Rabu, 4 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Pemuda Muhammadiyah Dilantik, Ratu Dewa Bernostalgia ke Tahun 1980: Saat Rambut Masih Tebal & BBM Masih Murah

Pemuda Muhammadiyah Dilantik, Ratu Dewa Bernostalgia ke Tahun 1980: Saat Rambut Masih Tebal & BBM Masih Murah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
  • visibility 850
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI Palembang, pelantikan itu bisa macam-macam bentuknya dari yang serius pakai toga sampai yang santai pakai sandal jepit di balai RW. Tapi Senin kemarin, pelantikan Pemuda Muhammadiyah Kota Palembang digelar di Rumah Dinas Wali kota, [Rumah Aspirasi],  tempat yang biasanya dipakai rapat pejabat dan menampung keluhan proyek molor bahkan keluhan warga Palembang,   kini berubah jadi panggung pemuda dan semangat berpeci, kalau biasanya tamu datang pakai proposal, kali ini datang pakai niat.

Temanya cukup berat “Maju Bersama Membangun Palembang Sejahtera”. Beratnya itu setara kalimat motivasi di belakang truk kelihatan gagah, tapi nggak semua orang paham artinya, sampai tukang gorengan di depan rumah dinas pun sejenak menatap langit, membayangkan Palembang yang trotoarnya rapi, gorong-gorongnya nggak cuma tempat nyangkut sandal, dan lampu merahnya nggak perlu ditunggu dua kali Ramadan baru ganti.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, hadir dengan gaya khas pejabat era digital, dengan senyum minimalis, jas licin, dan kalimat pembuka yang tidak terlalu panjang agar tak disangka khutbah Jumat. Tapi di tengah pidato yang awalnya datar seperti nasi uduk dingin, Dewa tiba-tiba melempar nostalgia.

“Saya pertama kali mengenal Pemuda Muhammadiyah tahun 1980,” katanya.
Langsung suasana jadi syahdu. Tahun 1980, Bung! Tahun dimana rambut masih lebat kayak semak-semak di kebun tetangga, BBM masih semurah sabun batang, dan hoaks belum berbentuk meme tapi gosip dari tetangga yang suka nyapu sambil nguping.

Dewa tidak sekadar menyebut angka tahun, ia seperti membuka pintu mesin waktu, ke masa ketika radio adalah segalanya, celana cutbray berjaya, dan anak muda bisa bangga hanya dengan jadi panitia lomba 17-an.

Katanya, Pemuda Muhammadiyah itu berintelektual dan berjiwa kebangsaan, kalimat yang terdengar seperti pujian, tapi dalamnya kayak sindiran halus buat generasi sekarang yang lebih hafal nama-nama skincare daripada pasal AD/ART organisasi.

Acara ini melantik 35 orang, sebuah jumlah yang cukup buat bikin tim sepak bola, plus ofisial, cadangan, tukang galon, dan grup WA internal yang isinya lebih banyak stiker ketawa daripada notulen rapat. Mereka berdiri gagah, sebagian semangat, sebagian lagi menyembunyikan bingungnya di balik peci mungkin dalam hati bertanya “Kapan makan siangnya?”

Ketua terpilih periode 2024–2028, Krisna Aditya, tampil seperti mahasiswa semester lima habis PKL, kalem, hemat kata, dan tetap menjaga posisi tangan di perut agar terlihat siap tapi nggak tegang. “Kami akan fokus pada pengkaderan yang berjenjang”, ucapnya.
Kalimat itu artinya siapa pun yang mau naik jadi pengurus nggak bisa cuma bermodal rajin upload quotes, tapi harus ikut proses yang jelas dari dicuci, digosok, baru dijemur di forum musyawarah.

“Kami juga akan mensolidkan Pemuda Muhammadiyah di Palembang”, tambahnya.
Sebuah misi yang tampaknya lebih sulit daripada nyatuin grup alumni SD, karena di zaman sekarang, yang solid itu cuma gorengan kalo kelamaan digoreng. Tapi ya, niat baik harus dirawat, seperti kata pepatah lama “Jika ingin berdiri tegak, jangan saling sikut di tengah barisan”. Kalau nggak bisa saling dukung, ya minimal jangan saling tusuk dari belakang, apalagi pakai password Wi-Fi.

Janji paling bikin mata wali kota berbinar adalah “Pemuda Muhammadiyah siap mengawal program-program Pemkot”

Sebuah kalimat yang, dalam dunia nyata, artinya bisa luas, mulai dari ikut mendampingi, mengawasi, sampai sesekali mengingatkan kalau programnya udah mulai melenceng kayak arah panah kena angin ribut. Tapi begitulah pemuda ideal, bukan cuma ikut foto bareng pas launching, tapi ikut nyangkul ide, bantu angkut pikiran, bahkan jadi oposisi kalau perlu, asal jangan oposisi yang toxic kayak mantan yang belum move on.

Acara ditutup dengan salam-salaman, dokumentasi, dan obrolan ringan yang lebih banyak bercanda daripada bahas kerja. Tapi dari balik canda itu, ada rasa haru bahwa di tengah zaman yang lebih cepat berubah dari harga cabai, masih ada pemuda yang mau duduk serius, berdiskusi, dan siap jalan bareng.

