Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Ketika Budaya Disulap Jadi Ajang Ratu & Raja Sehari

Ketika Budaya Disulap Jadi Ajang Ratu & Raja Sehari

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
  • visibility 821
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang mendadak seperti ajang ratu sejagat. Bukan karena ada Miss Universe nyasar atau Putri Indonesia salah alamat, tapi karena malam itu, Selasa, 13 Mei 2025.

Sebanyak 30 pasang semifinalis Cek Bagus dan Cek Ayu unjuk pesona dan pengetahuan dalam rangka mencari duta budaya Palembang. Lengkap dengan suara teriakan pendukung, lampu sorot kinclong, dan busana adat yang lebih berat dari hati mantan yang belum move on.

Mereka melenggang di panggung bukan cuma pamer baju dan senyum 45 derajat. Para semifinalis diuji bukan hanya bagaimana cara berdiri tegak seperti manekin, tapi juga sejauh mana mereka bisa menjelaskan perbedaan antara songket dan sprei, antara tanjak dan tanjak motor. Ibarat nasi goreng, tampilan boleh menggoda, tapi kalau nggak ada rasa, ya cuma nasi ditumis doang.

Yang namanya Cek Bagus dan Cek Ayu ini diharapkan bisa jadi duta budaya. Tapi jangan sampai hanya jadi duta selfie yang kerjanya tiap acara cuma “ngaca, senyum, upload.”

Karena sejatinya, mereka adalah perpanjangan tangan dari kekayaan adat, sejarah, dan etika Palembang yang aduhai itu. Kalau mereka hanya tahu sejarah lewat sinetron kolosal, bisa gawat!

Juri yang hadir malam itu bukan sembarangan. Ada Mang Amin, budayawan senior yang kalau bicara adat, bisa bikin orang diam tak berkutik seperti ketemu guru BK. Ditambah Indah Risky, Hendra Sudrajat, Septa Marus, dan Dewi Anggraini.

Mereka bukan mencari model untuk kalender dinas, tapi mencari anak muda yang bisa menjawab pertanyaan budaya tanpa perlu buka Google di kantong baju.

Coba bayangkan kalau ditanya, “Apa filosofi motif pucuk rebung dalam songket Palembang?” lalu dijawab, “Eh, itu kan camilan ya, kayak pastel mini.” Bisa pingsan itu jurinya, Mak.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Affan Prapanca Mahalli, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antar pihak dalam pelestarian budaya.

Ia berharap acara ini bukan sekadar kompetisi tahunan yang berakhir jadi pajangan galeri. Tapi benar-benar menghasilkan generasi muda yang bisa ngomongin budaya sambil ngebudayain omongan.

Sementara itu, Asisten II Pemkot Palembang, Isnaini Madani, mengingatkan bahwa Cek Ayu dan Cek Bagus bukan hanya soal pengetahuan, tapi juga adab dan akhlak.

Karena secantik-cantiknya anak orang, kalau tiap buka mulut isinya nyinyir dan komen sarkas, ya tidak layak jadi duta budaya. Ibarat rumah joglo, tampak luar megah tapi dalamnya kosong kayak rumah yang dijual murah di iklan online, pasti ada apa-apanya tuh.

Negara seperti Jepang atau Korea Selatan sudah membuktikan bahwa budaya bisa jadi kekuatan ekonomi sekaligus identitas nasional. Di sana, pemuda-pemudi berbusana adat bukan jadi bahan lelucon, tapi jadi bintang iklan, jadi kebanggaan. Kimono dan hanbok sekarang laris manis jadi konten budaya sekaligus jualan pariwisata.

Di Palembang? Kadang pakai tanjak saja malu-malu, kecuali buat prewed. Lah, sayang betul.

Padahal kalau dikelola dengan baik, Cek Bagus dan Cek Ayu bisa jadi influencer budaya yang sesungguhnya. Mereka bisa tampil di acara nasional, jadi pemandu tamu luar negeri, atau bahkan jadi ikon promosi kota. Asal jangan baru naik panggung sudah update status “Lelah jadi duta, pengen jadi selebgram aja.”

Dari 30 pasang semifinalis, akan dipilih 15 pasang finalis yang akan lanjut ke Grand Final. Tapi pertanyaan pentingnya bukan siapa yang paling tinggi atau siapa yang paling licin make-up-nya. Tapi siapa yang setelah acara ini masih peduli dan aktif mengangkat budaya. Karena piala bisa berdebu, selempang bisa sobek, tapi dedikasi itu yang bikin nama tetap harum meski sudah ganti profil Instagram.

Jangan sampai nanti ada Cek Ayu yang viral bukan karena prestasinya, tapi karena kasus joget di TikTok pakai baju adat sambil lipsync lagu barat yang liriknya “remuk-remuk di pelaminan.” Budaya bisa rusak bukan karena zaman, tapi karena dijaga orang yang setengah-setengah.

Menjadi Cek Bagus dan Cek Ayu bukan hanya soal dinobatkan, tapi juga soal diandalkan. Mereka harus jadi contoh bahwa anak muda Palembang itu bukan hanya bisa ngedance viral, tapi juga bisa bicara soal Sultan Mahmud Badaruddin II tanpa perlu contekan.
Ibarat kerupuk di kuah pempek kalau nggak renyah, ya ngambang doang!

