Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Ketika Budaya Disulap Jadi Ajang Ratu & Raja Sehari

Ketika Budaya Disulap Jadi Ajang Ratu & Raja Sehari

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
  • visibility 810
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang mendadak seperti ajang ratu sejagat. Bukan karena ada Miss Universe nyasar atau Putri Indonesia salah alamat, tapi karena malam itu, Selasa, 13 Mei 2025.

Sebanyak 30 pasang semifinalis Cek Bagus dan Cek Ayu unjuk pesona dan pengetahuan dalam rangka mencari duta budaya Palembang. Lengkap dengan suara teriakan pendukung, lampu sorot kinclong, dan busana adat yang lebih berat dari hati mantan yang belum move on.

Mereka melenggang di panggung bukan cuma pamer baju dan senyum 45 derajat. Para semifinalis diuji bukan hanya bagaimana cara berdiri tegak seperti manekin, tapi juga sejauh mana mereka bisa menjelaskan perbedaan antara songket dan sprei, antara tanjak dan tanjak motor. Ibarat nasi goreng, tampilan boleh menggoda, tapi kalau nggak ada rasa, ya cuma nasi ditumis doang.

Yang namanya Cek Bagus dan Cek Ayu ini diharapkan bisa jadi duta budaya. Tapi jangan sampai hanya jadi duta selfie yang kerjanya tiap acara cuma “ngaca, senyum, upload.”

Karena sejatinya, mereka adalah perpanjangan tangan dari kekayaan adat, sejarah, dan etika Palembang yang aduhai itu. Kalau mereka hanya tahu sejarah lewat sinetron kolosal, bisa gawat!

Juri yang hadir malam itu bukan sembarangan. Ada Mang Amin, budayawan senior yang kalau bicara adat, bisa bikin orang diam tak berkutik seperti ketemu guru BK. Ditambah Indah Risky, Hendra Sudrajat, Septa Marus, dan Dewi Anggraini.

Mereka bukan mencari model untuk kalender dinas, tapi mencari anak muda yang bisa menjawab pertanyaan budaya tanpa perlu buka Google di kantong baju.

Coba bayangkan kalau ditanya, “Apa filosofi motif pucuk rebung dalam songket Palembang?” lalu dijawab, “Eh, itu kan camilan ya, kayak pastel mini.” Bisa pingsan itu jurinya, Mak.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Affan Prapanca Mahalli, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antar pihak dalam pelestarian budaya.

Ia berharap acara ini bukan sekadar kompetisi tahunan yang berakhir jadi pajangan galeri. Tapi benar-benar menghasilkan generasi muda yang bisa ngomongin budaya sambil ngebudayain omongan.

Sementara itu, Asisten II Pemkot Palembang, Isnaini Madani, mengingatkan bahwa Cek Ayu dan Cek Bagus bukan hanya soal pengetahuan, tapi juga adab dan akhlak.

Karena secantik-cantiknya anak orang, kalau tiap buka mulut isinya nyinyir dan komen sarkas, ya tidak layak jadi duta budaya. Ibarat rumah joglo, tampak luar megah tapi dalamnya kosong kayak rumah yang dijual murah di iklan online, pasti ada apa-apanya tuh.

Negara seperti Jepang atau Korea Selatan sudah membuktikan bahwa budaya bisa jadi kekuatan ekonomi sekaligus identitas nasional. Di sana, pemuda-pemudi berbusana adat bukan jadi bahan lelucon, tapi jadi bintang iklan, jadi kebanggaan. Kimono dan hanbok sekarang laris manis jadi konten budaya sekaligus jualan pariwisata.

Di Palembang? Kadang pakai tanjak saja malu-malu, kecuali buat prewed. Lah, sayang betul.

Padahal kalau dikelola dengan baik, Cek Bagus dan Cek Ayu bisa jadi influencer budaya yang sesungguhnya. Mereka bisa tampil di acara nasional, jadi pemandu tamu luar negeri, atau bahkan jadi ikon promosi kota. Asal jangan baru naik panggung sudah update status “Lelah jadi duta, pengen jadi selebgram aja.”

Dari 30 pasang semifinalis, akan dipilih 15 pasang finalis yang akan lanjut ke Grand Final. Tapi pertanyaan pentingnya bukan siapa yang paling tinggi atau siapa yang paling licin make-up-nya. Tapi siapa yang setelah acara ini masih peduli dan aktif mengangkat budaya. Karena piala bisa berdebu, selempang bisa sobek, tapi dedikasi itu yang bikin nama tetap harum meski sudah ganti profil Instagram.

Jangan sampai nanti ada Cek Ayu yang viral bukan karena prestasinya, tapi karena kasus joget di TikTok pakai baju adat sambil lipsync lagu barat yang liriknya “remuk-remuk di pelaminan.” Budaya bisa rusak bukan karena zaman, tapi karena dijaga orang yang setengah-setengah.

Menjadi Cek Bagus dan Cek Ayu bukan hanya soal dinobatkan, tapi juga soal diandalkan. Mereka harus jadi contoh bahwa anak muda Palembang itu bukan hanya bisa ngedance viral, tapi juga bisa bicara soal Sultan Mahmud Badaruddin II tanpa perlu contekan.
Ibarat kerupuk di kuah pempek kalau nggak renyah, ya ngambang doang!

