semua warga sudah terbiasa memilah sampah jadi 7 kategori.

Salah buang? Bisa kena denda atau dikucilkan warga. Di sana, membuang sampah sembarangan sama haramnya dengan makan mi pakai sendok.

Bank sampah di Palembang disiapkan bukan cuma buat ngurangin volume TPA, tapi juga buat membangun budaya baru bersih, berdaya, dan berbagi. Ini seperti koperasi zaman dulu, tapi isinya bukan beras atau sabun, melainkan plastik, kardus, dan sisa sayur. Bedanya, ini koperasi yang bisa nyelamatin bumi sambil nyicil panci.

Tentu saja, perjalanan menuju kota bebas sampah tidak seperti jalan tol. Masih ada lubang sana-sini. Misalnya, soal lahan untuk TPS yang masih susah nyarinya. Banyak warga yang lebih rela halaman rumahnya jadi garasi odong-odong daripada tempat sampah sementara. Padahal, tanpa TPS yang layak, sistem pengangkutan jadi keteteran, kayak ojek cuma punya satu helm buat lima penumpang.

Solusinya? Pemkot berencana nambah armada pengangkut, termasuk gerobak motor, buat masuk ke gang-gang sempit yang kadang lebih rumit dari hubungan mantan dan gebetan baru. Ini langkah cerdas. Karena pelayanan publik memang harus adaptif, bukan ngambek kalau lahan nggak dikasih.

Keberadaan podcast “Palembang Gercep” juga menarik untuk dikupas. Ini seperti “Ngopi Sambil Ngerumpi”edisi resmi, dimana warga bisa tahu kebijakan langsung dari mulut pejabat, bukan dari broadcast grup WA yang sering hoaks.

Bahkan ini bisa jadi model komunikasi publik bagi kota-kota lain yang masih doyan pasang spanduk bergambar lurah sambil senyum lebar.

Podcast ini bukan sekadar gaya-gayaan. Ini bentuk transparansi, literasi, dan pendekatan kekinian yang penting agar pemerintah tidak terasa seperti dewa di menara gading, tapi seperti teman sepermainan yang ngajak ngobrol dan ngajak mikir bareng.

Kalau Palembang bisa serius tapi santai dalam urusan sampah, kota-kota lain harus ikut melirik. Sampah adalah sumber daya yang tertidur. Tinggal kita mau jadi tukang bangunin atau malah jadi tetangga yang cuek. Ingat kata pepatah “Air yang tenang bisa menghanyutkan, tapi sampah yang dibuang sembarangan bisa memalukan”.

Jadi, yuk kita buang ego, bukan buang sampah sembarangan, kalau Palembang bisa ngajak masyarakat nyicil masa depan lewat bank sampah dan ngobrol santai soal lingkungan lewat podcast, maka tak ada alasan buat kota lain untuk terus pura-pura bersih.

Karena kadang, perubahan besar itu datang dari hal sepele, seperti memungut satu bungkus ciki di trotoar sambil tersenyum.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agar Tidak Bocor, Awasi Pengguna Dana Desa dengan Ketat

    Agar Tidak Bocor, Awasi Pengguna Dana Desa dengan Ketat

    • calendar_month Senin, 4 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.204
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –  Beberapa tahun ini, pemerintah pusat mengalokasikan kucuran dana desa. Pemberian dana desa ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang memberikan pengakuan dan kejelasan kepada desa-desa di seluruh Tanah Air akan status dan kedudukannya dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. Negara memberikan kewenangan kepada setiap desa dalam melestarikan adat dan […]

  • Booth Indonesia, dengan tema “House of Indonesia,” jadi salah satu pusat perhatian pengunjung

    Booth Indonesia, dengan tema “House of Indonesia,” jadi salah satu pusat perhatian pengunjung

    • calendar_month Selasa, 19 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.230
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Damaskus, Suriah – Booth Indonesia, dengan tema “House of Indonesia,” menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung yang datang dari kalangan korps diplomatik, pejabat Suriah, pengusaha, dan masyarakat umum. Bazar ini diawali dengan sambutan dari Presiden DCOS, yang saat ini dijabat oleh Istri Dubes Libya di Damaskus, dan secara resmi dibuka oleh Ibu Shukria […]

  • 900 Ribu Pekerja di Sumsel Bakal Ter cover Asuransi BPJS Ketenagakerjaan

    900 Ribu Pekerja di Sumsel Bakal Ter cover Asuransi BPJS Ketenagakerjaan

    • calendar_month Kamis, 7 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.585
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Provinsi Sumatera Selatan menargetkan 900 ribu tenaga kerja ter cover perlindungan asuransi BPJS Ketenagakerjaan pada tahun ini. Gubernur H Herman Deru  dihadapan para penelis yang terdiri dari para perwakilan Serikat Buruh, Dewan  Jaminan Sosial Nasional. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apkindo). Pakar Jaminan Sosial serta para Akademisi tersebut menyampaikan kometmen […]

  • Serapan kuota haji tahun ini capai 99,6%, Kemenag :  ibadah wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah 1444 H/27 Juni 2023

    Serapan kuota haji tahun ini capai 99,6%, Kemenag : ibadah wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah 1444 H/27 Juni 2023

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.017
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Makkah – Tahapan penyelenggaraan ibadah haji 1444 H/2023 M telah menyelesaikan fase pemberangkatan jemaah haji. Proses ini telah berlangsung sejak 24 Mei hingga 25 Juni 2023. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief mengatakan, serapan kuota haji tahun ini mencapai 99,6%. “Alhamdulillah, kerja keras semua pihak mengantarkan keterserapan kuota haji Indonesia hingga 99,6%,” […]

  • Wawako Palembang Pastikan Lansia Di Panti Jompo Tercukupi Kebutuhannya

    Wawako Palembang Pastikan Lansia Di Panti Jompo Tercukupi Kebutuhannya

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2020
    • account_circle Aan
    • visibility 1.204
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang, Fitrianti Agustinga sengaja mengagendakan kunjungannya ke Panti Asuhan Harapan Kita yang berlokasi di Jalan Jompo, Kelurahan Sukabangun Palembang. Kunjungannya ke Panti Jompo tersebut adalah kegiatan yang sengaja ia rutinkan guna memastikan keadaan setiap orang tua yang berada setiap panti jompo, khususnya di kota Palembang. “Harapan kita tentu mereka tidak kekurangan apapun, baik […]

  • Sumsel Berencana Sumbang Defisit BPJS dari Pajak Rokok untuk Kesehatan Masyarakat

    Sumsel Berencana Sumbang Defisit BPJS dari Pajak Rokok untuk Kesehatan Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 31 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.160
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumsel berencana menyumbang pajak  dari pemotongan pajak dari rokok sebesar Rp403 miliar guna membantu pelayanan kesehatan untuk masyarakat Sumsel. Komitmen itu menjadi poin penting  sebagai rujukan bagi provinsi,bahwa Sumsel telah diberikan amanah membantu layanan kesehatan, melaui Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) dari 37 % lewat pajak rokok daerah yang diterima […]

expand_less
WordPress Archive Nikado – Responsive Theme for WooCommerce WordPress NikanTicket – WordPress & WooCommerce Support Tickets Nikicivi – Elegant CV-Resume & Portfolio Elementor Template Kit Nillé – Elegant eCommerce WordPress Theme Nilo Slider | Creative Slider for Elementor Nimbo – Personal WordPress Blog Theme Ninedok - Laboratory & Research WordPress Theme Ninico – Minimal WooCommerce WordPress Theme Ninja Beaver Pro Ninja – Esports & Gaming Elementor Template Kit