Maka dari itu, semoga yang terpilih nanti bukan hanya cantik di Instagram dan ganteng di video promosi, tapi juga kuat mental, tahan kritik, dan tetap cinta budaya meski likes-nya cuma dua  satu dari mama, satu dari akun fake. Karena budaya tak butuh sensasi, tapi butuh dedikasi. Dan dedikasi itu, tidak bisa di-filter pakai aplikasi.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kerja Keras Antarkan 25 PMI di Hong Kong Raih Gelar Sarjana

    Kerja Keras Antarkan 25 PMI di Hong Kong Raih Gelar Sarjana

    • calendar_month Rabu, 28 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 891
    • 0Komentar

    SEDIKITNYA 25 orang WNI yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong berhasil meraih gelar sarjana dari Universitas Terbuka (UT) Hong Kong. Para WNI tersebut resmi menjadi sarjana pada Upacara Penyerahan Ijazah di Main Hall BNI Admiralty (25/04/2021). Penghargaan lulusan terbaik diberikan kepada 3 wisudawati yakni Brigita Mungki Yuris Dian, Vena Amelia Septiani, dan […]

  • Terkait Registrasi Kartu SIM, DPR : Jangan Sampai Masyarakat Jadi Korban

    Terkait Registrasi Kartu SIM, DPR : Jangan Sampai Masyarakat Jadi Korban

    • calendar_month Kamis, 1 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.342
    • 0Komentar

    “Dari beberapa keluhan yang muncul di media sosial, terungkap bahwa para pelanggan itu mendapati Nomor Induk Kependudukan (NIK) mereka ternyata belum terdaftar.

  • Sambangi MI dan MTs Diniyatul Islamiyah, Pj Bupati Apriyadi Beri Bantuan

    Sambangi MI dan MTs Diniyatul Islamiyah, Pj Bupati Apriyadi Beri Bantuan

    • calendar_month Kamis, 28 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 822
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kebakaran yang menghanguskan sebanyak tiga lokal bangunan sekolah MI dan MTs Diniyatul Islamiyah di Dusun II Desa Kemang Kecamatan Sanga Desa Minggu (3/9/2023) lalu membuat prihatin Pj Bupati Apriyadi Mahmud. Usai menghadiri Upacara HUT Pramuka ke-62 di Ngulak Sanga Desa, Pj Bupati Apriyadi Mahmud menyempatkan diri menyambangi MI dan MTs Diniyatul Islamiyah. “Kita […]

  • 81 pasangan ikut nikah massal di Pemkot Palembang, Pj Walikota : semoga jadi keluarga “samara”

    81 pasangan ikut nikah massal di Pemkot Palembang, Pj Walikota : semoga jadi keluarga “samara”

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.246
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Cuaca cerah di pagi   semakin menambah suasana gembira bagi 81 pasangan yang mengikuti nikah massal di Pemkot Palembang. Sinar matahari yang hangat seakan menyambut mereka dengan penuh harapan, menandai awal baru dalam kehidupan mereka sebagai suami istri. Dengan langit biru dan suasana ceria, momen sakral ini menjadi lebih istimewa, menghadirkan kebahagiaan tidak hanya […]

  • Kisah Perompakan Laut yang Gagal Total

    Kisah Perompakan Laut yang Gagal Total

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 696
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di perairan wilayah selatan utara Provinsi Jambi, ada kejadian yang bikin bulu kuduk merinding  bukan karena hantu, tapi karena benih lobster yang berjumlah hampir setengah juta ekor. Ibaratnya, ada kapal kayu tanpa lampu penerangan, melintas kayak alien tak kasat mata di tengah lautan. Tapi ini bukan cerita sci-fi, melainkan kisah nyata yang dibongkar  […]

  • Bank SumselBabel Siap Tampung Modal Pemda

    Bank SumselBabel Siap Tampung Modal Pemda

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.015
    • 0Komentar

    MESKIPUN Modal Bank Sumselbabel [BSB] hingga kini mencapai Rp3,4 triliun, perseroan siap menampung lagi modal dari Pemerintah Daerah [Pemda] di Sumsel, maupun Bangka Belitung. “Kami siap menampung tambahan modal, jika memang pemerintah daerah, baik Pemkot, Pemkab, Provinsi di SumselBabel,”kata Sekretaris Perusahaan Bank Sumselbebel Normandy Akil dihubungi via What App, Kamis [16/7/2020]. Menurutnya seluruh Cabang Bank Sumselbabel tetap mengharapkan penyertaan modal. Namun jelas dia, […]

expand_less
WordPress Archive Gravity Perks Auto Login Gravity Perks Gravity Forms Better User Activation Gravity Perks Gravity Forms Conditional Pricing Gravity Perks Gravity Forms Copy Cat Gravity Perks – Gravity Forms Easy Passthrough Gravity Perks – Gravity Forms eCommerce Fields Gravity Perks – Gravity Forms Live Preview Gravity Perks Gravity Forms Pay Per Word Gravity Perks Limit Choices Plugin Gravity Perks Media Library Plugin