Maka dari itu, semoga yang terpilih nanti bukan hanya cantik di Instagram dan ganteng di video promosi, tapi juga kuat mental, tahan kritik, dan tetap cinta budaya meski likes-nya cuma dua  satu dari mama, satu dari akun fake. Karena budaya tak butuh sensasi, tapi butuh dedikasi. Dan dedikasi itu, tidak bisa di-filter pakai aplikasi.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cek Tol Naik Sepeda Motor, Gubernur Targetkan 2023 Jalan Tol Kapal-Betung Beroperasi

    Cek Tol Naik Sepeda Motor, Gubernur Targetkan 2023 Jalan Tol Kapal-Betung Beroperasi

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.534
    • 0Komentar

    BULAN puasa tak menghalangi Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru untuk turun ke lapangan dan mengecek progres pengerjaan  pembangunan jalan tol Kayuagung- Palembang (Kapal) – Betung. Dengan mengendarai sepeda motor, Gubernur yang didampingi Direktur Teknik dan Operasional PT Waskita Sriwijaya Tol, Sudirman dan sejumlah Kepala OPD  terkait di lingkungan Pemprov Sumsel, Sabtu (9/4). Di […]

  • Kenapa ada perumpaan “orang nafsunya seperti singa” ! simak penjelasannya

    Kenapa ada perumpaan “orang nafsunya seperti singa” ! simak penjelasannya

    • calendar_month Selasa, 4 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.129
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Perumpamaan tentang keinginan atau nafsu manusia yang kuat seperti singa mungkin terkait dengan sifat-sifat khas yang sering dikaitkan dengan singa. Singa dikenal sebagai hewan yang memiliki kekuatan, keberanian, dan keinginan yang kuat dalam mencapai tujuan mereka. Di alam liar, singa jantan adalah pemimpin yang memimpin kelompoknya dan memiliki insting untuk melindungi wilayah mereka […]

  • Bonus Demografi, MENKOPUKM Dorong Ciptakan Entrepreneur Muda

    Bonus Demografi, MENKOPUKM Dorong Ciptakan Entrepreneur Muda

    • calendar_month Rabu, 3 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.628
    • 0Komentar

    MENTERI Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak kolaborasi entitas pendidikan di tanah air untuk menciptakan entrepreneur muda profesional sejak usia dini agar mampu menguasai pasar global. “Perlu kolaborasi berbagai pihak termasuk civitas akademika Yayasan Taruna Bakti dalam menciptakan entrepreneur yang profesional sejak usia dini sehingga menguasai pasar global,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat […]

  • Penembakan Festival Lembah Baliem, Kementerian Pariwisata Buka Suara soal Keamanan Wamena

    Penembakan Festival Lembah Baliem, Kementerian Pariwisata Buka Suara soal Keamanan Wamena

    • calendar_month 8 jam yang lalu
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Penembakan Festival Lembah Baliem melukai dua warga sipil membuat aspek keamanan menjadi perhatian Kementerian Pariwisata. Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyampaikan kondisi di lapangan telah kondusif, sementara pengamanan diperkuat oleh personel TNI dan Polri. Kondisi tersebut menjadi perkembangan terbaru setelah kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem pada hari kedua dihentikan akibat insiden penembakan. Kementerian Pariwisata terus […]

  • IBAN OKI Gelar ‘Kenduri Konten Kreator’, Latih Anak Muda Angkat Potensi Daerah

    IBAN OKI Gelar ‘Kenduri Konten Kreator’, Latih Anak Muda Angkat Potensi Daerah

    • calendar_month Sabtu, 28 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 956
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Indonesia Brand Activist Network (IBAN) Kabupaten Ogan Komering Ilir menggelar Bootcamp Kenduri Konten Kreator untuk melatih anak muda mengangkat potensi daerah. Event ini merupakan yang pertama di Sumatera Selatan.Ketua IBAN OKI, Alvien Damar mengungkap kegiatan ini merupakan ruang kreativitas pagi para penggiat media sosial di Ogan Komering Ilir untuk mengasah kreativitas. “Dimulai dari membuat […]

  • Ada Tambahan 50 Kasus, 40 Kasus dari Palembang,  Total Positif Covid-19 di Sumsel Capai 2.000 Orang

    Ada Tambahan 50 Kasus, 40 Kasus dari Palembang,  Total Positif Covid-19 di Sumsel Capai 2.000 Orang

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 976
    • 0Komentar

    MINGGU kemarin kasus positif covid-19 di Sumsel bertambah 50 orang sehingga totalnya menembus angka 2.000 orang. “Hari ini kita ada penambahan 50 kasus baru, diantaranya 40 orang dari Palembang, OKI 3 orang, PALI 1 orang, Ogan Ilir 2 orang, Banyuasin 4 orang,” kata Juru bicara gugus tugas penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri, mengatakan 50 kasus baru […]

expand_less
WordPress Archive Gravity Perks Auto Login Gravity Perks Gravity Forms Better User Activation Gravity Perks Gravity Forms Conditional Pricing Gravity Perks Gravity Forms Copy Cat Gravity Perks – Gravity Forms Easy Passthrough Gravity Perks – Gravity Forms eCommerce Fields Gravity Perks – Gravity Forms Live Preview Gravity Perks Gravity Forms Pay Per Word Gravity Perks Limit Choices Plugin Gravity Perks Media Library Plugin