Rabu, 30 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » “Sampah Bukan Kutukan, Tapi Tambang”

“Sampah Bukan Kutukan, Tapi Tambang”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
  • visibility 796
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERNAH nggak, ngerasa jalanan kota kita tuh kayak lemari dapur nenek dari luar rapi, tapi dalamnya penuh plastik kresek bekas belanja?. Nah, begitulah nasib tata kelola sampah di kota besar kelihatan kinclong di Instagram, tapi di gang sebelah udah mulai aroma-aroma perjuangan.

Di sinilah Palembang mencoba beda langkah, bukan cuma sapu dan truk, tapi kini juga pakai mic dan konten podcast “Palembang Gercep” diluncurkan bukan buat cari viewer, tapi buat cari solusi.

Di Kota Palembang, urusan sampah tidak lagi sekadar diangkat pakai gerobak dan dibuang ke tempat antah-berantah. Sekarang, sampah diajak ngobrol! Serius! Lewat podcast “Palembang Gercep”, Pemkot Palembang mencoba menjadikan sampah topik yang keren dan gaul, bukan cuma curhat semata, tapi diskusi berbobot dengan bumbu edukasi, disampaikan langsung  sang Wali Kota, Ratu Dewa.

Ibarat orang tua yang mulai ngajak anaknya belajar lewat TikTok, Pemkot sadar bahwa zaman sudah berubah. Kampanye lewat baliho sudah kalah sama konten 1 menit di Reels.

Hadirlah “Palembang Gercep” untuk menyampaikan pesan serius dalam kemasan santai. Karena memang, mengubah kebiasaan buang sampah sembarangan itu butuh pendekatan yang tak biasa. “Masalah sampah bukan hanya urusan Pemkot. Ini PR kolektif, kayak utang gotong royong” kata Pak Dewa.

Dan memang benar, pepatah lama bilang, “Setinggi-tinggi bangkai disimpan, lama-lama tercium juga”. Artinya, kalau kita sembunyiin sampah di kolong meja terus, siap-siap tetangga bakal demo karena aroma durjana.

Nah, di sinilah terobosan “Satu Kelurahan Satu Bank Sampah” tampil bagai nasi uduk di pagi hari menggoda dan mengenyangkan. Konsepnya sederhana sampah dipilah, disetor ke bank sampah, lalu ditukar dengan cuan atau manfaat sosial. Daripada dibuang, mending ditabung.

Lho, ini bukan sekadar program iseng. Di Surabaya, bank sampah sudah menjadi mesin penggerak ekonomi rumah tangga. Warga bisa bayar listrik bahkan BPJS dari hasil setor botol plastik! Di Jepang, semua warga sudah terbiasa memilah sampah jadi 7 kategori.

Salah buang? Bisa kena denda atau dikucilkan warga. Di sana, membuang sampah sembarangan sama haramnya dengan makan mi pakai sendok.

Bank sampah di Palembang disiapkan bukan cuma buat ngurangin volume TPA, tapi juga buat membangun budaya baru bersih, berdaya, dan berbagi. Ini seperti koperasi zaman dulu, tapi isinya bukan beras atau sabun, melainkan plastik, kardus, dan sisa sayur. Bedanya, ini koperasi yang bisa nyelamatin bumi sambil nyicil panci.

Tentu saja, perjalanan menuju kota bebas sampah tidak seperti jalan tol. Masih ada lubang sana-sini. Misalnya, soal lahan untuk TPS yang masih susah nyarinya. Banyak warga yang lebih rela halaman rumahnya jadi garasi odong-odong daripada tempat sampah sementara. Padahal, tanpa TPS yang layak, sistem pengangkutan jadi keteteran, kayak ojek cuma punya satu helm buat lima penumpang.

Solusinya? Pemkot berencana nambah armada pengangkut, termasuk gerobak motor, buat masuk ke gang-gang sempit yang kadang lebih rumit dari hubungan mantan dan gebetan baru. Ini langkah cerdas. Karena pelayanan publik memang harus adaptif, bukan ngambek kalau lahan nggak dikasih.

Keberadaan podcast “Palembang Gercep” juga menarik untuk dikupas. Ini seperti “Ngopi Sambil Ngerumpi”edisi resmi, dimana warga bisa tahu kebijakan langsung dari mulut pejabat, bukan dari broadcast grup WA yang sering hoaks.

Bahkan ini bisa jadi model komunikasi publik bagi kota-kota lain yang masih doyan pasang spanduk bergambar lurah sambil senyum lebar.

Podcast ini bukan sekadar gaya-gayaan. Ini bentuk transparansi, literasi, dan pendekatan kekinian yang penting agar pemerintah tidak terasa seperti dewa di menara gading, tapi seperti teman sepermainan yang ngajak ngobrol dan ngajak mikir bareng.

Kalau Palembang bisa serius tapi santai dalam urusan sampah, kota-kota lain harus ikut melirik. Sampah adalah sumber daya yang tertidur. Tinggal kita mau jadi tukang bangunin atau malah jadi tetangga yang cuek. Ingat kata pepatah “Air yang tenang bisa menghanyutkan, tapi sampah yang dibuang sembarangan bisa memalukan”.

