Kamis, 13 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Menerangi Palembang dari Parkir Liar

Menerangi Palembang dari Parkir Liar

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
  • visibility 887
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – KotaPalembang saat ini seolah sedang terjaga di antara dua dunia, yakni satu yang terang benderang dan satunya lagi yang terperangkap dalam kegelapan.

Di satu sisi, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa tengah berusaha menghidupkan cita-cita kota yang tidak hanya dikenal dengan Pempek dan Jembatan Ampera, tapi juga dengan ketertiban dan penerangan yang memadai.

Namun, di sisi lain, parkir liar yang melambung tinggi dan lampu jalan yang redup seperti wajah yang terlupakan, masih menyelimuti wajah kota ini. Seolah menjadi pembelajaran dari pepatah lama.

“Jika rumah gelap, tak ada yang bisa dilihat, tapi kalau jalanan gelap, siapa yang akan datang?” Kota ini butuh lebih dari sekadar lampu yang menyala. Palembang membutuhkan perubahan yang terang, yang bisa dirasakan semua lapisan masyarakat.

Ratu Dewa tampaknya sedang memegang obor semangat, seperti Raja Salman memegang tongkat komando. Dalam rapatnya, ia menyoroti dua penyakit menahun Palembang  parkir liar dan lampu jalan yang temaram. Dua hal ini, kalau digabung, bisa menciptakan kesan kota yang “kumuh modern” macet di siang hari, seram di malam hari.

Bayangkan, katanya, di Jalan Sudirman dan Angkatan 45, kendaraan parkir semaunya, mirip ayam kampung cari makan serampangan dan tanpa koordinasi.

Bahkan di depan Indomaret dan Alfamart, tempat yang semestinya bebas biaya parkir, malah jadi ladang panen receh bagi oknum tak bertanggung jawab. Ini bukan cuma ganggu estetika kota, tapi bikin masyarakat meradang. Ibarat beli tahu isi, eh isinya parkir liar!

Kita tidak sedang mengada-ada, tengok  saja kota Bandung, yang sudah menertibkan area pusat kota dengan sistem zonasi parkir dan CCTV. Yogyakarta bahkan menambah personel Dishub dengan rompi terang menyala, yang kalau berdiri di tengah jalan, tampak seperti traffic cone hidup.

Lebih jauh lagi bisa dicontoh  luar negeri, sebut saja Tokyo adalah contoh ideal kendaraan tak parkir sembarangan karena sistem denda dan penarikannya sangat efisien, bahkan maling pun takut parkir sembarangan di sana. begitu pula Amsterdam , parkir jelas, tarifnya transparan, dan kalau melanggar, siap-siap digembok atau diderek.

Sementara di Palembang, masih banyak kendaraan yang parkir miring kaya bangunan miring Pisa. Tukang parkirnya entah dari mana, kadang pakai rompi, kadang pakai wajah nekat.

“Di mana bumi dipijak, di situ Dishub harus tegas menindak,” begitu kira-kira pepatah yang cocok untuk kondisi ini. Tak perlu banyak diskusi, langsung turun ke lapangan. Kalau ada lampu jalan mati, jangan tunggu malam mingguan, langsung ganti, kalau ada parkir liar, jangan tunggu viral di medsos, langsung sikat dech!

Ratu Dewa sudah mengancam kalau ada oknum Dishub yang “main-main” dengan urusan parkir, siap-siap diganti seperti lampu redup yang sudah lewat masa pakainya.

Tegas betul. Tapi ini perlu dikawal. Kita tak ingin biasanya, semangat pemimpin hanya jadi petasan tahun baru ramai sesaat, lalu sunyi kembali.

Soal penerangan jalan pun tak kalah penting. Palembang katanya mau dibuat terang benderang, sampai lorong-lorong pun disorot lampu. Rencananya, akan dibeli mobil crane dan motor kecil yang bisa masuk lorong, supaya perbaikan lampu bisa cepat. Teknologi baru pun disiapkan untuk masa depan. Kita harap bukan hanya lampu yang canggih, tapi juga niat dan integritas pengelolanya.

Bandingkan dengan Seoul yang malam harinya seperti siang bukan karena mataharinya dua, tapi karena pemerintahnya serius urusan lampu jalan.

Di Indonesia pun, di Semarang punya program “Kampung Terang” yang fokus pada lampu PJU di gang-gang kecil. Bahkan Makassar pernah bikin lomba kampung terang agar masyarakat ikut berperan.

Sementara kita? Masih berdebat lampu mati itu tanggung jawab Dishub atau PLN. Karena percuma saja pasang lampu LED super terang, kalau niatnya masih redup kayak sinyal HP di daerah rawa. Percuma juga rapat sampai lantai delapan, kalau parkir liar tetap berdiri di pinggir jalan sambil senyum-senyum. Maka dari itu, kota yang hebat bukan hanya kota yang dibangun vertikal ke atas, tapi juga yang punya etika horizontal tertib di jalan, terang di malam, dan bersih dari pungli.

Palembang jangan cuma jadi kota pempek dan Jembatan Ampera, tapi juga jadi kota yang nyaman tanpa klakson berkepanjangan dan jalanan gelap, sebab parkir liar itu seperti ketombe kecil, tapi bikin risih dan bikin orang malas mendekat. Maka, bersihkan sampai ke akarnya. Dan untuk lampu jalan? Jangan cuma terang saat peresmian, lalu redup saat pemadaman anggaran.

