Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Pemuda Muhammadiyah Dilantik, Ratu Dewa Bernostalgia ke Tahun 1980: Saat Rambut Masih Tebal & BBM Masih Murah

Pemuda Muhammadiyah Dilantik, Ratu Dewa Bernostalgia ke Tahun 1980: Saat Rambut Masih Tebal & BBM Masih Murah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
  • visibility 842
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI Palembang, pelantikan itu bisa macam-macam bentuknya dari yang serius pakai toga sampai yang santai pakai sandal jepit di balai RW. Tapi Senin kemarin, pelantikan Pemuda Muhammadiyah Kota Palembang digelar di Rumah Dinas Wali kota, [Rumah Aspirasi],  tempat yang biasanya dipakai rapat pejabat dan menampung keluhan proyek molor bahkan keluhan warga Palembang,   kini berubah jadi panggung pemuda dan semangat berpeci, kalau biasanya tamu datang pakai proposal, kali ini datang pakai niat.

Temanya cukup berat “Maju Bersama Membangun Palembang Sejahtera”. Beratnya itu setara kalimat motivasi di belakang truk kelihatan gagah, tapi nggak semua orang paham artinya, sampai tukang gorengan di depan rumah dinas pun sejenak menatap langit, membayangkan Palembang yang trotoarnya rapi, gorong-gorongnya nggak cuma tempat nyangkut sandal, dan lampu merahnya nggak perlu ditunggu dua kali Ramadan baru ganti.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, hadir dengan gaya khas pejabat era digital, dengan senyum minimalis, jas licin, dan kalimat pembuka yang tidak terlalu panjang agar tak disangka khutbah Jumat. Tapi di tengah pidato yang awalnya datar seperti nasi uduk dingin, Dewa tiba-tiba melempar nostalgia.

“Saya pertama kali mengenal Pemuda Muhammadiyah tahun 1980,” katanya.
Langsung suasana jadi syahdu. Tahun 1980, Bung! Tahun dimana rambut masih lebat kayak semak-semak di kebun tetangga, BBM masih semurah sabun batang, dan hoaks belum berbentuk meme tapi gosip dari tetangga yang suka nyapu sambil nguping.

Dewa tidak sekadar menyebut angka tahun, ia seperti membuka pintu mesin waktu, ke masa ketika radio adalah segalanya, celana cutbray berjaya, dan anak muda bisa bangga hanya dengan jadi panitia lomba 17-an.

Katanya, Pemuda Muhammadiyah itu berintelektual dan berjiwa kebangsaan, kalimat yang terdengar seperti pujian, tapi dalamnya kayak sindiran halus buat generasi sekarang yang lebih hafal nama-nama skincare daripada pasal AD/ART organisasi.

Acara ini melantik 35 orang, sebuah jumlah yang cukup buat bikin tim sepak bola, plus ofisial, cadangan, tukang galon, dan grup WA internal yang isinya lebih banyak stiker ketawa daripada notulen rapat. Mereka berdiri gagah, sebagian semangat, sebagian lagi menyembunyikan bingungnya di balik peci mungkin dalam hati bertanya “Kapan makan siangnya?”

Ketua terpilih periode 2024–2028, Krisna Aditya, tampil seperti mahasiswa semester lima habis PKL, kalem, hemat kata, dan tetap menjaga posisi tangan di perut agar terlihat siap tapi nggak tegang. “Kami akan fokus pada pengkaderan yang berjenjang”, ucapnya.
Kalimat itu artinya siapa pun yang mau naik jadi pengurus nggak bisa cuma bermodal rajin upload quotes, tapi harus ikut proses yang jelas dari dicuci, digosok, baru dijemur di forum musyawarah.

“Kami juga akan mensolidkan Pemuda Muhammadiyah di Palembang”, tambahnya.
Sebuah misi yang tampaknya lebih sulit daripada nyatuin grup alumni SD, karena di zaman sekarang, yang solid itu cuma gorengan kalo kelamaan digoreng. Tapi ya, niat baik harus dirawat, seperti kata pepatah lama “Jika ingin berdiri tegak, jangan saling sikut di tengah barisan”. Kalau nggak bisa saling dukung, ya minimal jangan saling tusuk dari belakang, apalagi pakai password Wi-Fi.

Janji paling bikin mata wali kota berbinar adalah “Pemuda Muhammadiyah siap mengawal program-program Pemkot”

Sebuah kalimat yang, dalam dunia nyata, artinya bisa luas, mulai dari ikut mendampingi, mengawasi, sampai sesekali mengingatkan kalau programnya udah mulai melenceng kayak arah panah kena angin ribut. Tapi begitulah pemuda ideal, bukan cuma ikut foto bareng pas launching, tapi ikut nyangkul ide, bantu angkut pikiran, bahkan jadi oposisi kalau perlu, asal jangan oposisi yang toxic kayak mantan yang belum move on.

Acara ditutup dengan salam-salaman, dokumentasi, dan obrolan ringan yang lebih banyak bercanda daripada bahas kerja. Tapi dari balik canda itu, ada rasa haru bahwa di tengah zaman yang lebih cepat berubah dari harga cabai, masih ada pemuda yang mau duduk serius, berdiskusi, dan siap jalan bareng.