Jadi, yuk kita buang ego, bukan buang sampah sembarangan, kalau Palembang bisa ngajak masyarakat nyicil masa depan lewat bank sampah dan ngobrol santai soal lingkungan lewat podcast, maka tak ada alasan buat kota lain untuk terus pura-pura bersih.

Karena kadang, perubahan besar itu datang dari hal sepele, seperti memungut satu bungkus ciki di trotoar sambil tersenyum.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sahkan Propemperda Prov.Sumsel 2023

    Sahkan Propemperda Prov.Sumsel 2023

    • calendar_month Selasa, 25 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.281
    • 0Komentar

    DPRD Provinsi Sumsel menggelar sidang paripurna ke- LVIII [58]  yang berlangsung di ruang serbaguna lantai III DPRD Sumsel, Senin (24/10/2022). Dalam paripurna dengan agenda  mengesahkan Program Penetapan Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2023.  Sidang dipimpin Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati, H Muchendi Mahzareki, HM Giri Ramandan N Kiemas serta […]

  • PNS di Lingkungan Pemkot Palembang Wajib Naik Angkutan Umum

    PNS di Lingkungan Pemkot Palembang Wajib Naik Angkutan Umum

    • calendar_month Senin, 13 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 903
    • 0Komentar

    Palembang – Satu hari dalam sebulan pegawai Pemerintah Kota Palembang wajib menggunakan angkutan umum. Ketentuan ini merupakan tindaklanjut dari Surat Edaran Gubernur Sumsel nomor: 013/SE/Dishub/2019 tentang Gerakan 1 Hari dalam 1 Bulan menggunakan angkutan umum. Angkutan umum yang dimaksud tidak hanya terbatas pada Light Rail Transit (LRT), Bus Rapid Transit (BRT), dan angkutan umum konvensional […]

  • Nikmati Sajian Nikmat di Rama Shinta Garden Resto, Kunjungi Yuk !

    Nikmati Sajian Nikmat di Rama Shinta Garden Resto, Kunjungi Yuk !

    • calendar_month Selasa, 7 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.014
    • 0Komentar

    MOMEN berkumpul bersama keluarga dan teman menjadi terhalang di saat pandemi ini. Terlebih banyak temuan yang melaksanakan pembatasan kunjungan karena keterbatasan areal. Di Rama Shinta Garden Resto, momen berkumpul bisa dinikmati dengan aman dan nyaman, mengingat resto yang terletak di destinasi Teater dan Pentas Ramayana Ballet Prambanan ini menerapkan protokol kesehatan ketat. Selain itu, lokasinya […]

  • Ini Menurut Praktisi Terkait Program Smart City di Palembang

    Ini Menurut Praktisi Terkait Program Smart City di Palembang

    • calendar_month Sabtu, 10 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.628
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang tengah gencar-gencarnya mensosialisasikan program smart city ke seluruh organisasi perangkat daerah [OPD], agar mampu memberikan pelayanan dan kenyamanan untuk masyarakatnya. Menurut salah satu praktisi di Bidang Informasi dan Teknologi (IT), Ahmad Isnaini Sugiarta, M. Kom dengan diterapkan program smart city (Kota Pintar), di Kota Palembang, tujuannya, yakni untuk dimanfaatkan […]

  • Bazar UMKM Sumsel, Senam, Lagu Daerah & Sambal Kreatif Menggeliat

    Bazar UMKM Sumsel, Senam, Lagu Daerah & Sambal Kreatif Menggeliat

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 817
    • 0Komentar

    BAZAR UMKM Sumsel kali ini bukan sekadar bazar biasa, tengok, sebuah gedung dipenuhi aroma sambal, teriakan semangat peserta senam, dan alunan lagu daerah yang sesekali bikin kaki pengunjung ikut bergoyang tanpa diminta. Di Gedung Perjuangan Wanita Rajawali, Palembang, hari itu suasana mirip “pasar malam versi kreatif” yang sekaligus jadi arena gladiator inovasi ekonomi kreatif. Wakil […]

  • Bangun Masjid Undang Umaro, Gubernur Sosialisasi Larangan Minta Sumbangan Dijalan

    Bangun Masjid Undang Umaro, Gubernur Sosialisasi Larangan Minta Sumbangan Dijalan

    • calendar_month Jumat, 10 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 784
    • 0Komentar

    DALAM rangkaian safari Jumatnya di Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni Palembang, Jumat (10/9). Gubernur Herman Deru meresmikan  perubahan status Musholla Ar-Rahman menjadi Masjid Tauhiddurahman  yang ditandai dengan penanda tanganan prasasti. Kehadiran Gubernur Herman Deru di Masjid Tauhiddurahman  ini disambut antusias oleh para jemaah. Karena sholat jumat perdana di masjid tersebut langsung dihadiri sang gubernur. Dalam arahannya […]

expand_less
WordPress Archive Nikado – Responsive Theme for WooCommerce WordPress NikanTicket – WordPress & WooCommerce Support Tickets Nikicivi – Elegant CV-Resume & Portfolio Elementor Template Kit Nillé – Elegant eCommerce WordPress Theme Nilo Slider | Creative Slider for Elementor Nimbo – Personal WordPress Blog Theme Ninedok - Laboratory & Research WordPress Theme Ninico – Minimal WooCommerce WordPress Theme Ninja Beaver Pro Ninja – Esports & Gaming Elementor Template Kit