Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » CATATAN PINGGIR : Kisah Kompa Air yang Setia Tapi Bau Besi Tua

CATATAN PINGGIR : Kisah Kompa Air yang Setia Tapi Bau Besi Tua

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
  • visibility 1.045
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Di pojokan teras, ada satu benda keramat yang setiap harinya kami elus penuh kasih sayang, yakni kompa air tua.

Usianya sudah kayak pensiunan guru PNS, tapi masih disuruh kerja rodi nyedot air sumur. Suaranya? Hmm… jangan ditanya. Setiap dinyalakan, dia berdengung kayak grup rebana yang salah tempo ngok ngek ngok ngek,  diselingi desahan mirip dinosaurus pilek.

Kita tahu itu tanda-tanda perjuangan. Dia lagi nahan napas, nyedot air dari perut bumi yang udah bau karat dan warnanya kuning kunyit.

Sekilas mirip air cucian panci kari semalam. Tapi, begitulah nasib kami di Perumahan Pesona Harapan Jaya Kalidoni, Palembang, Sumsel. Meski kata orang “pesona”, tapi harapan air bersih masih tinggal harapan, kadang numpang lewat doang. Tiap pagi, kami gelar acara minum kopi sambil nunggu si kompa selesai gala dinner dengan air tanah.

Butuh waktu 3 jam! Iya, 3 jam full kadang super lebih.., seperti nonton tiga episode sinetron tukang bubur naik haji. Dan hasilnya? Setengah ember air kuning, bau besi, kadang bonus cacing mungil kayak topping mie instan.Kalau dimasak, mendidihnya cepet, mungkin karena airnya udah bosen hidup. Kadang kita mikir, ini air sumur atau ramuan nenek sihir zaman Majapahit? Ha..ha.ha.

Kalau disiram ke tanaman, daunnya langsung sayu kayak habis denger mantan nikah. Tapi kami tetap bersyukur.

Soalnya kata orang bijak, “syukurilah apa yang ada, walau itu air sumur yang bisa buat besi berkarat ketakutan.” Minimal, muka kami masih bisa cuci walau hasilnya agak glow-in-the-dark, karena kandungan zat besi yang tinggi. Kami udah pernah nanya dan bahkan PDAMnya datang, pejabat wali/wako yang dulu-dulu dateng, calon-calon ntah apa juga bikin asa tuk warga, tapi asa sabit untuk potong rumput, maklum rumput subur karena cuaca ekstrim.

“Air PDAM kapan masuk, Bang, Bu, Pak, Om, Kak ?” Jawabannya selalu diplomatis, penuh harapan.  “Sedang diusahakan.” Lama-lama kami curiga, jangan-jangan air bersih ini lagi ikut seleksi ASN dulu, sudah itu  baru bisa mampir ke perumahan kami.

Kalau dilihat dari lokasi, Perumahan Pesona Harapan Jaya ini sebenernya bukan di pedalaman Papua, tapi di Kota Palembang, ibukota Sumatera Selatan, loh! Hanya minggir dikit aja dari jalan utama, tapi kayaknya udah dianggap masuk dimensi lain.

Mungkin Google Maps aja bingung mau masukin ini ke zona urban atau hutan lindung. Tapi biarlah.

Meski kompa tua kami lebih berisik dari toa masjid pas takbiran, dan air sumur kami aromanya bisa bikin bayi netesin air mata, kami tetap bertahan. Karena seperti cinta lama, kompa tua ini tetap setia, walau sudah banyak bocor dan karatan. Mungkin dia lelah, tapi dia tahu kalau dia berhenti, kami semua bisa masuk era batu.

Bukan pakai batu sabun, tapi batu buat mandi!.  Perum Pesona berada diibukota provinsi, bukan warga Planet Mars. Tapi sayangnya  air bersih rasanya masih lebih sulit daripada ngejar diskon di tanggal kembar.

Air bersih itu hak, bukan legenda urban! Dan untuk si kompa tua terima kasih sudah bertahan, dan tetaplah bertahan. Jangan dulu megap-megap minta libur nasional ya.Suaramu memang nyaring, kadang mengganggu tetangga, tapi bagimu kami bersandar… karena pemerintah belum kunjung peka.

Kalau kamu manusia, mungkin sekarang udah kami anugerahi medali dan pensiunkan dengan hormat.  Tapi karena kamu mesin, ya kerja terus sampai karatan beneran. Tapi sebagai hiburan aku kasih puisi dulu untuk kamu, simak puisi nya di bawah ini.

 

Kompa Tua yang Bau Tapi Setia

Di pojok teras dia berdiri,
Kompa tua penuh misteri,
Bunyinya tiap pagi-pagi,
Kayak dinosaurus lagi terapi.

“Ngook… ngek… nguuuung…” suaranya nyaring,
Bikin tetangga kirain ada maling,
Padahal cuma dia yang kering,
Nyedot air sumur yang baunya garing.

Air keluar setetes dua,
Warnanya kuning mirip kuah gulai tua,
Kadang ada bonus cacing lincah,
Kayak topping mi instan, cuma tanpa rasa.

Tiga jam kerja non-stop tanpa jeda,
Tapi ember cuma terisi seperempat saja,
Muka kami dicuci dengan harapan,
Biar glowing meski hasilnya karatan.

