Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » ‘Menimba Ilmu di Ember Kecil’

‘Menimba Ilmu di Ember Kecil’

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
  • visibility 795
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau kelas itu ibarat kerupuk, maka SDN 75 Palembang adalah kerupuk yang dicelupin ke kuah soto terlalu lama lemes, robek, dan isinya kebanyakan. Bayangkan saja, muridnya 600 orang, tapi ruang kelasnya cuma 7 biji. Itu bukan sekolah, tapi sudah mirip konser K-pop padat, sesak, dan bikin kepala gurunya pusing tujuh keliling.

Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, datang meninjau langsung ke TKP, alias Tempat Kekurangan Pelajaran. Ini bukan kunjungan basa-basi ala pejabat yang cuma numpang selfie. Pak Sekda langsung menyodorkan solusi ada tanah kosong milik Pemkot sekitar 300 meter dari lokasi sekolah yang katanya cukup untuk dibangunkan gedung baru.

Nah, ini baru namanya “sekda bergerak cepat, sebelum anak-anak bergerak pindah ke kolong jembatan buat belajar”.

Kondisi ruang belajar SDN 75 ini sebenarnya mirip seperti kost mahasiswa tanggal tua sempit, pengap, dan penghuninya harus giliran kalau mau duduk nyaman. Bayangkan saja 600 siswa dibagi dalam 7 ruang kelas ibarat kita masukkan semangka satu karung ke dalam tas pinggang. Bisa sih, tapi meledak.

Kepala Sekolahnya, Pak Setiogohadi, juga tidak tinggal diam. Beliau blak-blakan mengaku memang sekolahnya kekurangan ruang belajar. Katanya, mudah-mudahan tahun depan bisa pindah ke gedung baru. Ya semoga, Pak. Kami semua ikut doakan, karena kalau nunggu ruang kelas tumbuh sendiri dari genteng, bisa-bisa anak murid sudah kerja jadi karyawan duluan.

Karena pendidikan itu bukan soal bagi raport, tapi soal membentuk masa depan. Dan masa depan anak-anak SDN 75 tidak bisa dibentuk dalam ruang kelas yang lebih mirip sardencan kaleng dibanding ruang belajar.

Di kota Bandung, ada program Sekolah Baleendah yang jadi role model sekolah-sekolah yang kekurangan ruang diberi tambahan kelas darurat, tapi dengan fasilitas lengkap dan guru khusus. Di India, di daerah Kerala yang notabene negara bagian berkembang, pemerintahnya bahkan menaruh 40% anggaran pembangunan untuk pendidikan. Sekolah-sekolah di sana bukan cuma punya kelas cukup, tapi juga punya perpustakaan modern dan laboratorium robotik padahal mereka juga negara berkembang. Jadi kalau India bisa, kenapa Palembang belum?

Blusukan ke sekolah itu seperti dokter keliling ke kampung. Baru bisa tahu penyakitnya kalau lihat langsung. Nah, yang jadi PR sekarang, bukan cuma disiapkan tanahnya, tapi juga disusun masterplan lengkap desain bangunan, kebutuhan guru tambahan, serta skema pembiayaan yang jelas.

Pendidikan itu investasi, bukan pengeluaran. Kata Ki Hajar Dewantara, “Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri”. Tapi ya jangan sampai tumbuhnya sambil duduk bertiga di bangku yang sempit. Nanti yang tumbuh bukan ilmunya, tapi urat sabarnya.

Nelson Mandela pernah bilang, “Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia” .Nah, masa iya, kita mau berperang pakai senjata yang karatan? SDN 75 butuh ruang belajar yang layak, bukan hanya janji pembangunan yang digantung setinggi langit.

Mari kita dukung niat baik Sekda dan Pemerintah Kota Palembang agar rencana pembangunan sekolah baru ini bukan sekadar angin-anginan seperti kipas angin rusak  bunyi doang, anginnya nggak ada. Karena setiap anak butuh ruang untuk bermimpi, bukan ruang sempit untuk mengantuk saat pelajaran Matematika.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang memberi ruang bagi anak-anaknya untuk belajar, bukan sekadar tempat untuk menunggu bel.” – (Pengembangan dari semangat Ki Hajar Dewantara).[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Blue Bird Resmi Gunakan Mobil Listrik