Karena hari ini, jadi pemuda itu bukan cuma soal umur, tapi soal mau mikir dan bertindak, bukan cuma jago bikin poster, tapi siap turun ke lapangan meski bajunya belum disetrika.

Dan kelak, di tahun 2028, semoga mereka tak sekadar jadi catatan dalam SK, tapi jadi bukti nyata bahwa pemuda masih bisa jadi tulang punggung, bukan cuma tulang rusuk yang sibuk cari pasangan.

Di rumah dinas itulah sejarah kecil dicatat, bukan karena camilan enak atau lighting panggung, tapi karena sekelompok pemuda datang bukan untuk cari panggung, tapi untuk memikul amanah, dan seperti kata orang tua dulu. “Jangan takut jadi tua, takutlah kalau muda tapi nggak ngapa-ngapain”.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebut Vaksinasi Berbasis Zonasi

    Kebut Vaksinasi Berbasis Zonasi

    • calendar_month Senin, 14 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 860
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir bersama jajaran Polres dan Kodim 0402 OKI/OI berupaya untuk mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi dosis lengkap. Upaya ini untuk mendorong tercapainya kekebalan kelompok. Setelah sukses pada tahap pertama, strategi vaksinasi Covid-19 massal berbasis zonasi kembali digelar di OKI.  Sasarannya vaksinasi lengkap dosis dua dan booster bagi masyarakat OKI. “Kita percepat […]

  • Ada Periksa Gigi Gratis, Silahkan Datang, Ini Tempatnya

    Ada Periksa Gigi Gratis, Silahkan Datang, Ini Tempatnya

    • calendar_month Rabu, 15 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 991
    • 0Komentar

    Tahun ini BKGN hadir di lebih banyak titik PDGI cabang, yaitu di 35 lokasi berbeda yang memiliki tingkat prevalensi permasalahan gigi dan mulut tinggi

  • Saling Klaim, DPC Gerindra Prabumulih Lakukan Upayah Hukum

    Saling Klaim, DPC Gerindra Prabumulih Lakukan Upayah Hukum

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 958
    • 0Komentar

    ANGGOTA DPRD Prabumulih Aryono mengklaim menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kota Prabumulih sejak 2018, atas klaim tersebut ketua DPC Prabumulih Amsi Kurniawan mengambil langkah hukum dan memastikan bahwa posisinya sebagai ketua DPC masih berlaku hingga sekarang. “Kami telah mengambil hukum karena diduga Aryono telah mendeklarasikan ketua DPC,” kata kuasa Hukum Amsi Kurniawan, Sapriadi […]

  • Penuhi Kebutuhan LPG Bersubsidi 3 Kg, Pertamina Bakal Tambah 2 Pangkalan Lagi di Sematang Borang

    Penuhi Kebutuhan LPG Bersubsidi 3 Kg, Pertamina Bakal Tambah 2 Pangkalan Lagi di Sematang Borang

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.640
    • 0Komentar

    PERTAMINA [Persero] akan menambah dua pangkalan lagi guna memenuhi kebutuhan LPG 3 kg di Kecamatan Sematang Borang.Saat ini LPG disalurkan melalui 58 Pangkalan yang beroperasi normal melayani kebutuhan masyarakat. “Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kecamatan Sematang Borang yang semakin meningkat, akan dibuka dua pangkalan baru agar mendekatkan masyarakat untuk mendapatkan akses LPG di pangkalan,” tambah […]

  • Duh.. Teganya, Wawako Turun Langsung Urus Soal Ini, Mana Lurah & Camat ?

    Duh.. Teganya, Wawako Turun Langsung Urus Soal Ini, Mana Lurah & Camat ?

    • calendar_month Kamis, 6 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.691
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Wakil Wali Kota (Wawako) Fitrianti Agustinda  turun langsung membongkar salur air di Karya Baru Kecamatan Alang-Alang Lebar, kemarin. Hal itu dikarenakan menjadi menyebabkan banur di kawasan tersebut. Menurut Wawako, kawasan ini langganan banjir ketika hujan. “Tadi sudah meninjau beberapa lokasi. Sebenarnya laporan ini masuk pada kami pada saat semalam,”kata Wawako Hasil penelusuran, Wawako dan dinas […]

  • Ngintip Jurus Jepang, Muba-Banggai ke BLK Bogor 

    Ngintip Jurus Jepang, Muba-Banggai ke BLK Bogor 

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.113
    • 0Komentar

    KALAU pepatah bilang “Di mana ada gula, di situ ada semut”, maka di mana ada peluang kerja ke Jepang, di situ pejabat Disnaker langsung tancap gas, Kamis (11/9). Rombongan Disnakertrans Musi Banyuasin (Muba) dan Banggai kompak datang ke UPTD BLK Kota Bogor, ibarat anak kos ngecek dapur tetangga, mereka kepo banget sama dapur pelatihan bahasa […]

expand_less
WordPress Archive PayPal for NEX-Forms PayPal Payment Terminal WordPress PayPal PRO Payment Terminal Paytm Payment Gateway WooCommerce Plugin PayWay API (Westpac) Gateway for WooCommerce PDF Creator for NEX-Forms PDF Embed – WordPress PDF Viewer plugin PDF Password Protect PDF Product Catalog for WooCommerce PDF Viewer – Addon For Elementor