Karena hari ini, jadi pemuda itu bukan cuma soal umur, tapi soal mau mikir dan bertindak, bukan cuma jago bikin poster, tapi siap turun ke lapangan meski bajunya belum disetrika.

Dan kelak, di tahun 2028, semoga mereka tak sekadar jadi catatan dalam SK, tapi jadi bukti nyata bahwa pemuda masih bisa jadi tulang punggung, bukan cuma tulang rusuk yang sibuk cari pasangan.

Di rumah dinas itulah sejarah kecil dicatat, bukan karena camilan enak atau lighting panggung, tapi karena sekelompok pemuda datang bukan untuk cari panggung, tapi untuk memikul amanah, dan seperti kata orang tua dulu. “Jangan takut jadi tua, takutlah kalau muda tapi nggak ngapa-ngapain”.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terima APD Dari PT BSB dan PWNU Sumsel

    Terima APD Dari PT BSB dan PWNU Sumsel

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 834
    • 0Komentar

    PENYEBARAN wabah Covid-19 di Sumsel saat ini masih berlangsung. Sejumlah upaya juga terus dilakukan semua pihak agar wabah tersebut segera berlalu. Termasuk juga yang dilakukan CSR PT Bank Sumsel Babel dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel. Demi mendorong dan mendukung Pemprov Sumsel dalam upaya percepatan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Sumsel, CSR PT Bank […]

  • Angin Puting Beliung Ratakan 4 Rumah Di Banyuasin

    Angin Puting Beliung Ratakan 4 Rumah Di Banyuasin

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 2.265
    • 0Komentar

    SEBANYAK 4 Unit rumah warga di dua Desa di Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin porak poranda di terjang angin puting beliung . Peristiwa ini terjadi di saat hujan seharian melanda kawasan kabupaten Banyuasin, jumat (22/5). Kepala Desa Sungai Pinang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin saat diminta keterangan menjelaskan bahwa peristiwa naas itu terjadi di desanya […]

  • 2 Puisi yang bisa jadi semangat ente menyambut aktivitas pagi ini..

    2 Puisi yang bisa jadi semangat ente menyambut aktivitas pagi ini..

    • calendar_month Rabu, 21 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.122
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Ada dua puisi, yang bisa jadi semangat ente untuk menjalankan aktivitas hari ini, coba saja simak siapa tahu ente suka dan bisa jadi bahan renungan. Pagi.. Di pagi yang cerah Cahaya mentari menjelang Menyapa dunia dengan lembut Embun menari di dedaunan Rintik hujan berbisik ke tanah Alam merayakan kehidupan Langit biru terhampar luas Bersahabat […]

  • Instruksikan Kepala Daerah Siaga Karhutla

    Instruksikan Kepala Daerah Siaga Karhutla

    • calendar_month Rabu, 10 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 802
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan mengintruksikan para kepala daerah untuk aktif dan mewaspadai  terjadinya bencana alam termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla). “Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan berupaya sekuat tenaga dalam   memfasilitasi penanggulanan bendana termasuk urusan Karhutla. Demikian juga dengan masyarakat kita mintakan kerjasamanya  dalam mengatasi Karhutla ini,” harap  Wakil Gubernur Sumsel Ir H. Mawardi Yahya […]

  • BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Wilayah Indonesia dalam Sepekan ke Depan (10-17 Mei 2021)

    BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Wilayah Indonesia dalam Sepekan ke Depan (10-17 Mei 2021)

    • calendar_month Minggu, 16 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 765
    • 0Komentar

    POTENSI CUACA Hasil analisis dinamika atmosfer-laut, menunjukkan bahwa terdapat aktivitas fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Indonesia yang teramati bersamaan dengan aktifnya fenomena gelombang Ekuatorial lainnya seperti gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial. Saat ini juga teramati pola sirkulasi siklonik di wilayah Indonesia, yaitu di Laut Sulu dan Papua Barat yang dapat membentuk pertemuan dan perlambatan kecepatan angin. Kondisi atmosfer yang […]

  • Pererat Silahturahmi di Desa dengan Safari Ramadan, Pemkab Muara Enim Juga Sosialisasi Protokes

    Pererat Silahturahmi di Desa dengan Safari Ramadan, Pemkab Muara Enim Juga Sosialisasi Protokes

    • calendar_month Senin, 3 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.728
    • 0Komentar

    GIAT Safari Ramadhan Pemkab Muara Enim yang di gelar di desa Seleman Kecamatan Tanjung Agung, kabupaten Muara Enim, yang dipusatkan di Masjid Jami Atung Bungsu, Minggu (02/5/2021), telah memasuki hari ke 20 Ramadhan 1442 H, dengan mengunjungi 22 desa yang ada diwilayah Kabupaten Muara Enim. Selain untuk mempererat tali silaturahmi, agenda tahunan ini juga di jadikan […]

expand_less
WordPress Archive PayPal for NEX-Forms PayPal Payment Terminal WordPress PayPal PRO Payment Terminal Paytm Payment Gateway WooCommerce Plugin PayWay API (Westpac) Gateway for WooCommerce PDF Creator for NEX-Forms PDF Embed – WordPress PDF Viewer plugin PDF Password Protect PDF Product Catalog for WooCommerce PDF Viewer – Addon For Elementor