    Blue Bird Resmi Gunakan Mobil Listrik

    • calendar_month Selasa, 23 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 832
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Perusahaan taksi Blue Bird secara resmi menggunakan mobil listrik untuk armadanya. Dua model mobil dari dua merek berbeda didatangkan Blue Bird yakni BYD e6 A/T dan Tesla Model X 75D A/T. Sebanyak 30 unit mobil listrik untuk tahap pertama. Terhitung sejak kemarin, Blue Bird telah mengoperasikan beberapa mobil listrik untuk armada taksinya. Direktur […]

  • Kapolda Tinjau Langsung Kampung Tangkal COVID-19 dan Karhutla Di OKI

    Kapolda Tinjau Langsung Kampung Tangkal COVID-19 dan Karhutla Di OKI

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 1.123
    • 0Komentar

    KABUPATEN Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan mengembangkan Kampung Tangkal COVID-19 digabungkan dengan Tangkal Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) untuk menghadapi bencana kemarau 2020 karena daerah dengan vegetasi lahan gambut dan kawasan hutan cukup luas ini, sangat rentan terjadi kebakaran hutan, kebun dan lahan. Kampung Tangkal COVID-19 dan Karhutla di Desa Sedyo Mulyo, Kecamatan Mesuji Raya, […]

  • Dodi Reza Alex Ucapkan Selamat ke Presiden Jokowi

    Dodi Reza Alex Ucapkan Selamat ke Presiden Jokowi

    • calendar_month Minggu, 26 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 933
    • 0Komentar

    PRESIDEN Jokowi buka puasa bersama dengan keluarga besar Kamar Dagang dan Industri (KADIN). Bertempat di Ballroom The Sultan & Residence Jakarta, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, acara  bertema : Puasa untuk Kesatuan dan Cinta Tanah Air ini  dihadiri seribuan tamu undangan. Mayoritas undangan para pengurus Kadin seluruh Indonesia hingga ratusan anak yatim piatu. Dalam kesempatan […]

  • Total Positif Covid -19 di Sumsel 199 Orang

    Total Positif Covid -19 di Sumsel 199 Orang

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 985
    • 0Komentar

    KASUS Positif COVID-19 di Sumsel  terus meningkat, update Selasa [5/5/2020], total positif mencapai 199 orang atau ada penambahan 14 kasus dari sebelumnya 185 orang. Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Sumsel Yusri, SKm dalam press conference, sore ini mengatakan, penambahan 14 orang ini di mana dua dari luar Sumsel, tiga dari Kabupaten Banyuasin dan […]

  • Jaga-jaga Pasien Covid-19 Meningkat, Muba Siapkan Rusunawa

    Jaga-jaga Pasien Covid-19 Meningkat, Muba Siapkan Rusunawa

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 870
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kab.Muba menyiapkan rusunawa guna mengantisipasi jika kasus covid -19 meningkat. Rusunawa salah satu altenatif untuk merawat, jika penderita Covid-19 melonjak. Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi yang mengatakan sebelumnya, Muba sudah punya tempat untuk dijadikan gedung sehat bagi yang terkonfirmasi COVID-19. Sehingga hari ini di lakukan peninjauan di Rusunawa untuk memastikan ketersedian tempat […]

  • ProKlim Jadi Andalan Indonesia di BRICS, 12 Ribu Desa Jadi Kekuatan Hadapi Krisis Iklim

    ProKlim Jadi Andalan Indonesia di BRICS, 12 Ribu Desa Jadi Kekuatan Hadapi Krisis Iklim

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – ProKlim menjadi salah satu pengalaman Indonesia yang dibawa ke forum lingkungan BRICS untuk menunjukkan bahwa menghadapi krisis iklim tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Lebih dari 12 ribu desa dan komunitas di berbagai wilayah Indonesia telah terlibat dalam upaya adaptasi dan pelestarian lingkungan berbasis masyarakat. Program Kampung Iklim (ProKlim) menempatkan masyarakat di tingkat […]

expand_less
WordPress Archive Bookly Advanced Google Calendar (Add-on) Bookly Authorize.Net (Add-on) Bookly Chain Appointments (Add-on) Bookly Compound Services (Add-on) Bookly Custom Duration (Add-on) Bookly Customer Information (Add-on) Bookly Deposit Payments (Add-on) Bookly Mollie (Add-on) Bookly Multisite (Add-on) Bookly Packages (Add-on)