Airnya wangi? Wah, jangan mimpi,
Aromanya bisa bangunin bayi dari mimpi,
Kalau disiram ke pot bunga tetangga,
Daunnya langsung gugur, hidup pun menyerah.

Kami tanya ke RT, dan pejabat yang datang di kampung kami. “Bang, air PDAM mana?”
Jawabnya sederhana, bukan rumah makan sederhana..
“Sebentar lagi ya, tunggu sajaaa…”

Teakhir janjinya selesai Idul Fitri ..tanpa titik!

Perumahan kami letaknya kota,
Bukan di rimba atau hutan belantara,
Tapi sinyal air kayak sinyal mantan,
Ngilang terus, bikin emosi setan.

Tapi wahai kompa tua berbodi peyot,
Walau pipa udah keropos, dan suaramu serak-serak oat,
Engkaulah pahlawan kami yang berdetak,
Walau sering bikin kami sakit pinggang mendadak.

Jadi untukmu wahai mesin penuh jasa,
Kami dedikasikan puisi tak seberapa,
Teruslah berjuang meski bau besi.[***]

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Begini Kata PHRI Dampak COVID-19 Terhadap Bisnis Perhotelah di Sumsel

    Begini Kata PHRI Dampak COVID-19 Terhadap Bisnis Perhotelah di Sumsel

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.892
    • 0Komentar

    DUNIA bisnis di jasa perhotelan ternyata, salah satu yang merugi akibat mewabahnya Covid-19, Di Sumatera Selatan [Sumsel] setidaknya ada 8 hotel yang tutup, menurut Laporan Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI) Sumatera Selatan (Sumsel). Ketua Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI) Sumsel, Herlan Asfiudin mengatakan, penutupan tersebut akibat dari tingkat akupansi Hotel yang anjlok dalam setiap harinya. […]

  • Kebut Vaksinasi COVID-19 dengan Perluas Pos Pelayanan dan Menghapus Syarat KTP Domisili

    Kebut Vaksinasi COVID-19 dengan Perluas Pos Pelayanan dan Menghapus Syarat KTP Domisili

    • calendar_month Senin, 28 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.056
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kesehatan percepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dengan berikan pelayanan pada target vaksinasi tanpa memandang domisili atau tempat tinggal pada KTP di Pos pelayanan vaksinasi Kemenkes Hang Jebat dan semua UPT Vertikal Kemenkes (Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RS Vertikal, dan Poltekkes) baik untuk pemberian vaksinasi dosis ke 1 atau dosis ke 2. Vaksin dan logistik vaksinasi […]

  • “Terseret Arus, Diselamatkan GPS, Untung Ada VMS, Bukan SMS”

    “Terseret Arus, Diselamatkan GPS, Untung Ada VMS, Bukan SMS”

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 845
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Sore yang cerah, Laut Banda tak sedang galak-galaknya. Tapi yang namanya nasib, kadang apes datang bukan dari ombak, tapi dari jeroan mesin kapal yang tiba-tiba ngambek. KM. Margi Luwih Jembar nama kapal yang kalau diartikan bisa berarti “semoga rezekinya luas kayak samudera”, mendadak mogok dan terseret arus, seperti sandal jepit hanyut di parit […]

  • Program KUR Mewujudkan Kesejahteraan Ekonomi

    Program KUR Mewujudkan Kesejahteraan Ekonomi

    • calendar_month Minggu, 28 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 991
    • 0Komentar

    KSP

  • Ini Cara Cek Informasi: Fakta atau Hoaks?

    Ini Cara Cek Informasi: Fakta atau Hoaks?

    • calendar_month Sabtu, 23 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.008
    • 0Komentar

    Internet dan media sosial membuat kita dengan mudah mengakses berbagai macam informasi. Namun, penting untuk dapat memilah dan memilih informasi yang kita dapatkan agar tidak mudah termakan hoaks. Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk cek hoaks. Bisa dengan kirim pesan WhatsApp ke Chatbot Mafindo ke nomor 085921600500 atau cek di situs https://turnbackhoax.id  dan https://cekfakta.com. Kita juga bisa […]

  • Simak, Apa Saja Hasil Rapat Penjadwalan Pembahasan RAPBD 2019 Muba !

    Simak, Apa Saja Hasil Rapat Penjadwalan Pembahasan RAPBD 2019 Muba !

    • calendar_month Selasa, 16 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.231
    • 0Komentar

    Oleh : Ari Wibowo SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah bersama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Rapat Penjadwalan Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2019 bertempat di Ruang Rapat Badan Musyawarah DPRD Muba, Rabu (16/10/2018). Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Muba Jon Kenedi, dihadiri Asisten III Setda […]

expand_less
WordPress Archive Premium URL Shortener WordPress Plugin Premiumpress Dating Theme - #1 dating theme for wordpress PressGrid Frontend Publish Reaction & Multimedia PressMart – Modern Elementor WooCommerce WordPress Theme PRESSO – Modern Magazine / Newspaper / Viral Theme Prestashop Presta Speed – database / webp / image site optiomization Presto Player Pro - Ultimate Video Player WordPress Plugin Preston | Fruit Company & Organic Farming WordPress Theme Pretty Links Pro Preview Submission in Gravity Forms