Karena seperti kata pepatah lama “Biar kecil asal bercahaya, daripada besar tapi meredup seperti janji kampanye yang tinggal bayangan.”

Jadi, pertanyaannya sekarang Palembang mau jadi kota yang terang dan tertib, atau tetap parkir semrawut dan gelap gulita tapi banyak alasan? Pilihan ada di tangan pemkot, dan mata rakyat, terang atau tidak, akan tetap melihat.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Ketahanan Pangan, Pemerintah Programkan Panen Padi Empat Kali

    Tingkatkan Ketahanan Pangan, Pemerintah Programkan Panen Padi Empat Kali

    • calendar_month Minggu, 20 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 802
    • 0Komentar

    DENGAN dorongan alat-alat mekanik dan penyediaaan sarana produksi, program IP 400 mengajak petani menanam dan panen padi empat kali setahun. Targetnya 22–26 ton padi kering per hektare per tahun dan itu salah satu upaya meningkatkan ketahanan pangan. Kampanye budi daya padi IP 400 kini sering terdengar dari berbagai spot di tanah air. Juru kampanye utamanya […]

  • Bahas Etika Komunikasi Politik yang Bermartabat, FISIP UIN Raden Fatah  Gelar Seminar Nasional

    Bahas Etika Komunikasi Politik yang Bermartabat, FISIP UIN Raden Fatah  Gelar Seminar Nasional

    • calendar_month Jumat, 1 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.452
    • 0Komentar

    BAHAS Etika Komunikasi Politik yang Bermartabat, FISIP UIN Raden Fatah Palembang gelar Seminar Nasional. Kegiatan Seminar Nasional ini mengundang tiga Narasumber yakni Dr. Heri Budianto, M. Si, Prof. Dr. Suyitno, M. Ag, Dr Kun Budianto, M. Si. Kegiatan ini dihadiri oleh Civitas akademik FISIP UIN Raden Fatah serta tamu undangan dari beberapa Universitas lain di […]

  • Malam pembukaan MTQ XXX Tingkat Provinsi Sumsel 2024, Lima Qori Internasional, tampilkan kolaborasi Hadroh

    Malam pembukaan MTQ XXX Tingkat Provinsi Sumsel 2024, Lima Qori Internasional, tampilkan kolaborasi Hadroh

    • calendar_month Sabtu, 4 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.203
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Malam pembukaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) XXX Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2024 di Kabupaten Musi Banyuasin berlangsung sangat spektakuler di Stabel Berkuda Sekayu, Jumat (3/5/2024). Ribuan pasang mata yang hadir dalam pembukaan MTQ ini terlihat begitu antusias mengikuti jalannya rangkaian pembukaan yang dimulai dari menyambut kedatangan Pj Gubernur Sumatera Selatan Agus Fatoni, […]

  • Bupati H Askolani Pimpin Sidang Musyawarah Nasional IV ADPM

    Bupati H Askolani Pimpin Sidang Musyawarah Nasional IV ADPM

    • calendar_month Senin, 21 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.821
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin H Askolani mendapat kehormatan menjadi Ketua Pimpinan Sidang Musyawarah Nasional IV (Munas) Asosiasi Daerah Penghasil Migas ( ADPM) yang berlangsung di The Anvaya Beach Resort Bali, Senin (20/12/2020). Didalam memimpin Sidang Munas IV ADPM yang diikuti 88 Daerah se Indonesia( Provinsi, Kabupaten dan Kota) penghasil Migas tersebut, Orang nomor satu di Banyuasin didampingi […]

  • Luar Biasa, RS Khusus Mata Sumsel Masuk Nominasi Top Inovasi Terbaik se Indonesia

    Luar Biasa, RS Khusus Mata Sumsel Masuk Nominasi Top Inovasi Terbaik se Indonesia

    • calendar_month Rabu, 11 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 788
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Lagi-lagi nama Sumsel harum dikancah nasional. Kali ini melalui RS Khusus Mata Sumsel yang dinobatkan masuk nominasi Top 99 inovasi pelayanan terbaik se-Indonesia yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Rumah Sakit Khusus Mata milik Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masuk dalam nominasi Top 99 inovasi pelayanan terbaik se-Indonesia dengan […]

  • sriwijaya-fc

    Putaran ke II, SFC Bakal Coret 6 Pemain

    • calendar_month Kamis, 27 Jul 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.527
    • 0Komentar

    Sriwijaya FC tinggal menyisakan dua laga lagi dalam putaran pertama liga I Indonesia, yakni melawan kedua tim Papua,dan Persipura Jayapura.

expand_less
WordPress Archive Green Lines for WordPress – Manage and Sell Ad Lines Green Thumb | Gardening & Landscaping Services WP Greenco – Landscaping & Gardening Elementor Template Kit Greenfarm – Organic Theme for WooCommerce WordPress Greenia – Landscape & Gardening Elementor Template Kit Greenly – Ecology & Solar Energy WordPress Theme GreenMart – Organic & Food WooCommerce WordPress Theme Greenshift Page Builder + Addons Greenside – Golf Club & Academy Elementor Template Kit GreensKeeper – Gardening & Landscaping Responsive WordPress Theme